cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
FAKTOR PERSONAL HYGIENE PETUGAS KESEHATAN DALAM PENGGUNAAN ANTISEPTIK Hepiyansori Hepiyansori; Yurman Yurman
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.64

Abstract

Telah dilakukan penelitian faktor personal hygiene petugas kesehatan dalam penggunaan antiseptik. Penelitian ini dilakukan di tempat ruang rawat anak RSUD Dr.M.Yunus  Provinsi Bengkulu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor personal hygiene di ruang rawat anak RSUD Dr.M.Yunus. Penelitian ini telah dilakukan pada 13 Maret – 26 Agustus 2017. Hasil penelitian ini ditampilkan secara deskriptif untuk mengetahui frekuensi dan persentasi dari hasil kuisioner dengan jumlah responden sebanyak 25 orang petugas kesehatan. Hasil penelitian didapatkan masih banyak petugas kesehatan yang memiliki personal hygiene kurang baik dalam penggunaan antiseptik, baik dalam faktor pengetahuan maupun sikap Kata kunci : Personal Hygiene, Antiseptik
Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Untuk Formulasi Masker Gel Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v4i2.223

Abstract

Kecombrang merupakan salah satu tanaman di Indonesian yang sering digunakan sebagai bahan sayuran seperti pecel atau sebagai lalapan. Senyawa yang terdapat dalam tanaman kecombrang yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol, terpenoid, steroid, saponin dan minyak atsiri berpotensi sebagai antioksidan. Salah satu kosmetik yang banyak diminati saat ini adalah sediaan masker. Masker sediaan kosmetik untuk perawatan kulit wajah yang digunakan untuk mengencangkan kulit, mengangkat sel-sel tanduk, menghaluskan dan mencerahkan kulit.Proses pembuatan sediaan masker gel ekstrak bunga kecombrang menggunakan metode maserasi, ekstrak dilakukan dengan cara penguapan pelarut etanol 70%, dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak 6%, 8%, 10%, basis yang digunakan sebagai Gelling Agent adalah PVA dan Hpmc.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga kecombrang dapat dibuat sebagai sediaan masker gel, mempengaruhi sifat fisik sediaan masker gel yang meliputi warna masker gel, waktu sediaan mengering dan luas penyebaran dari masing-masing formula (F0, F1, F2, F3).
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook f.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Inayah Hayati; Diana Lestari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.142

Abstract

Bunga lawang (Illicium verum Hook f.) merupakan salah satu tanaman rempah  di Indonesia yang berpotensi sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif besifat patogen yang sering terdapat dalam makanan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat antibakteri ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilakukan dengan uji difusi dengan mengukur diameter zona hambat di sekitar disk.  Ekstrak bunga lawang dibuat dengan varian konsentrasi  20%, 40%, 60%, 80% dan 100%.  Perlakuan diulang sebanyak 3 kali untuk mendapakan 15 unit percobaan. Pembuatan ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) dengan menggunakan pelarut etanol 96%.  Aquades sebagai  kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus  pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%,  rata-rata  zona hambat berturut-turut 9,17 mm, 10,5 mm, 13,33 mm dikategorikan resisten, 17,17 mm dikategorikan intermediet dan 21,83 mm dikategorikan sensitif. Uji skrining Fitokimia secara kualitatif ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook f.) mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin, terpenoid.  Kata Kunci : Bunga lawang, Staphylococcus aureus, antibakteri
IDENTIFIKASI DAN FRAKSINASI EKSTRAK AKAR TEBU HITAM (Saccharum officinarum L.) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Devi Novia; Yuska Noviyanti; Yansi Noves Anggraini
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.2

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tanaman obat yang potensial, dimana hasil alam yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat adalah tanaman. Salah satu bahan alam yang dikenal masyarakat yaitu akar tebu hitam (Saccharum officinarum L.).  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada akar  tebu hitam (Saccharum officinarum L.). Metode yang digunakan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 96%. Kemudian dilakukan fraksinasi ekstrak akar tebu hitam (Saccharum officinarum L.) dan skrining fitokimia serta uji penegasan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil skrining fitokimia yang didapatkan pada fraksi ekstrak akar tebu hitam (Saccharum officinarum L.) yaitu mengandung senyawa saponin. Berdasarkan hasil uji penegasan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) didapatkan hasil positif senyawa saponin
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SAWO (Manilkara zapota L) PADA LUKA SAYAT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Agung Giri Samudra; Fathnur Sani K; Dara Permata Sari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.21

Abstract

Daun sawo manila (Manilkara Zapota L) mengandung senyawa seperti, alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol dari daun sawo (Manilkara Zapota L) dapat menyembuhkan luka sayatan pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Hewan uji dibagi menjadi yaitu perlakuan I (kontrol positif), perlakuan II (kontrol negatif), Perlakuan III (Ekstrak 10%), perlakuan IV ( Ekstrak 7,5% ), Perlakuan V ( Ekstrak 5%), perlakuan VI ( Ekstrak 2,5%).  Konsentrasi ekstrak etanol daun sawo 10% memiliki efek penyembuhan yang paling besar dengan persentase penyembuhan 100% pada hari ke-17  dibandingkan dengan konsentrasi 7,5% , 5% dan 2,5% dengan tingkat kesembuhan 100% pada hari ke 18, 19 dan hari ke-20.
PENETAPAN KADAR GLUKOSA PADA MADU BERMERK DAN MADU TIDAK BERMERK DENGAN METODE LUFF SCHOOLR herlina herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.55

Abstract

ABSTRAKGlukosa merupakan bentuk dasar bahan bakar karbohidrat yang digunakan  dalam tubuh untuk energi. Glukosa banyak terdapat di dalam madu, glukosa yang terkandung di dalam madu berguna untuk memperlancar kerja jantung dan meringankan penyakit hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah glukosa di dalam madu yang beredar di Kota Bengkulu. Analisa jumlah glukosa di dalam madu dilakukan dengan menggunakan metode Luff Schoolr pada sampel madu bermerk yaitu sampel A, B, C dan D serta sampel madu tidak bermerk yaitu sampel P, Q, R dan S. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil kadar glukosa pada madu bermerk (A, B, C, D) dan madu tidak bermerk (P, Q, R, S) memenuhi standar mutu SNI 01-3545-2004 yaitu minimal 60%, jadi dapat disimpulkan bahwa kedua jenis madu tersebut baik untuk dikonsumsi.Kata Kunci    : Luff Schoolr, Madu, Glukosa
FORMULASISABUN PADATNATURALPATI JAGUNG(Zea mays L) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v2i2.216

Abstract

Kosmetik tradisional adalah kosmetik yang terdiri atas bahan-bahan yang berasal dari alam dan diolah secara tradisional. Contoh bentuk sediaan kosmetik adalah sabun. Dalampenelitian ini dibuat pati jagung dalam bentuk sabun padat natural dengan metode dingin, dengan tujuan agar tanaman jagungdapat digunakan sebagai sediaan kosmetik tradisionalselain sebagai bahan pangan.Formulasi sabun padat natural dengan pati jagung sebagai zat aktifnya, NaOH, minyak sawit, minyak kelapa murni, minyak zaitun , parfum,danaquadestsebagai bahan dasar pembuatan sabun padat natural. Pertama pembuatan pati jagung, kemudian dibuat sabun padat natural dengan Formula I, II, III dengan kadar pati jagungmasing-masing2,0g, 4,0g, 8,0g. Evaluasi sabun yang dilakukan adalah uji organoleptis (bentuk, bau, warna),uji sifat fisik meliputi uji homogenitas, uji pH, uji ketegaran, uji busa, dan uji iritasi kulit. Dari semua evaluasi sabun yang dilakukan maka hasil yang diperoleh ketiga formula dengan pati jagungpada kadar 2,0g, 4,0g, 8,0g dapat dibuat sabun padat natural dengan metode dingin, dan F III (kadar pati jagung 8,0g) lebih bagus dibanding F I dan F II karena mempunyai bentuk dan sifat fisik yang baik, tidak iritasi dan memenuhi syarat uji sifat fisik.
IDENTIFIKASI FOSFAT PADA AIR SUMUR DI DAERAH BENGKULU TENGAH SECARA KUALITATIF DENGAN REAKSI ANION Devi Novia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v2i1.211

Abstract

Air memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kandungan di dalam air juga dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh. Dalam air sumur terdapat beberapa kandungan bahan kimia, Kondisi lingkungan atau daerah sumber air masing-masing mempengaruhi karakteristik air sumur. Fosfat didalam air sumur merupakan pertanda bahwa tingkat polusi dari air tersebut cukup tinggi, fosfat berasal dari lokasi pertanian atau pun dari lokasi pembuangan sampah. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel air sumur gali sebanyak 5 sampel yang diambil dari Perumnas Villa Tugu Hiu Indah Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengujian sampel dilakukan dengan cara uji kualitatif di mana sampel air sumur gali tersebut di reaksikan dengan mengunakan pereaksi AgNO3, BaCl2, Amm. Molibdat, FeCl3, untuk menentukan fosfat pada air sumur gali. Hasil penelitian pada air sumur gali di Perumnas Villa Tugu Hiu Indah Kabupaten Bengkulu Tengah yang dilakukan, diperoleh hasil 5 sampel tersebut negatif mengandung fosfat (PO43-).
SARI DAGING BUAH ALPUKAT (Persea americana L) UNTUK FORMULASI SEDIAAN LOTION PELEMBAB KULIT Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v4i1.240

Abstract

Buah  alpukat  (Persea americana)  merupakan  buah  yang  mempunyai  potensi  besar untuk dimanfaatkan sebagai lotion agar dapat menjaga kelembaban kulit, mengurangi kerut dan  kekeringan,  serta  untuk  mengantarkan  zat  lain  seperti  tabir  surya  yang  bermanfaat untuk kulit terutama kulit kering. Selain itu, alpukat yang banyak mengandung vitamin A dan  klorofil  dimana  di  dalam  lemaknya  tersimpan  banyak  vitamin  E  dapat  digunakan sebagai antioksidan yang dapat menjaga kulit tampak segar. Pada pembuatan lotion sari daging buah alpukat, formulasi dalam pembuatan lotion ini menggunakan  variasi  PEG-6000.  Setelah  proses  pembuatan lotion dengan  variasi  PEG 6000 selesai, maka dilakukan  evaluasi  dari  uji  organoleptis,  uji  homogenitas,  uji  pH,  dan uji iritasi. Dari ketiga formula  I, II, dan III menunjukkan bentuk sediaan lotion yang kental dan wangi.  Susunan  sediaan lotion yang  dihasilkan homogen.  Uji  pH lotion pelembab  yang didapat  F1  7,60,  F2  7,66,  dan  F3  7,67.  Uji  iritasi  pada  kulit  tidak  menunjukkan  adanya iritasi dari penggunaan lotion, sehingga dapat disimpulkan sari daging buah alpukat dapat dibuat sediaan lotion pelembab kulit yang memenuhi syarat.
ANALISIS KADAR VITAMIN C PADA JERUK LOKAL DI PROVINSI BENGKULU Nita Anggreani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.193

Abstract

Ada 3 jenis jeruk yang populer dikonsumsi masyarakat dan telah dibudidayakan secara lokal di Provinsi Bengkulu. Jeruk tersebut adalah Jeruk kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan kadar vitamin C pada Jeruk Kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi tersebut. Sampel yang digunakan adalah sari jeruk dari Jeruk Kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi sebanyak masing-masing 25 mL/ulangan. Analisa kadar vitamin C dalam sampel menggunakan metode titrasi Iodometri sebanyak 3 kali ulangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C Jeruk Kalamansi adalah tertinggi dengan nilai sebesar 3,863 mg/100 g, selanjutnya adalah Jeruk Gerga sebesar 3,102 mg/100 g dan Jeruk Brastagi paling rendah dengan nilai sebesar 2,582 mg/100 g. Kata Kunci : Jeruk, Vitamin C, Titrasi Iodometri