cover
Contact Name
Fatkur Rhohman
Contact Email
fatkurrohman@unpkediri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmesinnusantara@unpkediri.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Achmad Dahlan No. 76 Kediri
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mesin Nusantara
ISSN : 27757390     EISSN : 26219506     DOI : https://doi.org/10.29407
Jurnal Mesin Nusantara is a media publication for researchers who conduct research in the field of machinery. This journal is published twice a year, in June and December. Any research related to the topics in this journal can be sent to the editorial board for publication. The six (6) topics include Mechatronics, Product Design, Manufacturing, Energy Conversion, Metallurgy and Automotive.
Articles 148 Documents
Perancangan Rangka Mesin Pembuat Keripik Umbi Dengan Aplikasi Sistem Pneumatik Istiqlaliyah, Hesti
Jurnal Mesin Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v3i2.15575

Abstract

Saat ini UMKM (Usaha Menengah, Kecil Masyarakat) yang bergerak dibidang pangan sedang berkembang pesat. Salah satunya adalah industri keripik umbi. Untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitasnya maka dibutuhkan suatu teknologi dalam melakukan proses produksinya. Mesin pembuat keripik umbi dengan aplikasi sistem pneumatik dirancang untuk membantu UMKM guna untuk meningkatkan kapasitas, kualitas dan mempercepat proses pengolahan keripik umbi. Dalam merancang bangun rangka mesin pembuat keripik umbi ini meliputi beberapa tahapan yaitu pemilihan bahan, pemotongan bahan, perakitan, pengelasan, dilanjutkan proses finishing, serta uji kinerja. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan pembuatan rangka material yang digunakan adalah tipe baja siku ST 37 dimensi 50 mm x 50 mm x 3 mm dan tipe strip 50 mm x 5 mm dengan ukuran sebagai berikut : (Rangka Keseluruhan P = 2700 mm), (Rangka Sistem pneumatik P = 800 mm, L = 600 mm T 450 mm), ( Rangka Sistem Perajang, Sistem Penggoreng Dan Sistem Pneumatik P = 1500 Mm, L = 800 mm, T 1200 mm), (Rangka Sistem Peniris P = 300mm, L = 300 mm, T 120 mm). Dari hasil perhitumgan bahwa gaya reaksi pembebanan pada rangka sistem pencuci yang terjadi pada titik A ( Ray) sebesar 87.5 N dan pada titik B (RBy) sebesar 87.5 N. Kemudian pada rangka sistem penggoreng gaya reaksi yang terjadi pada titik A (RAy) sebesar 50 N dan pada titik B (RBy) sebesar 50 N. RBy). Rangka Menggunakan sambungan las butt joint dan transverse fillet dengan las smaw, tebal pengelasan minimum 3mm, gaya yang diizinkan untuk sambungan las maksimum 3600 N untuk butt joint dan 2545,2 N untuk transverse fillet, dan sambungan las menerima beban 190 N jadi sambungan las aman menerima beban.
Pengembangan Desain Walker Fleksibel Bagi Lansia Idiar; Muhammad Yunus
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i1.15965

Abstract

The health condition of the elderly generally has decreased which can cause several physical and mental problems. Elderly aged over 70 years or 60 years who have health problems are categorized as high risk elderly. In carrying out their daily activities inside the house or outside the house, such as going to the mosque, garden, etc., they usually use a equipment called a walker. The types of walkers on the market still have limitations, so they need to be developed in a flexible walker design. The stages used in the flexible walker design development research are compiling a list of requirements, determining reference concepts, developing alternative concepts, selecting concepts, and analyzing techniques and postures for the selected design. The selected concept has specifications, namely the front pedestal functions as a fixed leg or wheeled leg, the arm of the walker holder can be adjusted up and down by 150 mm in height, has a seat that can be folded, and the walker can be folded. In addition, the results of stress analysis on the critical component, namely the main fulcrum, obtained safe criteria where the maximum stress value that occurs is 7.35x106 N/m2 is given still below the yield strength value of the brass material 3.5x108 N/m2. Posture analysis using the RULA method in standing and sitting positions obtained an average final score of 2 in the acceptable category for walker users..
Rancang Bangun Alat Pembengkok Kawat Metal Jig Muhammad Yunus; Nanda Pranandita
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i1.16017

Abstract

An UMKM (micro, small and medium scale business) in the city of Pangkalpinang, Province of Kep. Bangka Belitung, with the trademark "kebajig Lure", produces metal jigs or artificial/fake bait made of metal. One of the problems in the process of making metal jigs at UMKM is bending the wire on the metal jig, because the bending process uses loop pliers which causes the wire to be made to be non-uniform (where 10 wires, below 50% of the wire deviates from tolerance) so that the stray wire must be repaired first before the metal jig molding process. In addition, the bending time of 1 piece of wire takes about 80 seconds. This study aims to accelerate the metal jig bending process and to obtain a uniform wire with a deviation of ± 0.2 mm. After conducting the survey and initial analysis, the making of tools for bending wire is the solution. In the process of making these tools, the VDI 2222 design method is used, starting from planning, conceptualizing, designing, and finally finishing. Then carried out the process of making tools and testing wire bending. The results of the experiments conducted showed that the uniformity level of the metal jig wire was around 70% and the time required in the 1-wire bending process was ± 10 seconds, with an efficiency of ± 70 seconds from the previous process. And in the metal jig molding process, the wire repaired before the molding process is only about 30%.
Analisis Pengaruh Tahun Perakitan Terhadap Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Machmud, Syahril
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i1.16038

Abstract

Seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat, maka aktifitas transportasi pun juga meningkat. Transportasi merupakan salah satu kegiatan yang berkontribusi besar sebagai penghasil emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya yang berbahan bakar bensin. Mengakibatkan tingginya kadar polusi udara akibat emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Polusi utama yang dihasilkan dari emisi gas buang kendaraan bermotor adalah Karbon monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), Karbon dioksida (CO2), Oksigen (O2) dan Nitrogen oksida (NOx). Gas buang yang dikeluarkan kendaraan bermotor sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tahun perakitan terhadap emisi gas buang kendaraan bermotor. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Alat uji emisi kendaraan bensin ( Emisi Gas Analyzer) merek SPTC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan Secara keseluruhan dengan menggunakan ketentuan ambang batas bagi mobil lama (< 2007), yakni CO 4,5 % dan HC 1200 ppm, maka hanya 29,05 % dari seluruh kendaraan bermotor yang dikaji mengalami tidak lulus uji emisi, akan tetapi jika menggunakan ketentuan ambang batas bagi mobil baru (≥ 2007), yakni CO 1,5 % dan HC 200 ppm, maka 63,2 % dari seluruh kendaraan bermotor yang dikaji mengalami lulus uji emisi atau 36,8 % kendaraan memiliki emisi gas buang yang melebihi ambang batas yang ditetapkan.
Karakterisik Kekuatan Komposit Serat Daun Nanas Dengan Variasi Panjang Serat supriyanto, supriyanto
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i1.16039

Abstract

Penggunaan material logam memiliki peranan yang sangat besar dalam perkembangan teknologi saat ini, terutama di dunia industri maupun otomotif, salah satu yang hal yang menjadi perhatian adalah pemilihan jenis dan kualitas bahan baku material untuk pembuatan komposit kendaraan. Beradasarkan data Badan Pusat Statik (BPS), rata-rata produksi nanas di Indonesia adalah 1,5 juta ton/hari. Melihat banyaknya produksi tanaman nanas pertahun, tentunya daun nanas berpontesi besar untuk menjadi limbah. Untuk itulah penelitian ini berinisiatif untuk memanfaatkan serat daun nanas Peneliatian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kekuatan uji Tarik dan uji Impack komposit serat daun nanas sebagai bahan pembuatan bumper mobil. Komposisi komposit serat daun nanas yaitu 40% serat daun nanas dan 60% resin. Resin yang digunakan adalah resin polyester, masing-masing spesiemen dibuat 3 benda untuk pengujian dari setiap varisi panjang serat 50 mm,100 mm, 150 mm sehingga terdapat 12 spesimen pengujian untuk uji tarik dan uji impack. Berdasarkan pengujian sifat mekanik komposit serat daun nanas didapatkan nilai tegangan dan regangan tarik tertinggi adalah komposit dengan panjang serat 150 mm dengan nilai tegangan tarik sebesar 15,66 Mpa dan regangan 0,53% sedangkan sifat mekanik komposit serat daun nanas didapakan nilai tertinggi dengan panjang serat 100 mm dengan energi impack 11,23 joule dan kekuatan impack 0,145 j/mm2. Dari nilai yang didapatkan dari pengujiant tarik masing-masing panjang serat masih bekum bisa menyentuh nilai murni kekuatan matriks dengan tegangan tarik sebesar 31,63 Mpa. Dari hasil nilai yang didapat komposit serat daun nanas, memiliki nilai di atas standar JIS A5905-2003 bumper mobil.
Analisa Perhitungan Pulley dan V-Belt Pada Sistem Transmisi Mesin Pencacah mahmudi, haris
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i1.16201

Abstract

Pengembangan mesin yang dirancang dalam penelitian ini menggunakan penggerak (transmisi) berupa perpaduan pulley dan v-belt. Alasan menggunakan sistem penggerak berupa pulley dan v-belt adalah dirasa lebih mudah dan efisien dalam proses pengerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hitungan ukuran pulley dan v-belt yang cocok untuk mesin pencacah yang telah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental desain, yaitu melakukan pengukuran, pengamatan dan perhitungan terhadap spesifikasi teknis dari mesin, kemudian menganalisis data tersebut sehingga memperoleh gambaran mengenai kinerja mesin yang pada akhirnya dapat memberikan gambaran tentang kelayakan mesin. Hasil penelitian diperoleh: : (1) ukuran pulley berdiamaeter 90 mm dan 180 mm dengan bahan dari baja ST37. (2) Panjang v-belt yang dibutuhkan = 1.333,95 mm. (3) Jarak sumbu poros v-belt = 609,23 mm. (4) Kecepatan keliling pulley penggerak vP = 13,18 m/s. (5) Gaya keliling yang timbul Frate = 108,34 N.
Perancangan Mesin Pengepress Ampas Tahu Elektrik Anam, M. Khoirul; Rhohman, Fatkur; Pamungkas, Danu
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i1.16202

Abstract

Tempe bungkil atau tempe gembos adalah salah satu makanan tradisional khas kediri yang dibuat dari bahan baku ampas tahu. Ampas tahu harus diperas untuk mengurangi kadar air yang ada dalam ampas hingga tersisa 20% saja. Sisa air tersebut akan berguna untuk proses peragian tempe. Namun dalam proses pemerasan tersebut membutuhkan waktu lama, yaitu sekitar 10 jam. Selain itu, proses pemerasan juga menggunakan tenaga besar, antara lain : untuk mengangkat dan menurunkan ampas basah ke dan dari tempat pemerasan lalu mengangkat balok cor untuk menindih ampas yang akan di peras dan menurunkannya. Sehingga untuk memudahkan proses tersebut, dirancanglah alat bantu berupa mesin pengepress ampas tahu secara elektronik. Diharapkan rancangan tersebut bisa menjadi gambaran untuk mengembangkan alat pengepress dan mempermudah proses pengerjaan pemerasan ampas tahu.
Rancang Bangun Bagian Kerangka Mesin Penyerbuk Kunyit dan Pencacah Rosela Sebagai Bahan Dasar Jamu Herbal Kapasitas 5 Kg Bahtiar, Ahmad Doni Mutiara
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i2.16723

Abstract

Pada perencanaan mekanik pembuatan yang dilakukan pada rangka mesin menggunakan plat besi siku(L) dengan ketebalan 3mm dan penggabungan rangka menggunakan sambungan las smaw dengan menggunakan elektroda jenis E 6013. Pada perencanaan perhitungan mekanik pada rangka motor listrik didapatkan hasil gaya total yang bekerja pada rangka sebesar F= 98N. dan pada mesin penyerbuk sebesar F= 147N . dan untuk perakitan komponen mesin menggunakan sambungan baut M8 dan M10.
Analisis Kekuatan Tarik Membran Kitosan Kreco Sebagai Filtrasi Air Konsumsi Rumah Tangga Bahtiar, Ahmad Doni Mutiara
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i2.16789

Abstract

Pemanfaaatan limbah cangkang kreco yang selama ini hanya dibuang begitu saja supaya mempunyai nilai lebih yang bermanfaat untuk masyarakat. Kreco salah satu molusca yang hidup bebas di daerah persawahan. Penelitian ini mengusulkan sebuah gagasan baru menggunakan cangkah kreco sebagai membran filtrasi air kran di perumahan dan Uji Tarik erat kaitannya dengan sifat mekanik membran. Parameter ini penting karena menjadi pertimbangan dalam pemilihan membran dalam beberapa aplikasi seperti saringan air ketika mendapatkan tekanan air. . Cangkang keong sawah tersebut dicuci dengan larutan asam asetat dan disikat sampai bersih. Kemudian di giling sampai berbentuk serbuk dan mengalami berbagai macam perlakuan sampai terbentuk membran. Dari hasil penelitian didapatkan membran yang memiliki kekuatan Tarik tertinggi adalah ketebalan 6 mm.
Worksampling Sebagai Usaha Mengukur Produktivitas Perakitan Kursi Model Praktikum Analisa Perancangan Sistem Kerja Dan Ergonomi Putra, Boy Isma; Sari, Indah Apriliana; Jakaria, Ribangun Bamban
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i2.16894

Abstract

Laboratorium Analisa Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki oleh Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Salah satu kegiatan kerja yang dilakukan di fasilitas ini adalah kegiatan perakitan kursi model. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa hasil dari setiap kegiatan/ pekerjaan pasti memiliki output, baik itu berupa jasa maupun produk manufaktur. Dalam setiap output yang dikeluarkan memiliki proses-prosesnya sendiri. Dari setiap proses yang ada pasti kita bisa mengamati cara kerja masing-masing proses, apakah termasuk produktif (termasuk dengan tingkat efektif dan efisien tinggi) atau tidak, apakah memiliki idle time atau tidak. Dari hal tersebut, kita bisa mengamati proses kerja menggunakan metode Work Sampling atau dalam bahasa asingnya disebut Ratio Delay Study atau Random Observation Method. Metode ini adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses, atau pekerja/operator. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah belum adanya pengukuran kegiatan kerja pada operator perakitan kursi model selama pandemi covid 19 yang dilakukan pada mahasiswa peserta praktikum. Pada penelitian ini peneliti akan mencari nilai prosentase produktiv, rasio delay dan jumlah menit produktif. Adapun hasil yang didapat pada penelitian ini adalah banyaknya jumlah pengamatan/ kunjungan berdasarkan penentuan satuan waktu sebanyak 23 kali, terdapat 19 kegiatan produktif dengan prosentase sebesar sebesar 83% dan 4 kegiatan non produktif dengan prosentase sebesar 17%. Nilai ratio delay sebesar 0,20 dan jumlah menit produktifnya sebesar 21,64 menit.

Page 5 of 15 | Total Record : 148