cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENGARUH HYPERTENTION FRIENDLY SUPPORT TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PERAWATAN DIRI DAN KEMANDIRIAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Lestari, Devi Hairina; Ifansyah, M Noor; Pefbrianti, Diana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27888

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis. Tatalaksana penyakit kronis dapat dilakukan dengan, health system/sistem kesehatan melalui penyuluhan untuk peningkatan pengetahuan, self-management support/dukungan manajemen diri dengan diet DASH, Asihema therapy dan aktivitas fisik dengan senam defansi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh hypertention friendly support terhadap perubahan perilaku perawatan diri dan kemandirian pada lansia dengan hipertensi Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan pre dan post group design. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol diambil secara consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Terdapat pengaruh hypertention friendly suport terhadap perawatan diri lansia pada kelompok intervensi (p=0.005), namun tidak terdapat pengaruh pada kelompok kontrol (p=0.07). Tidak terdapat pengaruh hypertention friendly suport terhadap kemandirian lansia pada kelompok intervensi (p=0.039) dan kelompok kontrol (0.149). Terdapat pengaruh hypertention friendly suport terhadap perawatan diri lansia pada kelompok intervensi, namun tidak terdapat pengaruh pada kelompok kontrol. Tidak terdapat pengaruh hypertention friendly suport terhadap kemandirian lansia pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI : LITERATURE REVIEW Yolanda, Nathasa Novia Galuh; Lestari, Kusuma S.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27890

Abstract

Pada masa remaja, terjadi banyak perubahan fisik yang memengaruhi perawatan diri, khususnya saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau faktor-faktor yang memengaruhi perilaku personal hygiene pada remaja putri saat menstruasi. Studi kepustakaan dilakukan dengan menganalisis 30 artikel yang membahas topik ini. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan memainkan peran penting dalam perilaku personal hygiene. Pengetahuan yang baik tentang menstruasi terbukti berkaitan erat dengan praktik personal hygiene yang lebih baik. Sikap yang positif terhadap menstruasi juga berkontribusi pada kebiasaan menjaga kebersihan pribadi yang baik. Selain itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan juga memengaruhi perilaku personal hygiene. Dukungan tersebut dapat meningkatkan praktik kebersihan dengan memberikan informasi yang akurat dan akses terhadap produk kebersihan menstruasi. Temuan ini konsisten dengan teori Lawrence Green, yang menekankan peran faktor pengetahuan, sikap, dan dukungan dalam membentuk perilaku kesehatan.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN ELECTRICAL STIMULATION DAN MASSAGE UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA PENDERITA BELL’S PALSY SINISTRA Ramadani, Piya Ayu; Triyanita, Maya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.27893

Abstract

Bell’s palsy merupakan kerusakan saraf yang bisa terjadi bila salah satu dari dua belas saraf cranial rusak yang dimanifestasikan dengan kelemahan wajah serta gejala nyeri pada bagian post-aurikular, kehilangan kemampuan pengecapan, perubahan sensasi pada wajah dan hiperakusis. Probelmatika yang dialami pasien adanya kelemahan otot, rasa tebal dan kaku di wajah sisi kiri, spasme dan nyeri. Tujuan penulian Karya Tulis Ilmiah ini adalah unutk mengetahui Pengaruh Pemberian Electrical Stimulasi dan Massage untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada penderita Bell’s Palsy Sinistra. Karya Tulis Ilmiah ini bersifat studi kasus, mengangkat kasus pasien dan mengumpulkan data melalui proses Fisioterapi. Modalitas Electrical Stimulasi dan Massage. Setelah dilakukan fisioterapi sebanyak empat kali didaptkan hasil adanya peningkatan kerkuatan otot, adanya peningkatkan aktivitas fungsional dan adanya penurunan nyeri. Electrical Stimulasi dan Massage yang diberikan kepada pasien dapat membantu menurunkan nyeri, meningkatkan nilai kekuatan otot serta meningkatnya kemapuan aktivitas fungsional pasien
AKURASI DIAGNOSTIK RASIO MONOSIT LIMFOSIT DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS TUBERKULOSIS LATEN PADA FASILITAS KESEHATAN TERBATAS Savira, Dinda; Kalaij, Ayers Gilberth Ivano
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27918

Abstract

Meskipun berbagai alat diagnostik telah dikembangkan untuk deteksi dan diagnosis tuberkulosis (TB), diagnosis TB Laten menjadi tantangan tersendiri, terutama karena Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1,7 juta kasus TB Laten yang berkontak dengan kasus TBC aktif dan populasi berisiko lainnya. Berbagai penelitian menunjukkan potensi MLR sebagai alternatif deteksi TB Laten pada fasilitas kesehatan terbatas. Kajian literatur ini ditujukan untuk menganalisis lebih lanjut tentang potensi pemanfaatan MLR dalam penegakkan diagnosis TB Laten. Kajian literatur ini dibuat menggunakan database PubMed, Google Scholar, Cochrane, dan Scopus dengan kata kunci TB aktif, MLR, Hematologi, dan TB Laten. MLR memiliki spesifisitas tinggi dan sensitivitas baik untuk diagnosis TB Laten untuk berbagai cut off dibandingkan dengan IGRA sehingga bisa dijadikan metode alternatif diagnosis TB Laten terutama pada fasilitas kesehatan terbatas. MLR mempunyai akurasi diagnostik yang adekuat untuk Tuberkulosis laten, dengan spesifisitas yang tinggi dan sensitivitas yang baik dalam diagnosis TB laten pada populasi yang beresiko tinggi terkena TB.
EFEKTIFITAS MAGGOT TERAPI PADA TAHAP DEBRIDEMENT PADA LUKA KAKI DIABETES : SISTEMATIK REVIEW Harahap, Sairomaito; Sirait, Syah Fara Dillasani; Tarigan, Mula
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27922

Abstract

Luka diabetes merupakan salah satu yang menjadi masalah di indonesia. Bagi penderita diabetes melitus sangat memberikan dampak negatif dan jumlahnya semakin meningkat. Oleh karena itu salah satu kegiatan yang dapat diakui dalam menjaga stabilitas pada pasien diabetes mellitus. Sistematik review ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi maggot/larva pada tahap debridement terhadap penyembuhan luka kaki diabetes mellitus. Database yang digunakan untuk mencari yaitu melalui Google Scholar, Proquest, Sciencedirect, antara tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 menggunakan PICO dengan kriteria inklusi yaitu studi terkait DFU untuk menentukan kata kunci yang digunakan.
EFEKTIVITAS AIR KELAPA HIJAU DAN KOMPRES AIR HANGAT UNTUK MENGURANGI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI PMB S TAHUN 2023 Susilawati, Sukemi; Wulandari, Ratna; Rini, Ageng Septa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27926

Abstract

Meskipun remaja putri di PMB S Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang mengetahui bahwa meminum air kelapa hijau dan melakukan kompres air hangat dapat membantu mengurangi nyeri dismenore, namun mereka belum menerapkannya sebagai pertolongan pertama dalam mengatasi dismenore primer yang dialami. Sebagian besar dari remaja putri tersebut hanya mengonsumsi obat saja untuk meredakan nyeri dismenore yang dirasakan. Padahal, dismenore primer yang tidak diatasi dengan baik dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak negatif pada prestasi akademis, kualitas tidur, serta kondisi psikologis seperti kecemasan dan depresi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas air kelapa hijau dan kompres air hangat dalam mengurangi dismenore primer pada remaja putri, sehingga dapat menjadi solusi alternatif yang mudah dan terjangkau untuk mengatasi masalah dismenore primer secara mandiri.Metode pengumpulan data dengan cara pengkajian yaitu wawancara untuk menggali data yang di butuhkan terkait dengan penelitian yang akan dilakukan pada remaja putri dengan dismenore primer. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah 2 responden yaitu remaja yang mengalami dismenore primer dengan membandingkan secara langsung terhadap respon dari air   hijau dan kompres air hangat .Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2024 sampai 10 Februari 2024 dan 9 Februari sampai 11 Februari 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengurangan skala nyeri setelah diberikan air kelapa hijau. Kemudian kesimpulan dalam penelitian adalah diperoleh hasil yang signifikan dalam mengurangi dismenrore primer, yaitu minum air kelapa hijau 1-3 hari menstruasi, karena didapat hasil pengurangan nyeri dari skala 4 menjadi skala 2.
GAMBARAN TINGKAT LITERASI KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA PESERTA DIDIK DI SMA N 9 BINSUS MANADO Makaenas, Veronica Julia; Rahman, Asep; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27940

Abstract

Literasi kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem kesehatan, maka peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat juga melalui literasi kesehatan karena individu yang memiliki pengetahuan kesehatan yang memadai berdampak positif bisa terhindar dari sakit maupun kematian. Pengetahuan dan informasi tentang kesehatan reproduksi yang kurang akan menimbulkan masalah seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi, perkawinan dan pernikahan dini, infeksi menular seksusual atau penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Literasi kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, menganalisis, dan menerapkan informasi dalam kehidupan sehari-hari.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat literasi kesehatan peserta didik di SMA Negeri 9 Binsus Manado. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik simple random sampling. Sampel meliputi kelas X dan XI yang berjumlah 90 peserta didik. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner Literasi Kesehatan Reproduksi dengan jumlah 33 pertanyaan. Analisis yang digunakan yaitu univariat. Tingkat literasi kesehatan reproduksi dikategorikan menjadi tidak memadai, bermasalah, cukup, dan sempurna. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka hasil yang didapatkan persentase tingkat literasi kesehatan reproduksi berdasarkan dimensi yaitu Bermasalah pada dimensi menerapkan informasi 52,2%. Adapun pada dimensi mengakses yaitu cukup 55,6%, dimensi memahami kategori cukup 65,6%, dan dimensi menganalisis kategori cukup 58,9%. 
PENGARUH PENKES HIV/AIDS MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA AKHIR Sanggara, Renalda Dhava; Dolifah, Dewi; Yuliana, Delli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27946

Abstract

Transformasi remaja, baik fisik maupun mental, dipengaruhi oleh lingkungan dan dapat memicu perilaku negatif seperti kenakalan remaja dan risiko HIV/AIDS. Oleh karena itu, remaja memerlukan pendidikan kesehatan yang tepat guna untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang HIV/AIDS. Pendidikan kesehatan dapat memberikan dampak yang signifikan pada kesadaran dan pengetahuan remaja dalam menghadapi masalah kesehatan ini. Salah satu media yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah Tiktok tetapi belum diketahui apakah berpengaruh kepada tingkat pengetahuan atau tidak. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Pre-test and Post-test One Group Design. Terdapat 104 sampel remaja akhir dari SMAN 3 Sumedang yang diperoleh dari teknik purposive sampling dan rumus Slovin untuk menentukan jumlah minimum sampel. Tindakan yang diberikan kepada sampel berupa pemberian video pendidikan kesehatan berupa video tiktok. Terdapat 104 sampel remaja akhir dari SMAN 3 Sumedang yang diperoleh dari teknik purposive sampling dan rumus Slovin untuk menentukan jumlah minimum sampel. Hampir seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 100 orang (96,2%) dalam hasil Pre-test. Lalu seluruhnya responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 104 (100%) dalam post-test setelah diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan melalui media sosial tiktok. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p-value adalah <.001. sehingga p-value < 0.05 maka dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan HIV/AIDS melalui video TikTok terhadap tingkat pengetahuan remaja akhir.
HUBUNGAN KEPADATAN HUNIAN DAN PENCAHAYAAN ALAMI RUMAH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU : TINJAUAN LITERATURE Afif, Muhammad Sholahuddin; Fatah, Mohammad Zainal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27955

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang menjadi salah satu permasalahan kesehatan secara global. Penyakit tersebut disebabkan oleh agen bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mayoritas menyerang paru-paru manusia. Di Indonesia, tuberkulosis menduduki peringkat kedua dalam jumlah kasus tertinggi di dunia, diikuti oleh negara-negara seperti China, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Republik Demokratik Kongo. Jumlah kematian akibat tuberkulosis paru di Indonesia mencapai 150.000 kasus, dengan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Salah satu komponen lingkungan dalam model segitiga epidemiologi penyakit tuberkulosis paru adalah kondisi fisik hunian. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kondisi fisik hunian dengan kejadian tuberkulosis paru. Metode penelitian menggunakan tinjauan literatur, dengan mengumpulkan dan menyintesis informasi dari berbagai sumber referensi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dimulai dengan mencari artikel melalui berbagai situs pencarian artikel. Hasil pencarian kemudian tersaring menjadi 23 jurnal yang dapat digunakan sebagai referensi dalam tinjauan literatur. Hasil tinjauan literatur mencakup jurnal terkait hubungan antara kondisi fisik tempat tinggal dan kasus tuberkulosis paru. Jurnal-jurnal tersebut menyajikan hasil penelitian yang bervariasi, yang dipengaruhi oleh perbedaan dalam metode penelitian dan faktor-faktor yang terkait dengan responden studi. Terdapat korelasi antara tingkat kepadatan hunian dan pencahayaan alami dengan insiden tuberkulosis paru. Saran untuk pembuat kebijakan adalah mengadakan kampanye atau pelatihan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah dan menciptakan lingkungan sehat sebagai bagian dari strategi pencegahan tuberkulosis paru.
EFEKTIVITAS MASSAGE EFFLEURAGE DAN KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS DISMENORHEA PADA REMAJA PUTRI DI PMB I KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2023 Indarwati, Indarwati; Hanifa, Fanni; Putri, Magdalena Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27958

Abstract

Di Indonesia angka dysmenorrhea yaitu 54,89% dysmenorrhea primer dan 9,36% dysmenorrhea sekunder. Dysmenorrhea primer sering terjadi pada remaja putri yaitu 2-3 tahun setelah mengalami menarche. Rata-rata usia menarche pada umumnya adalah 12 tahun. Massage effleurage dan kompres air hangat merupakan  salah satu metode non farmakologik yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dismenorhea karena pada saat melakukan massage effleurage ataupun kompres air hangat, otak dan sumsung tulang belakang akan menghasilkan endorphin, hormon yang berperan sebagai obat penenang alami dan menimbulkan rasa nyaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus, dimana penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus dengan sampel 2 orang subjek. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan rerata tingkat nyeri menstruasi sebelum dilakukan massage effleurage ataupun kompres air hangat berada di skala 6 (nyeri sedang), rerata tingkat nyeri menstruasi sesudah dilakukan massage effleurage pada responden I mengalami penurunan yaitu berada pada skala 1 (nyeri ringan). Sedangkan rerata Tingkat nyeri menstruasi sesudah dilakukan kompres air hangat pada responden II mengalami penurunan yaitu pada skala 0. Hasil perbandingan nilai rerata penurunan pada masing-masing responden menunjukkan bahwa kompres air hangat lebih efektif dalam penurunan intensitas nyeri menstruasi dibandingkan dengan massage effleurage.