cover
Contact Name
Andi Tarlis
Contact Email
anditarlis@gmail.com
Phone
+6281361694230
Journal Mail Official
anditarlis@gmail.com
Editorial Address
https://e-jurnal.stikesydb.ac.id/index.php/edukes/login
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Edukes: Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan
ISSN : 26203987     EISSN : 27230392     DOI : 10.52136
Core Subject : Health,
Jurnal EDUKES (Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan) ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh STIKes Bustanul Ulum Langsa pada bulan Maret dan Oktober. Publikasi pada jurnal ini meliputi berbagai bidang keilmuan seperti administrasi rumah sakit, kesehatan lingkungan, dan kebidanan.
Articles 141 Documents
Efektivitas Pemberian Simulasi Hand Hygiene Terhadap Kepatuhan Hand Hygiene Petugas Cleaning Service di RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur Putri Indah Anisa
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.415

Abstract

Petugas cleaning service ikut berperan dalam penanggulangan dan pencegahan HAIs di rumah sakit. Pemberian simulasi mengenai hand hygiene pada petugas cleaning service diharapkan akan mengubah kepatuhan petugas cleaning service dalam melaksanakan hand hygiene. Pengetahuan serta kepatuhan dari petugas cleaning service dalam mencuci tangan juga berpengaruh dalam meningkatkan pelaksanaan serta target pencapaian hand hygiene dirumah sakit yang dapat mengurangi tingkat insidens infeksi silang dirumah sakit. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan desain two group pretest-posttest control design. Data yang telah dikumpulkan dianalisa secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas cleaning service yang ada di RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur sebanyak 50 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok, teknik sampel secara non probability sampling (purposive sampling). Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kepatuhan hand hygiene kelompok intervensi sebelum diberikan simulasi mayoritas tidak patuh sebanyak 21 responden (84%) dan setelah diberikan simulasi mayoritas patuh sebanyak 17 responden (68%). Kepatuhan hand hygiene kelompok kasus pada pengukuran pertama mayoritas tidak patuh sebanyak 13 responden (52%) dan pada pengukuran kedua mayoritas tidak patuh sebanyak 19 responden (76%). Pemberian simulasi hand hygiene efektif meningkatkan kepatuhan cleaning service dalam menerapkan hand hygiene dengan CI = 95% dan α = 0,05 dimana P (0,000) < α = (0,05). Disarankan kepada RSUD dr. Zubir Mahmud, agar mengadakan pemberian simulasi hand hygiene kepada petugas cleaning service secara berkesinambungan untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene petugas cleaning service sesuai dengan amanah Kemenkes RI tentang pencegahan infeksi dan meningkatkan kualitas rumah sakit.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN POLA HIDUP SEHAT SISWA DI SD NEGERI 2 MATANG SEULIMENG Yuli Novitasari
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.416

Abstract

Idealnya, tingkat pengetahuan berbanding lurus dengan tingkat tindakan. Saat pengetahuan yang dimiliki individu dalam kategori tinggi maka tindakan atas pengetahuan tersebut juga tinggi, begitupun sebaliknya karena tindakan adalah cerminan dari pengetahuan. Faktanya, masih ditemui keadaan di mana individu dengan pengetahuan PHBS tinggi memiliki pola hidup sehat yang rendah. Bahkan, ada juga individu dengan pola hidup sehat yang tinggi memiliki pengetahuan PHBS yang rendah karena tindakannya hanya didasarkan atas meniru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan pola hidup sehat siswa kelas tinggi di SD Negeri 2 Matang Seulimeng. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional bivariat. Populasi penelitian berjumlah 137 siswa yang terdiri dari 67 siswa laki-laki dan 70 siswa perempuan yang berasal dari kelas IV, V, dan VI SDN 2 Matang Seulimeng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes pengetahuan PHBS dan skala pola hidup sehat. Instrumen hanya dikembangkan dengan menggunakan validitas isi oleh ahli dengan pertimbangan menghindari efek belajar pada populasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara uji korelasional product moment Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang rendah antara pengetahuan PHBS dengan pola hidup sehat siswa di SDN 2 Matang Seulimeng. Hal tersebut didasarkan pada diperolehnya nilai koefisien korelasi sebesar 0,320 pada proporsi signifikansi 0,000<0,01 yang membuat Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian ini berarti jika nilai pengetahuan PHBS tinggi maka nilai pola hidup sehat juga tinggi, serta jika nilai pola hidup sehat tinggi maka nilai pengetahuan PHBS juga tinggi. Begitu juga sebaliknya saat variabel bernilai rendah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGOLAHAN MAKANAN, PERILAKU MENCUCI TANGAN DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS LANGSA BARAT KOTA LANGSA Etika Sari
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.417

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang yang bersifat endemis juga sering muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dan diikuti korban yang tidak sedikit . Penyakit diare berkaitan erat dengan berbagai faktor. Penyebab atau faktor predisposisi diare secara tidak langsung adalah pemberian ASI eksklusif, status gizi, kondisi lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), imunisasi dan sosial ekonomi. Selain itu, diare pada balita berhubungan erat dengan perilaku ibu. Ibu merupakan orang yang menghabiskan waktu paling banyak dengan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pengolahan makanan, perilaku mencuci tangan dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare pada bayi dan balita di Puskesmas Langsa Barat Kota Langsa. Jenis penelitian ini adalah case control yang menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitia ini adalah seluruh bayi dan balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat, jumlah sampel sebanyak 54 responden yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Data yang telah dikumpulkan dianalisa secara univariat dan bivariat dalam bentuk distribusi frekuensi, analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang pengolahan makanan dengan kejadian diare pada bayi dan balita dengan p-value 0,003 (p<0,05), ada hubungan perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare pada bayi dan balita dengan p-value 0,003 (p<0,05) dan ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada bayi dan balita dengan p-value 0,000 (p<0,05). Saran bagi Puskesmas Langsa Barat untuk lebih menggalakkan penyuluhan terkait faktor risiko penyakit diare pada balita. Upaya penyuluhan hendaknya dilakukan secara terus menerus sampai masyarakat khususnya ibu balita bisa mamahami akibat dari personal hygiene dan sanitasi makanan yang tidak baik
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGUNJUNG DENGAN TINDAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI UPTD PUSKESMAS DARUL AMAN KABUPATEN ACEH TIMUR Intan Bahrina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.418

Abstract

Pandemi virus corona (Covid-19) saat ini telah melanda berbagai negara di belahan dunia. Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat yang terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Badan Kesehatan Dunia atau WHO serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC pun mengeluarkan imbauan mengenai hal yang harus dilakukan dalam mencegah corona jenis baru ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau yang sering kita dengar dengan istilah CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pengunjung dengan tindakan cuci tangan pakai sabun. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode cross sectional pada 96 orang sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis chi square. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan nilai p-value 0,000 dan ada hubungan sikap dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabundengan nilai p-value 0,000. Saran yang diajukan adalah pihak UPTD Puskesmas Darul Aman membuat aturan tambahan dengan menempelkan pengumuman di pintu masuk gedung Puskesmas bahwa pengunjung yang tidak cuci tangan pakai sabun sebelum memasuki gedung Puskesmas tidak akan dilayani oleh petugas, dan perlu dilakukan pemberian dan penyebaran informasi tentang manfaat cuci tangan pakai sabun terutama pada masa pandemi saat ini melalui kegiatan penyuluhan, penempelan poster yang menarik, atau sanksi sosial.
ANALISIS PENGOLAHAN LIMBAH PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM PERTAMINA RANTAU ACEH TAMIANG Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.419

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan yang dalam kegiatannya menghasilkan limbah padat medis dan limbah padat medis yang memiliki dampak negatif bagi manusia apabila tidak di kelola dengan baik. Untuk itu perlu diadakan pengolahan limbah rumah sakit sebagai bagian dari penyehatan lingkungan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang ditimbulkan oleh limbah rumah sakit Jenis penelitian ini menggunakan desain kualitatif yaitu dengan wawancara secara mendalam dan observasi untuk menganalisis pelaksanaan pengolahan limbah padat di Rumah Sakit Umum Pertamina Rantau Aceh Tamiang. Sebagai objek penelitian adalah ruangan penghasil limbah medis padat dan limbah non medis padat. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Instalasi Pemeliharaan Sanitasi Lingkungan (IPSL) dan juga petugas kebersihan Rumah Sakit Umum Pertamina Rantau Aceh Tamiang . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Umum Pertamina Rantau Aceh Tamiang memiliki permasalahan dalam hal sumber daya manusia yang tidak terbiasa menggunakan alat pelindung diri serta belum mendapatkan pelatihan khusus, sarana dan prasaran yang belum memenuhi persyaratan, dan skor penilaian pengolahan limbah padat yang didapat adalah sebesar 45%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Rumah Sakit Umum Pertamina Rantau Aceh Tamiang belum memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang ada di dalam Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 dimana skor nilai yang di tetapkan untuk rumah sakit tipe c adalah ≥ 65%. Saran bagi Rumah Sakit Umum Pertamina Rantau Aceh Tamiang adalah agar melakukan peningkatan fasilitas maupun managemen pelaksanaan pengolahan limbah padat rumah sakit agar sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) DI POLI BEDAH RSUD dr. ZUBIR MAHMUD ACEH TIMUR Mukhlis Mukhlis
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.420

Abstract

Rasa kepuasan merupakan suatu ekpresi kebutuhan manusia apabila kebutuhannya akan sesuatu terpenuhi. Dalam konsep kesehatan apabila dihubungkan dengan konsep Maslow, pasien yang datang berobat dapat dikatakan puas bila pasien tersebut dan akan merasa lebih sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) di poli bedah RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur dengan jumlah responden sebanyak 96 responden. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui mayoritas pasien merasa puas terhadap pelayanan yang di terima di rumah sakit dengan jumlah 58 responden (60,4%). Berdasarkan Kualitas Pelayan BPJS mayoritas baik dengan jumlah 55 responden (57,3%) dengan nilai P Value sebesar 0,000 berdasarkan fasilitas BPJS mayoritas baik dengan jumlah 60 responden (62,5%) dengan nilai P Value sebesar 0,000 berdasar waktu tunggu BPJS mayoritas Cepat dengan jumlah 66 responden (62,5) dengan nilai P Value sebesar 0,006. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan,fasilitas dan waktu tunggu dengan kepuasan pasien badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) di RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RSUD LANGSA Elvina Sari
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.421

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman, mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Sasaran keselamatan pasien merupakan syarat untuk diterapkan di semua rumah sakit yang diakreditasi oleh komisi akreditasi rumah sakit. Penyusunan sasaran ini mengacu kepada Nine Life-Saving Patient Safety Solutions dari WHO Patient Safety (2007) yang digunakan juga oleh komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit PERSI (KKPRSI), dan Joint Commission International (JCI). Jenis penelitian dan rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik Cross Sectional. Penelitian analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali fenomena kesehatan itu terjadi sedangkan penelitian cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi, atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point timeapproach) pada waktu yang sama. hasil penelitian di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa terhadap 72 responden dapat disimpulkan bahwa: 1. Ada hubungan antara prilaku perawat dalam melaksanakan sasaran keselamatan pasien dengan usia dimana hasil uji statistik menggunakan chi- square didapatkan nilai p=0,016 (p<0,05), 3. Ada hubungan antara prilaku perawat dalam melaksanakan sasaran keselamatan pasien dengan masa kerja dimana hasil uji statistik menggunakan chi- square didapatkan nilai p=0,015 (p<0,05), 4. Ada hubungan antara prilaku perawat dalam melaksanakan sasaran keselamatan pasien dengan frekuensi pelatihan dimana hasil uji statistik menggunakan chi- square didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), 5. Ada hubungan antara prilaku perawat dalam melaksanakan sasaran keselamatan pasien dengan Motivasi dimana hasil uji statistik menggunakan chi- square didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05).
Hubungan Sanitasi Fisik Rumah dan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Desa Alue Ie Mirah Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur Yuli Novitasari
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 3: JURNAL EDUKES VOLUME 3 NOMOR 1, EDISI MARET 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v3i1.422

Abstract

ISPA adalah penyakit saluran pernafasan akut yang meliputi saluran pernafasan bagian atas seperti rhinitis, fharingitis, dan otitis serta saluran pernafasan bagian bawah seperti laryngitis, bronchitis, bronchiolitis, dan pneumonia yang dapat berlangsung selama 14 hari. Batas waktu 14 hari diambil untuk menentukan batas akut dari penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi fisik rumah yang meliputi ventilasi rumah, lantai, dinding serta atap rumah dan kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan desain yang digunakan adalah rancangan case control dimana 27 responden berusia > 20 tahun sebagai kasus dan 27 responden berusia > 20 tahun sebagai kontrol dengan total sampel sebanyak 54 responden. Teknik analisis data menggunakan statistik Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara sanitasi fisik rumah dengan kejadian ISPA di Desa Alue Ie Mirah Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur (P value = 0.000), sedangkan tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA di Desa Alue Ie Mirah Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur (P value = 1.000).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT DALAM MELAKUKAN PELAYANAN KEPADA PASIEN DI RUANGN RAWAT INAP RSUD DR. ZUBIR MAHMUD KABUPATEN ACEH TIMUR Muhammad Khairurrozi
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 1, EDISI MARET 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i1.423

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien paling aman.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien pada perawat dalam melakukan pelayanan kepada pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur.Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan sampel sebanyak 56 responden.Dari hasil penelitian ini dengan menggunakanuji statistic Chi-Square pada derajat kepercayaan 95% (α= 0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel sikap (p = 0,000 ; >0,05), pendidikan (p = 0,004 ; >0,05), pelatihan (p = 0,0001 ; >0,05), masa kerja (p = 0,0004; >0,05) dengan pengaruhbudaya keselamatan pasien pada perawat dalam melakukan pelayanan kepada pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur.Kesimpulan dalam penelitian ini ialah ada pengaruh antara sikap, pendidikan, pelatihan dan masa kerja dengan budaya keselamatan pasien pada perawat dalam melakukan pelayanan kepada pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur. Saran dari penelitian ini diharapkan untuk dapat menganalisis kembali kebutuhan pelatihan perawat pelaksana dan mengatur rotasi masa kerja perawat dan dapat mengontrol sikap sehingga terciptanya hubungan yang baik antara pemberi pelayanan dan penerima pelayanan .
Gambaran Budaya Keselamatan Pasien (Patient Safety) di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak Vivi Handayani
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 1, EDISI MARET 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i1.424

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan nilai-nilai yang sangat mendasar di dalam pelaksanaan keselamatan pasien di rumah sakit dalam upaya penerapan keselamatan pasien yang menjadi prioritas utama dalam pemberian layanan kesehatan. Keselamatan pasien di rumah sakit merupakan suatu sistem di rumah sakit yang menjamin bahwa asuhan pasien lebih aman yang meliputi assesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibatmelaksanakan suatu tindakan .atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran budaya keselamatan pasien yang telah diterapkan di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak . Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menilai gambaran budaya keselamatan pasien (patien safety) berdasarkan dimensi tingkat unit di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak dengan menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview). Dari hasil wawancara pada penelitian ini dengan 6 responden yang berasal dari tim mutu, kepala ruangan dan perawat pelaksaana didapatkan bahwa gamabaran budaya keselamatan pasien (patient safety) sudah berjalan dengan baik. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah budaya keselamatan pasien, upaya tindakan promotif, perbaikan berkelanjutan, kerjasama, komunikasi, umpan balik, repon tidak menyalahkan dan penyusunan staf yang ada di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah sudah berjalan dengan baik.

Page 11 of 15 | Total Record : 141