cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Phol) PADA BAKTERI ESCHERICHIA COLI Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v3i2.266

Abstract

Salah satu tanaman yang secara tradisional digunakan sebagai obat diare adalah daun singkong (Manihot utilissima Phol), diare salah satunya disebabkan oleh e.coli. Penelitianinibertujuanuntukmengetahui daya hambat ekstraketanoldaunsingkong (ManihotutilissimaPhol) pada bakteriEscherichia Coli.Daunsingkong (ManihotutilissimaPhol)diekstrakdenganmetodemaserasidengan pelarut yang digunakan yaitu etanol 70% . Ujidaya hambat antibakteridilakukandenganmetodedifusicakramdiameter6mmpada bakteriEscherichia Coli. Konsentrasiekstrakdaunsingkong(ManihotutilissimaPhol) yang digunakanadalah 10 μg/ml, 50 μg/ml, 100 μg/ml, 500 μg/ml, 1000 μg/ml dalam pelarut DMSO 10%, kontrol positif (+) menggunakankloramfenikol 0,3 % dan kontrol negatif (-) mengunakan DMSO 10%. Kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37º C. Zona bening diukur dibandingan dengan standar katagori penghambat. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS.HasilpenelitianmenunjukanekstrakdaunsingkongmemilikiaktivitasantibakteripadaEscherichia Colidengan diameter zona hambat 1,65 mmpadakonsentrasi 1000μg/mlyang terbaik,data statistic signifikan 0,17>0,05 tidak berbeda signifikan.
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIEGMUND Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v1i1.229

Abstract

Noni  (  Morinda  citrifolia )  tanaman  sudah  tidak  asing  bagi  kita  .  Dalam beberapa  pulau  di  Indonesia  ,  tanaman  ini  bisa  tumbuh  dengan  baik  .  Namun demikian  kami  belum  sepenuhnya  menyadari  manfaat  dan  kegunaan  bagi kesehatan  atau  kebugaran  fisik  . Pengujian  evektifitas  analgesik  Noni  Fruit  ( Morinda citrifolia ) dengan menggunakan metode Siegmund dan 1 % asam asetat sebagai  stimulus  nyeri  .  Penelitian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan  mencit jantan ( Mus musculus ) sebagai hewan uji , yang terdiri dari 5 kelompok dengan masing-masing  kelompok  terdiri  dari  5  mencit  (Mus  musculus  )  .  Kelompok  1 digunakan  air  suling  sebagai  kontrol  negatif  ,  kelompok  2  Antalgin  digunakan sebagai  kontrol  positif  ,  dan  variasi  3  dosis  Noni  (  Morinda  citrifolia  )  adalah kelompok 3 dengan dosis tikus 1.86 mg / g BB , kelompok 4 dosis 2,8 mg tikus / g  BB  ,  kelompok  5  dosis  tikus  BW  3,7  mg  /  g  .Dari  hasil  penelitian,  pemberian ekstrak Noni Fruit ( Morinda citrifolia ) dapat berkhasiat sebagai analgesik . Dosis yang lebih tinggi dari ekstrak Noni Fruit ( mengkudu L ) diberi efek analgesik dari ekstrak Noni ( Morinda citrifolia L ) lebih berkhasiat .
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DARI VCO (Vigin coconut oil) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CERI (Eugenia reidwartiana ) SEBAGAI PEWARNA ALAMI rose intan perma sari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.414

Abstract

ABSTRAK Lip balm merupakan sediaan perawatan pada kulit bibir yang digunakan untuk melindungi bibir terhadap kerusakan seperti bibir kering dan akibat paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan memformulasi lip balm  dari VCO (Virgin Coconut Oil) dengan penambahan sari buah ceri (Eugenia reidwartiana). VCO dan sari buah ceri diformulasi dalam bentuk sediaan Lip balm dengan menggunakan variasi konsentrasi  VCO 0%, 5%, 7%, 9% dan sari buah ceri konsetrasi 0%, 10%, 13%, 16%. Lip balm dari VCO dengan penambahan sari buah ceri dilakukan evaluasi sifat fisik sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji stabilitas. Kesimpulan dari evaluasi terhadap 4 formula lip balm bahwa formula (f3) dengan konsentrasi VCO 9% dan sari buah ceri konsentrasi 16%  memiliki karakteristik mendekati standar, dengan bentuk fisik setengah padat, nilai pH 5 yang tergolong interval baik  homogen, daya sebar baik dan warna pink cerah.Kata Kunci : Virgin Coconut Oil, Sari buah ceri, Lip balm. 
ANALISA VITAMIN B1 PADA MAKANAN OLAHAN KACANG KEDELAI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI herlina herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.431

Abstract

Thiamin (Vitamin B1) merupakan salah satu jenis vitamin yang tidak stabil. Stabilitasnya dipengaruhi oleh pH, suhu dan cara pengolahannya. Pencucian merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehilangan tiamin dalam bahan pangan. Kedelai merupakan salah satu tumbuhan yang banyak mengandung vitamin B1. Kacang kedelai biasa dikonsumsi dalam produk olahan seperti tempe, tahu, susu kedelai, kecap dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk identifikasi dan penetapan kadar vitamin B1 pada kacang kedelai dan olahan kacang kedelai. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengujian kualitatif dengan reaksi tiokrom dan timbal asetat, lalu dilakukan pengujian kuantitatif dengan metode spektrofotometri visible yaitu dengan pembuatan larutan induk, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva kalibrasi, dan penetapan kadar vitamin B1 pada kacang kedelai dan olahan kacang kedelai (Tempe, Tahu, Susu Kedelai, dan Kecap) dengan menggunakan spektofotometri visible dengan panjang gelombang 616 nm. Hasil penelitian menunjukkan kacang kedelai dan olahan kacang kedelai (Tempe, Tahu, Susu Kedelai, dan Kecap) positif mengandung vitamin B1. Hasil kadar vitamin B1 tertinggi berturut-turut yaitu  kacang kedelai 0,465% , Kecap 0,362% , Tempe 0,340% , Tahu 0,306% , Susu kedelai 0,206%. Hal ini menunjukan proses pengolaan mempengaruhi kadar vitamin B1. Kata Kunci : Kacang Kedelai, Vitamin B1, Spektrofotometri UV-Vis
FORMULASI SEDIAAN SERUM EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea macrocarpa) SEBAGAI ANTIOKSIDAN dian kartikasari; hairunnisa hairunnisa; Ika ristia rahman; erwan kurnianto
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.411

Abstract

Pengembangan sediaan kosmetik serum yang mengandung bahan alam antioksidan semakin meningkat pesat seiring dengan eksplorasi tanaman yang berpotensi farmakologis. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan yaitu tanaman tampoi (Baccaurea macrocarpa). Telah dilakukan penelitian tentang optimasi natrosol sebagai basis gel. Metode penelitian yang dilakukan adalah optimasi basis gel sediaan serum kulit buah tampoi. Optimasi basis serum dengan basis gelling agent dan diperoleh satu formula basis terpilih, yaitu Natrosol® 0,50%. Evaluasi meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi gelling agent berpengaruh terhadap viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gelling agent yang paling baik untuk sediaan ekstrak etanol kulit buah tampoi adalah Natrosol® 0.50% karena memiliki viskositas, daya lekat, dan daya sebar yang baik.
UJI EFEK TONIKUM SEDIAAN SIRUP BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN(Mus musculus luky dharmayanti; Devi Novia; Agil Munawar
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.413

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman memiliki sejumlah bahan aktif yang memiliki potensi farmakologi sebagai antioksidan, yang dapat di manfaatkan untuk, penghilang lelah atau tonikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formula sirup bunga telang, sebagai tonikum pada mencit putih jantan (Mus musculus) dan menentukan pada dosis berapa, dapat memberikan efek tonikum yang optimum. Percobaan ini menggunakan metode ketahanan renang.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Hewan uji berjumlah 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif kafein, kelompok kontrol negatif Na CMC, dan kelompok perlakuan dengan dosis 1,30 g, 2,28 g, 3,36 g. Cara pengujian dengan cara mencit direnangkan, lalu di istirahatkan selama 30 menit setelah itu di beri perlakuan dan 60 menit, kemudian mencit di renangkan kembali. Data yang di peroleh berupa peningkatan aktivitas yang di dapat dari selisih waktu renang sebelum perlakuan dan setelah perlakuan.Berdasarkan hasil uji statistik, semua kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan formula sirup bunga telang  pada dosis 3,36 g mempunyai efek tonikum yang paling tinggi.Kata Kunci : Sirup, Bunga telang, Tonikum, antioksidan.
FORMULASI MASKER GEL PEEL-OFF ANTIOKSIDAN BERBAHAN EKSTRAK UMBI WORTEL (Daucus carota L.) Dessy Erliani Mugita Sari; Hidya Uchtiya Zulfa
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.416

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) adalah salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami karena memiliki kandungan senyawa aktif yaitu beta karoten, fenol, dan flavonoid. Dalam penelitian eksperimental ini dilakukan pembuatan masker gel peel-off ekstrak umbi wortel, pengujian aktivitas antioksidan dengan uji penangkapan radikal DPPH (1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dan uji parameter sifat fisik masker gel peel-off ekstrak wortel. Pembuatan masker gel peel-off ekstrak umbi wortel diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak sebanyak 5%, 10%, dan 15%. Uji sifat fisik masker gel peel-off yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji kecepatan mengering. Hasil dari uji total fenol dan total flavonoid kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linier. Hasil dari penelitian kadar total fenol pada ekstrak umbi wortel diperoleh hasil 43,3mgGAE/gram, dan pada kadar total flavonoid pada ekstrak umbi wortel diperoleh hasil 0,073%mg/QE/gram. Pada penelitian antioksidan ekstrak umbi wortel diperoleh hasil 172,406 µg/mL. Dalam pembuatan masker gel peel-off ekstrak etanol umbi wortel didapatkan hasil yang baik, memenuhi syarat, SNI dan kriteria yang baik. Berdasrkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak umbi wortel mengandung senyawa fenolik dan flavonoid total, serta memiliki aktivitas antioksidan dengan uji penangkapan radikal DPPH.
FRAKSINASI DAN SKRINING FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera Cordifolia (Ten) Steenis) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.417

Abstract

Indoneisa adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia, berbagai macam tanaman obat dapat digunakan untuk penyembuhan bermacam-macam penyakit. Salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan yaitu tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, didalam fraksi (n-heksana, etil asetat dan aquadest) daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis.Metode pembuatan ekstrak dengan maserasi dan diuapkan  menjadi ekstrak lalu dilakukan fraksinasi dengan menggunakan tiga pelarut berdasarkan tingkat kepolarannya yaitu polar (aquadest), semipolar (etil asetat) dan non polar (n-heksana). Lalu dilakukan uji organeleptis, rendemen, kemudian dilakukan skrining fitokimia serta uji penegasan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Hasil skrining fitokimia yang didapat pada fraksi aquadest, etil asetat, dan n-heksana mengandung senyawa alkaloid . Senyawa flavonoid didapatkan pada fraksi aquadest dan senyawa saponin pada fraksi aquadest, etil asetat dan n-heksana. Sedangkan hasil uji penegasan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) pada fraksi aquadest dan etil asetat didapatkan  positif  alkaloid dengan nilai RF 0,89 dan 0,86. Flavonoid  pada fraksi aquadest nilai RF 0,94 dan baku pembanding 0,92 dan pada fraksi aquadest, etil asetat dan n-heksana didapatkan positif mengandung saponin dengn nilai RF 0,79, 080, dan 0,73. 
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN GAMAL (Gliricidia Cepium (Jacq.) Kunth) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus Epidermidis chitra astari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.418

Abstract

Daun Gamal merupakan salah satu tanaman yang diketahui berkhasiat sebagai antibakteri karena kandungan alkaloid, decoumerol dan tanin sehingga bisa digunakan sebagai antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun gamal (Gliricidia cepium (jacq.) Kunth) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Eksperimental. Sampel yang diteliti adalah ekstrak daun gamal. Sampel yang telah dibuat kemudian dilakukan uji daya hambat ekstrak daun gamal (Gliricidia cepium (jacq.) Kunth) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis. Pengujian dilakukan dengan 5 kali perlakuan dan 3 kali ulangan. Daya antibakteri ekstrak daun gamal diamati setelah di inkubasi selama 1x24 jam dengan metode cylinder cup.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun gamal dapat menghasilkan zona hambat rata-rata dengan kosentrasi masing – masing 50% = 0 mm, 70% = 0 mm, 90% = 18,3 mm, Amoxicillin ( kontrol positif ) menghasilkan zona hambat sebesar 45,7 mm dan aquadest (kontrol negatif) tidak menghasilkan zona hambat. Data yang diperoleh lalu dibuat dalam bentuk tabel lalu disimpulkan bahwa konsentrasi 90% mempunyai daya hambat yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa Balbisiana) MENTAH DAN MATANG TERHADAP Staphylococcus Aureus al syahril samsi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.419

Abstract

Kulit buah pisang kepok merupakan bagian pisang yang saat ini banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit salah satunya adalah jerawat yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus yang merupakan bakteri gram positif, tidak bergerak dan tidak berspora, Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri antara ekstrak etanol kulit buah pisang kepok yang mentah dan yang telah matang terhadap bakteri Stapylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini jika ditinjau dari permasalahannya bersifat komparatif yaitu jenis penelitian yang ingin mencari atau melihat perbedaan/perbandingan dari variabel-variabel yang akan diteliti dengan menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan daya hambat antara kulit pisang belum matang dengan yang telah matang. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengguakan konsentrasi 40%, 50%, dan 60%, berdasarkan diagram garis menunjukkan bahwa daya hambat minimum kulit pisang yang telah matang pada konsentrasi 40% sebesar 1,21 mm lebih besar dibandingkan dengan kulit pisang yang belum matang pada konsentrasi 40 % sebesar 0,99 mm dengan FHitung 5,73 lebih besar dari Ftabel  dengan nilai 4,10 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara daya hambat kulit pisang belum matang dengan yang telah matang. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Stapylococcus aureus.