cover
Contact Name
-
Contact Email
akper.insada@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akper.insada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Sutoyo Gg. Jodhipati No.10, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : 23385375     EISSN : 26559870     DOI : -
Core Subject : Health,
Intan Husada Jurnal Ilmiah Keperawatan menerbitkan tentang informasi ilmu yang berkenaan dengan ilmu kesehatan khususnya ilmu keperawatan, yang dapat digunakan dalam rangka pembelajaran pada jenjang Perguruan Tinggi Kesehatan.
Articles 202 Documents
DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN RISIKO TINGKAT BUNUH DIRI PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA : PEER SOCIAL SUPPORT WITH RISK OF SUICIDE LEVEL IN ADOLESCENTS AT SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Tiara Azriliani Madaningtyas; Indriyati; Anik Suwarni
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 02 (2025): Vol. 13 No.2 , Juli 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v13i2.797

Abstract

Pendahuluan: Remaja menghadapi banyak masalah kompleks yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka dan dipengaruhi oleh faktor internal dan lingkungan. Diyakini bahwa dukungan sebaya merupakan tindakan pencegahan penting terhadap risiko bunuh diri. Tujuan: Untuk menganalisis dukungan sosial sebaya dan risiko tingkat bunuh diri pada remaja di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Metode: Penelitian korelasional ini menggunakan desain cross-sectional. Kelompok studi terdiri dari remaja dari SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, yang berjumlah 84 responden. Dukungan sosial di antara teman sebaya dinilai menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), sedangkan risiko bunuh diri dievaluasi dengan Revised Suicide Ideation Scale (R-SIS). Hasil: Sebagian besar peserta (61,9%) adalah perempuan, 69% berusia 17 tahun, dan 39,3% berada di kelas 12. 91,7% dari mereka mengatakan mereka memiliki teman dekat dan memiliki hubungan yang baik. Dari segi kondisi psikologis, sebanyak 89,3% responden menyatakan tidak pernah merasa ingin bunuh diri, dan 88,1% menyatakan tidak pernah mencoba metode bunuh diri tertentu. Sebanyak 82,1% individu menyatakan tidak dalam bahaya bunuh diri, dan hasil analisis bivariat dukungan sosial teman sebaya sebagian besar berkategori sedang (61,9%). Koefisien korelasi (Kendall-tau_b) sebesar (r) = -0,395 menunjukkan hubungan negatif yang lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan risiko tingkat bunuh diri
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN BEBAN KERJA DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIVE RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH : ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND WORKLOAD WITH THE COMPLETENESS OF NURSING CARE DOCUMENTATION IN THE INTENSIVE CARE UNIT OF MADANI REGIONAL HOSPITAL, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Ni Wayan Keristiana; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.859

Abstract

Pendahuluan. Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam menjamin mutu pelayanan, kesinambungan perawatan, serta akuntabilitas profesional. Namun, ketidaklengkapan dokumentasi masih sering ditemukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pengetahuan dan beban kerja perawat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan beban kerja dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang intensive RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 35 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan dan beban kerja diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kelengkapan dokumentasi dinilai melalui audit rekam medis berdasarkan instrumen Depkes RI (2005). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,4%) dan mengalami beban kerja tinggi (57,1%), sementara kelengkapan dokumentasi menunjukkan bahwa sebagian perawat masih belum mendokumentasikan asuhan secara lengkap. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,005), serta hubungan signifikan antara beban kerja dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,021). Kesimpulan. Tingkat pengetahuan dan beban kerja berhubungan secara signifikan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Peningkatan edukasi, pelatihan, serta manajemen beban kerja diperlukan untuk meningkatkan mutu dokumentasi keperawatan.
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK DI RUANG RAMBUTAN RSUD MADANI: THE CORRELATION BETWEEN NURSES’ ROLES AND THERAPEUTIC COMMUNICATION WITH ANXIETY LEVELS AMONG CHILDREN IN THE RAMBUTAN WARD OF MADANI HOSPITAL Elvani Rosita Dewi; Agnes Erlita Distriani Patade; Arfiah
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.860

Abstract

Pendahuluan. Kecemasan pada anak selama menjalani hospitalisasi merupakan masalah penting karena dapat menghambat proses pemulihan dan menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. Peran perawat dan kualitas komunikasi terapeutik menjadi faktor yang sangat menentukan dalam membantu anak beradaptasi dengan lingkungan perawatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara peran perawat dan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan anak di Ruang Rambutan RSUD Madani. Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 362 pasien anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran perawat, komunikasi terapeutik, dan tingkat kecemasan anak, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai peran perawat dan komunikasi terapeutik berada dalam kategori baik, sementara tingkat kecemasan anak berada pada kategori rendah. Terdapat hubungan signifikan antara peran perawat dengan tingkat kecemasan anak (p = 0,029) serta antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan anak (p = 0,032). Kesimpulan. Peran perawat dan komunikasi terapeutik berperan penting dalam menurunkan kecemasan anak selama menjalani perawatan. Peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik perawat perlu dilakukan sebagai upaya mendukung kualitas pelayanan keperawatan anak
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA ANAK DI RUANG PERAWATAN RAMBUTAN RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH: THE CORRELATION BETWEEN DIETARY PATTERNS AND LIFESTYLE WITH THE INCIDENCE OF DYSPEPSIA AMONG CHILDREN IN THE RAMBUTAN INPATIENT UNIT OF RSUD MADANI, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Hildayanti; Agnes Erlita Distriani Patade; Mikaela Delpin Fristalia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.862

Abstract

Pendahuluan. Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering dialami anak dan berdampak pada kenyamanan serta aktivitas sehari-hari. Faktor yang paling berperan dalam munculnya dispepsia pada anak adalah pola makan tidak teratur dan gaya hidup yang kurang sehat, seperti rendahnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang kurang tepat. Kondisi ini ditemukan meningkat pada pasien anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan. Mengetahui hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian dispepsia pada anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah anak usia 5–18 tahun sebanyak 65 orang. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling berjumlah 53 responden. Data diperoleh melalui kuesioner pola makan dan gaya hidup serta telaah rekam medis. Analisis menggunakan uji continuity correction dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil. Sebagian besar responden memiliki pola makan baik, gaya hidup baik, dan terdiagnosis dispepsia. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p=0,040) dan antara gaya hidup dengan kejadian dispepsia (p=0,030). Kesimpulan. Terdapat hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian dispepsia pada anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani. Edukasi mengenai pola makan teratur dan gaya hidup sehat penting untuk pencegahan dispepsia.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN FLEKSIBILITAS PADA MAHASISWA : THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND FLEXIBILITY ON STUDENTS I Gusti Ayu Sri Wahyuni Novianti; I Putu Astrawan; Komang Tri Adi Suparwati
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.866

Abstract

Pendahuluan Mahasiswa merupakan kelompok usia remaja akhir yang akan mengalami perubahan fisik seperti berat badan, tinggi badan serta proporsi tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik yang dilakukan oleh mahasiswa. Ketidakseimbangan antara pola makan dan aktivitas fisik akan mempengaruhi kesehatan. Permasalahan kesehatan yang dapat terjadi pada mahasiswa adalah permasalah gizi, baik itu kekurangan maupun kelebihan gizi. Untuk mengetahui hal tersebut dapat dilakukan pengukuran indeks massa tubuh (IMT), dikatakan seseorang dengan IMT kurang maupun berlebih akan mengakibatkan penurunan kekuatan otot sehingga fleksibilitas tubuh mengalami penurunan. Penurunan fleksibilitas pada otot hamstring ini akan membuat mahasiswa mengalami pemendekan otot hamstring dan menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu produktifitas mahasiswa. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan fleksibilitas pada mahasiswa di Universitas Bali Internasional. Metode Penelitian menggunakan rancangan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling dimana jumlah sampel 61 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran indeks massa tubuh dilakukan dengan timbangan dan stature meter, serta pengukuran fleksibilitas menggunakan tes sit and reach. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji statistik rank spearman dengan kemaknaan ? ?0,05. Hasil Penelitian menggunakan uji statistik rank spearman didapatkan nilai p=0,074 (p>0,05), yang artinya hipotesis di tolak. Kesimpulan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan fleksibilitas pada mahasiswa. Tetapi seseorang khususnya mahasiswa harus tetap mempunyai fleksibilitas yang baik dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
HUBUNGAN KOMUNIKASI PERAWAT DALAM MANAJEMEN NYERI DENGAN KEPUASAN PASIEN POST OPERASI YANG DIRAWAT DI RUANG TERATAI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH : ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND WORKLOAD WITH THE COMPLETENESS OF NURSING CARE DOCUMENTATION IN THE INTENSIVE CARE UNIT OF MADANI GENERAL HOSPITAL, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Lisa Rahmita; Siti Yartin; Suaib
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.871

Abstract

Pendahuluan. Nyeri pasca operasi merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat berdampak pada pemulihan fisik maupun psikologis apabila tidak dikelola dengan baik. Komunikasi perawat memiliki peran penting dalam manajemen nyeri, terutama melalui pemberian informasi, empati, dan dukungan terapeutik yang dapat meningkatkan pengalaman perawatan pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dengan kepuasan pasien post operasi di Ruang Teratai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional, melibatkan 59 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dan kuesioner kepuasan pasien yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi perawat dalam kategori baik (86,4%) dan kepuasan pasien dalam kategori sangat puas (61,0%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dengan kepuasan pasien post operasi (p=0,043) dengan kekuatan hubungan yang cukup kuat (r=0,264). Kesimpulan. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin baik komunikasi yang dilakukan perawat, semakin tinggi kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, khususnya pada pasien post operasi.
PENGARUH KOMPRES JAHE HANGAT TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA LANSIA DI KELURAHAN TONDO : THE EFFECT OF WARM GINGER COMPRESSES ON REDUCING AMONG OLDER ADULTS IN TONDO VILLAGE Reza fahri, Fahri Reza; Elin Hidayat; Arniawan
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.889

Abstract

Pendahuluan: Low back pain merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan berdampak pada penurunan kemampuan fungsional serta kualitas hidup. Penggunaan analgesik jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi nonfarmakologi yang aman dan mudah diterapkan. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah kompres jahe hangat yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres jahe hangat terhadap penurunan nyeri low back pain pada lansia di Kelurahan Tondo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre and post control group. Populasi berjumlah 60 lansia, dan sampel berjumlah 38 lansia yang mengalami dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok perlakuan diberikan intervensi kompres jahe hangat selama lima hari berturut-turut dengan durasi 15 menit, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri yang signifikan pada kelompok perlakuan setelah diberikan kompres jahe hangat (p < 0,05). Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada kelompok kontrol. Uji perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan bermakna setelah intervensi. Kesimpulan: Kompres jahe hangat efektif menurunkan nyeri pada lansia dan dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologi dalam praktik keperawatan komunitas. Kata kunci : Kompres jahe hangat, Lansia,
HUBUNGAN BURNOUT AKADEMIK DENGAN KESEHATAN JIWA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI: THE RELATIONSHIP BETWEEN ACADEMIC BURNOUT AND MENTAL HEALTH AMONG STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES AT UNIVERSITAS JAMBI Aziza, Tasya; Yusnilawati; Nasution, Riska Amalya; Yuliana; Kamariyah
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.892

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan jiwa mahasiswa merupakan aspek penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk burnout akademik. Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, kompetensi yang ketat, serta beban perkuliahan yang intens, sehingga berpotensi memicu burnout dan berdampak pada kesehatan jiwa mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout akademik dengan kesehatan jiwa mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 95 mahasiswa angkatan 2022 dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Instrument yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur burnout akademik dan Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) untuk menilai kesehatan jiwa. Analisis data menggunakan uji korelasi Gamma dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,6% mahasiswa mengalami burnout akademik rendah, sementara 47,4% mengalami burnout akademik tinggi. Sebanyak 67,4% mahasiswa menunjukkan indikasi gangguan mental emosional. Uji Gamma menghasilkan p-value 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi 0,793, menunjukkan hubungan yang signifikan dan kuat antara burnout akademik dengan kesehatan jiwa mahasiswa. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara burnout akademik dengan kesehatan jiwa mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, di mana peningkatan burnout akademik berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan jiwa.
EFEKTIVITAS METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL: EFFECTIVENESS OF FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) METHOD ON KNOWLEDEGE AND ATTITUDE AS AN EFFORTS TO PREVENT ANEMIA IN PREGNANT WOMEN Putri, Fela; Andin Ajeng Rahmawati
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.896

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan yang utama dengan tingkat morbiditas tinggi pada ibu hamil. Rata-rata kehamilan yang disebabkan karena anemia di Asia diperkirakan sebesar 72,6%. Faktor yang mengakibatkan semakin meningkatnya angka anemia pada ibu hamil antara lain yaitu umur ibu hamil, paritas, tingkat pendidikan. Pemberian tablet tambah darah sebagai salah satu upaya penting dan merupakan cara yang efektif karena dapat mencegah dan menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi dan atau asam folat. Tablet tambah darah diberikan kepada wanita umur subur dan ibu hamil. Ibu hamil diberikan tablet tambah darah setiap hari selama masa kehamilannya atau minimal 90 (sembilan puluh) tablet. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode Focus Group Discussion (FGD) terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Designs (nondesigns) one-group pra-post test design. Hasil uji hipotesis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test pada efektivitas metode FGD terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia diperoleh nilai derajat signifikan ? (0,001) lebih kecil dari ? (0,05) maka H1 diterima, yang berarti bahwa ada pengaruh pemberian promosi kesehatan dengan metode FGD terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia. sedangkan berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test diperoleh nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara sikap ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan intervensi FGD. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian pendidikan kesehatan dengan metode FGD terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan anemia
OPTIMALISASI KONTROL DIRI MELALUI TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) TERINTEGRASI TERAPI MEMAAFKAN PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN: OPTIMIZATION OF SELF-CONTROL THROUGH GROUP ACTIVITY THERAPY (GAT) INTEGRATED WITH FORGIVENESS THERAPY IN PATIENTS AT RISK OF VIOLENT BEHAVIOR Dermawan, Deden; Paryanti
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.898

Abstract

Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan respons individu yang muncul akibat ketidakmampuan mengendalikan emosi, yang kemudian termanifestasi dalam bentuk kemarahan dan tindakan agresif yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan risiko perilaku kekerasan adalah penerapan terapi aktivitas kelompok yang dikombinasikan dengan terapi memaafkan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penatalaksanaan terapi aktivitas kelompok dengan terapi memaafkan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study research) melalui penerapan proses keperawatan. Subjek penelitian terdiri dari tiga pasien dengan diagnosis risiko perilaku kekerasan. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bahwa seluruh subjek memiliki riwayat perilaku kekerasan, ditandai dengan tindakan pemukulan, perilaku mondar-mandir, mengepalkan tangan, pandangan tajam, mudah tersinggung, kecurigaan, ekspresi emosi labil, pembicaraan keras, ketus, cepat, disertai umpatan, pengulangan pembicaraan, serta konsentrasi yang mudah teralihkan. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah risiko perilaku kekerasan yang berhubungan dengan disfungsi sistem keluarga dan risiko perilaku kekerasan yang berhubungan dengan halusinasi. Rencana keperawatan difokuskan pada pengendalian kemarahan melalui terapi aktivitas kelompok yang dikombinasikan dengan terapi memaafkan. Intervensi dilaksanakan selama empat hari dengan empat kali pertemuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada subjek pertama dan kedua, masalah risiko perilaku kekerasan teratasi, sedangkan pada subjek ketiga masalah teratasi sebagian. Kesimpulan: Masalah risiko perilaku kekerasan pada pasien teratasi sebagian, namun penerapan terapi aktivitas kelompok yang dikombinasikan dengan terapi memaafkan terbukti efektif dalam menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan.