cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 762 Documents
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Sick Building Syndrome Pegawai PLN UIW Sulselrabar Kota Makassar Bardi, Nur Khafifah; Fachrin, Suharni A.; Arman; Nurlaila Tussaadah
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.165

Abstract

PT PLN (Persero) memiliki peranan yang penting terutama dalam bentuk pelayanan publik dalam urusan konsumsi listrik, serta distribusi listrik kepada masyarakat. Hal ini menuntut pegawai PLN untuk selalu berada di kantor, yang dimana dapat memicu terjadinya keluhan Sick Building Syndrome (SBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan Sick Building Syndrome (SBS) pada pegawai di PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional yang dilaksanakan di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar Kota Makassar pada bulan Juni 2020. Sampel penelitian berjumlah 164 orang dari total populasi yang berjumlah 164 orang yang diperoleh dengan cara total sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden yang mengalami keluhan Sick Building Syndrome, lebih tinggi daripada yang tidak mengalami keluhan Sick Building Syndrome. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel suhu ruangan dengan keluhan SBS (P-value = 0,024). Sedangkan variabel umur, masa kerja, dan kelembaban ruangan tidak berhubungan dengan keluhan SBS karena masing-masing variabel tersebut memiliki nilai p di atas nilai α=0,05. Hasil uji statistik antara hubungan ketiga variabel tersebut dengan keluhan SBS adalah umur (p-value = 0,531), masa kerja (p-value = 0,394), dan kelembaban ruangan (p-value = 0,164). Jika terlalu lama berada di dalam ruangan yang berAC, maka dapat memicu terjadinya sick building syndrome. Untuk itu, disarankan agar karyawan selalu menjaga kondisi tubuh dan melakukan peregangan relaksasi ketika keluhan SBS dirasa muncul dan selalu mengecek suhu ruangan agar tetap normal.
Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Pekerja Wanita di PT. Maruki International Indonesia Makassar Sandra Triani; Ikhram Hardi S; Rahman
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i1.166

Abstract

Status gizi adalah keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan zat gizi seorang tenaga kerja dengan keadaan gizi yang baik sehingga seseorang akan memiliki kapasitas kerja dan ketahanan tubuh yang lebih baik, begitu juga sebaliknya. Diketahui bahwa jumlah tenaga kerja wanita di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun, namun status kesehatan dan gizi pekerja umumnya belum mendapat perhatian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah umur, aktifitas fisik dan motivasi kerja berpengaruh terhadap status gizi pekerja wanita di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar. Metode ini Penelitian yang digunakan adalah penelitian (observasional analitik) dengan pendekatan (cross sectional) pengambilan data focus pertama pengisian kuesioner dan pengukuran berat dan tinggi badan serta dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Penelitian ini yang dilakukan pada 4 factory di PT. Maruki Internasional Makassar dengan jumlah sampel 39 orang yang dilakukan dengan metode non random dengan teknik Quota Sampling. Quota Sampling yaitu teknik sampling yang menetapkan sejumlah anggota sampel secara Quontum atau jatah dari setiap factory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tua dengan status gizi normal nilai p= 0,084 dengan besar korelasi 32,4% (r=0,324). Mayoritas aktifitas fisik yang dilakukan di PT.MII makassar adalah aktifitas fisik ringan (68,0%) dengan status gizi normal, nilai p= 0,150 dengan besar korelasi 10,5% (r=0,105) Dan motivasi kerja tinggi 66,7% dengan status gizi normal, nilai p= 0,538 dengan besar korelasi 1,9% (r=0,019).Kesimpulannya bahwa umur semakin tua tidak selalu memiliki masalah status gizi buruk atau kurus maupun obesitas sehingga pekerja yang berumur tua masih memperhatikan kebutuhan gizi dimana pekerja selalu memperbanyak makan serat, sumber serat terbaik bisa didapatkan dari sayur-sayuran, buah dan biji-bijian. Aktifitas fisik wanita di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar sehari-hari menyebabkan tubuhnya kurang berat badan. Aktifitas fisik merupakan gerakan tubuh untuk mengeluarkan energi, aktifitas yang dilakukan bergantung pada intensitas, curahan waktu dan juga frekuens. Semakin aktif seseorang dalam melakukan aktivias fisik maka semakin banyak energi yang dikelurkan, jika asupan energi berlebih tanpa diimbangi aktifitas fisik yang seimbang maka wanita mudah mengalami kelebihan dibutuhkan. Motivasi kerja tinggi di PT. Maruki Internasional Indonesia bahwa semangat kerja bawahan terus meningkat karena dari pihak perusahaan selalu memenuhi kebutuhan yang di butuhkan pekerja seperti kebutuhan zat gizi.
Bioakumulasi Logam Berat Arsen dalam Kerang Darah (Anadara Granosa) dan Sedimen di Muara Sungai Tallo Makassar Ananda Putri, Nurul; Ikhtiar, Muhammad; Gafur, Abdul
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.167

Abstract

Perkembangan teknologi dan industri yang pesat dewasa ini ternyata membawa dampak bagi kehidupan manusia, baik dampak yang bersifat positif maupun negatif. Dampak yang bersifat positif diharapkan oleh manusia dalam rangka meningkatkan kualitas dan kenyamanan hidup. Sebaliknya dampak yang bersifat negatif tidak diharapkan karena dapat menurunkan kualitas dan kenyamanan hidup, sehingga harus dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bioakumulasi logam berat arsen (As) yang terdapat pada sedimen dan kerang di muara sungai Tallo Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah kerang darah dan sedimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Grab sampel, dan untuk pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil pemeriksaan kadar logam berat arsen pada kerang dan sedimen di analisis melalui uji laboratorium, yaitu kandungan logam berat As pada kerang berkisar 0,001-0,004 dan sedimen <0,1. Kesimpulan yaitu kandungan logam berat As pada kerang Dari tiga titik pengambilan sampel kerang, semua menunjukkan kadar logam berat As dibawah standar, sedangkan untuk sedimen dari ketiga titik pengambilan dua diantaranya diatas baku mutu yang ditetapkan, yaitu 0,05 mg/kg, sementara untuk titik ketiga masih dibawah standar baku mutu.
Hubungan Status Gizi dan Aspek Ergonomi dengan Kejadian Low Back Pain pada Pekerja di PT. Varia Usaha Beton Amrin, Nadia Muthia Hanifah; Muh Khidri Alwi; Sitti Patimah
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.176

Abstract

WHO mengatakan bahwa 50-80% pekerja di seluruh dunia pernah mengalami low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan status gizi, sikap kerja badan, sikap kerja leher, sikap kerja kaki, sikap kerja lengan atas, sikap kerja lengan bawah dan sikap kerja pergelangan tangan dengan kejadian low back pain. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional study, dengan sampel sebanyak 48 pekerja secara sampling jenuh dari pekerja buruh angkut PT.Varia Usaha Beton. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juni-13Juli 2020. Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian low back pain p = 1,000, tidak ada hubungan antara sikap kerja badan dengan kejadian low back pain p = 0,065, tidak ada hubungan antara sikap kerja leher dengan kejadian low back pain p= 0,153. Ada hubungan antara sikap kerja kaki dengan kejadian low back pain p= 0,004. Ada hubungan antara sikap kerja lengan atas dengan kejadian low back pain p = 0,004. Tidak ada hubungan antara sikap kerja lengan bawah dengan kejadian low back pain p=0,089, tidak ada hubungan antara sikap kerja pergelangan tangan dengan kejadian low back pain p=0,089. Bagi pekerja kiranya dapat melakukan istirahat beberapa menit saat merasakan kelelahan ketika bekerja. Melakukan pemanasan ringan seperti peregangan tangan, pinggang, leher, kaki dan bahu sebelum memulai pekerjaan. Dalam mengangkat paving diharapkan memperbaiki sikap kerja dengan mengubah posisi kerja secara bergantian. Diharapkan kepada pimpinan perusahaan memberikan ruang pekerja melakukan relaksasi melalui kegiatan positif dan adanya sosialisasi diberikan untuk mengurangi kejadian low back pain.
Hubungan Beban Kerja dengan Tingkat Stress pada Pegawai SDM di PT. PLN (PERSERO) UIW SULSELRABAR Rahmat, Saripa Khadijah; Chaeruddin Hasan; Rahman
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i1.177

Abstract

Stres adalah masalah yang sering terjadi pada tenaga kerja yang timbul karena adanya hubungan interaksi dan komunikasi antara individu dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dan lama kerja dengan stres kerja pada pegawai bagian Sumber Daya Manusia (SDM) di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 39 orang dengan menggunakan teknik total sampling serta teknik analisis data univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel beban kerja (ρ-value=0,034) dan psikososial (ρ-value=0,046) dengan tingkat stres kerja pada pegawai. Sedangkan variabel lama kerja dan masa kerja tidak berhubungan dengan tingkat stres kerja pada pegawai karena masing-masing variabel tersebut memiliki nilai p di atas nilai α=0,05. Hasil uji statistik antara hubungan kedua variabel tersebut dengan tingkat stres kerja pada pegawai adalah lama kerja (ρ-value=0,39) dan masa kerja (ρ-value=0,071). Melihat tingginya beban kerja dan psikososial antar pegawai maka disarankan para pegawai untuk mempertahankan pikiran positif tentang beban kerja dan tidak merasakannya sebagai beban, melainkan suatu kewajiban yang ada serta menjaga profesionalitas sebagai tenaga kerja yang baik karena hal-hal tersebut merupakan kunci untuk meminimalisir potensi terjadinya suatu gangguan psikologis di tempat kerja.
Gambaran Pemberian Air Susu Ibu Pada Masyarakat Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Rumalean, Rahmawati; Andi Asrina; Idris, Fairus Prihatin
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i1.191

Abstract

Masalah utama dalam pemberian ASI adalah yaitu berupa adanya Mitos/kepercayaan dan kebiasaan sebagian masyarakat dalam pemberian ASI. Adapun mitos/kepercayaan masyarakat bahwa payudara kecil dapat menyebabkan produksi ASI berkurang sedang kebiasaan masyarakat yang sering memberikan makanan/minuman lain selain ASI kepada bayi yakni madu dan kopi.. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam tentang mitos dan kepercayaan masyarkat dalam pemberian ASI di Kecamatan Bajeng. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kuasi kualitatif yang merupakan penggunaan teori yang dimungkinkan sebagai alat peneliti dalam menemuka masalah pada masyarkat dalam memberikan ASI di Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa tahun 2020 dengan wawancara mendalam (indepth Interview) dan observasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian Menjukan bahwa menunjukan bahwa pemberian ASI tidak dilakukan secara langsung dan baik pada masyarakat kecamatan bajeng dikarenakan adanya kepercayaan yang ada pada masyarakat yakni mitos terkait ukuran payudara yang kecil dapat membuat produksi ASI berkurang sehingga pemberian ASI diganti dengan pemberian susu formula, sedangkan kebiasaan pada masyarkat yang memberikan makanan preakteal kepada bayi yakni madu dan kopi dengan alasan saran dari mertua atau tradisi keluarga sehingga pemberian makanan preaktel dilakukan, selain itu kurangnya percaya diri ibu dalam memberikan ASI dan kurangnya dukungan kelurga terhadap ibu sehingga pemberian ASI tidak dilakukan dengan baik. Di harapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain mengenai pemberian ASI.
Model Komunikasi SMCR Bidan Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Hamil dalam Mencegah Kematian Ibu Aprilia, Suci; Yusriani, Yusriani; Ikhtiar, Muhammad
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.198

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Tahun 2018 rekapitulasi data kabupaten/kota menunjukkan jumlah kasus kematian ibu di kabupaten kolaka sebanyak 7 kasus. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Kolakaasi pada tahun 2018 terjadi kasus Kematian Ibu berjumlah satu orang. Mengingat terjadinya kematian pada ibu hamil maka peningkatan komunikasi antara petugas kesehatan dengan ibu hamil harus lebih efektif.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan model komunikasi SMCR bidan dengan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah kematian ibu di Puskesmas Kolakaasi Tahun 2020. Dalam penelitian ini jumlah sampel sebanyak 93 responden dan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2020 di Puskesmas Kolakaasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Metode analisa data menggunakan tabel distribusi frekuensi dengan uji kolerasi chi square.Setelah ditemukannya pengetahuan ibu hamil yang masih kurang alangkah baiknya jika komunikasi SMCR bidan lebih ditingkatkan lagi agar ibu hamil semakin paham dengan konsep pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dalam mencegah kematian ibu tersebut. Diharapkan bidan dapat mengembangkan komunikasi dalam memberikan informasi menggunakan media informasi dan menerapakan keterampilan komunikasi yang lebih efektif, dan mempertahankan sikap ibu hamil yang sudah baik dalam mencegah kematian ibu. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara model komunikasi SMCR bidan dengan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah kematian ibu.
Pengaruh Sosial Budaya dan Sosial Ekonomi Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Wilayah Puskesmas Ponrang Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu Rahmayanty, Nurul; Muchlis, Nurmiati; Bur, Nurfardiansyah
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i1.202

Abstract

Pemanfaatan posyandu merupakan salah satu usaha pendekatan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer, semakin tinggi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, semakin meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosial budaya dan sosial ekonomi terhadap pemanfaatan Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Ponrang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Lansia Desa Mario wilayah kerja Puskesmas Ponrang Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dengan 40 sampel lansia. Pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data/informasi yaitu dengan metode daftar pertanyaan atau kuesioner. Data diolah secara komputerisasi dengan menggunakan SPSS 26.0 For Windows yang dianalisis kemudian menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu dengan p-value (0,095>0,05), kepercayaan tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan lansia dengan p-value (0,072>0,05), kebiasaan tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu dengan p-value (0,710>0,05), pendapatan tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu dengan p-value (0,281>0,05), dan pengeluaran tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu dengan p-value (0,068>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah semua variabel yakni sosial budaya dan sosial ekonomi tidak ada berpengaruh terhadap pemanfaatan Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Ponrang. Saran penelitian adalah diharapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain mengenai pemanfaatan posyandu dengan metode analisis yang berbeda seperti kualitatif.
Hubungan Penerapan Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Pekerja Pengelasan di Bagian Produksi Niswah Rahmat, Khairun; Ahri, Reza Aril; Rahman
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.221

Abstract

Faktor yang sangat menunjang kualitas produksi dan kinerja karyawan adalah dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (k3) dalam dunia industri.Sesuai undang-undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan kerja yang mengharuskan semua industri baik swasta maupun negeri yang harus menerapkan dalam k3 tersebut.Salah satu industri yang menerapkan k3 yaitu PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) yang berada di Jl. Galangan Kapal 31 Makassar khususnya pada pekerjaan pengelasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan observasional analitik dan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja PT. Industri Kapal Indonesai (Persero) Makassar Tahun 2020 sebanyak 50 orang Pekerja, penarikan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aspek manusia. ɑ(p=0,072 > α 0,05), aspek peralatan kerja ɑ(p=0,423 > α 0,05) dan aspek lingkungan kerja ɑ(p=0,002 < α 0,05) ), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja terhadap pekerjaan pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) dan), hubungan tersebut bersifat positif dan dapat diartikan bahwasannya hubungan tersebut memiliki relevansi sangat kuat. Dari hasil penelitian tersebut Diharapkan kepada perusahaan agar dapat lebih memperhatikan aspek kondisi lingkungan kerja khususnya kondisi lingkungan pengelasan di bagian produksi.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Heat Strain Pada Pekerja Divisi Produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar Amir, Amelinda; Ikhram Hardi S; Sididi, Mansur
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.228

Abstract

Heat strain merupakan dampak akut atau kronis yang diakibatkan oleh paparan tekanan panas yang dialami oleh seseorang dari aspek fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian heat strain pada pekerja divisi produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian sebanyak 104 pekerja, sampel penelitian sebanyak 77 pekerja yang diambil secara simple random sampling dari pekerja bagian produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Cara pengambilan data melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan alat heat stress monitor, kuesioner, alat tulis dan kamera.Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Chi-square pada program SPSS dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Ada hubungan antara tekanan panas dengan heat strain (p=0.015), ada hubungan antara umur dengan heat strain (p=0.044), tidak ada hubungan antara riwayat penyakit dengan heat strain (p=0.426), ada hubungan antara status gizi dengan heat strain (p=0,001) dan ada hubungan antara konsumsi air minum dengan heat strain (p=0.008) pada pekerja produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara tekanan panas dengan Heat Strain (p=0.015), Umur dengan Heat Strain (p=0.044), status gizi dengan heat strain nilai (p=0,001) dan konsumsi air minum dengan Heat Strain (p=0.008).

Page 8 of 77 | Total Record : 762