cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
ofajarianto@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda Raya No.32, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Agroswagati : Jurnal Agronomi
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGROSWAGATI diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL AGROSWAGATI tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang agronomi dengan ruang lingkup Budidaya tanaman, Aspek tanah, OPT, Mekanisasi, Pemuliaan, Ilmu dasar tanaman. JURNAL AGROSWAGATI menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Maret dan Oktober dengan nomor p-ISSN 2339-0085 serta e-ISSN 2580-5185.
Articles 169 Documents
PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK NITROGEN DAN KOMPOS JERAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) KULTIVAR BISMA Amran Jaenudin; Umi Trisnaningsih; Yoyoh Rohayati
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v4i1.803

Abstract

This research aimed to determine: (1) the effect of a combination dose of nitrogen fertilizer and straw compost on growth and yield of corn (Zea mays L.) cultivars Bisma and (2) dose combination of nitrogen fertilizer and straw compost that gives the best results on the growth and yield of corn (Zea mays L.) cultivars Bisma. The experiment was conducted in UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija (BPBP) at Plumbon Cirebon Jawa Barat, from March through the month of June 2015. The method used in this research was the experimental method. The experimental design used was a randomized block design (RBD). This experiment consisted of 9 combined treatment nitrogen fertilizer and straw compost, each repeated three times, so there are 27 experimental plots. The combination treatment was tested in the field are: A (50 kg urea/ha and straw compost 10 tons/ha), B (50 kg urea/ha and straw compost 15 tons/ha), C (50 kg urea/ha and straw compost 20 tons/ha), D (100 kg urea/ha and straw compost 10 tons/ha), E (100 kg urea/ha and straw compost 15 tons/ha), F (100 kg urea/ha and straw compost 20 tons/ha), G (150 kg urea/ha and straw compost 10 tons/ha), H (150 kg urea/ha and straw compost 15 tons/ha), and I (150 kg urea/ha and straw compost 20 tons/ha). The results of research showed that: (1) there are significantly effect between dose combination of nitrogen fertilizer and straw compost on plant height age of 28, 35, and 42 Days After Planting (DAP), number of leaves per plant age of 35 and 42 DAP, stem diameter age of 35 and 42 DAP , Shoot Root Ratio (SSR) age of 28, 35, and 42 DAP, N uptake, Leaf Area Index, weight without husk the best cobs per plant and per plot , and weight dry shelled per plant and per plot and (2) dry shelled weight per plot gave by the combination treatment of nitrogen fertilizer 150 kg/ha and straw compost 20 tons/ha which produces 4.66 kg/plot or the equivalent of 5.92 tons/ha, assuming 80 % effective land.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) AKIBAT PERLAKUAN JARAK TANAM E. Tadjudin; Ahmad Faaiziyn
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v5i1.1888

Abstract

This study aims to: (1) the effect of the combination of plant spacing and varieties on the growth and result of peanuts, (2) determine the varieties and spacing gives the best effect among the three varieties on growth and peanut result, (3) determine how the correlation among the components of growth and result of peanuts. The experiment was conducted in UPTD Seed Crops Development Center (BPBD) in Plumbon Cirebon regency, West Java province, from March to June 2016.The studies conducted by using a randomized block design (RAK) combination model. The treatment consists of two factors, namely peanut varieties and spacing repeated 3 times. Then treatment combination model as follows: A (varieties jerapah and a spacing of 40 cm x 20 cm), B (varieties jerapah and a spacing of 40 cm x 25 cm), C (varieties jerapah and a spacing of 40 cm x 30 cm), D (varieties maja 1 and a spacing of 40 cm x 20 cm), E (varieties maja 1 and a spacing of 40 cm x 25 cm), F (varieties maja 1 and a spacing of 40 cm x 30 cm), G (varieties maja 2 and spacing of 40 cm x 20 cm), H (varieties maja 2 and a spacing of 40 cm x 25 cm) and I (varieties maja 2 and a spacing of 40 cm x 30 cm).The results showed that: (1) there is a combined effect of plant spacing and varieties of the plant height ages of 21 and 35 days after planting, leaf number aged 21 and 35 days after planting, leaf area index age of 35 HST, root volume age 35 HST, dry biomass of plants per clumps age 35 HST, pod fresh weight per hill and per plot, weight of dry pods per hill and per plot. While the number of pods per hill and a weight of 100 dry seeds no real effect, (2) treatment D (varieties maja 1 and a spacing of 40 x 20 cm) with the result 1,1 ton/ha, E (varieties maja 1 and a spacing of 40 x 25 cm) with the result 1,2 ton/ha, F (varieties maja 1 and a spacing of 40 x 30 cm) with the result 1,1 ton/ha and G (varieties maja 2 and a spacing of 40 x 20 cm) with the result 1,0 ton/ha showed the best effect on weight of dry pods per plot, (3) there was no correlation between plant height ages of 21 and 35 HST , number of leaves ages of 21 and 35 days after planting, leaf area index age of 35 HST, HST 35 root volume, dry biomass of plants per clump age 35 HST by weight of dry pods per plot.
Pengaruh Pupuk N dan Kompos Jerami terhadap Serapan Hara N, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Kultivar Inpari 13 Yuke Pratiwi; Oktap Ramlan Madkar; - Wijaya
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i2.793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara dosis pupuk N dan kompos jerami terhadap serapan N, pertumbuhan dan hasil tanaman padi, dan (2) dosis N dan jerami berapa yang bisa memberikan pertumbuhan dan hasil padi kultivar inpari 13 yang paling tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sendang Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, dari bulan Juni sampai Oktober 2012Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu pupuk N dan kompos jerami yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu pupuk N (N) terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu : n1 (60 kg N/ha), n2 (90 kg N/ha), dan n3 (120 kg N/ha). Faktor kedua yaitu kompos jerai (J) terdiri dari tiga taraf yaitu : j1 (4 ton kompos jerami/ha), j2 (5 ton kompos jerami/ha) dan j3 (6 ton kompos jerami/ha).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh interaksi antara pupuk N dan kompos jerami terhadap tinggi tanaman umur 56 hari setelah tanam, bobot gabah kering panen per petak, bobot gabah kering giling per petak dan serapan hara N tanaman. Pupuk N dan kompos jerami secara mandiri berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 28 dan 42 hari setelah tanam, jumlah anakan per rumpun dan bobot gabah kering panen per rumpun, dan (2) takaran pupuk N 90 kg N/ha dikombinasikan dengan kompos jerami 5 ton/ha, memberikan pengaruh baik terhadap bobot gabah kering panen per petak (8,46 kg per petak atau setara 10,83 ton per hektar), bobot gabah kering giling per petak (6,36 kg per petak atau setara 8,13 ton per hektar), dan serapan hara N tanaman (1,79% N).
PENGARUH KONSENTRASI HERBISIDA OXYFLUOUFEN TERHADAP PENGENDALIAN GULMA DAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) KULTIVAR BIMA Tadjudin Suradinata; Achmad Faqih; Eko Risdianto
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.1826

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) konsentrasi herbesida Oxyfluorfen berpengaruh nyata terhadap pengendalian gulma dan pertumbuhan serta hasil bawang merah, dan (2) konsentrasi herbisida 2,5 ml Oxyfluorfen/l air memberikan pengaruh paling baik terhadap penekanan gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, bobot umbi segar per rumpun, bobot umbi kering per rumpun dan per petak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh konsentrasi herbisida Oxyfluorfen terhadap pengendalian gulma dan pertumbuhan serta hasil bawang merah, dan (2) konsentrasi herbisida Oxyfluorfen optimum yang memberikan hasil bawang merah tertinggi. Percobaan dilaksanakan di Desa Limbangan Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Jawa Tengah, dari bulan April sampai dengan Juni 2013. Metode percobaan yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari konsentrasi herbisida Oxyfluorfen, serta diulang empat kali. Perlakuan konsentrasi herbisida Oxyfluorfen yang diuji adalah sebagai berikut : : A (0 ml Oxyfluorfen/l air), B (0,5 ml Oxyfluorfen/l air), C (1,0 ml Oxyfluorfen/l air), D (1,5 ml Oxyfluorfen/l air), E (2,0 ml Oxyfluorfen/l air), dan F (2,5 ml Oxyfluorfen/l air).Konsentrasi herbisida 1,5 ml Oxyfluorfen/l air memberikan bobot umbi kering tertinggi yaitu 1,99 kg per petak atau setara dengan 13,27 ton per hektar.
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN INOKULASI MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) Bakti Utama; E. Tadjudin S.; Amran Jaenudin
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v7i2.2796

Abstract

Fertilizer has a function as being able to improve soil properties and chemistry, as well as soil biology. From the decomposition process, soil fertilizer will produce a topsoil fraction that can be made with soil particles made by soil humus complexes, so that it becomes more stable which will further reduce the rate of air infiltration in the soil. The granting of arbuscular vesicular mycorrhizae inoculation is one of the collaborative works of fungi, soil and plant roots which supports the supply of nutrients for plants, improves soil structure, and provides resources to promote unfavorable plant growth. The purpose of this study was to study the best interaction between the dose of fertilizer and mycorrhizal VA on the growth and yield of shallots. The design used was an experimental method with randomized block design (RBD). This study consisted of two factors, namely the dose of chicken fertilizer and the arbuscular vesicular mycorrhiza inoculation. The 15 ton / ha fertilizer application showed the best increase in red 3.90 kg / plot or equal to 17.33 tons / ha and the arbuscular vesicular mycorrhizae 4 tons / ha showed the best results on the growth and yield of shallots on dry weight tubers per plot which produces 3.60 kg / plot or the equivalent of an average yield of 16 tons / ha.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM Subkhi, Mohammad; Jaenudin, Amran; Atmaja, Ida Setya Wahyu
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v9i1.4887

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) akibat pemberian pupuk kandang ayam. Percobaan dilaksanakan di Desa Suranenggala Kidul Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon, pada bulan April-Juni 2019. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan dua perlakuan dan diulang empat kali. Perlakuan pertama adalah kultivar bawang merah terdiri dari kultivar Bima dan Bauji, sedangkan perlakuan kedua dosis pupuk kandang ayam terdiri dari 0 ton/ha, 20 ton/ha dan 40 ton/ha sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan beberapa kultivar tanaman bawang merah dan pemberian pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap komponen pertumbuhan tinggi tanaman umur 14 HST, jumlah daun umur 14, 21 HST, jumlah anakkan pada umur 21, 28 HST. Sedangkan perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap komponen hasil. Kombinasi perlakuan yang diujikan diperoleh perlakuan yang terbaik yaitu pada kultivar Bauji dan pemberian pupuk kandang ayam 20 ton/ha dengan hasil bobot kering  tanaman per petak tertinggi sebesar 1,62 kg/petak atau setara dengan 8,1 ton/ha.
Pengaruh Perlakuan Lama Uap Panas dan Tingkat Kematangan Buah terhadap Mutu Fisik dan Kimia Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica L.) Dalam Penyimpanan Mohamad Ropai; Rochanda Wiradinata; Tetty Suciaty
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.784

Abstract

Masalah yang membatasi perdagangan internasional buah mangga adalah selain daya simpannya yang relatif singkat juga karena besarnya variasi tingkat kematangan sehingga mutunya tidak seragam. Ketidakseragaman buah mangga sering terjadi karena kurangnya kendali dalam proses penanganan pascapanen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan buah terhadap mutu fisik dan kimia mangga gedong gincu, dan (2) perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan buah yang mempunyai pengaruh terbaik terhadap mutu fisik dan kimia mangga gedong gincu. Penelitian  dilaksanakan di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBOPT) Jatisari Karawang, dari bulan Oktober sampai dengan bulan Nopember 2011.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu lama uap panas dan tingkat kematangan buah yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu lama uap panas (S) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu : s0 (0 menit), s1 (10 menit), s2 (20 menit), dan s3 (30 menit). Faktor kedua yaitu tingkat kematangan buah (T) terdiri dari tiga taraf yaitu : t1 (75% atau umur 100 hsbm), t2 (85% atau umur 108 hsbm), dan  t3 (95% atau umur 116 hsbm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terjadi interaksi antara perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan terhadap  kadar Vitamin C dan lama simpan. Perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan secara mandiri berpengaruh nyata terhadap kekerasan dan total padatan terlarut, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna buah mangga gedong gincu. dan (2) perlakuan lama uap panas 20 menit pada tingkat kematangan 95% memberikan pengaruh baik terhadap kadar vitamin C buah mangga gedong gincu tertinggi yaitu sebesar 17,27 mg dan perlakuan lama uap panas 20 menit pada tingkat kematangan 75% memberikan lama simpan buah mangga gedong gincu yang lama yaitu sebesar 21,21 hari (21 hari 5 jam).
PENGARUH TAKARAN PUPUK KALIUM DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) KULTIVAR JERAPAH Tadjudin Suradinata; Harwan Sutomo; Abu Maisy Ichsani
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i1.1808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi perlakuan takaran pupuk kalium dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Jerapah. Selain itu untuk mengetahui hubungan antara komponen pertumbuhan dengan komponen hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Jerapah.Percobaan ini dilakukan di Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mulai dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2010.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan dalam penelitian ini merupakan kombinasi takaran pupuk kalium dan takaran pupuk kandang, yaitu A (50 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), B (100 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), C (150 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), D (50 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), E (100 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), F (150 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), G (50 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha), H (100 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha), I (150 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha) dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 petak percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah cabang per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, bobot polong bernas per tanaman, bobot polong bernas per petak, bobot biji kering per petak, dan bobot 100 butir biji. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi perlakuan takaran pupuk kalium dan pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang umur 56 HST, jumlah polong bernas per tanaman, bobot polong  bernas per tanaman dan per petak, bobot biji kering per petak. Bobot biji kering per petak yang tinggi dihasilkan dengan kombinasi perlakuan C (150 kg KCl/ha, dan 5 ton Pukan/ha) dan E (100 kg KCl/ha, dan 7,5 ton Pukan/ha),  masing-masing  0,50 kg/petak (11,14 ku/ha), 0,52 kg/petak (11,59 ton/ha).Hubungan antara tinggi tanaman (28, 42 dan 56 HST), jumlah daun (42 dan 56 HST), dan jumlah cabang umur 42 HST dengan bobot biji per petak bersifat tidak nyata, sedangkan hubungan antara jumlah daun 28 HST, jumlah cabang umur 28 dan 56 HST dengan bobot biji per petak bersifat nyata dengan keeratan hubungan cukup.
PENGARUH JARAK TANAM DAN PEMOTONGAN UMBI BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) VARIETAS BIMA BREBES Tanti Palupi; Alfandi Alfandi
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v6i1.1949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh jarak tanam dan pemotongan umbi biji terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Bima Brebes, (2) pada jarak tanam dan pemotongan umbi biji berapa banyak bawang merah pertumbuhan dan hasil panen diperoleh varietas merah (Allium ascalonicum L.) Bima Brebes tertinggi (3) korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Bima Brebes. Percobaan dilakukan dari Maret hingga Juni 2017 di Desa Kersana, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, yang terletak di ketinggian 11 mdpl, tipe tanah aluvial dengan pH 6,7 dan tekstur tanah liat berpasir.Eksperimen ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 9 kombinasi jarak dan pemotongan umbi benih, masing-masing diulang tiga kali, sehingga terdapat 27 plot percobaan. Kombinasi perlakuan yang diuji adalah: A (10 cm x 20 cm, tanpa memotong umbi benih), B (10 cm x 20 cm, ¼ bagian), C (10 cm x 20 cm, ⅓ bagian), D (15 cm x 20 cm, tanpa memotong), E (15 cm x 20 cm, ¼ bagian), F (15 cm x 20 cm, ⅓ bagian), G (20 cm x 20 cm, tanpa memotong), H (20 cm x 20 cm , ¼ bagian), I (20 cm x 20 cm, ⅓ bagian).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh perlakuan yang signifikan terhadap kombinasi jarak dan pemotongan umbi bibit terhadap jumlah daun berumur 15 dan 25 HST, jumlah anakan per rumpun umur 15 HST dan berat umbi kering per merencanakan. (2) Perlakuan C (jarak tanam 10 cm x 20 cm dan pemotongan umbi benih)) memberikan hasil 3,98 kg atau setara dengan 13,27 ton / ha. Perlakuan E (jarak tanam 15 cm x 20 cm dan pemotongan tub bagian biji) memberikan hasil terbaik dengan bobot umbi kering tertinggi per plot, yaitu 4,04 kg atau setara dengan 13,47 ton / ha. (3) Ada korelasi yang signifikan antara jumlah daun per rumpun dengan berat umbi kering per plot berusia 25 HST dan 35 HST, LPT (Laju Pertumbuhan Tanaman) untuk usia 15 hingga 25 HST dengan berat umbi kering per plot.
PENGARUH PUPUK MIKRO MAJEMUK TERHADAP PEMBIBITAN TANAMAN KARET (Hevea Brasiliensis L) PADA TANAH INSEPTISOL JATINANGOR Dedi Widayat; Uum Umiyati; Dani Riswandi; Deden Deden
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v8i1.4054

Abstract

Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk mikro majemuk Pupuk Mikro terhadap pertumbuhan tanaman karet dipembibitan pada tanah inceptisol Jatinangor telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Terkendali Fakultas Pertanian UNPAD pada bulan Januari sampai bulan September 2019. Pengujian mengunakan rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan terdiri dari kontrol (tanpa pemupukan); NPK stndar; NPK+Pupuk Mikro 0,5 g/pohon; NPK+Pupuk Mikro 1,0 g/pohon; NPK+Pupuk Mikro 1,5 g/pohon; NPK+Pupuk Mikro 2,0 g/pohon; NPK+Pupuk Mikro 2,5 g/pohon, NPK+Pupuk Mikro 3,0 g/pohon. Hasil pengujian menunjukan Aplikasi pupuk mikro dengan dosis 1,5 sd 2,5 g/pohon dapat meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, bobot segar dan bobot keing bibit tanaman karet sampai 6 BST. Aplikasi pupuk mikro dengan dosis 2 g/pohon efektif meningkatkan bobot tanaman karet umur 6 BST di pembibitan pada tanah inseptisol asal jatinangor, dibandingkan dengan perlakuan pupuk NPK standar dengan nilai RAE 151 %.

Page 4 of 17 | Total Record : 169