cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
STUDI FAKTOR RESIKO DAN HUBUNGANNYA DENGAN JENIS KELAMIN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MANNA KOTA BENGKULU Sani K, Fathnur
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menurut America society of hypertension ( ASH ) adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif, sebagai akibat dari kondisi lain yang kompleks dan saling berhubungan.Secara global, tingginya tekanan darah diperkirakan menjadi penyebab 7,1 juta kematian atau sekitar 13% total kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah agar didapatkan faktor-faktor apa saja yang menjadi pemicu hipertensi kemudian di bandingkan dengan jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah menggunakan data kualitatif yang diambil secara observasional dari data rekam medis pasien serta proses wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor yang paling cepat terkena penyakit hipertensi beradasarkan data Puskesmas Pasar Manna adalah faktor stress, riwayat keluarga, obesitas, merokok dan alkohol. Dimana nilai odd ratio masing-masing adalah 0.585, 3.281, 4.496, 7.000, dan 0,585. Secara statistik riwayat keluarga, obesitas, dan merokok memberi pengaruh yang signifikan terhadap timbulnya hipertensi (p<0,05) sedangkan alkohol dan stress tidak memberi pengaruh yang signifikan (p>0,05).Kata Kunci : Hipertensi, Faktor Resiko,Jenis Kelamin, Odd Ratio.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIR BUNGA TASBIH (Canna hybrida Hort.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2 pikrihidrazil) Dewi, Irene Puspa
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga tasbih (Canna hybrida Hort.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung zat warna antosianin. Kandungan antosianin yang terdapat dalam buga berwarna merah dari tanaman tasbih berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antioksidan ekstrak etanol dan ekstrak air dari bunga tasbih (Canna hybrida Hort.). dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi bunga tasbih dengan cara sokletasi untuk mendapatkan esktrak etanol dan infusa untuk mendapatkan ekstrak air. Masing-masing ekstrak di uji aktivitas antioksidan terhadap DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrihydrazil) sebagai radikal bebas. Dilakukan uji antioksidan secara kuantitatif untuk memperoleh IC50 dari masing-masing ekstrak menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λmax 514 nm. Hasil pengukuran secara spektrofotometri menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga tasbih termasuk antioksidan sangat kuat karena memiliki nilai IC50 sebesar 26,50 ppm, sedangkan ekstrak air bunga tasbih termasuk antioksidan kuat karena memiliki nilai IC50 sebesar 63,02 ppm. Dalam penelitian ini digunakan vitamin C sebagai pembanding dan didapatkan IC50 sebesar 7,478 ppm. Ekstrak etanol dan ekstrak air bunga tasbih memiliki aktifitas antioksidan yang lebih kecil diandingkan vitamin C.
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDURI (Calotropis gigantea L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VIS mulyani, elly
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Biduri (Calotropis Gigantea L ) banyak digunakan oleh masyarakat terutama pada bagian daun yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Kandungan kimia pada daun Biduri (Calotropis Gigantea L ) diantaranya: flavonoid, polifenol, tannin, dan kalsium oksalat serta saponin (Asriani,2016). Senyawa- senyawa metabolit sekunder banyak yang memiliki khasiat salah satunya flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dari flavonoid dan kadar Flavonoid total dari ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L).Proses ekstraksi dengan cara maserasi dan remaserasi dilakukan untuk mendapatkan ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L). Kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid dengan penambahan serbuk Mg dan HCl dimana positif flavonoid jika berwarna kuning-orange dan penetapan kadar dengan metode spektrofotometri visible dengan reaksi AlCl3.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) positif mengandung flavonoid dilihat dari warna yang dihasilkan yakni orange. Serta didapat kadar rata-rata Flavonoid total ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) adalah 9,94%.
SARI DAGING BUAH ALPUKAT (Persea americana L) UNTUK FORMULASI SEDIAAN LOTION PELEMBAB KULIT Sopianti, Densi Selpia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah  alpukat  (Persea americana)  merupakan  buah  yang  mempunyai  potensi  besar untuk dimanfaatkan sebagai lotion agar dapat menjaga kelembaban kulit, mengurangi kerut dan  kekeringan,  serta  untuk  mengantarkan  zat  lain  seperti  tabir  surya  yang  bermanfaat untuk kulit terutama kulit kering. Selain itu, alpukat yang banyak mengandung vitamin A dan  klorofil  dimana  di  dalam  lemaknya  tersimpan  banyak  vitamin  E  dapat  digunakan sebagai antioksidan yang dapat menjaga kulit tampak segar. Pada pembuatan lotion sari daging buah alpukat, formulasi dalam pembuatan lotion ini menggunakan  variasi  PEG-6000.  Setelah  proses  pembuatan lotion dengan  variasi  PEG 6000 selesai, maka dilakukan  evaluasi  dari  uji  organoleptis,  uji  homogenitas,  uji  pH,  dan uji iritasi. Dari ketiga formula  I, II, dan III menunjukkan bentuk sediaan lotion yang kental dan wangi.  Susunan  sediaan lotion yang  dihasilkan homogen.  Uji  pH lotion pelembab  yang didapat  F1  7,60,  F2  7,66,  dan  F3  7,67.  Uji  iritasi  pada  kulit  tidak  menunjukkan  adanya iritasi dari penggunaan lotion, sehingga dapat disimpulkan sari daging buah alpukat dapat dibuat sediaan lotion pelembab kulit yang memenuhi syarat.
ANALISIS KADAR VITAMIN C PADA JERUK LOKAL DI PROVINSI BENGKULU Anggreani, Nita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada 3 jenis jeruk yang populer dikonsumsi masyarakat dan telah dibudidayakan secara lokal di Provinsi Bengkulu. Jeruk tersebut adalah Jeruk kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan kadar vitamin C pada Jeruk Kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi tersebut. Sampel yang digunakan adalah sari jeruk dari Jeruk Kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi sebanyak masing-masing 25 mL/ulangan. Analisa kadar vitamin C dalam sampel menggunakan metode titrasi Iodometri sebanyak 3 kali ulangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C Jeruk Kalamansi adalah tertinggi dengan nilai sebesar 3,863 mg/100 g, selanjutnya adalah Jeruk Gerga sebesar 3,102 mg/100 g dan Jeruk Brastagi paling rendah dengan nilai sebesar 2,582 mg/100 g. Kata Kunci : Jeruk, Vitamin C, Titrasi Iodometri
UJI KADAR ANTOSIANIN EKSTRAK BUAH JAMBLANG (Syzygium cumini(L.) Skeels) PADA FORMULASI YOGHURT SEBAGAI ANTIOKSIDAN Yanuarto, Tri; Nurkhasanah, Nurkhasanah; Nurani, Laela Hayu
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas bersifat reaktif yang menyebabkan penyakit degeneratif sehingga tubuh memerlukan antioksidan eksogen. Salah satu contohnya adalah buah Jamblang (Syzygium cumini (L)) yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi karena antosianin alaminya.. Antosianin bersifat lebih stabil dalam suasana asam sehingga cocok jika ekstrak buah jamblang difortifikasi dalam sediaan yoghurt. Yoghurt merupakan produk fermentasi susu yang menggunakan bakteri asam laktat yaitu: Streptococcus thermophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophilus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar antosianin ekstrak buah jamblang pada formulasi yoghurt dengan konsentrasi 0%, 5%, 7,5% dan 10% serta syarat mutu SNI. Pengujian meliputi uji sifat fisika, kimia dan mikrobiologi yaitu sensoris, viskositas, kadar asam, kadar lemak, dan jumlah starter bakteri, serta uji stabilitas yoghurt dengan penyimpanan pada suhu 4°C dan uji total antosianin pada hari ke-1, ke-7, ke-14, 21 dan hari ke-28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar antosianin total pada formula yoghurt terfortifikasi ekstrak buah jamblang pada konsentrasi 10% (60.87±2.24 mg/L) menghasilkan stabilitas antosianin lebih baik, sesuai dengan persyaratan SNI.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE GAJAH (Zingiber officinale Roscoe) DENGAN ZINC (Zn) SEBAGAI ANTIOKSIDAN MELALUI PENGUKURAN SOD DAN MDA PADA JANTUNG KELINCI DIET TINGGI KOLESTEROL Lestari, Gina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jahe gajah dapat menurunkan kadar kolesterol dan gula darah, peroksidasi lipid, dan sebagai antioksidan dan zinc dapat sebagai antioksidan, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penambahan ekstrak etanol rimpang jahe gajah dengan zinc dalam meningkatkan aktivitas SOD dan menurunkan kadar MDA pada jantung kelinci diet tinggi kolesterol. Penelitian menggunakan 28 ekor kelinci New zeland white dibagi menjadi 7 kelompok. Kelompok I (kontrol normal diberi pakan standar), kelompok II (kontrol negatif diberi pakan aterogenik), kelompok III (kontrol positif diberi pakan aterogenik dan atorvastatin (pembanding) dengan dosis 2,8mg/1,5 KgBB), kelompok IV (pakan aterogenik dan zinc dengan dosis 49,38mg/3kgBB), kelompok V (pakan aterogenik dengan jahe dosis 200mg/kgBB), kelompok VI (pakan aterogenik kombinasi jahe  dosis 100mg/kgBB dengan zinc dosis 49,38mg/kgBB) dan kelompok VII (pakan aterogenik kombinasi jahe  dosis 50mg/kgBB dengan zinc dosis 49,38mg/3kgBB). Perlakuan dilakukan selama 7 minggu dan Pada minggu ke-7 hewan coba di potong dan dibedah diambil jantungnya, selanjutnya dilakukan pengukuran kadar MDA dan aktivitas SOD. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penambahan antara ekstrak etanol jahe gajah dosis 50 mg/kg BB dan zinc dosis  49,38 mg/kg BB dosis yang paling efektif dalam meningkatkan aktivitas SOD dan menurunkan kadar MDA pada jantung kelinci diet kolesterol, yang sebanding dengan kontrol normal dalam menurunkan kadar MDA, dan sebanding dengan kontrol positif dalam meningkatkan aktivitas SOD.
FORMULASI DAN EVALUASI TABLET SALUT LAPIS TIPIS ASAM ASETILSALISILAT MENGGUNAKAN PENYALUT OPADRY AMB II Santoso, Rahmat
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang :Asam Asetilsalisilat merupakan zat aktif obat yang tidak stabil terhadap suhu yang lembab. OPADRY AMB II merupakan bahan penyalut lapis tipis untuk tablet, yang memiliki keunggulan yaitu dapat memproteksi zat aktif yang sensitif terhadap kelembaban.Tujuan penelitian : mengetahui pengaruh penyalut lapis tipis OPADRY AMB II terhadap profil disolusi dan stabilitas tablet Asam Asetilsalisilat. Metode :Pertama dilakukan optimasi tablet inti dengan menggunakan metode kempa langsung, lalu dipilih tablet inti terbaik berdasarkan hasil evaluasi tablet. Kemudian dilakukan penyalutan tablet inti terpilih menggunakan penyalut OPADRY AMB II dan Polivinil Alkohol (pembanding) dengan konsentrasi masing – masing 4%, 6%, 8%, kemudian dilakukan evaluasi terhadap tablet salut : uji kenaikan bobot, waktu hancur, friabilitas, kekerasan, keseragaman bobot, keragaman ukuran, disolusi dan kadar air. Hasil : Penyalutan dengan menggunakan penyalut OPADRY AMB II memenuhi syarat %Q disolusi pada menit ke 30 tidak kurang dari 80% dan uji kadar air menunjukan formula F6B dengan konsentrasi penyalut OPADRY AMB II 6% paling kecil kenaikan kadar airnya setelah 2 minggu penyimpanan pada suhu ruang. Kesimpulan :Penyalut OPADRY AMB II dengan konsentrasi 6% (F6B) paling rendah kenaikan kadar airnya. Hasil uji statistika One Way Anova terdapat perbedaan yang signifikan (sig = 0,00) pada F6B dibandingkan dengan formula lain. Persen disolusi dengan penyalut OPADRY AMB II memenuhi persyaratan dengan F6B sebagai formula terbaik. Kata kunci :Tablet Salut Lapis Tipis Asam Asetilsalisilat, OPADRY AMB II, Disolusi, Stabilitas
SKRINING FITOKIMIA METABOLIT SEKUNDER DAUN KETEPENG CINA Senna alata (L.) Roxb DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Noviyanty, Yuska
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai metabolit sekunder terhadap ekstrak daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb. Penelitian Bahi (2014) melaporkan hasil uji ekstrak n-heksan daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb menunjukkan aktivitas anti jamur terhadap Candida albicans adalah senyawa steroid. Oleh karenanya, hal ini menarik untuk dilakukan penelitian metabolit sekunder daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb dengan menggunakan pelarut etanol 96 %.Daun ketepeng cina  Senna alata (L.) Roxb diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, kandungan metabolit sekunder diidentifikasi secara kualitatif dengan uji skrining fitokimia. Flavonoid diuji dengan reagen HCl dan Mg, alkaloid diuji 3 kali pengujian dengan  reaksi Mayer, Bouchardat, Dragendorf, saponin diuji dengan reaksi busa, tanin diuji dengan reagen FeCl3, dan steroid diuji dengan reaksi asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat. Sapogenin  yang merupakan turunan murni dari saponin dan katekin merupakan turunan murni dari tannin dapat diketahui dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), pengamatan fase gerak dilakukan pada sinar UV dengan panjang gelombang 254 nm, hasil perhitungan Retension factor (Rf) dibandingkan dengan standar sapogenin dan katekin.Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun ketepeng cina  Senna alata (L.) Roxb mengandung senyawa metabolit di antaranya adalah saponin dan tanin namun hasil uji KLT keduanya (saponin dan tanin) menunjukan hasil negatif.
EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight) UNTUK FORMULASI SEDIAAN BEDAK TABUR Noviyanty, Yuska
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun salam adalah nama penghasil daun rempah yang banyak digunakan dalam bahan ekstrak daun salam memiliki variasi yang berbeda. Formulasi 1 mengandung 4,2% ekstrak daun salam, formulasi 2 mengandung 6,2% ekstrak daun salam, formulasi 3 mengandung 8,2% ekstrak daun salam. Uji evaluasi ekstrak daun salam yaitu uji organoleptis, uji kadar abu dan penetapan susut pengeringan. Untuk uji sifat fisik sediaan bedak tabur yaitu uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi dan uji pH. Dari hasil penelitian dengan variasi ekstrak daun salam yang berbeda didapatkan formulasi 3 lebih baik dari pada formulasi 1 dan formulsi 2. Variasi Ekstrak daun salam mempengaruhi sifat fisik sediaan bedak tabur pada uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi.

Page 8 of 36 | Total Record : 356