cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
Uji Aktivitas Antioksidan Variasi Perlakuan Bunga Telang (Clitoria Ternatea L ) Dengan Metode DPPH. Syauqul Jannah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.387

Abstract

Bunga telang ( Clitoria Ternatea L ) mengandung senyawa antosianin golongan flavonoid. Antosianin mampu memperlambat penuaan, menghambat penyakit netrologis, inflamasi, diabetes, dan infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari bunga telang (Clitoria Ternatea L).            Penelitian ini dilakukan dengan membuat seri bunga telang segar dan kering (Clitoria Ternatea L) yaitu 1.250 ppm, 2.500 ppm, 3.750 ppm, 5000 ppm, dan 6.250 ppm. Sebagai blanko yang digunakan DPPH 0,1 mM. Pengujian dilakukan dengan metode DPPH. Data yang diperoleh kemudian dihitung aktivitas antioksidannya dan dihitung nilai IC50.            Hasil peneltian menunjukan bahwa variasi perlakuan bunga telang (Clitoria Ternatea L) memiliki kemampuan antioksidan. Bunga telang segar tergolong lemah, bunga telang kering tergolong sedang dan Vitamin C tergolong sangat kuat. Nilai aktvitas antioksidan dan IC50 dari bunga telang segar sebesar 2.735 ppm, bunga telang kering sebesar 126,80, dan Vitamin C sebesar 1,85 ppm
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook.f) TERHADAP Salmonella typhi Inayah Hayati; Juniza Juniza
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.376

Abstract

Bahan-bahan alami seperti rempah dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit, salah satunya adalah Bunga Lawang (Illicium verum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak bunga lawang dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Sampel pada penelitian ini adalah ekstrak bunga lawang Illicium verum Hook. f. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium, dengan perlakuan berupa pemberian ekstrak bunga lawang konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% sebanyak 3 kali pengulangan dan menggunakan pelarut etanol 96%. Dari hasil penelitian dianalisa dengan metode deskriptif dan hasil menunjukkan ekstrak bunga lawang dengan konsentrasi mulai dari 20% menghasilkan zona bening 6 mm, 40% menghasilkan zona bening 7,8 mm, 60% menghasilkan zona bening 8,3 mm, 80% menghasilkan zona bening 11 mm, 100% menghasilkan zona bening 13 mm, kontrol negatif (-) tidak menghasilkan zona bening, kontrol positif (+) Ciprofloxacin menghasilkan zona bening 25 mm. Uji skrining fitokimia secara kualitatif ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook. f)  mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin dan teropenoid.
SKRINING FITOKIMIA METABOLIT SEKUNDER DAUN KETEPENG CINA Senna alata (L.) Roxb DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.113

Abstract

Penelitian mengenai metabolit sekunder terhadap ekstrak daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb. Penelitian Bahi (2014) melaporkan hasil uji ekstrak n-heksan daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb menunjukkan aktivitas anti jamur terhadap Candida albicans adalah senyawa steroid. Oleh karenanya, hal ini menarik untuk dilakukan penelitian metabolit sekunder daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb dengan menggunakan pelarut etanol 96 %.Daun ketepeng cina  Senna alata (L.) Roxb diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, kandungan metabolit sekunder diidentifikasi secara kualitatif dengan uji skrining fitokimia. Flavonoid diuji dengan reagen HCl dan Mg, alkaloid diuji 3 kali pengujian dengan  reaksi Mayer, Bouchardat, Dragendorf, saponin diuji dengan reaksi busa, tanin diuji dengan reagen FeCl3, dan steroid diuji dengan reaksi asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat. Sapogenin  yang merupakan turunan murni dari saponin dan katekin merupakan turunan murni dari tannin dapat diketahui dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), pengamatan fase gerak dilakukan pada sinar UV dengan panjang gelombang 254 nm, hasil perhitungan Retension factor (Rf) dibandingkan dengan standar sapogenin dan katekin.Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun ketepeng cina  Senna alata (L.) Roxb mengandung senyawa metabolit di antaranya adalah saponin dan tanin namun hasil uji KLT keduanya (saponin dan tanin) menunjukan hasil negatif.
EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight) UNTUK FORMULASI SEDIAAN BEDAK TABUR Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.224

Abstract

Daun salam adalah nama penghasil daun rempah yang banyak digunakan dalam bahan ekstrak daun salam memiliki variasi yang berbeda. Formulasi 1 mengandung 4,2% ekstrak daun salam, formulasi 2 mengandung 6,2% ekstrak daun salam, formulasi 3 mengandung 8,2% ekstrak daun salam. Uji evaluasi ekstrak daun salam yaitu uji organoleptis, uji kadar abu dan penetapan susut pengeringan. Untuk uji sifat fisik sediaan bedak tabur yaitu uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi dan uji pH. Dari hasil penelitian dengan variasi ekstrak daun salam yang berbeda didapatkan formulasi 3 lebih baik dari pada formulasi 1 dan formulsi 2. Variasi Ekstrak daun salam mempengaruhi sifat fisik sediaan bedak tabur pada uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi.
PENGUKURAN KONSENTRASI HEMOGLOBIN MENGGUNAKAN METODE CYANMETHEMOGLOBIN PADA PETUGAS SPBU DI KOTA BENGKULU Rini Susanti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.110

Abstract

ABSTRAKHemoglobin (Hb) merupakan protein yang mengikat besi (Fe²+) sebagai komponen utama dalam eritrosit dengan fungsi transportasi O2 dan CO2 serta memberi warna merah dalam darah. Internasional Committe ForStandarization In Hematology (ICSH) merekomendasikan Metode Cyanmethemoglobin, karena mempunyai standar yang stabil, dapat mengukur semua jenis hemoglobin dan mudah dilakukan. Telah dilakukan penelitian tentang pemeriksaan kadar hemoglobin metode Cyanmethemoglobin pada petugas SPBU di kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin metode Cyanmethemoglobin pada petugas SPBU di kota Bengkulu. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah darah petugas SPBU di Km 6,5 Dan Km 8 yang berjumlah 30 orang yang diambil berdasarkan teknik total sampling, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dengan cara pemeriksaan hemoglobin secara langsung menggunakan metode Cyanmethemogobin. Hasil dari pemeriksaan kadar hemoglobin metode Cyanmethemoglobin pada petugas SPBU dianalisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan dari 30 sampel petugas SPBU dalam batas normal dan cenderung mengalami suatu peningkatan dari nilai normal terendah 12,4-16,8 gr/l. Kata kunci : Hemoglobin, Cyanmethemoglobin, Petugas SPBU
EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Eugenia Polyantha Wight) SEBAGAI FORMULASI OBAT KUMUR Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v4i2.241

Abstract

Rongga  mulut  merupakan  salah  satu  tempat  dalam  tubuh  yang  mengandung mikroorganisme  dengan  populasi  dan  keanekaragaman  paling  tinggi  dibanding tempat  lain.  Obat  kumur  adalah  sediaan  yang  berupa  larutan  atau  cairan  yang digunakan  untuk  membilas  rongga  mulut  dengan  sejumlah  tujuan  antara  lain  untuk menyingkirkan  bakteri  perusak,  bekerja  sebagai  penciut,  untuk  menghilangkan  bau tidak sedap, mempunyai efek terapi dan menghilangkan infeksi atau mencegah karies gigi. Daun  salam  (Eugenia  polyantha Wight)  merupakan  tanaman  yang  digunakan secara tradisional sebagai bahan tambahan dalam masakan karena memiliki bau yang khas dan memiliki kandungan flavonoid  yang berkhasiat sebagai antibakteri. Dalam penelitian ini daun salam dibuat ekstrak dari fraksi etanol dalam bentuk sediaan obat kumur. Formulasi obat kumur dibuat dalam 3 formula, dengan zat aktifnya adalah Fraksi etanol  daun  salam.  Formula  1  mengandung    4%,  formula  2  mengandung  6%,  dan formula  3  mengandung  8%  Fraksi  etanol  daun  salam.  Evaluasi  obat  kumur  yang dilakukan  adalah  uji  organoleptis  (bentuk,  bau,  warna,  dan  rasa),  uji  pH,  uji penimbulan busa, uji bobot jenis, uji kejernihan, dan uji panelis.  Hasil  dari  penelitian  ini,  dengan  adanya  variasi  kadar  dari  ekstrak  daun  salam (Eugenia  polyantha Wight)  mempengaruhi  sifat  fisik  dari  sediaan  obat  kumur  pada uji organoleptis, uji penimbulan busa, uji pH dan uji panelis.
PENETAPAN TOTAL BAKTERI COLIFORM PADA AIR MINUM DALAM KEMASAN Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v3i2.239

Abstract

Dalam kehidupan manusia, kebutuhan akan air  yang bersih sangat menunjang aktifitas  manusia.  Kandungan  air  pada  tubuh  orang  dewasa  sekitar  55-56%/BB, untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80%. Oleh sebab itulah air yang dikonsumsi  harus  memenuhi  syarat  khususnya  dari  bakteri-bakteri  yang mengganggu.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  kandungan  bakteri coliform pada air minum  dalam kemasan dengan  metode  MPN (Most  Probable  Number) Ragam  I. Dalam  penelitian  ini  sampel diambil  dari enam jenis air  minum  dalam kemasan (AMDK)  A,  B,  C,  D,  E dan F yang dijual  di  kota  Bengkulu. Penelitian dilakukan di  Laboratorium  Mikrobiologi  Badan  Pengawasan  Obat  dan  Makanan (BPOM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  air  minum  dalam  kemasan A,  B,  C, D,  E  dan  F  yang  dijual  di  Kota  Bengkulu  tidak  mengandung  cemaran  bakteri Coliform sehingga dapat dikonsumsi dengan aman.
UJI EFEKTIVITAS SEDATIF DARI AIR REBUSANDAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit)TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v3i2.218

Abstract

Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dikenal sebagai tanaman yang memiliki senyawa alkaloid, yang mana senyawa alkaloid ini mampu menimbulkan efek relaksasi saraf di otak sehingga dapat berkhasiat sebagai efek sedatif. Penelitian dilakukan dengan cara daun lamtoro yang telah dibersihkan lalu dilakukan perebusan dengan menggunakan aqua dest. Perebusan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu untuk variasi konsentrasi 1 yang menggunakan 10 gram daun lamtoro, variasi konsentrasi 2 yang menggunakan 20 gram daun lamtoro dan variasi konsentrasi 3 yang menggunakan 30 gram daun lamtoro. Mencit putih dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan diberikan larutan uji sesuai dengan kelompok perlakuan. Mencit dibiarkan sejenak untuk memberikan waktu pada mencit agar dapat menyerap larutan uji. Mencit diletakkan di alat rotarodselama 30 menit. Catat berapa kali mencit terjatuh dari alat rotarodselama 30 menit. Data yang dihasilkanlalu dianalisa menggunakan program SPSS 16.0 dengan menggunakan metode Kruskall-Wallis.Hasil yang didapat setelah dilakukan analisa menggunakan program SPSS 16.0 yaitu larutan uji variasi konsentrasi III memiliki efek yang hampir sama dengan larutan uji kontrol positif. Hal ini ditandai dengan mean rank dari variasi konsentrasi III lebih tinggi daripada uji kontrol positif. Penelitian ini membuktikan bahwa air rebusan daun lamtoro memiliki efek sebagai sedatif
PENGARUH PEMBERIAN ANTASIDA TERHADAP EFEK ANALGETIK ASPIRIN PADA MENCIT JANTAN (Mus-Musculus L) Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v1i1.264

Abstract

Antasida merupakan suatu basa lemah yang mengikat asam secara kimia dan menetralkan asam lambung. Aspirin merupakan golongan NSAID yang mempunyai efek sebagai analgetik yang bekerja pada nyeri ringan sampai sedang mempunyai sifat analgetik, antipiretik, dan antiinflamasi. Aspirin dan antasida apabila di berikan dalam waktu yang bersamaan akan menimbulkan interaksi obat, antasida meningkatkan pH urine sehingga klirens salisilat meningkat dan dosis salisilat dalam darah menurun.Proses penelitian ini, menggunakan hewan mencit jantan sebanyak 16 ekor, di bagi dalam 4 kelompok tiap kelompok masing-masing 4 ekor mencit. Metode yang digunakan adalah metode Sigmund, yaitu metode yang menggunakan larutan asam asetat 1% sebanyak 0,3 ml.Hasil penelitian pada percobaan ini,berdasarkan jumlah geliat pada mencit dan hasil pengolahan data SPSS16 bahwa pengaruh pemberian antasida terhadap efek analgetik dari aspirin meningkat. di tunjukan dengan adanya jumlah geliat mencit yang tertinggi.
EKSTRAKETANOL BIJI PINANG (Areca catechuL)UNTUK FORMULASI GEL ANTIOKSIDAN PADA WAJAH Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v4i1.222

Abstract

Biji pinang dipercayai dapat membuat wajah bersih dari jerawat karena memiliki senyawa alkaloid yang bersifat merangsang proses sintesis kolagen, hal tersebut sangat baik untuk kesehatan kulit. Karena kandungan senyawa yang ada dalam biji pinang inilah peneliti tertarik untuk membuat formulasi dalam bentuk gel. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan gel antioksidan untuk wajah yang berasal dari ekstrak etanol biji pinang serta perbandingan fisik dengan variasi kadar. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah biji pinang yang di ekstraksi dengan cara maserasi kemudian diuap kan dengan water bath. Ekstrak dibuat dalam tiga formula (F1, F2, F3) dengan komposisi Na.CMC, nipagin, nipasol, glycerin, aquadest serta ekstrak etanol biji pinang dengan konsentrasi masing-masing 4%, 6%, 8%. Evaluasi gel yang dilakukan adalah uji organoleptis (bau, warna dan konsistensi), uji pH, uji daya sebar, uji iritasi, homogenitas.Hasil dari semua evaluasi yang dilakukan dari ke tiga formula adalah bahwa biji pinang dapat dibuat menjadi gel, dan formula ketiga lebih baik dari formula 1 dan formula 2