cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA RAMUAN EKSTRAK TUJUH MACAM REMPAH DENGAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI Muhammad Iqbal Qardhawi; Dwi Indriati; Usep Suhendar
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.382

Abstract

Rempah-rempah di Indonesia adalah sumber daya alam bernilai tinggi yang mudah didapatkan dan memiliki berbagai macam khasiat salah satunya dapat menangkal radikal bebas. Substansi penting yang dapat menghambat terjadinya oksidasi oleh radikal bebas, yakni antioksidan. Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat mencegah dan memperlambat kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas melalui penghambatan mekanisme oksidatif. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak kental air campuran ramuan tujuh macam rempah. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu infusa, seduhan dan rebusan. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak ramuan tujuh macam rempah dengan menggunakan metode DPPH pada metode ekstraksi infusa memiliki IC50 sebesar 63,25 ppm, metode ekstraksi seduhan memiliki IC50 sebesar 53,12 ppm dan metode ekstraksi rebusan memiliki IC50 sebesar 67,74 ppm. Aktivitas antioksidan dari ketiga metode ekstraksi pada ekstrak ramuan tujuh macam rempah yang paling tinggi adalah pada metode seduhan.
PENGKAJIAN KELENGKAPAN RESEP PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD BENGKULU TENGAH Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.394

Abstract

Kelengkapan resep sangat penting untuk mengurangi kesalahan dalam pemberian obat sehingga memaksimalkan penggunaan obat yang rasional. Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit masih sering ditemukan resep yang tidak lengkap secara Administrasi maupun Farmasetik yang akan mengakibatkan pemberian obat tidak tepat dan obat yang diterima pasien menjadi tidak rasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase kelengkapan resep secara Administrasi dan Farmasetik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit.Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif yaitu bersifat retrospektif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu seluruh resep dari bulan Januari–Desember sebanyak 2.751 lembar resep. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan random sampling dengan memperhatikan faktor Inklusi dan Eksklusi sehingga didapatkan sampel sebanyak 350 lembar resep rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit.Hasil penelitian menunjukan bahwa kelengkapan resep secara Administrasi sebesar 37%, terdiri dari nama pasien, umur pasien, nama dokter, unit asal resep, tanggal resep. Dan kelengkapan resep secara Farmasetik sebesar 100%, terdiri dari nama obat, bentuk sediaan, dosis dan kekuatan sediaan, jumlah sediaan, aturan pakai.
BUDAYA, PERSEPSI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI KOTA BENGKULU MENGENAI PENGGUNAAN OBAT HERBAL pupa feshirawan putra
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.386

Abstract

budaya, persepsi, kepercayaan, pengobatan herbal
EVALUASI ANTIOKSIDAN DARI LULUR BODY SCRUB EKSTRAK RUMPUT LAUT MERAH (Gelidium sp) Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.408

Abstract

Kulit merupakan anggota tubuh yang terluar dan langsung bersentuhan dengan lingkungan, paparan sinar matahari dan perubahan iklim membuat kulit kita menjadi kusam, layu dan keriput. Salah satu penangananannya yaitu diperlukanlah antioksidan dari luar, salah satu tanaman yang mengandung senyawa antioksidan yaitu rumput laut merah (Gelidium sp), tanaman tersebut yang diolah menjadi sediaan lulur body scrub. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lulur body scrub ekstrak rumput laut merah (Gelidium sp) yang sesuai standar dan evaluasi sediaan sebagai antioksidan. Metode pembuatan sediaan dengan memvariasikan konsentrasi dari ekstrak rumput laut merah yaitu 5%, 10%, dan 15% kemudiaan dilakukan uji sifat fisik sediaan lulur Body scrub berupa uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar dan aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH secara spektrofotometri pada panjang gelombang 517. Hasil menunjukkan bahwa Ekstrak rumput laut merah dapat diformulasikan sebagai sediaan lulur body scrub. Namun terjadi ketidak stabilan pada uji organoleptis dan uji daya sebar. Aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 pada formula 1 (393,93 μg/ml), formula 2 (555,47 μg/ml) dan formula 3 (225,17 μg/ml). Formula yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi yaitu formula 3 dengan nilai IC50 225,17 μg/ml.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour) Merr.) TERHADAP LUKA SAYAT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Devi Novia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.399

Abstract

Luka merupakan keadaan yang ditandai dengan rusaknya, robek atau terkoyaknya berbagai jaringan tubuh. Daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr.) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan steroid (triterpenoid). Penelitian ini akan dibuat ekstrak kental Daun Sambung Nyawa yang bertujuan untuk uji efektivitas terhadap luka sayat pada kelinci jantan.Hewan uji dikelompokkan menjadi 6 perlakuan (pola luka sayat) yaitu Kelompok I (Kontrol Positif), Kelompok II (Kontrol Negatif), Kelompok III (Ekstrak 0,1 gr), Kelompok IV (Ekstrak 0,2 gr), Kelompok V (Ekstrak 0,3 gr), dan Kelompok VI (Ekstrak 0,4 gr). Ekstrak dilakukan uji evaluasi yaitu rendemen, uji organoleptis, dan penentuan kadar air. Penyembuhan luka sayat diukur panjang luka sayat pada hari ke 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 menggunakan analisa One-Way ANOVA.Hasil penelitian persentase penyembuhan luka sayat pada kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak 0,1 gr, ekstrak 0,2 gr, ekstrak 0,3 gr, ekstrak 0,4gr adalah 92%, 58%, 66%, 74%, 82%, dan 88%. Ekstrak daun sambung nyawa menyembuhkan luka sayat secara signifikan dibandingkan dengan kontrol positif ( p ≥0,05). Ekstrak daun sambung nyawa secara statistika menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Ekstrak Daun Sambung Nyawa yang paling efektif dapat menyembuhkan luka sayat pada kelinci adalah Ekstrak 0,4 gr
POTENSI MINYAK NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) DALAM SEDIAAN PELEMBAB KULIT DAN BIBIR minda sari lubis
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.384

Abstract

Minyak nyamplung kaya asam lemak, sehingga dapat memperbaiki barrier kulit yang rusak dan membantu meningkatkan kelembaban kulit. Kulit dan Bibir yang kering menyebabkan penampilan tidak enak dipandang dan tidak nyaman, maka diperlukan adanya produk yang mampu melindungi dan menjaga kelembaban kulit dan bibir. Tujuan penelitian untuk memformulasikan dan karakterisasi sediaan pelembab kulit dan bibir minyak nyamplung serta efektivitas kelembaban. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang  meliputi penyiapan sampel, pembuatan sediaan, stabilitas fisik yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar untuk sediaan pelembab kulit,khusus sediaan pelembab bibir dilakukan uji daya oles, pemeriksaan suhu lebur dan penentuan nilai breaking point serta pemeriksaan efektivitas kelembaban untuk semua sediaan pelembab. Minyak nyamplung dalam sediaan pelembab kulit dan bibir memiliki stabilitas fisik yang baik, memiliki susunan yang homogen, nilai pH 4,9 - 5,6, daya sebar 5,4 – 5,5, dan untuk sediaan pelembab bibir menunjukkan kemudahan sediaan dioleskan dan memberi kesan berminyak, suhu lebur berkisar  52-54,5, nilai breaking point berkisar 300-377 g. Sediaan pelembab kulit konsetrasi 17% menunjukkan peningkatan kelembaban kulit sebesar 66,4 dan pelembab bibir sebesar 67,1%. Sediaan pelembab kulit dan bibir minyak nyamplung  merupakan sediaan yang stabil dan efektif melembabkan kulit dan bibir kering.
EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK PADA KELINCI JANTAN DARI EKSTRA ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea) riana Versita; Nori Wirahmi; Nova Yustisia; Oky Hermansyah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.389

Abstract

Telang flower plant (Clitoria ternatea) is a leguminous plant belonging to the Fabaceae family, containing bioactive compounds that are useful for treatment. Its ability as a biologically active compound gives a great role to human interests. Phenolic compounds have a positive correlation with antioxidant activity, so that polyphenols are probably the compounds that have the most potential to contribute anti-radical activity in telang flower. Telang flower extract has many properties so it is used as a traditional medicine for several diseases. A number of studies have shown that flavonoids have antiviral, anti-allergic, antiplatelet, antidiabetic, diuretic, anti-inflammatory, antitumor, and antioxidant activities. The phytochemical content of telang flower which is efficacious as antidiabetic / antihyperglycemic is saponins and flavonoids. Based on this, a preliminary study was conducted to determine the effectiveness of ethanol extract of telang flower (Clitoria ternatea) against antihyperglycemic in male rabbits. This type of research is a laboratory experiment. Telang flower powder simplicia (Clitoria ternatea) was extracted using the maceration method. Telang flower (Clitoria ternatea) ethanol extract was made in 3 concentrations, namely 2%, 3% and 4%. Antohyperglycemic effectiveness test used 3 groups, namely negative control (without treatment), positive control (Glibenclamide), ethanol extract of telang flower (Clitoria ternatea) 2%, 3% and 4%, against 4 white rabbits weighing 3-3.5 kg and given sucrose, carried out until the 8th day. The data were statistically processed using One Way ANOVA (Analysis Of Variant). In conclusion, giving ethanol extract of telang flower (Clitoria ternatea) with concentrations of 2%, 3%, and 4% at 60 minutes gave an effective and significant reduction in blood glucose levels compared to negative control and positive control.
IDENTIFIKASI PROFIL METABOLIT DAUN MIANA (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) DENGAN ANALISIS SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROSKOPI FTIR Nurzadrina Wahyuddin; asril burhan
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.398

Abstract

Tumbuhan miana telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia, salah satunya sebagai bahan baku dalam pengobatan secara tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan profil komponen senyawa daun miana yang berasal dari beberapa lokasi tempat tumbuh yang berbeda di daerah Sulawesi Selatan dengan analisis sidik jari menggunakan spektroskopi FTIR. Daun miana diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, ekstrak kental yang telah didapatkan dianalisis menggunakan kromatografi lapis tipis dan spektroskopi FT-IR. Dari hasil analisis menunjukkan profil komponen senyawa daun miana di 3 daerah tempat tumbuh yaitu Makassar, Palopo, Toraja memiliki perbedaan yang tidak begitu jauh, dimana kelompok 2 yang memiliki kemiripan 93,46% dengan variabel daerah dari kelompok 1 dan kelompok 3 memiliki kemiripan 85,92% dengan variabel daerah kelompok 1 dan 2.
FENOL-FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR DAN ETIL ASETAT DARI DAUN BINJAI (Mangifera caesia Jack. Ex. Wall) Hafiz Ramadhan; Putri Indah Sayakti; Rutbatul Ulya; Mahfuzah Hidayati; Zelita Perdani Putri; Abdul Rauf; Nafila Nafila
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.378

Abstract

Binjai (Mangifera caesia Jack. Ex. Wall) adalah tanaman endemik Kalimantan yang berpotensi antioksidan. Penggunaan metanol sebagai pelarut dalam ekstraksi daun Binjai menghasilkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dibanding penggunaan etanol. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar total fenol dan flavonoid pada fraksi etil asetat dan fraksi air dari ekstrak metanol daun Binjai. Daun binjai diekstraksi dengan metanol menggunakan soxhlet dan selanjutnya difraksinasi. Aktivitas antioksidan secara kualitatif dan kuantitatif diuji dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Kadar total fenol dan flavonoid ditentukan secara spektrofotometri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan AlCl3. Hasil penelitian menunjukkan fraksi air (782 ± 0,983 mg GAE/g fraksi) memiliki kadar total fenol lebih tinggi dibandingkan fraksi etil asetat (430 ± 0,288 mg GAE/g fraksi). Sedangkan kadar total flavonoid fraksi etil asetat (274,32 ± 0,082 mg QE/g fraksi) lebih tinggi dari fraksi air (118,8 ± 0,013 mg QE/g fraksi). Aktivitas antioksidan dengan Kromatografi Lapis Tipis pada kedua fraksi menghasilkan noda kuning berlatarbelakang ungu setelah disemprot DPPH. Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas peredaman DPPH yang sangat kuat (IC50 = 5,356 ppm) dibandingkan fraksi air (IC50 = 23,175 ppm). Kesimpulannya yaitu fraksi etil asetat dan fraksi air dari ekstrak metanol daun Binjai menghasilkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dapat dikembangkan menjadi obat tradisional.
Uji Aktivitas Antihiperglikemia Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.) terhadap Zebrafish (Danio rerio) asril burhan
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.373

Abstract

ABSTRAKTanaman gaharu (Aquilaria  malaccensis Lam.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus. Secara alami, tanaman ini dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan adanya kandungan flavanoid yang diduga dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan kemampuan flavonoid meregenerasi sel β pankreas dan membantu merangsang sekresi insulin serta mengurangi penyerapan glukosa di usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemia ekstrak etanol daun gaharu dan pada dosis berapa ekstrak etanol daun gaharu memberikan efek menurunkan kadar glukosa darah paling baik terhadap zebrafish. Penelitian ini menggunakan hewan uji zebrafish (Danio rerio) yang diinduksi dengan aloksan 0,1% dan glukosa 1% untuk menaikkan kadar glukosa darahnya. Hewan uji yang digunakan sebanyak 60 ekor dibagi menjadi 10 kelompok yaitu kelompok tanpa perlakuan, kontrol positif (metformin), kontrol negatif (aloksan dan glukosa), kelompok ekstrak etanol daun gaharu dosis 200 mg/L, dosis 300 mg/L, dosis 400 mg/L. Analisis data menggunakan Kruskal-Wallis yang dilanjutkan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gaharu memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah dan dosis paling tinggi dalam menurunkan kadar gula darah yaitu 400 mg/L. Kata kunci : Daun gaharu, diabetes melitus, kadar glukosa darah