Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles
204 Documents
Penerapan Modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri pada remaja dengan disabilitas intelektual
Galuh Dwinta Sari
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i1.16213
Subjek seorang remaja perempuan berusia 17 tahun yang mengalami disabilitas intelektual dan memiliki keterbasan fisik. Subjek memiliki kepercayaan diri yang rendah. Ia selalu pesimis dengan keadaannya, sering cemas, pribadi yang tertutup, tidak mampu menyampaikan pendapatnya dan membatasi diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Ia juga merasa tidak mampu dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan pesimis terhadap masa depannya. Metode asessment dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan The Mental Health Confidence Scale, dan tes inteligensi menggunakan tes Standford Binet. Intervensi yang diberikan berupa penerapan teknik modelling agar subjek lebih percaya diri. Hasil dari pemberian intervensi ini membuat perilaku subjek mengalami perubahan, subjek lebih banyak berinteraksi dengan teman-temannya, mampu mengungkapkan pendapatnya, serta lebih optimis dalam menjalani hidup.
Person Centered Therapy untuk menangani gejala depresi pada tahanan wanita yang mengalami pelecehan seksual
Bilal Zavanna Sulaiman
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i1.16214
Subjek seorang perempuan berusia 20 tahun yang merasa tidak memiliki harga diri lagi setelah mengalami pelecehan seksual. Saat ini subjek memiliki perasaan bersalah dan penyesalan yang mendalam akibat kasus yang sedang dihadapinya. Asesmen yang dilakukan pada subjek ini berupa observasi, wawancara, tes Gras, TAT, SSCT,WWQ danWAIS. Intervensi yang diberikan adalah menggunakan konseling dengan teknik person centered therapy yang disusun sebanyak 7 sesi pertemuan. Tujuan pemberian intervensi ini untuk menangani gejala depresi pada tahanan wanita yang mengalami pelecehan seksual. Hasil dari pemberian intervensi ini adalah subjek berhasil menemukan insight bahwa peristiwa yang sudah dialaminya ini bukanlah akhir dari segalanya. Hal tersebut salah satunya diperkuat oleh adanya social support yang tinggi dari lingkungan subjek.
Terapi bermain untuk meningkatkan interaksi sosial pada anak autis
Mutia Pangesti
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i1.16215
Subjek laki-laki berumur 10 tahun didiagnosis gangguan autis. Subjek mengalami kesulitan untuk bermain dengan temannya yang disebabkan subjek banyak menghabiskan waktu dengan bermain playstasion. Asesmen menggunakan observasi, wawancara dan skala Childhood Autism Rating Scale (CARS). Intervensi yang diberikan adalah terapi bermain dengan tujuan subjek dapat berpartisipasi bermain bersama teman-temannya dan dapat mengikuti instruksi yang diberikan terapis. Intervensi dilakukan sebanyak enam sesi. Hasil intervensi memperlihatkan dampak positif pada diri subjek. Hal ini dapat terlihat dari perubahan perilaku subjek yang dapat bermain bersama temannya walaupun dengan waktu yang tidak lama dan subjek dapat mengikuti instruksi yang diberikan selama terapi akan tetapi subjek perlu diberikan motivasi dalam melakukan sesuatu.
Terapi aktivitasi perilaku untuk mengurangi perilaku disruptif pasien gangguan skizofrenia
A Putera Pratama Mangewa
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i1.16216
Pasien merupakan seorang laki-laki yang berusia 21 tahun yang telah didiagnosis mengalami gangguan skizofrenia. Pasien mengalami gejala gangguan selama 3 bulan lamanya seperti halusinasi, mengalami disorganisasi pikiran dan perilaku tidak teratur. Asesmen yang dilakukan pada pasien adalah wawancara, observasi, tes gras (BAUM, DAP & HTP), TAT, WWQ dan WAIS. Permasalahan pasien saat ini yaitu perilaku destruptif dengan bentuk keluyuran menganggu orang-orang sekitar. Intervensi yang diberikan adalah aktivitas perilaku (behavioral activation) yang dilakukan sebanyak 6 sesi. Tujuan pemberian intervensi ini adalah untuk mengurangi perilaku keluyuran pasien. Hasil intervensi, pasien mengalami peningkatan aktivitas yang ditandai dengan penerapan jadwal aktivitas harian secara teratur dan berkurangnya perilaku keluyuran selama melakukan aktivitas perilaku diberikan.
Terapi bermain untuk meningkatkan konsentrasi pada anak yang mengalami gangguan autis
Dessy Hendrifika
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i2.16235
Meningkatnya jumlah anak dengan gangguan autism dan mengingat simtomp gangguan yang begitu kompleks, maka menuntut adanya inovasi dalam bentuk intervensi yang efektif dan murah namun juga efektif. Salah satunya adalah dengan menggunakan terapi bermain untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi pada anak autis. Kontak mata, atensi dan konsentrasi yang minimal pada anak autis menghambat anak autis dalam berinteraksi dengan orang lain. Klien adalah seorang anak yang telah memenuhi kriteria autis kategori ringan dalam DSM-V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) dan dirasa kurang dalam hal konsentrasi. Metode assesssmen yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan catatan rekam medis klien. Intervensi dilakukan dalam 7 sesi yang akan dilakukan selama 7 hari. Intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi pada anak autis melalui terapi bermain. Permainan yang diberikan berupa alat permainan edukasi yang mempunyai manfaat untuk melatih dan meningkatkan konsentrasi pada anak autis. Setelah diberikan terapi, terdapat perubahan pada klien yaitu terjadinya peningkatan konsentrasi pasca dilakukannya terapi.
Terapi kognitif untuk menurunkan tingkat depresi
Fifie Indayani
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i2.16236
Subyek seorang perempuan berusia 46 tahun mengalami gangguan depresi. Studi bertujuan untuk memperbaiki keyakinan – keyakinannya yang tidak rasional yang menyebabkan munculnya gejala gangguan depresi .Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan tes psikologi (Grafis dan BDI-II). Intervensi yang dilakukan 6 sesi yaitu dengan pendekatan kognitif. Masing – masing sesi bertujuan mengajarkan pada subyek mekanisme coping yang lebih konstruktif ketika mengalami situasi yang menekan ataupun kurang menyenangkan, mempermasalahkan keyakinan yang kurang rasional dan mengajarkan bahasa peryataan yang lebih positif. Setelah dilakukan intervensi, subyek lebih memiliki kesadaran untuk meningkatkan aktivitas di dalam keluarga maupun di lingkungan rumah, juga memiliki coping yang lebih positif. Hal ini di dukung oleh keinginan yang besar dari subjek untuk menjadi lebih baik dan juga dukungan dari lingkungan keluarga.
Strategic Family Therapy untuk menangani masalah komunikasi ayah dan anak
Irma Agustin
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i2.16238
Perhatian dan kasih sayang yang diberikan orang tua merupakan kebutuhan yang diperlukan bagi setaip anak. Akan tetapi tidak jarang bagi seorang anak yang merasakan kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua mereka. Hal tersebut dialami oleh subjek yang sedang duduk di bangku sekolah dasar (SD). Subjek seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang merupakan seorang anak tunggal dengan status anak angkat. Subjek mengalami konik dengan ayahnya yang sibuk bekerja di luar kota sehingga subjek kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua terutama ayahnya karena ibu subjek telah meninggal dunia. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya komunikasi anatara subjek dengan ayahnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada kasus ini adalah observasi dan interview. Penelitian ini bertujuan untuk menangani permasalahan anak yang kurang perhatian dan kasih sayang dari ayahnya dengan teknik strategic family therapy. Hasil dari intervensi didapatkan adalah adanya perubahan hubungan dalam keluarga, tumbuhnya kedekatan antara anggota keluarga dan ayah subjek lebih menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya kepada subjek.
Terapi Rational-Emotive Behavior untuk mengatasi masalah kecemasan umum pada narapidana kasus narkoba
Nurhasanah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i2.16239
Subjek seorang perempuan berusia 40 tahun. Mengalami masalah kecemasan umum yang muncul dalam bentuk sering mengalami mimpi buruk digerebek polisi karena narkoba, gangguan tidur dimalam hari. Merasakan ketegangan ketika bekerja terutama saat memikirkan masa depan dirinya dan keluarga, sulit konsentrasi saat bekerja sehingga terkadang perlu waktu yang sedikit lama untuk menghasilkan karya di dalam lapas. subjek juga sering cemas sebelum telepon ke rumah untuk menanyakan kabar keluargnya, karena takut mendengar kabar buruk, respon yang muncul adalah berkeringat dingin ataupun merasa tegang. Salah satu intervensi yang dilakukan pada subjek yang mengalami masalah kecemasan umum adalah Rational-Emotive Behavior Therapy berupa restrukturisasi kognitif dan relaksasi otot progresif. Restrukturisasi kognitif merupakan metode untuk membantu konseli mengenali dan memahami perasaan, pemikiran dan tingkah laku irasional atau merestrukturisasi pemikiran negatifnya menjadi pemikiran yang lebih positif dan rasional, sehingga perilaku bermasalah subyek dapat tertangani. Metode asesmen yang digunakan antara lain Interview, observasi dan tes psikologi. Intervensi ini dilakukan sebanyak 4 sesi. Setelah dilakukan intervensi, hierarki kecemasan subjek pada situasi yang membuat cemas menurun setelah pasca terapi. Relaksasi yang diberikan membantu subjek lebih terampil untuk mengatasi perasaan tegang, khawatir ketika situasi yang membuat cemas muncul.
Kontrol diri untuk mereduksi perilaku marah
Ziyadatul Khair
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v4i2.16240
Subyek berjenis kelamin perempuan dengan usia 28 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes psikologi (gras). Intervensi dilakukan sebanyak tujuhsesi, yaitu menggunakan teknik kontrol diri. Setiap sesi dilakukan untuk melatih subyek agar bisa mengurangi ketegangan dan mengontrol perilaku marahnya. Setelah subyek melakukan serangkaian intervensi, subyek mengalami perkembangan dalam melakukan kontrol diri ketika akan marah. Adapun target intervensi yaitu subyek dapat mengurangi perilaku marahnya (berteriak dengan kasar dan keras, serta mengumpat) dengan teknik kontrol diri yang telah dipelajari ketika intervensi.
Terapi Kontrol Diri untuk mengurangi perilaku merokok ringan pada remaja
Abdul Aziz Muslim
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v2i1.16269
Subjek adalah laki-laki berusia 16 yang saat ini kelas 3 SMP di kota Malang. Subjek memiliki permasalahan perilaku merokok ringan, subjek ingin berhenti merokok karena berpengaruh pada aktivitas sepak bolanya yang semakin lama subjek tidak mampu bermain fulltime. Subjek tidak mampu berhenti karena lingkungan yang kurang mendukung. Asesmen dengan wawancara kepada subjek dan orang tua, menggunakan tes MBTI dan self report. Metode terapi kontrol diri subjek ditargetkan mampu berhenti merokok. Hasil dari terapi yang dilakukan selama 6 sesi, subjek mampu berhenti merokok yang awalnya lima batang dalam sehari pada akhir terapi subjek mampu berhenti merokok tapi masih ada keinginan bila melihat ada yang merokok. Pada tahapan follow-up subjek sudah mampu untuk mengontrol keinginan untuk merokok.