cover
Contact Name
Riana Nurhayati
Contact Email
riana_nurhayati@uny.ac.id
Phone
+6282223111133
Journal Mail Official
herwin89@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No 1, Karangmalang, Sleman DI Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
FOUNDASIA
ISSN : 14122316     EISSN : 27462307     DOI : https://doi.org/10.21831/foundasia
Core Subject : Education, Social,
FOUNDASIA is an open access, and peer-reviewed journal. FOUNDASIA will publish the selected articles under the Attribution-Share Alike 4.0 International Creative Commons license. The results of research and analysis contained in the journal accommodate manuscripts on foundations of education include: philosophy of education, socio-anthropology of education, educational psychology, educational economics, educational history, political education, and comparative education.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2018)" : 8 Documents clear
INISIASI KEBIJAKAN MENUJU PENGUATAN PENDIDIKAN HUMANIS-RELIGIUS Rohman, Arif
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26161

Abstract

Pendidikan diyakini memiliki peran penting dalam memberikan jalan keluar atas problem sosial yang ada. Salah satu hasil terpenting dari penyelenggaraan pendidikan adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbukti dapat membantu manusia dalam memecahkan problem sosialnya. Namun ironisnya, justru praktek penyelenggaraan pendidikan itu sendiri yang mengidap problem, di antaranya adalah demoralitas pendidikan. Oleh karenanya diperlukan inisiasi kebijakan untuk mengatasi hal tersebut melalui rekonstruksi moralitas untuk mengembalikan misi utama pendidikan demi terwujudkannya tipologi pendidikan yang humanis-religius. Lima pilar moralitas pendidikan yang dapat menjaga tegaknya penyelenggaraan pendidikan yang humanis-religious adalah: (1) fardhiyyah morality, (2) usariyyah morality, (3) ijtimaiyyah morality, (4) daulah morality, dan (5) diniyyah morality. Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan tegaknya moralitas pendidikan adalah melalui pengembalian praktek penyelenggaraan pendidikan kepada khittah-nya yaitu pengembalian kepada misi pendidikan pembebasan. Segala perangkat dan pendukung yang ada seperti guru, kurikulum, manajemen, model pembelajaran, sistem evaluasi, peraturan-peraturan pendukung dan lain-lain keseluruhannya perlu diorientasikan kepada misi utama pengikisan aneka praktek yang mendistorsikan nilai luhur pendidikan, dengan penerapan model humanis-religius di sekolah, yaitu model: (1) Konsiderasi, (2) Pembentukan rasional, (3) Klarifikasi nilai, (4) Pengembangan moral kognitif, dan (5) Nondirektif.Kata kunci: pendidikan, moralitas, dan nilai humanis-religius
PEMANFAATAN DANA PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) OLEH SISWA SMPN 2 GEDANGSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Sholikhah, Ebni
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26160

Abstract

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program pemberian dana kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini menyaratkan bahwa dana harus dimanfaatkan untuk keperluan personal siswa sehingga anak terlepas dari ancaman putus sekolah. Meskipun ada PIP, ternyata putus sekolah masih terjadi di Kecamatan Gedangsari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemanfaatan dana PIP oleh siswa jenjang SMP di Kecamatan Gendangsari khususnya SMPN 2 yang memiliki siswa putus sekolah tertinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasilnya menunjukkan bahwa sekolah melakukan diskresi dalam pengelolaan dana. Dana telah digunakan untuk pembiayaan personal siswa, meskipun masih ada item yang tidak seharusnya dibiayai dana tersebut. Dilihat dari besaran dana, PIP baru mampu mengover pembiayaan personal siswa sebesar 55-58%. Jika melihat kondisi ekonomi masyarakat yang mayoritas masuk kategori miskin, maka diperlukan inisiatif pihak sekolah untuk merancang usaha dana secara mandiri atau kerjasama dengan sektor swasta untuk turut terlibat dalam pembiayaan pendidikan. Kata Kunci: Program Indonesia Pintar (PIP), Pendanaan Pendidikan, SMP
PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI KEARIFAN LOKAL PARA BURUH MIGRAN DI HONG KONG Rukiyati, Rukiyati; Hajaroh, Mami; Purwastuti, Lusila Andriani
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26162

Abstract

Para buruh migran yang bekerja di Hong Kong perlu diberi motivasi dan wawasan keindonesiaan dan rasa nasionalisme agar mereka bekerja dengan tekun tetapi mempunyai target yang jelas untuk kembali ke tanah air. Pemberian motivasi dan wawasan dilakukan dengan media kearifan lokal Indonesia berupa pengenalan kembali dan menyanyikan lagu-lagu tradisional, dan  lagu wajib serta memasak makanan tradisional Indonesia. Peserta pelatihan ini adalah para buruh migran yang tergabung dalam organisasi nirlaba TCKLC Hong Kong sebanyak 25 orang, kesemuanya perempuan. Metode PPM yang digunakan adalah ceramah singkat, diskusi, penugasan, praktik, dan bernyanyi. Hasil kegiatan PPM menunjukkan para buruh migran sangat senang menerima pelatihan penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui kearifan lokal. Diperoleh kesadaran dari para buruh migran bahwa walaupun di Hong Kong mereka mendapatkan penghasilan yang cukup besar, tetapi tetap merasa sebagai kurang bermartabat, kurang terhormat. Setelah pelatihan,para buruh migran merasa sangat termotivasi untuk pulang ke tanah air dengan  rencana yang jelas untuk pekerjaan dan kegiatannya masing-masing. Bekal dari Hong Kong berupa uang akan dimanfaatkan untuk usaha dan sekolah,  sedangkan bekal ilmu akan digunakan untuk bekerja menjadi guru di daerahnya masing-masing. Lima bulan setelah pelatihan, diperoleh informasi sebagian buruh migran yang telah selesai masa kontraknya benar-benar telah kembali ke tanah air dan bekerja sesuai rencana ketika pelatihan. Ada yang menjadi guru PAUD, guru bahasa Inggris, melanjutkan pendidikan, dan ada pula yang berwirausaha. Kata kunci: Nilai nasionalisme, buruh migran, kearifan lokal
APLIKASI TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ASING Ningsih, Ningsih
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26159

Abstract

Sebagai sarana komunikasi, bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan juga dalam kelas. Namun dalam kegiatan kelas, siswa sering merasa sulit untuk memahami teks, karena topik baru yang dibawa oleh guru tidak memiliki keterkaitan dengan pengetahuan mereka sebelumnya. Konstruktivisme adalah pendekatan yang menunjukkan bahwa pembelajaran lebih efektif dan bermakna ketika siswa mampu berinteraksi dengan masalah atau konsep. Contoh pembelajaran dengan menggunakan prinsip teori belajar konstruktivisme adalah gagasan pembelajaran bahasa kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis tugas dan permainan peran. Kata Kunci: Konstruktivisme, Teori belajar, Bahasa asing
TRANSFORMASI NILAI-NILAI INTI BUDAYA DALAM PERBAIKAN SEKOLAH Siswoyo, Dwi; Sukardi, Joko Sri; Efianingrum, Ariefa
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26163

Abstract

Kegiatan PPM ini bertujuan untuk menggelorakan spirit perbaikan dan peningkatan mutu sekolah. Upaya tersebut memerlukan berbagai pendekatan, baik struktural maupun kultural. Pendekatan kultural memusatkan perhatian pada kesadaran dan komitmen warga sekolah tentang pentingnya nilai-nilai. Nilai-nilai inti budaya sekolah bersumber dari sekolah dan disepakati bersama oleh warga sekolah. Nilai-nilai tersebut perlu ditransformasikan untuk menginspirasi warga sekolah dalam peningkatan prestasi dan kinerja. Metode kegiatan adalah pelatihan dengan sasaran kepala sekolah, guru, dan perwakilan orang tua siswa di dua sekolah dasar di wilayah Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa transformasi dapat dilakukan setelah nilai-nilai inti budaya sekolah digali dan disepakati bersama. Sekolah perlu mengidentifikasi keunggulan, potensi, tantangan, dan hambatan dalam upaya perbaikan sekolah. Hasilnya menjadi pertimbangan dalam menentukan solusi terhadap problem kontekstual di sekolah. Upaya perbaikan sekolah memerlukan pelibatan orang tua siswa dan kemitraan dengan institusi lain dalam seluruh tahapan proses kebijakan. Mulai dari perancangan, perumusan, implementasi, dan evaluasi program yang mendukung upaya perbaikan sekolah. Kata Kunci: transformasi, nilai budaya, sekolah dasar
POHON TEORI EVALUASI KEBIJAKAN DAN PROGRAM (Metode, Nilai dan Menilai, Penggunaan) Hajaroh, Mami
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26149

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan filosofi keilmuan evaluasi kebijakan dan program. Evaluasi sebagai bagian dari proses kebijakan merupakan tahap penting, yakni sebagai tahap penyediaan informasi tentang kebijakan dan program yang berjalan. Dalam prakteknya, evaluasi memerlukan teori-teori evaluasi. Teori yang dimaksudkan oleh para theorist identik dengan pendekatan atau model teori yang bersifat preskriptif, bukan tentang teori deskriptif atau empiris. Pohon teori evaluasi sebagai ilmu terapan dibangun oleh tiga akar ilmu yakni epistemology, social inqury dan social accountability yang membangun tiga cabang ilmu evaluasi. Ketiga cabang ilmu evaluasi meliputi cabang metode (method), cabang menilai (valuing), dan cabang penggunaan (use). Ketiga cabang pohon ilmu evaluasi dilihat sebagai sesuatu yang saling berhubungan satu sama lain. Bila pohon ilmu evaluasi  itu berada dalam ruang tiga dimensi maka ujung kanan adalah cabang penilaian akan berhubungan dengan sisi paling kiri yakni cabang penggunaan. Para ahli ilmu evaluasi ditempatkan pada setiap cabang dengan melihat kecenderungan utama dan khusus dari pendekatan ilmu yang mereka kembangkan. Kata Kunci: Evaluasi, Pohon Teori, Pendekatan Evaluasi, Evaluasi Kebijakan
PEMBELAJARAN REMEDIAL SEBAGAI SUATU UPAYA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR Lidi, Maria Waldetrudis
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26158

Abstract

Artikel ini merupakan telaah pustaka tentang pembelajaran remedial sebagai upaya untuk mengatasi kesulitan belajar. Berdasarkan temuan awal, sebagian besar tenaga pengajar di Universitas Flores belum melaksanakan pembelajaran remedial dan belum memahami prinsip-prinsip dan prosedur pembelajaran remedial. Oleh karena itu penulis merasa penting untuk melakukan kajian tentang pembelajaran remedial pada tahap akhir kegiatan pembelajaran. Hasil kajian yang diperoleh tentang pembelajaran remedial adalah pengertian dan karakteristik, tujuan, prinsip, tipe pengajaran remedial, prosedur dan waktu pelaksanaan remedial. Penelitian ini memberikan saran operasional bagaimana memperbaiki dan mengatasi kesulitan belajar. Kata Kunci: Pembelajaran Remedial, Kesulitan Belajar
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SENSITIF BUDAYA Suyato, Suyato
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26157

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggagas model Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang sensitif terhadap keberagaman budaya sebagai alternatif model mainstream yang banyak dianut saat ini, yang dicirikan oleh pendekatan top-down, one-size-fits-all. Penulis berargumentasi bahwa pengembangan model PKn sensitif budaya diperlukan dalam rangka mengakomodasi tuntutan perkembangan masyarakat di era global, dimana seiring dengan proses globalisasi muncul gerakan berupa penyadaran kembali ke budaya asli atau proses yang lebih dikenal sebagai glocalization. Permasalahan yang dibahas dibatasi pada teori-teori yang bisa digunakan sebagai landasan pengembangan model Pendidikan Kewarganegaraan yang dapat menghasilkan warga negara yang locally embedded, globally connected. Berdasarkan kajian pustaka, ada dua kelompok besar teori yang dibahas, yaitu teori yang dikemukakan Cheng (2005) tentang pemberdayaan pengetahuan lokal dalam rangka menghadapi arus globalisasi dan Teori-teori tentang cosmopolitanism. Berdasarkan dua kelompok teori tersebut, disajikan saran praktis berkaitan dengan model Pendidikan Kewarganegaraan.Kata kunci: Kepekaan lintas budaya, Pendidikan kewarganegaraan

Page 1 of 1 | Total Record : 8