Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles
204 Documents
Penerapan self management untuk mengatasi problem akademik mahasiswa
Tri Wahyuning Tyas
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v2i2.16288
Subjek berusia 29 tahun adalah mahasiswa re-nim yang masih menyelesaikan studinya sejak tahun 2008 hingga saat ini tahun 2014. Mahasiswa re-nim umumnya memiliki berbagai permasalahan yang kompleks dalam menyelesaikan studinya yang belum bisa segera diselesaikan, Problem akademik tidak selalu dihubungkan dengan nilai namun banyak hal yang membuat seseorang memiliki problem tersebut. Penerapan teknik self-managemen pada kasus ini dilakukan untuk mengkontrol dan meningkatkan target yang ingin dicapai oleh subjek yaitu datang untuk bimbingan dosen sesuai jadwal. Self managemen merupakan strategi yang dilakukan dalam mengarahkan secara efektif pencapaian tujuan aktivitas yang dilakukan, dengan melibatkan teknik pemantauandiri, reinforcement, kontrak atau perjanjian diri sendiri maupun modifikasi lingkungan. Hasil dari treatment yang dilakukan terbukti cukup dapat meningkatkan perilaku yang diinginkan subjek yaitu meningkatkan frekuensi bimbingan skripsi subjek dengan tujuan akhir dapat segera menyelesaikan studinya di periode wisuda berikutnya di tahun depan. Namun teknik ini masih ditemukan titik ketidak berhasilan di akhir evaluasi dan menyebabkan terhambatnya proses hal tersebut dikarenakan tidak adanya komitment dari subjek dan permasalahan psikologi lain yang menyertai.
Terapi restrukturisasi kognitif untuk menangani perilaku merokok pada remaja
Siska Nilam Sari
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v2i2.16289
Subyek adalah seorang anak laki-laki berusia 17 tahun. Berdasarkan hasil asesmen dengan metode wawancara dan observasi diperoleh hasil bahwa subyek mmeiliki perilaku merokok. penyebab dari perilaku subyek adalah karena adanya perilaku modelling yaitu ayah yang seorang perokok berat dan pengaruh lingkungan dari teman-teman sekolah subyek. intervensi dilakukan menggunakan teknik restrukturisasi kognitif. Intervensi yang dilakukan terdiri dari tujuh sesi restrukturisasi kognitif. Setelah dilakukan intervensi yang diberikan oleh terapis serta terdapat perubahan pada perilaku subyek. Perubahan positif tersebut dapat tercapai orang tua subyek sangat mendukung dan kooperatif dalam memantau perilaku subyek serta adanya komunikasi yang hangat sehingga membuat subyek merasa nyaman dan bersedia menuruti aturan-aturan.
Mengurangi rasa marah melalui Gestalt Therapy
Retno Handasah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v2i2.16290
Subjek adalah seorang perempuan berusia 36 tahun yang memiliki permasalahan memendam rasa marah dengan mantan suaminya. Intervensi yang dilakukan bertujuan untuk mereduksi rasa marahnya agar dapat menerima kebebasan dan tanggungjawab pada tindakan-tindakan di masa yang akan datang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes psikologi yaitu grafis. Intervensi yang dilakukan sebanyak enam sesi melalui konseling gestalt therapy. Setelah subjek melakukan serangkaian intervensi, subjek dapat menyadari permasalahan dan perasaan yang dialami sekarang. Hal tersebut dapat mengurangi rasa marah terhadap suaminya di masa lampau, kemudian subjek dapat menentukan masa depannya dengan menggali potensi yang ada dalam dirinya, salah satunya dengan bekerja keras untuk dapat membahagiakan orangtuanya (ibunya). Perubahan yang diinginkan dapat tercapai sesuai dengan target intervensi yaitu subjek dapat mengatasi permasalahan dan mengatisipasi permasalahan di masa yang akan datang dalam kehidupannya.
Support Group Therapy untuk meningkatkan self control pada pengguna narkoba
Hesti Ayu Kirana
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v2i2.16291
Subjek intervensi pada kasus ini sebanyak 7 wanita penghuni LapasWanita Klas II AMalang. Subjek dipilih berdasarkan usulan dari petugas yaitu penghuni Lapas selama 2/3 hingga masa release. Setelah dilakukan asesmen lanjutan banyak permasalahan yang mereka hadapi salah satunya yaitu ketika mereka keluar dari penjara akan bertemu dengan teman-teman serta bertemu dengan narkoba karena ruang lingkup dari pekerjaan mereka masih berhubungan dengan obat-obatan tersebut. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan control diri pada pengguna narkoba sehingga dapat menghindari dan tidak menggunakan kembali obat-obatan terlarang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Intervensi terdiri dari 6 sesi dan memberikan hasil adanya peningkatan control diri untuk tidak menggunakan obat-obatan tersebut menjelang masa bebas.
Peningkatan penerimaan diri pasien skizofrenia melalui Rational Emotif Behavior Therapy
Aldila Putri Karindra
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v9i2.16298
Delusions and irrational thoughts often appear in schizophrenic patients. Can those negative thoughts be reduced to them? Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) is designed to help overcome the problems of negative thinking in schizophrenia. The assessment was carried out using interviews, observation and several psychological tests with the results of the dominance of negative feelings and low self-acceptance. The intervention aims to break irrational beliefs and increase self-acceptance through REBT techniques. The results of the intervention show that the client can see things from a different perspective in order to generate new, more rational thoughts so as to increase the client’s acceptance of himself, others, and the environment.
Mengatasi psychological emptiness pada penderita skizofrenia dengan Art Therapy
Muhammad Azka Maulana
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v9i2.16299
People with schizophrenia have a high risk of attempting suicide. This research is a case study that aims to see the effectiveness of Art Therapy to reduce the intensity of suicide in schizophrenic sufferers. The method of data collection is using the Suicidality Intention Scale given before and before the intervention. After 10 intervention sessions, the results showed a decrease in the intensity of suicide. This result is relatively stable after therapy which is characterized by a decrease in the number of suicides.
Konseling untuk mengurangi inferioritas pada pasien skizofrenia
Riski januar triharsari
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v9i2.16315
Schizophrenia is a thought disorder that is not interconnected, the presence of erroneous perceptions, flat affect, withdrawal from the social environment, and failed functioning of life. This study examines the effect of Adlerian counseling to reduce feelings of inferiority in Schizophrenic patients. The assessment method used in this study is interview, observation, psychological tests namely Graphics Test, SSCT, WWQ, TAT, and WAIS. The intervention was given using counseling with the Adler approach which consisted of nine sessions. The results of the intervention showed that the inferior subject could be reduced, which was indicated by no longer being ashamed to talk to women, being able to find an understanding that he had implemented the wrong lifestyle all this time. Subjects also become more active.
Reality Therapy untuk meningkatkan penyesuaian diri remaja dengan gangguan major depressive disorder
Intan Novantin Citra Ady
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v9i2.16318
The subject is an 18-year-old prisoner who was diagnosed with Major Depressive Disorder. The assessments used include interviews, observations, WARTEGG tests, SSCT tests, and Graphic tests. The results of the assessment show that the subject is a person who is difficult to adjust to a new environment, cannot accept his current life and wants to commit suicide. The intervention given was Reality Therapy which consisted of seven sessions. The purpose of this intervention is to help the subject to realize his own needs and make the right decisions for him. The results of the intervention showed that the subject became more accepting of his life in prison and could more calmly carry out activities in prison.
Rational Emotive Behavior Therapy untuk menurunkan gangguan somatisasi
Uun Zulfiana
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v5i2.16375
Klien memiliki keluhan sesak nafas dan berobat ke puskesmas secara rutin tiga sampai empat kali sebulan. Namun para tenaga medis tidak mendapatkan diagnose medis pada keluhan yang dialami klien. Beberapa ciri yang dialami klien merujuk pada gangguan somatisasi. Teknik pengumpulan data klien dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Intervensi yang berfokus dalam perubahan diri ini menggunakan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dengan tujuan agar klien lebih toleran terhadap diri dan orang lain dan mengubah perilaku yang mampu menghancurkan atau menyakiti diri sendiri. Hasil dari intervensi yang dilakukan dengan menggunanakan REBT adalah klien mampu menyadari bahwa tuntutan terhadap dirinya sendiri terlalu tinggi dan tidak rasional sehingga mengakibatkan keluhan pada simtom fisik yaitu, sesak nafas. Setelah menyadari akan hal tersebut, klien lebih mampu mentolelir dirinya sehingga berdampak pada berkurangnya keluhan fisik yang dialaminya dan ia lebih mampu berpikir positif.
Terapi perilaku untuk meningkatkan durasi tidur pada anak insomnia
Nur Alina Saidah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/procedia.v5i2.16376
AF berjenis kelamin perempuan dengan usia 9 tahun yang sedang duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. AF mengalami gangguan tidur berupa sulit untuk memulai tidur. Klien hanya memiliki durasi tidur 4 jam dalam sehari. Efek dari gangguan tidur tersebut adalah klien sering merasa pusing di sekolah dan tidak konsentrasi untuk mengikuti pelajaran. Gangguan tidur klien disebabkan oleh adanya pola kebiasaaan yang akhirnya menjadi gangguan. Pola tersebut semakin berkembang karena tidak adanya teguran dari orang tua dan klien merasa menikmati ketika menonton tv pada malam hari. Dengan adanya gangguan tidur yang dialami oleh klien terapi perilaku dengan menggunakan token economy dapat memodifikasi perilaku tersebut. Terapi perilaku dapat meningkatkan perilaku yang diinginkan berupa meningkatnya durasi tidur pada klien dimana hal tersebut akan mengurangi dampak berupa pusing ketika di sekolah. Hasil dari intervensi yang dilakukan adalah klien dapat meningkatkan durasi tidurnya menjadi 6 jam perhari. Keberhasilan tersebut terjadi atas kerjasama yang baik antara terapis, klien dan ibu klien. Klien sudah jarang measa pusing ketika di sekolah.