Jurnal Kesehatan Tambusai
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles
4,278 Documents
PERAN PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI RS X
Tania Nirmala;
Dina Sonia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1949
The purpose of this study was to find out the role of Medical Recorders and Health Information in the Implementation of COVID-19 Vaccination at Hospital X. This type of research used a qualitative descriptive method, with a Cross Sectional approach. Data collection techniques using observation, interviews and documentation studies. Vaccination is carried out by health personnel, including medical recorders. Medical recorders has a role that is in accordance with its competence, namely as a data processor, the results of the study show that medical recorders in the implementation of vaccinations are in charge of registering and matching participant data, verifying participant data, recording and reporting service results and in addition to processing medical recorder data, they also carry out other competencies, namely communication. effective. So it can be concluded that in the implementation of this vaccination medical recorders plays a role based on its competence.
CORPUS ALIENUM KONJUNGTIVA OKULI SINISTRA
Nopri Yanda Harajab;
Agung Ikhsani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2266
Cedera mata yang diakibatkan oleh benda asing intraokular merupakan kondisi serius dengan ancaman langsung terhadap fungsi visual. Penyebab paling umum cedera mata oleh benda asing intraokular adalah logam. Partikel logam melakukan penetrasi fragmen ke dalam bola mata. Contoh tipikal adalah penggunaan pahat dan palu. Penyebab utama kedua adalah cedera ledakan, sebagian besar sebagai bagian dari cedera perang. Energi kinetik yang tinggi memungkinkan untuk masuknya sedikit fragmen logam ke dalam mata. Jenis kecelakaan ini berbahaya tidak hanya karena kerusakan langsung pada struktur intraokular tetapi juga karena risiko endoftalmitis dan kemungkinan perkembangan metalosis. Oleh karena itu, deteksi dini dan ekstraksi intraokular sangat penting. Laporan kasus ini mengenai Tn.M yang mengalami cedera mata akibat benda asing gram yang terlepas saat pasien mengelas pagar
KNOWLEDGE ON NURSING STUDENT OF UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG ABOUT BREAST SELF EXAMINATION
Reni Purwo Aniarti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2167
ABSTRACT Introduction: Breast cancer have the highest incidence rate in Indonesia, namely 65.858 people (16.6%) of all types of cancer. Early detection of breast cancer can be done with Breast Self Examination (BSE). Exercise BSE regulary can preent the early development of breast ancer. Aims of study was to determine BSE knowledge with behaviour on nursing student Universitas Muhammadiyah Gombong. Method:The method of this research is descriptive with a cross sectional design conducted on nursing student Universitas Muhammadiyah Gombong with total sample of 80 participat. Data collection using a questionnaire, univariate data analyzed using SPSS softwere. Result: The result of analysis show that 61,26 % of respondent have sufficient knowledge, 27,5 % have good knowledge and 11,25 % have low knowledge of BSE. As many as 28,75 % of respondent have good behaviour, 48,75 % have moderat behaviour and 22,50 % have low behaviour in implementation BSE. Conclusion: Nursing student of Universitas Muhammadiyah Gombong have sufficient knowledge and moderat behaviour in BSE. Keywords: knowledge, behaviour, breast self examination
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA DUPLIKASI NOMOR REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X
Kresna Triyanto;
Yuyun Yunengsih;
Aris Susanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1978
Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang idetitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Berdasarkan hasil penelitian dan praktek lapangan kerja yang dilakukan di Rumah Sakit X diketahui bahwa pada periode tahun 2020 ditemukan adanya duplikasi nomor rekam medis sebanyak 58 nomor rekam medis yang ganda (double number). Hal tersebut tentunya sangat mempengaruhi proses pelayanan diantaranya pada klaim BPJS, riwayat pengobatan, dan proses pengolahan data pada bagian filing. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan masalah utama pada kasus tersebut, serta menemukan solusi agar meminimaslisir kembali terjadinya kasus duplikasi pada nomor rekam medis. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, observasi, dan wawancara serta pengumpulan data. Kemudian hasil yang ditemukan bahwa penyebab utamanya adalah petugas pendaftaran salah menginput tanggal lahir pasien pada saat pendaftaran dan pasien lupa membawa kartu identitas pasien (KIB). Upaya yang dilakukan setelah terdeteksi adanya nomor rekam medis yang ganda yaitu dengan cara menggabungkan nomor rekam medis dan dipilih nomor rekam medis yang sering berkunujung, proses tersebut dilakukan oleh petugas bagian casemix. Latar belakang dari penelitian ini bertujuan untuk menemukan masalah utama pada kasus duplikasi nomor rekam medis medis dan menemukan solusi agar meminimalisir terjadiya kasus duplikasi nomor rekam medis.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 3-5 TAHUN DI DESA PENYASAWAN TAHUN 2021
Salmulyati Wulandari;
Ade Dita puteri;
Yusmardiansah Yusmardiansah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2265
Penyakit berbasis lingkungan masih mendominasi masalah kesehatan di Negara berkembang. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan yang menyebabkan kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian diare pada balita usia 3-5 tahun di Desa Penyasawan Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai balita yang ada di Desa Penyasawan yang berjumlah 517 orang dengan sampel sebanyak 84 orang. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sistem pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita di Desa Penyasawan tahun 2021 dengan p value 0,003, ada hubungan yang signifikan antara sumber air minum dengan kejadian diare pada balita di Desa Penyasawan tahun 2021 dengan p value 0,001 dan ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian diare pada balita di Desa Penyasawan tahun 2021 dengan p value 0,003. Diharapkan para orang tua yang mempunyai balita lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama melakukan tindakan pencegahan terjadinya diare seperti mencuci tangan sebelum makan dengan sabun.
TINJAUAN KETIDAKLENGKAPAN BERKAS E-KLAIM RAWAT JALAN DI RS X BANDUNG Ajeung Anzelika, Lienda Dwi Putri, Meira Hidayati
Ajeung Anzelika;
Lienda Dwi Putri;
Meira Hidayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1913
ABSTRAK Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang bermutu. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah dalam peningkatan kesehatan yaitu adanya badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan masyarakat yang disebut BPJS. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merupakan program jaminan pemerintah untuk menjadikan rakyat indonesia dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera. Sistem pembayaran klaim menggunakan aplikasi INA-CBGs. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketidaklengkapan berkas e-klaim rawat jalan dan penyebabnya di Rumah Sakit X Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pendekatan desktiptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi lapangan, studi pustaka dan wawancara. Teknik pengambilan data menggunakan 2 cara yaitu cara pertama dengan mengambil data keseluruhan berkas e-klaim pada seluruh periode 2020 dan triwulan 1 di 2021 sedangkan cara kedua melalui wawancara 2 orang petugas casemix. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 6 April – 28 Mei 2021 di salah satu Rumah Sakit di kota Bandung. Hasil penelitian diperoleh bahwa berkas yang tidak lengkap sebanyak 100 berkas. Dari hasil dan pembahasan berkas yang tidak lengkap paling banyak terdapat pada kronologi kecelakaan, yang dapat menyebabkan terhambatnya pembayaran klaim BPJS. Dan dapat di tarik kesimpulan bahwa kelengkapan berkas e-klaim sangat mempengaruhi kelancaran penagihan klaim BPJS. Kata Kunci: BPJS, Berkas E-Klaim, Ketidaklengkapan ABSTRACT Hospitals are health care institutions that provide health services to improve the degree of health and are expected to provide quality services. One of the efforts taken by the government in improving health is the existence of a legal entity formed to organize a public health insurance program called BPJS ((Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) (Social Insurance Administration Organization)) is a government security program to make the people of Indonesia can live healthy, productive and prosperous. The claim’s payment system uses the INA-CBGS app. This study aims to find out the incompleteness of outpatient e-claims files and their causes in Hospital X Bandung. The research methods used are qualitative and descriptive approach. Data collection techniques used are by means of field observation, library studies and interviews. Data retrieval techniques use 2 ways, namely the first way by retrieving the data of the entire e-claims file in the entire period of 2020 and the first quarter in 2021 while the second way through interviews 2 people case mix officers. This research was conducted on April 6th – May 28th, 2021 at the one of the hospitals in Bandung. The results showed that the incomplete files were 100 files. The results obtained that incomplete files most contained in the chronology of accidents, which can lead to hampered payment of BPJS (Social Insurance Administration Organization). Claims and it can be concluded that the completeness of the e-claims file greatly affects the smooth billing of BPJS (Social Insurance Administration Organization) claims. Keywords: BPJS, E-Claim File, Incompleteness
LAPORAN KASUS : CANALICULITIS OD + KATARAK SENILE IMMATURE OS
Bella Juliana Baladiah;
Agung Ikhsani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2267
Kanalikulitis terjadi akibat infeksi pada kanalikulus sistem drainase lakrimal, yang menyebabkan penonjolan eritematosa pada punctum lakrimal dan eritema pada kulit di sekitarnya, kadang disertai sekret dan/atau konkresi mukopurulen. Paling sering, bakteri patogen terlibat, meskipun kanalikulitis juga dapat berasal dari infeksi jamur atau virus. Pada individu yang lebih tua, Actinomyces israelii (bakteri anaerob) adalah etiologi yang paling umum. Divertikulum atau obstruksi kanalikuli dapat meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme. Kondisi ini merupaknn bentuk yang tidak biasa dan sering salah didiagnosis oleh dokter mata. Kondisi tersebut memerlukan kecermatan dalam melakukan diagnosis. Katarak adalah kekeruhan atau kekeruhan lensa mata yang biasanya jernih atau kapsulnya (selaput transparan yang mengelilinginya) yang mengaburkan jalannya cahaya melalui lensa ke retina mata. Penyakit yang penurunan penglihata ini dapat menyerang bayi, orang dewasa, dan orang tua. Katarak merupakan penyebab signifikan kebutaan di seluruh dunia. Pilihan pengobatan termasuk koreksi dengan kacamata namun hanya pada tahap awal, dan jika katarak cukup matang untuk mengganggu aktivitas rutin, operasi mungkin disarankan.
IMPLEMENTASI GRAFIK BARBER JOHNSON PADA APLIKASI MICROSOFT EXCEL DI RSUD CILILIN
Mohammad Naufal Ikhsan Rizaldy;
Ramdan Maulana;
Leni Herfiyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1947
Grafik barber johnson adalah grafik yang digunakan untuk menyajikan data rawat inap dengan jelas, barber johnson menjelaskan bagaimana pemakaian tempat tidur berdasarkan empat parameter sebagai indikator efisiensi pengelolaan tempat tidur rumah sakit dan keempat parameter tersebut dapat digambarkan dalam satu grafik secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mampu mengimplementasikan grafik Barber Johnson pada aplikasi microsoft excel untuk mengetahui apakah suatu tempat tidur yang terpakai itu sudah efisien atau belum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yang dimaksudkan untuk mengembangkan aplikasi Microsoft excel agar bisa menampilkan grafik barber johnson yang ditujukan untuk petugas rekam medis bagian pelaporan. Peneliti melakukan wawancara kepada pihak manajemen RSUD Cililin dan kepada petugas rekam medis bagian pelaporan. Kemudian peneliti juga melakukan dokumentasi terhadap data yang bersangkutan dengan pembutan grafik barber johnson. Hasil dari penelitian ini adalah terwujudnya aplikasi Microsoft excel yang dapat digunakan untuk membuat laporan tentang grafik barber johnson,yang semula pembuatan laporan barber johnson masih dikerjakan secara tulis tangan tanpa adanya grafik barber johnson, kini diharapkan dengan adanya implementasi grafik barber johnson pada aplikasi microsoft excel diharapkan dapat membantu petugas pelaporan dan juga diharapkan dapat membantu pihak manajemen RSUD Cililin dalam mengambil dan membuat kebijakan baru yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kata Kunci : Barber Johnson, Microsoft Excell, Pelaporan Rumah Sakit
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID DI RSUD BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR
Eka Novia;
Ade Dita Puteri;
Syafriani Syafriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2296
Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan penting di berbagai negara, terutama negara berkembang. Bakteri Salmonella typhi. Kasus demam tifoid di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Demam Tifoid di RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan case control. Penelitian dilakukan pada tanggal 21-26 Juni 2021 dengan jumlah sampel kelompok kasus 20 responden dan 20 responden kelompok kontrol yang berumur 19-55 menggunakan teknik simple random sampling dengan total sampel sebanyak 40 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji chi-square didapatkan ada hubungan antara kebiasaan jajan di luar dengan demam tifoid (p = 0,01), hygiene perorangan (p = 0,02), dan sanitasi lingkungan (p = 0,002). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan jajan di luar, hygiene perorangan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian demam tifoid di RSUD Bangkinang kelompok usia 9-55 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukan adalah menjaga pola makan, menjaga higienitas pada makanan seperti memperhatikan saat penyajian dan penyimpanan makanan, penjamah makanan dan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Kata Kunci : Kebiasaan Jajan di Luar, Hygiene Perorangan, Sanitasi Lingkungan
KETIDAKLENGKAPAN DOSCHARGE SUMMARY DAN LAMA PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN REKAM MEDIS DI RS X BANDUNG
Amalia Dwi Astari;
Dina Sonia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1956
Hospitals are a complex institution of health care, because hospital service involves various functions of service, education, and research, and covers a wide range of degrees and kinds of discipline. To enable hospitals to perform professional functions both in the field of medical engineering and in health administration. Hospital maintenance and improvement requires that it have a measure of quality at all levels. The purpose of this study is to know the incompletion review of discharge summary and the long retrieval of medical record files. The method the writer is a quantitative descriptive,50 files of medical records were taken, Analysts used were observation and interview, The subjects in this study are doctors and medical recorders. The results of this study amounted to 79% complete medical records and 21% incomplete files. 75% of files returned on time, and 25% of files returned intime. It seems that hospital x has filled the SOP and the technical instructions are in place. The incompleteness of medical record files greatly affects the quality of hospital health care. It is therefore expected that all officers will be able to perform their duties according to the SOP in the hospital and increase the number for the medical record file. Hospitals can maintain the quality of service for inpatients and outpatients. Word key : discharge summary, hospital, medical record.