cover
Contact Name
Fatkur Rhohman
Contact Email
fatkurrohman@unpkediri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmesinnusantara@unpkediri.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Achmad Dahlan No. 76 Kediri
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mesin Nusantara
ISSN : 27757390     EISSN : 26219506     DOI : https://doi.org/10.29407
Jurnal Mesin Nusantara is a media publication for researchers who conduct research in the field of machinery. This journal is published twice a year, in June and December. Any research related to the topics in this journal can be sent to the editorial board for publication. The six (6) topics include Mechatronics, Product Design, Manufacturing, Energy Conversion, Metallurgy and Automotive.
Articles 148 Documents
Analisis Distribusi Kecepatan Fluida pada Daerah Boundary Layer di dalam Pipa Lurus Secara Eksperimental Barafi, Keigant Abdullah; Akbar, Ali; Fahruddin, A’rasy; Firdaus, Rachmat
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.24789

Abstract

Boundary layer adalah lapisan batas yang terbentuk akibat gesekan antara permukaan penampang dan fluida, sehingga terjadi gradiensi kecepatan. Penelitian ini mengamati gradiensi kecepatan fluida pada boundary layer dalam pipa lurus menggunakan metode eksperimental. Distribusi kecepatan fluida diukur menggunakan pipa akrilik berdiameter 1” dan jarum tumpul berdiameter 1,5 mm yang menyerupai tabung pitot dengan sistem perbedaan tekanan stagnasi dan tekanan statis. Fluida dengan berbagai viskositas dan laju aliran diuji untuk memahami pengaruhnya terhadap karakteristik lapisan batas. Dengan flowrate 10 liter/menit menunjukkan hasil pengukuran kecepatan fluida meningkat seiring bertambahnya jarak radial pada dinding pipa mulai dari =2 mm (0,334 m/s), =5,5 mm (0,341 m/s), =7,5 mm (0,425 m/s), =10,5 mm (0,438 m/s), dan pada =12,7mm (0,443 m/s). Kecepatan tertinggi tercatat di titik tengah pipa yang membuktikkan bahwa hasilnya sesuai dengan karakteristik boundary layer, di mana gaya gesekan dan viskositas berkurang.
Pengaruh Jenis Asam Hidrolisis terhadap Karakteristik Bioetanol dari Ubi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) kurniyawan, dwi; Mujiarto, Sigit; Hayati, Nur
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.25069

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari energi terbarukan, dibuat dari biomassa berpati, termasuk ubi gadung (Dioscorea hispida Dennst). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana jenis asam mempengaruhi proses hidrolisis terhadap sifat bioetanol yang dihasilkan dari ubi gadung. Produksi bioetanol terdiri dari tahap persiapan, hidrolisis asam dengan H2SO4, HNO3, dan HCl dalam konsentrasi 1 M, fermentasi dengan ragi tape, destilasi, dan dehidrasi dengan zeolit alam. Karakteristik bioetanol yang dianalisis termasuk kadar etanol, densitas, viskositas, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis asam hidrolisis yang berbeda memengaruhi sifat bioetanol yang dihasilkan. Dengan hidrolisis asam H2SO4, bioetanol memiliki karakteristik terbaik dibandingkan HNO3 dan HCl. Ini ditunjukkan oleh kadar etanol tertinggi sebesar 43%, densitas terendah sebesar 0,9363 g/ml, nilai kalor tertinggi sebesar 1577 kkal/kg, dan viskositas tertinggi sebesar 1,973 cSt. Namun, untuk meningkatkan kualitas produk, proses harus dioptimalkan lebih lanjut.
Pemanfaatan Serat Pelepah Pisang Sebagai Bahan Penguat Komposit Kampas Rem Sepeda Motor Non-Asbestos Tjahjanti, Prantasi Harmi; Payana, Avit Dwi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.25240

Abstract

Penelitian ini mengkaji serat pelepah pisang sebagai bahan penguat alternatif yang tidak mengandung asbestos untuk kampas rem sepeda motor berbasis komposit. Untuk membuat kampas rem, komposisi serat pelepah pisang, serbuk aluminium, dan serbuk kuningan diubah dalam tiga variasi fraksi massa. Pengujian sifat mekanik dilakukan untuk mengetahui bagaimana perbedaan komposisi berdampak pada ketangguhan dan kekerasan material. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji impak Charpy dan uji kekerasan Durometer Shore D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat fraksi serbuk aluminium dan kuningan meningkat, diikuti peningkatan nilai kekerasan, namun nilai impact strenght turun. Kekerasan tertinggi diperoleh dari spesimen yang terdiri dari 30% serbuk pelepah pisang, 35% serbuk aluminium, dan 35% serbuk kuningan, dengan nilai 74,5 Shore D. Spesimen yang terdiri dari 50% serbuk pelepah pisang, 25% serbuk aluminium, dan 25% serbuk kuningan memperoleh nilai impact tertinggi sebesar 2624,66 kJ/m2. Karena kekerasan tinggi tetapi nilai impact strength yang masih dalam batas aman, spesimen dengan kandungan serbuk logam lebih tinggi adalah yang paling cocok untuk digunakan sebagai kampas rem sepeda motor. Studi ini menunjukkan bahwa serat pelepah pisang dapat digunakan sebagai penguat komposit kampas rem yang ramah lingkungan.
Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan MAG terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Baja SPHC Kristanto, Arnes Budi; Tjahjanti, Prantasi Harmi; Widodo, Edi; Mauliana, Metatia Intan
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.25241

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana media pendingin pasca pengelasan MAG mempengaruhi kekerasan dan struktur mikro baja SPHC (Plate Steel Hot Rolled Coiled). Pengelasan dilakukan menggunakan metode Metal Active Gas (MAG) dengan media pendingin air, oli, dan udara. Untuk menguji kekerasan, metode Rockwell skala B (HRB) digunakan. Di sisi lain, mikrostruktur diamati pada daerah weld metal, zona panas yang terpengaruh (HAZ), dan base metal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jika dibandingkan dengan media pendingin oli dan udara, media pendingin air menghasilkan kekerasan tertinggi. Kekerasan diperoleh pada weld metal sebesar 74,99 HRB, area HAZ sebesar 90,12 HRB, dan base metal sebesar 81,39 HRB. Pengamatan mikrostruktur menunjukkan fraksi perlit tertinggi pada media pendingin air, sebesar 75% pada area HAZ dan 69% pada base metal, sementara fraksi ferit turun. Secara keseluruhan, perubahan sifat mekanik dan struktur mikro baja SPHC sangat dipengaruhi oleh variasi media pendingin dan lokasi daerah pengelasan.
Pengaruh Variasi Komposisi Serbuk Kulit Jagung, Kuningan, dan Aluminium terhadap Kekerasan dan Ketangguhan Komposit Kampas Rem Non-Asbes Tjahjanti, Prantasi Harmi; Widodo, Edi; Mauliana, Metatia Intan; Darmawan, Candra
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.25242

Abstract

Kampas rem non-asbes diperlukan sebagai alternatif yang aman dan ramah lingkungan untuk menggantikan kampas rem berbahan asbes. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi serbuk kulit jagung, serbuk kuningan, dan serbuk aluminium terhadap kekerasan dan ketangguhan komposit kampas rem. Tiga variasi komposisi disiapkan dengan perubahan fraksi serat kulit jagung sebesar 50%, 40%, dan 30%, sementara fraksi logam ditingkatkan secara proporsional. Pengujian meliputi uji kekerasan Shore D dan uji impak Charpy. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kandungan logam meningkatkan kekerasan komposit dari 62 menjadi 78 Shore D, sedangkan penurunan kandungan kulit jagung menurunkan energi impak dari 12,57 J menjadi 6,98 J. Komposisi 50% kulit jagung, 25% kuningan, dan 25% aluminium memberikan keseimbangan paling optimal antara kekerasan dan ketangguhan. Komposit ini dinilai potensial sebagai material kampas rem non-asbes yang aman dan memiliki performa mekanik memadai.
Pengaruh Tekanan Pemadatan terhadap Karakteristik Pembakaran Briket Limbah Sabut Kelapa sebagai Bahan Bakar Biomassa Alternatif Hernando, Ivan Christian; Anggono, Willyanto; Yuke, Stevanus
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.26043

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi di tengah keterbatasan sumber daya fosil mendorong pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan biomassa dalam bentuk briket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi limbah sabut kelapa (coconut fiber) sebagai bahan baku briket biomassa dan membandingkannya dengan biji bintaro (Cerbera manghas) yang menggunakan perekat tapioka, serta mengevaluasi pengaruh tekanan pemadatan terhadap karakteristik pembakarannya. Briket dibuat dari 100% sabut kelapa dengan perekat tapioka, kemudian dipadatkan pada tekanan 1 MPa dan 2 MPa. Pengujian nilai kalor dilakukan menggunakan Parr Oxygen Bomb Calorimeter, sedangkan uji pembakaran dilakukan untuk mengetahui waktu penyalaan, temperatur, dan durasi pembakaran. Seluruh pengujian dilakukan dengan tiga kali replikasi. Hasil menunjukkan bahwa briket dari limbah sabut kelapa memiliki nilai kalor tertinggi, yaitu 4741 kkal/kg, lebih tinggi dibandingkan briket campuran 90% biji bintaro dan 10% tapioka yang menghasilkan 4164 kkal/kg. Uji pembakaran menunjukkan bahwa briket yang dipadatkan pada tekanan 2 MPa memiliki durasi pembakaran lebih lama (1433 detik) dan temperatur sedikit lebih tinggi (66,5 °C) dibandingkan tekanan 1 MPa, meskipun memerlukan waktu penyalaan yang lebih lama. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan tekanan pemadatan menghasilkan struktur briket lebih rapat dan pembakaran lebih stabil. Secara keseluruhan, limbah sabut kelapa berpotensi tinggi sebagai bahan bakar biomassa alternatif yang efisien dan berkelanjutan.
Pengaruh Oksidasi Termal terhadap Kekerasan Permukaan, Ketebalan Oxide Scale, dan Morfologi Paduan Ti-29Nb-13Ta-4.6Zr Azizul, Muh; Rampo, Yohanis; mansjur, zuldesmi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.26045

Abstract

Paduan Ti-29Nb-13Ta-4.6Zr (TNTZ), dengan modulus elastisitas rendah dan biokompatibilitas yang baik, dapat digunakan sebagai implan. Namun, untuk membuatnya lebih tahan terhadap gesekan dan kerusakan, sifat permukaannya harus ditingkatkan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana oksidasi termal mempengaruhi kekerasan permukaan, ketebalan skala oksida, dan morfologi permukaan TNTZ pada suhu 600°C, 700°C, dan 800°C dengan waktu tahan 2, 6, 24, dan 48 jam.  Grinding, polishing, dan pembersihan ultrasonik dilakukan sebelum spesimen dipanaskan dalam tungku dengan suhu 5 °C/menit.  Kekerasan diuji menggunakan metode Vickers, ketebalan skala oksida diukur dengan Gauge Ketebalan GM 280, dan morfologi diamati melalui pengamatan visual dan Scanning Electron Microscope (SEM).  Hasil menunjukkan bahwa kekerasan lapisan permukaan secara konsisten ditingkatkan oleh oksidasi termal; selama 48 jam, nilai tertinggi mencapai 502 HV pada 800°C.  Dengan pengamatan SEM, lapisan oksida semakin tebal, kasar, dan berpori pada temperatur tinggi. Namun, nilai yang diperoleh menunjukkan ketebalan skala oksida keseluruhan, bukan lapisan TiO2 kompak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun oksidasi termal dapat meningkatkan kualitas permukaan TNTZ, kondisi ekstrim dapat menghasilkan partikel oksida berlebih dan menurunkan stabilitas mekanik logam dasar. Oleh karena itu, temperatur yang ideal disarankan antara 600 dan 700°C.
Pengaruh Panjang Serat Terhadap Kekuatan Impak Material Komposit Berpenguat Serat Lidah Mertua  (Sansevieria Clyndirica) Untuk Aplikasi Spakbor Sepeda Motor Sinaga, Amos; Rampo, Yohanis; mansjur, zuldesmi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.27563

Abstract

The use of composite materials made from natural fibers is increasingly popular as an alternative to synthetic fibers that are not environmentally friendly. One type of natural fiber with great potential is snake plant fiber (Sansevieria cylindrica), which has superior mechanical characteristics and can act as a reinforcement in composites. This study aims to evaluate the impact of variations in snake plant fiber length on the impact strength of composites planned to be used as a replacement material for automatic motorcycle front fenders. The composite was made with a volume ratio of 30% fiber and 70% polyester resin, with fiber length variations of 30 mm, 50 mm, and 70 mm. Impact tests were conducted using the ASTM E23 Charpy method, and microstructural analysis was performed to understand the failure mechanism. The research findings showed that composites with 30 mm fibers provided the best impact performance with an impact energy reaching 4.22 Joules and an impact value of 0.0531 J/mm². Increasing the fiber length to 50 mm and 70 mm actually decreased the impact resistance, up to 2.84 Joules and 1.53 Joules, respectively. Compared to conventional fender material, the snake plant fiber composite exhibits significantly higher impact values. The microstructure exhibits a more uniform fiber distribution at a length of 30 mm, while longer fibers tend to cause defects such as debonding, fiber pullout, and voids. Therefore, a fiber length of 30 mm is considered optimal.