cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
ofajarianto@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda Raya No.32, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Agroswagati : Jurnal Agronomi
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGROSWAGATI diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL AGROSWAGATI tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang agronomi dengan ruang lingkup Budidaya tanaman, Aspek tanah, OPT, Mekanisasi, Pemuliaan, Ilmu dasar tanaman. JURNAL AGROSWAGATI menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Maret dan Oktober dengan nomor p-ISSN 2339-0085 serta e-ISSN 2580-5185.
Articles 169 Documents
KAJIAN KEMAMPUAN LAHAN TERHADAP POTENSI PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI WILAYAH KOTA CIREBON Amran Jaenudin; Maryuliyanna Maryuliyanna
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i2.797

Abstract

Untuk menghindari dan mencegah akibat dari kekurangan pangan diperlukan adanya potret wajah potensi pangan Kota Cirebon. Seberapa besar potensi lahan pertanian Kota Cirebon dalam mengupayakan ketersediaan pangan khusunya bagi masyarakat Kota Cirebon. Sejauh mana berdampak langsung terhadap tinggi rendahnya tingkat ketahanan pangan di Kota Cirebon tersebut. Maka dilakukan penelitian Kajian Kemampuan Lahan Terhadap Potensi Produksi Tanaman Pangan Di Wilayah Kota Cirebon. Lokasi studi kegiatan kajian ini dilaksanakan di lima wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Kejaksan, Lemahwungkuk, Harjamukti, Pekalipan dan Kesambi. Metode penelitian studi ini menggunakan pendekatan penelitian triangulasi, yaitu gabungan antara metode kuantitatif (teknik pengambilan datanya adalah non survei) dengan kualitatif (teknik pengambilan datanya menggunakan teknik survei). Berdasarkan hasil penelitian potensi lahan pertanian terhadap potensi produksi pertanian di Kota Cirebon, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) luas lahan untuk kegiatan pertanian di Kota Cirebon meliputi areal seluas 781 ha terdiri dari sawah 261 ha, kebun/tegalan 309 ha, ditanami pohon atau hutan rakyat 297 ha, pekarangan seluas 147 ha serta 8 ha kolam, 2) luas areal tanam yang semakin sempit berdampak pada produksi tanaman pangan yang semakin menurun pada tiap tahunnya, produksi tanaman pangan pada tahun 2013 yang terdiri dari padi 2.826 ton, Jagung 18 ton, ubi kayu 194 ton dan ubi jalar 68 ha, dan 3) potensi pengembangan produksi pangan dapat dilihat dari jumlah kelompok tani yang memadai, tetapi hal ini tidak didukung oleh luasan lahan. Dibuktikan dengan Luas lahan baku sawah di Kota Cirebon dalam 6 (enam) tahun terakhir yang dilihat pada Indeks Pertanaman (IP) terus mengalami penurunan seiring dengan kecenderungan alih fungsi lahan sawah dan tegalan ke penggunaan lain terutama pemukiman dan perdagangan.
Pengaruh Kombinasi Takaran Pupuk Kandang Dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans) Umi Trisnaningsih; Dodi Budirokhman; Hary Robiansah
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v4i2.1854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi takaran pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans) dan untuk mengetahui kombinasi takaran pupuk kandang dan jarak tanam yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November sampai dengan bulan Desember 2013 di Desa Babatan, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan (550 m dpl) dengan curah hujan type E, suhu 28oC-36oC, pH 6,5, dan tekstur tanah lempung berliat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan kombinasi perlakuan: A (10 cm x 5 cm, 0 ton/ha), B (10 cm x 5 cm, 15 ton/ha), C (10 cm x 5 cm, 30 ton/ha), D (10 cm x 10 cm, 0 ton/ha), E (10 cm x 10 cm, 15 ton/ha), F (10 cm x 10 cm, 30 ton/ha), G (10 cm x 15 cm, 0 ton/ha), H (10 cm x 15 cm, 15 ton/ha), I (10 cm x 15 cm, 30 ton/ha). Variabel yang diamati adalah pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang) dan hasil (bobot kotor per tanaman dan per petak, dan bobot bersih per tanaman dan per petak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi takaran pupuk kandang 15 ton/ha dengan jarak tanam 10 cm x 5 cm memberikan pertumbuhan dan hasil kangkung darat yang baik dibandingkan dengan kombinasi perlakuan yang lain.
PENGARUH DOSIS KOMPOS JERAMI PADI DAN KONSENTRASI PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacter) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) KULTIVAR CIHERANG Yayat Muhayat; Dukat Dukat; Dodi Budirokhman
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v8i2.4946

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis kompos jerami padi dan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil padi (Oryza sativa L.) kultivar Ciherang. Penelitian ini dilaksanakan di desa Panongan Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2020. Lokasi terletak pada ketinggian 120 mdpl, jenis tanah liat. Curah hujan pada daerah penelitian termasuk dalam kriteria sedang (D). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) factorial. Perlakuan terdiri dari 2 factor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu dosis kompos jerami padi yang terdiri dari 3 taraf (4, 8, 12 ton/ha). Faktor kedua yaitu konsentrasi PGPR yang terdiri dari 3 taraf (5.5, 7.5, 9.5 ml/liter). Hasil Penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara dosis kompos jerami padi dan PGPR (Plant Growth Promothing Rhizobacter) terhadap tinggi tanaman 35 HST, jumlah anakan per rumpun 35 HST, jumlah anakan produktif per rumpun, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah kering panen per petak dan bobot gabah kering giling per petak. Akan tetapi tidak terdapat interaksi terhadap tinggi tanaman 28 dan 42 HST, jumlah anakan per rumpun 28 dan 42 HST, volume akar, jumlah gabah bernas per malai, bobot gabah kering panen per rumpun, bobot gabah kering giling per rumpun dan bobot 1000 butir gabah. Terdapat korelasi yang nyata antara komponen pertumbuhan (tinggi tanaman 35 HST dan jumlah anakan per rumpun 28, 35 HST) dengan bobot gabah kering giling per petak.
Pengaruh Suhu dan Tingkat Kematangan Buah terhadap Mutu dan Lama Simpan Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) - Saiduna; Oktap Ramlan Madkar
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.788

Abstract

Kematangan buah tomat saat pemanenan disesuaikan dengan permintaan, lama penyimpanan dan lama transportasi ke pasar. Panen buah tomat ketika masih muda menyebabkan buah menjadi layu, mengurangi bobot buah serta tidak tahan lama dalam penyimpanan dan transportasi. Sebaliknya ketika panen buah tomat telah matang penuh dapat memperpendek lama penyimpanan dan menurunkan kualitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh suhu dan tingkat kematangan buah terhadap lama simpan dan mutu buah tomat, dan (2) berapa suhu dan pada tingkat kematangan buah yang terbaik untuk memperpanjang lama simpan dan mempertahankan mutu buah tomat. Penelitian  dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Kuningan. Penelitian dilaksanakan dari awal bulan April sampai dengan akhir bulan Mei 2012.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu suhu dan tingkat kematangan buah yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu suhu (S) terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu : s1 (100C), s2 (200C), dan s3 (290C). Faktor kedua yaitu tingkat kematangan buah (K) terdiri dari tiga taraf yaitu : k1 (matang hijau), k2 (matang pecah warna), dan k3 (matang).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terjadi interaksi antara suhu dan tingkat kematangan terhadap  lama simpan. Suhu dan tingkat kematangan secara mandiri berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, dan (2) suhu 200C pada tingkat kematangan matang hijau memberikan lama simpan terlama yaitu sebesar 22,67 hari (22 hari 16 jam).
PENGARUH KOMBINASI JENIS DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays Var saccharata Sturt) Iman Sungkawa; Dukat Dukat; Arnadi Arnadi
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i2.1820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays Var. saccharata Sturt).Penelitian dilaksanakan di Desa Kedongdong Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon dengan topografi daerah dataran rendah, ketinggian tempat ± 13 m dpl, jenis tanah Liat, tipe hujan menurut Schmidt dan Fergusson (1951) termasuk tipe hujan C (agak basah).Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu Jenis dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) dengan kombinasi perlakuan sebagai berikut :A = POC Chitosan, Konsentrasi 2 ml/liter air, B = POC Chitosan, Konsentrasi 4 ml/liter air, C = POC Chitosan, Konsentrasi 6 ml/liter air, D = POC Bio-EXTRIM, Konsentrasi 2 ml/liter air, E = POC Bio-EXTRIM, Konsentrasi 4 ml/liter air, F = POC Bio-EXTRIM, Konsentrasi 6 ml/liter air, G = POC DINUR, Konsentrasi 2 ml/liter air, H = POC DINUR, Konsentrasi 4 ml/liter air, dan I = POC DINUR, Konsentrasi 6 ml/liter air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga didapat 27 petak percobaan.Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), panjang tongkol berkelobot (cm), diameter tongkol berkelobot (cm), bobot tongkol berkelobot per tanaman (g), bobot tongkol tanpa kelobot per tanaman (g), dan bobot tongkol berkelobot per petak (kg).Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi jenis dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (umur 30, 37 dan 4 HST), jumlah daun (umur 37  dan 44 HST), diameter batang (umur 30 HST), diameter tongkol berkelobot, bobot tongkol berkelobot per tanaman, dan bobot tongkol berkelobot per petak. Perlakuan  pupuk organik cair Bio-EXTREM dengan konsentrasi 2 dan 4 ml/liter air memberikan hasil bobot tongkol per petak yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya, yaitu hasil masing-masing 2,54 kg/petak dan 2,60 kg/petak.Terdapat korelasi yang nyata antara tinggi tanaman (umur 30, 37, dan 44 HST), jumlah daun (umur 30 HST), dan diameter batang (umur 30 HST) dengan bobot tongkol berkelobot per petak.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA TIGA KULTIVAR KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae L) DATARAN RENDAH Trio Ahdiyanto; Amran Jaenudin; Achmad Faqih
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v6i2.1974

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Bakunglor Blok Sigludug Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon pada bulan Mei sampai dengan Juli 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari: faktor pertama konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari empat taraf yaitu: K0 =  0 ml/l air, K1 =  5 ml/l air, K2 = 10 ml/l air, dan K3 = 15 ml/l air. Faktor kedua macam kultivar Kubis Bunga yang terdiri dari tiga taraf yaitu: V1 = Kultivar Snow White, V2 = Kultivar White Shot, dan V3 = Kultivar Best 50 Hibrida F1. Percobaan yang dilakukan terdapat kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk organik cair terhadap tiga kultivar Kubis Bunga berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil Kubis Bunga. Hasil terbaik kombinasi perlakuan pupuk organik cair konsentrasi 15 ml/l air pada kultivar Best 50 Hibrida F1 menghasilkan kombinasi terbaik pada tinggi tanaman Kubis Bunga yaitu 51,53 cm dan jumlah daun sebanyak 22 helai. Sedangkan kombinasi perlakuan pupuk organik cair konsentrasi 15 ml/l air pada kultivar White Shot menghasilkan kombinasi terbaik pada diameter Kubis Bunga yaitu 25,33 cm dan bobot segar Kubis Bunga seberat 677,21 g. (2) Konsentrasi pupuk organik cair 15 ml/l air pada berbagai kultivar dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil Kubis Bunga, (3) Kultivar Best 50 Hibrida F1 memberikan respon yang baik pada tinggi dan jumlah daun kembang kol, sedangkan kultivar White Shot memberikan respon yang baik pada diameter dan bobot segar tanaman Kubis Bunga.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) KULTIVAR SILILA Umar Badar; Amran Jaenudin; Siti Wahyuni
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v9i1.4882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk kandang kambing dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) kultivar silila. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanggerang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Dari bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2018. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok, perlakuan terdiri atas dua faktor dan diulang dua kali . Faktor yang pertama pupuk kandang kambing sedangkan Faktor yang kedua pupuk urea. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan nyata antara pupuk kandang kambing dan pupuk urea terhadap tinggi tanaman, jumlah buah per petak, bobot buah per petak dan volume akar. Pukan Kambing 10 ton/ha dan Urea 225 kg/ha (10006,50 g atau 10,50 kg per petak atau setara 22,22 ton/ha). Pada perlakuan Pukan Kambing 20 ton/ha Urea 125 kg/ha (7751,50 g atau 7,75 kg per petak atau setara 17,55 ton/ha). Pada perlakuan Pukan Kambing 20 ton/ha Urea 275 kg/ha (8489,50 g atau 8,48 kg per petak atau setara 18,6 ton/ha). Namun jika dilihat dari potensi hasil pada deskripsi tanaman terung silila yang sebesar 82 ton/ha masih di anggap kurang. Hal itu disebabkan oleh kurangnya ketersedian air pada saat penelitian sehingga penyerapan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman menjadi kurang optimal.
PENGARUH BOBOT MULSA JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) KULTIVAR KUTILANG Umi Trisnaningsih; Esaroh Nur Handayani; Dodi Budirokhman
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh bobot mulsa jerami terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.) Kultivar Kutilang, (2) bobot mulsa jerami padi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.) Kultivar Kutilang. Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Palawija Plumbon Kabupaten Cirebon, dari bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2014. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diberikan adalah bobot mulsa jerami padi yang terdiri dari 6 taraf, yaitu tanpa mulsa jerami padi, mulsa jerami 2 ton/ha, mulsa jerami 4 ton/ha, mulsa jerami 6 ton/ha, mulsa jerami 8 ton/ha, dan mulsa jerami 10 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang nyata perlakuan bobot mulsa jerami padi terhadap tinggi tanaman umur 14, 21, dan 28 HST, jumlah daun trifoliate umur 14, 21, dan 28 HST, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per petak, dan bobot 100 butir biji kering, (2) perlakuan bobot mulsa jerami padi 6 ton/ha memberikan hasil yang lebih tinggi pada bobot biji kering per petak yaitu sebesar 1,16 kg atau setara dengan 1,55 ton/ha dengan asumsi 80 % lahan efektif, bila dibandingkan dengan perlakuan tanpa mulsa jerami padi.
PENGARUH CARA TANAM LEGOWO DAN DOSISI PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L) VARIETAS CIHERANG Amran Jaenudin; Mastari Mastari
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v5i2.1922

Abstract

This study aims to determine how planting legowo and urea fertilizer on the growth and yield of rice (Oryza sativa L.) Ciherang. The experiments were performed in public paddy Banjarwangunan village Mundu Subdistrict Cirebon regency, West Java province in March until July 2016.The experimental design was a randomized block design (RAK), consisted of 9 treatments and each treatment was repeated 3 times. The treatment consisted of (Legowo 2: 1 and Urea 100 kg), (Legowo 2: 1 and Urea 200 kg), (Legowo 2: 1 and Urea 300 kg), (Legowo 3: 1 and Urea 100 kg) , (Legowo 3: 1 and Urea 200 kg), (Legowo 3: 1 and Urea 300 kg), (Legowo 4: 1 and Urea 100 kg) (Legowo 4: 1 and Urea 200 kg), (Legowo 4: 1 and Urea 300 kg).The results showed that planting method legowo and urea fertilizer there is no influence interaction between planting method legowo and urea fertilizer to all the variables of growth and yield. However, there is an independent effect on planting method legowo against Total Tillers per Clump (34 pieces) and Volume Root (143,3 ml) and the influence of self-weight of urea to wet paddy (GKP) / plots (9,2 kg / plot ). However, the provision of urea fertilizer at the level of 200 kg /ha give the best effect compared with the level of the others, while increasing production 13%.Results of heavy wet paddy (GKP) / plot (kg/ha), the highest in the treatment of Urea 200 kg / ha give the best independent influence on the average grain yield per plot harvested dry with average weight 9.2 kg / plot , equivalent to 8 tonnes/ha.
PENGARUH PUPUK HAYATI CAIR DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH ( Arachis hypogaea L. ) VARIETAS TALAM 1 Asep Kurnia; Amran Jaenudin; Iman Sungkawa
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v7i1.2847

Abstract

This study aimed to: (1) determine the effect of the interaction between liquid biofertilizer  and plant spacing on growth and yield of peanut (Arachis hypogea L.) varieties Talam 1, (2) determine the concentration of liquid biofertilizer that gives effect the best on the growth and yield of peanut (Arachis hypogea L.) varieties Talam 1, and  (3) determine the relationship between growth and yield components of peanut (Arachis hypogea L.) varieties Talam 1. The experiment was conducted from April until July 2018 at Sangkanurip Village, Cigandamekar District, Kuningan Regency. Located at a hight of 434,2 m above sea level.The method used in this study is the experimental method. The experimental design used was a randomized block design (RBD) factorial. The study consisted of two treatment factors, is the dose of biofertilizer concentration and the plant spacing repeated three times. The first factor, namely the concentration liquid biofertilizer consists of four levels, namely: K1 (concentration 0 ml / 1 liter of water) K2 (concentration 5 ml / 1 liter of water) K3 (concentration 10 ml / 1 liter of water) K4 (concentration 15 ml / 1 liter of water). The second factor is a spacing (J) consists of three levels, namely: J1 (30 x 15 cm), J2 (30 x 20 cm), and J3 (30 x 25 cm).The results showed that: (1) there is an interaction between liquid biofertilizer and plant spacing on plant height DAP age 41, fresh pods weight per hill, and the weight of dry pods per plot, (2) The treatment of concentration 10 ml / 1 liter of water (K3) and a spacing of 30 x 20 cm (J2) showed  the best effect on the weight of dry pods each plot which produces 1.43 kg/plot, equivalent to the average yield of 2,33 tons / ha, with assuming  80% effective field, (3) there is a significant correlation between plant height age 31, 41 DAP, number of leaves age 21, 41 DAP, leaf area index, and root volume with the weight of dry pods for each  plot.

Page 3 of 17 | Total Record : 169