cover
Contact Name
-
Contact Email
akper.insada@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akper.insada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Sutoyo Gg. Jodhipati No.10, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : 23385375     EISSN : 26559870     DOI : -
Core Subject : Health,
Intan Husada Jurnal Ilmiah Keperawatan menerbitkan tentang informasi ilmu yang berkenaan dengan ilmu kesehatan khususnya ilmu keperawatan, yang dapat digunakan dalam rangka pembelajaran pada jenjang Perguruan Tinggi Kesehatan.
Articles 202 Documents
PENGARUH PENERAPAN HYDROTHERAPY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA DI PUSKESMAS TORUE: THE EFFECT OF HYDROTHERAPY ON IMPROVING SLEEP QUALITY AMONG OLDER ADULTS WITH INSOMNIA AT TORUE COMMUNITY HEALTH CENTER Debiana Fransiska Dewi; Sabir; Ni Nyoman Udiani
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.904

Abstract

Pendahuluan. Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak negatif terhadap keseimbangan fisik, psikologis, serta sosial mereka. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif. Upaya untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia dapat dilakukan melalui terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah hydrotherapy. Terapi ini memanfaatkan air hangat untuk memberikan efek relaksasi, melancarkan sirkulasi darah, menurunkan ketegangan otot, serta menstimulasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam proses tidur. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan hydroteraphy untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Puskesmas Torue. Metode. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan non-equivalent control group, populasi sebanyak 35 lansia, teknik purposive sampling, dan jumlah sampel 20 responden yang terdiri dari 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol dengan menggunakan uji statistik non-parametrik wilcoxon. Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pre test 20 responden semuanya memiliki kualitas tidur buruk, dan hasil post test dari 10 responden intervensi, 3 memiliki kualitias tidur buruk dan 7 memiliki kualitas tidur baik, sedangkan 10 responden kontrol tetap memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji statistisk menunjukkan adanya peningkatan signifikan kualitas tidur pada kelompok intervensi setelah diberikan hydrotherapy dengan nilai uji Wilcoxon p = 0,008 (p < 0,05). Kesimpulan. Hasil ini mengindikasikan bahwa bahwa penerapan hidroterapi memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Puskesmas Torue.
EVALUASI DESKRIPTIF POSTUR KERJA DENGAN METODE REBA UNTUK MSDS : STUDI KASUS PADA PEKERJA LOADER LOGISTIK KOTA MAKASSAR : DESCRIPTIVE EVALUATION OF WORK POSTURE USING THE REBA METHOD FOR MSDS: A CASE STUDY OF LOGISTIC LOADER IN MAKASSAR Rahmadani, Yulianah; Syafitri, Nurul Mawaddah; Hamid, Fatmawati
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.905

Abstract

Background: Informal sector workers in Makassar City are vulnerable to musculoskeletal disorders (MSDs) due to working conditions with minimal ergonomic standards. Work posture evaluation is needed to map the level of risk and design appropriate interventions.Purpose: To evaluate the level of risk of work posture among informal workers in Makassar City using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method to describe the potential for MSDs.Methods: A descriptive observational study with a cross-sectional approach was conducted on 30 active informal workers in Makassar who performed manual work with a dominant posture of standing, bending, or lifting their hands. Data collection was conducted in December 2025 using the REBA observation sheet to assess work posture holistically.Result: The REBA score showed an average of 7.8 (median 8). Forty percent of workers (n=12) were in the moderate risk category (score 4-7), 46.7% (n=14) were in the high risk category (score 8-10), and 13.3% (n=4) were in the very high risk category (score ?11). The majority of workers (86.7%) required ergonomic improvements, ranging from those that needed to be done immediately to those that were very urgent.Conclusion: The working posture of informal workers in Makassar is generally classified as moderate to high ergonomic risk, indicating a significant potential for MSDs. Simple and contextual ergonomic interventions, such as improving work positions, adjusting tools, and providing education, are needed to reduce risks and improve occupational safety and health.