cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN KADAR SERUM ALBUMIN DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PENDERITA CA MAMMAE STADIUM LANJUT LOKAL DI RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Tina, Asni Ramayana; Utami, Putri Maja; Kartini, Sapril; Fathana, Vicha Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55197

Abstract

Kanker payudara (Ca mammae) stadium lanjut lokal merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian dan risiko komplikasi yang tinggi. Status gizi pasien berperan penting dalam perjalanan penyakit dan dapat dinilai melalui kadar serum albumin serta Indeks Massa Tubuh (IMT). Semakin tinggi stadium kanker payudara, semakin besar risiko terjadinya malnutrisi akibat peningkatan proses inflamasi dan penurunan asupan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar serum albumin dengan IMT pada penderita Ca mammae stadium lanjut lokal di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 25 pasien wanita penderita Ca mammae stadium lanjut lokal yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar serum albumin dilakukan melalui analisis kimia darah, sedangkan IMT dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kadar serum albumin rata-rata sebesar 4,64±0,64 g/dL dan nilai IMT rata-rata sebesar 21,58±3,66 kg/m². Uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,310 (p>0,05) dan r = 0,212 yang menandakan tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar serum albumin dan IMT, meskipun terdapat korelasi lemah dengan arah positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar serum albumin dan IMT pada penderita Ca mammae stadium lanjut lokal tidak memiliki hubungan yang signifikan, namun peningkatan stadium penyakit dapat meningkatkan risiko malnutrisi yang berdampak pada kadar albumin dan status gizi pasien.
GAMBARAN PENDERITA DIABETES MELITUS GESTASIONAL DI RSUD Dr. M.M DUNDA LIMBOTO Sulistia, Yunika; Basir, Ita Sulistiani; Yusuf, Muhamad Nur Syukriani; Yusuf, Nur Ayun R.; Indra, Indra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55287

Abstract

Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan gangguan toleransi glukosa yang pertama kali terdeteksi selama kehamilan dan berpotensi menimbulkan komplikasi pada ibu maupun janin. Data mengenai gambaran karakteristik penderita DMG di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita Diabetes Melitus Gestasional di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto berdasarkan usia ibu, tingkat pendidikan, indeks massa tubuh (IMT), paritas, usia kehamilan saat diagnosis, dan komplikasi yang dialami ibu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Variabel penelitian adalah penderita Diabetes Melitus Gestasional dengan subvariabel usia ibu, tingkat pendidikan, IMT, paritas, usia kehamilan, dan komplikasi. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh ibu hamil yang terdiagnosis Diabetes Melitus Gestasional dan tercatat dalam rekam medis RSUD Dr. M.M Dunda Limboto periode Januari 2024-Mei 2025 sebanyak 22 responden, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi data sekunder, dan analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita DMG berada pada usia 20-35 tahun (54,5%), berpendidikan SD (40,9%), memiliki IMT obesitas (40,9%), dan berstatus multipara (54,5%). Mayoritas responden terdiagnosis pada trimester III kehamilan (77,3%). Komplikasi yang paling banyak ditemukan adalah preeklamsia (40,9%). Disimpulkan bahwa penderita DMG di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto didominasi oleh ibu dengan usia reproduktif, pendidikan rendah, status gizi obesitas, dan diagnosis pada trimester akhir kehamilan. Diperlukan peningkatan skrining dan edukasi kesehatan untuk mencegah komplikasi DMG.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, PERSEPSI, SIKAP, DUKUNGAN SUAMI, DAN JARAK KE PUSKESMAS DENGAN PEMANFAATAN PROGRAM IMUNISASI DASAR HEPATITIS B 0 DI PUSKESMAS KOPPE KABUPATEN BONE Ayuningsih, Siska; Abadi, Muh.Yusri; Razak, Amran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55296

Abstract

Hepatitis B adalah peradangan pada organ hati. Virus Hepatitis ini sering ditemukan di daerah yang mempunyai iklim tropis, Di dunia terdapat 350 juta orang yang menderita HbsAg (Hepatitis B Surface Antigen) positif sebagai pembawa (Carrier) dan 220 juta (78%) terdapat di Asia termasuk Indonesia. Diperkirakan 25-45% penderita penyakit hepatitis B adalah bayi dan anak yang ditularkan oleh ibu yang beresiko pada saat hamil yaitu sebesar 3,9%.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan, Persepsi, sikap, dukungan suami, dan jarak ke puskesmas dengan pemanfaatan program Imunisasi Dasar Hepatitis B 0 di Puskesmas Koppe Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Besar sampel penelitian ini sebanyak 132 sampel yang berlangsung pada bulan Maret – April 2022. Hasil data disajikan dalam bentuk analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah responden yang memanfaatkan imunisasi Hepatitis B 0 sebanyak 71 Orang (53.8%) sedangkan yang tidak memanfaatkan imunisasi Hepatitis B 0 sebanyak 61 Orang (46.2%). Uji chi square menunjukkan hasil yaitu variabel pengetahuan (p=0,00), persepsi (p=0,051), sikap (0,702), dukungan suami (p=0,00) dan Jarak ke Puskesmas (p=951). bahwa ada hubungan antara Pengetahuan dan Dukungan suami dengan pemanfaatan program imunisasi Hepatitis B di Puskesmas Koppe Kabupaten Bone dan tidak ada hubungan antara persepsi, sikap, jarak ke puskesmas dengan pemanfaatan program imunisasi hepatitis B di Puskesmas Koppe Kabupaten Bone.
PENGGUNAAN DEEP LEARNING UNTUK MEMPREDIKSI LUARAN FUNGSIONAL PADA STROKE ISKEMIK : TINJAUAN SISTEMATIS Rahima, Shahifa Audy; Handoko, Eko Aprilianto; Alami, Eqiel Navadz Akthar; Sari, Putri Fortuna; Rahmania, Dita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56024

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit dengan prevalensi, mortalitas, dan morbiditas yang tinggi, sehingga ketepatan serta kecepatan prediksi luaran sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan klinis dan manajemen pasien. Perkembangan metode deep learning (DL) sebagai bagian dari kecerdasan buatan memanfaatkan jaringan saraf tiruan untuk mempelajari pola kompleks dari kumpulan data berskala besar secara otomatis. Pendekatan ini memungkinkan peningkatan akurasi diagnostik berbasis computer-aided diagnosis (CAD) serta prediksi luaran fungsional secara lebih presisi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja deep learning dalam menilai luaran fungsional pada stroke iskemik. Tinjauan sistematis dilakukan mengikuti pedoman PRISMA dengan penelusuran literatur pada periode 2015–2025. Kualitas metodologis dan risiko bias studi dinilai menggunakan instrumen ROBINS-I versi 2, sedangkan performa prediktif dianalisis berdasarkan indikator seperti Area Under the Curve (AUC), F1 Score, dan metrik relevan lainnya. Dari total 146 publikasi yang teridentifikasi, delapan studi memenuhi kriteria inklusi dengan risiko bias yang umumnya rendah. Hasil analisis menunjukkan performa prediktif yang baik, dengan nilai AUC tertinggi mencapai 0,91 dan terendah 0,71. Beberapa studi juga melaporkan akurasi yang tinggi berdasarkan F1 Score (hingga 0,79) dan nilai recall yang memadai. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa deep learning merupakan pendekatan yang menjanjikan dan berpotensi menjadi strategi inovatif dalam penilaian luaran fungsional pada pasien stroke iskemik.
ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP MUSKULOSKELETAL PADA STAF ADMINISTRASI KAMPUS Rianse, Muhammad Suriyadarman; Saptaputra, Syawal Kamiluddin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56089

Abstract

Gangguan muskuloskeletal terkait kerja merupakan penyebab utama disabilitas global yang memengaruhi produktivitas. Di Indonesia, prevalensinya meningkat, khususnya pada sektor jasa dan pendidikan. Staf administrasi Universitas Karya Persada Muna menghadapi tantangan kompleks berupa double job, jam kerja melebihi standar, dan fasilitas kerja yang belum sepenuhnya ergonomis. Berdasarkan model Job Strain, ketidakseimbangan tuntutan pekerjaan dapat memicu stres dan ketegangan otot. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja dan stres kerja terhadap muskuloskeletal. Metode menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 51 staf administrasi dipilih melalui total sampling. Lokasi penelitian di Universitas Karya Persada Muna. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstandar NASA Task Load Indeks, Perceived Stress Scale, Nordic Musculoskeletal Questionnaire. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji Chi-Square, dan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan 90,2% responden mengalami keluhan muskuloskeletal. Mayoritas responden (64,7%) memiliki beban kerja berat. Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara beban kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,028), sedangkan stres kerja tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,101). Model regresi mengonfirmasi beban kerja sebagai faktor risiko dengan nilai Exp(B) 0,109. Dengan konstanta sebesar 3,466 yang signifikan (Sig. 0,001). Bahwa beban kerja tinggi secara signifikan meningkatkan risiko WMSDs, sementara stres kerja tidak berpengaruh langsung. Penelitian menyarankan perlunya kebijakan K3 berbasis bukti, desain workstation ergonomis, dan manajemen beban kerja yang adil guna meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kerja staf administrasi di lingkungan universitas.  
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR HUMAN, ORGANIZATION, DAN TECHNOLOGY (MODEL HOT-FIT) DENGAN EFEKTIVITAS PEMANFAATAN SIMRS PADA PETUGAS UNIT RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD KABUPATEN MUNA BARAT Fatima, Wa Ode; Sety, La Ode Muhamad; Jumakil, Jumakil
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56188

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong rumah sakit mengadopsi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk meningkatkan mutu pelayanan dan efektivitas pengambilan keputusan. Namun, pemanfaatan SIMRS di rumah sakit daerah masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait faktor sumber daya manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor Human, Organization, dan Technology berdasarkan model Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) dengan efektivitas pemanfaatan SIMRS di RSUD Kabupaten Muna Barat serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan berpengaruh. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pengguna SIMRS di unit rawat inap dan rawat jalan sebanyak 202 responden, dengan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi faktor Human, Organization, Technology, dan Net Benefit sebagai indikator efektivitas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berbasis model HOT-Fit. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Sebagian besar responden menilai komponen Human dan Organization dalam kategori baik, sedangkan komponen Technology mayoritas dinilai kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor Human dan Organization dengan efektivitas SIMRS (p>0,05). Faktor Technology memiliki hubungan signifikan dengan efektivitas SIMRS (p=0,041). Analisis multivariat menunjukkan Technology sebagai faktor paling dominan (OR=2,27; 95% CI: 1,021–5,033).