cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 204 Documents
Terapi Kognitif Perilaku untuk menangani serangan panik di depan umum Frida Lestari
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v2i1.16270

Abstract

Subjek berusia 27 tahun mengalami serangan panik di depan umum. Studi bertujuan untuk melakukan perubahan pada perilaku nyata, pemikiran, keyakinan yang mempengaruhi perilaku penyebab munculnya serangan panik di depan umum. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan tes psikologi (grafis). Intervensi yang dilakukan 4 sesi yaitu dengan terapi kognitif perilaku. Sesi pertama menceritakan masalah yang dialami dan kesediaan subjek untuk diberikan terapi atas permasalahannya, sesi kedua melakukan latihan relaksasi bertujuan untuk bersikap rileks dan menerapkan saat mulai merasa cemas, sesi ketiga melakukan restrukturisasi kognitif yang bertujuan mengganti pikiran ataupun keyakinan irrasional dengan pemikiran atau keyakinan yang lebih adaptif, sesi keempat melakukan evaluasi dimana terapis memastikan bahwa subjek bisa berfikir lebih positif dan lebih nyaman. Setelah dilakukan intervensi, terdapat beberapa perubahan kecil yang terjadi pada diri subjek namun perubahan tersebut cukup signifikan, subjek sudah bisa berupaya mengalihkan perasaan negatif, ketakutan dan kecemasan subjek jika muncul, hal tersebut dilakukan subjek dengan berpikir positif bahwa subjek mampu memberikan tes kepadapeserta dan subjek akan diingatkan serta dibantu oleh dosen jika subjek melakukan kesalahan. Hal ini didukung oleh keinginan yang besar dari subjek untuk menjadi lebih baik.
Strategic Family Therapy untuk meningkatkan komunikasi dalam keluarga Medina Nurul Islamiyah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategic family therapy adalah model terapi yang bertujuan merubah pola interaksi keluarga sehingga bisa membenahi masalah-masalah dalam keluarga.Terapi keluarga muncul dari observasi bahwa masalah-masalah yang ada pada terapi individual mempunyai konsekwensi dan konteks sosial. Contohnya, klien yang menunjukan peningkatan selama menjalani terapi individual, bisa terganggu lagi setelah kembali pada keluarganya. Dan juga dapat meningkatkan komunikasi karena keluaga bermasalah sering percaya pada pemahaman tentang arti penting dari komunikasi. Sedangkan dukungan sosial adalah informasi yang mengakibatkan seseorang atau individu merasa yakin bahwa ia dicintai dan diperhatikan, dihargai dan merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan kemajuan. Pengertian diatas mencerminkan adanya dukungan sosial emosional yang berasal dari hubungan yang dekat dan intim. Pada umumnya menggambarkan mengenai peranan atau pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh orang lain yang bearti seperti anggota keluarga, teman, saudara, dan rekan kerja. Salah satu bentuk dari dukungan sosial adalah dukungan sosial keluarga, keluarga merupakan tempat pertumbuhan dan perkembangan individu Metode yang dilakukan dalam terapi Strategic family therapy adalah Observasi dilakukan pada saat wawancara, kegiatan sehari-hari klien di rumah. Tujuan observasi adalah untuk melihat pola perilaku dan juga ekspresi wajah klien dalam segala keadaan atau situasi. Wawancara dilakukan dengan klien (autoanamnesa) dan keluarga klien (alloanamnesa). Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengumpulkan data-data terkait dengan klien. Diketahui bahwaStrategic family therapy mampu meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengatasi permasalahan dengan tujuan meningkatkan dukungan sosial di dalam keluarga. Hasilnya menunjukkan perubahan yang positif dimana semua anggota keluarga membuat kesepakatan untuk kepentingan bersama.
Applied Behavior Analysis untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak retardasi mental Nita Kusumaningtyas
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v2i1.16272

Abstract

Klien seorang anak perempuan berusia 10 tahun mengalami retadasi mental ringan. Asesmen yang dilakukan untuk mengdiagnosis klien dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan tes inteligensi menggunakan skala Weshcler. Hasil asesmen mengindikasikan klien memiliki IQ =62 dan memiliki perilaku malaadaptif yaitu kurang memiliki kemampuan berkomunikasi, sosial, kemampuan akademik yang berkembang lambat. Intervensi yang digunakan dengan memberikan terapi perilaku yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) yang berfokus untuk meningkatkan komunikasi dengan menggunakan expressive language. Pada intervensi ini diharapkan akan mampu menambah perbendaharaan kata, mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksidengan orang lain. Hasil intervensi menunjukkan kurang efektif, karena keluarga kurang memberikan perhatian dan dukungan untuk perubahan klien menjadi lebih baik.
Terapi Kognitif-Behavior untuk mengurangi gejala gangguan penyesuaian pada tahanan wanita Renita Krisdianti
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v2i1.16273

Abstract

SIL (P/43) mengalami gangguan penyesuaian sejak ia berada di Lembaga Pemasyarakatan Wanita (LPW) Sukun, Malang selama hampir dua bulan. Metode asesmen yang digunakan untuk memperoleh informasi yaitu teknik wawancara dengan klien dan wali bina, teknik observasi terhadap perilaku klien sehari-hari, dan tes psikologi. Hasil asesmen memunculkan beberapa permasalahan yang dihadapi klien, antara lain: merasa cemas, gelisah, mudah marah, menjadi pemurung, dan sebagainya. Selain itu, ia juga merasa sakit kepala, tidak bisa tidur, mudah lelah sehingga tidak mampu menyelesaikan kerajinan tangan yang ditugaskan, dan sebagainya. Permasalahan yang dialami SIL tersebut mengarah pada permasalahan yang disebut gangguan penyesuaian. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka diberikanlah intervensi kognitif behavior terapi (CBT) untuk mengurangi gejala gangguan pada klien. Perubahan yang dialami klien setelah mengikuti terapi tersebut antara lain: lebih merasa rilek dan merasa tenang, menjadi insight bahwa selama ini dia telah berpikiran buruk dengan keadaan yang dialaminya, dan dapat mengekspresikan emosinya secara wajar.
Strategic Family Therapy untuk meningkatkan efektivitas pola komunikasi antar anggota keluarga Tri Utami Afriyanti
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v5i1.16274

Abstract

Subjek adalah satu keluarga yang mengalami suatu permasalahan yaitu problem atau masalah dalam berkomunikasi dalam anggota keluarga yang terdiri dari seorang ayah, seorang ibu dan dua orang anak laki-laki. Problem komunikasi yang terjadi menyebabkan kurang harmonisnya kondisi keluarga, sehingga menyebabkan terjadinya kerenggangan diantara masing-masing anggotanya. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara. Tujuan pemberian intervensi adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Strategic Family Therapy dapat menangani permasalahan dalam keluarga. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan yang positif, dimana seluruh anggota keluarga dapat membuat kesepakatan bersama untuk kepentingan dan kenyamanan dalam keluarga.
Rational Emotive Therapy untuk mereduksi kecemasan narapidana menjelang kebebasan Ratih Musfianita
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v5i1.16275

Abstract

Subjek adalah seorang narapida berjenis kelami laki-laki yang berusia 35 tahun. Menjelang kebebasannya sebagai narapidana, subjek mengalami kecemasan yang diakibatkan oleh pemikiran-pemikiran subjek yang merasa rendah diri dan tidak memiliki kemampuan dalam mengasuh anak ketika subjek bebas. Kecemasan ini menjadikan subjek susah tidur dan mengalami perubahan emosi yang drastis. Terapis dalam hal ini menggunakan Rational-Emotive Therapy (RET) yang secara kognitif memiliki penekanan filosofis, berfokus pada perubahan jangka panjang melalui penghapusan dugaan terhadap diri, tekanan dan mengenali aspek yang meringankan dari gangguan kognitif, mengurangi pemecahan masalah yang tidak sesuai dengan sistem kepercayaan dasar klien.Proses intervensi yang dilakukan selama 4 sesi ini dianggap dapat mereduksi atau mengurangi kecemasan pada subjek. Subjek menunjukkan penurunan gejala kecemasan dan dapat menghadapi kekhawatirannya dengan merencanakan langkah-langkah nyata terkait dengan kehidupan subjek selanjutnya.
Psikoedukasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pengasuhan anak pada komunitas ibu anggota Posyandu Diny Rezki Amelia
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v5i1.16276

Abstract

Komunitas posyandu ibu di RW 002 adalah komunitas posyandu yang memiliki anggota yang berusia sekitar 20-30 tahun dan rata-rata memiliki anak yang berusia balita. Terdapat permasalahan pada komunitas posyandu tersebut yakni para anggota posyandu masih kebingungan bagaimana mengasuh anak tanpa melibatkan kekerasan baik secara verbal maupun fisik. Mereka ingin anak mereka patuh namun ketika anak memberontak tidak jarang ibu mulai berteriak, menjewer, atau mencubit. Jika ini dibiarkan terus menerus maka akan menimbulkan kebiasaan pada ibu untuk melakukan kekerasan. Asesmen dilakukan dengan cara wawancara dan observasi serta pemberian pretest dan postest untuk mengetahui sejauhmana pemahaman ibu dalam mengasuhanak. Intervensi dilakukan dengan memberikan psikoedukasi tentang pengasuhan anak agar ibu tidak terlalu mudah melakukan kekerasan pada anak. Intervensi dilakukan sebanyak tiga sesi yaitu sesi pengenalan intervensi, sesi pemberian materi dan evaluasi. Hasil dari pemberian psikoedukasi adalah sebagian besar anggota posyandu mulai memahami tentang pengasuhan anak dan bersedia untuk melakukan pengasuhan yang baik tanpa melibatkan kekerasan.
Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pemahaman tentang Problem Insomnia Pada Lansia Danti Pratiwi
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v5i1.16277

Abstract

Permasalahan insomnia belum begitu dikenal pada masyarakat awam khususnya lansia. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan informasi tentang kesehatan Lansia yang berkaitan dengan problem psikologi yang mengakibatkan pola tidur yang terganggu dan dampak negatif yang ditimbulkan dari problem tidur. Studi kasus ini melibatkan 20 lansia Adapun metode yang di gunakan adalah wawancara dan observasi. Intervensi dalam studi kasus dilakukan terdapat 4 sesi. Hasil pre tes menunjukan sebanyak 5 lansia memiliki pemahaman yang baik atau setara dengan 25% sedangkan 15 orang lansia atau setara 75% tidak memiliki pemahaman yang baik. Kemudian setelah dilakukan intervensi atau pos tes hasilnya menunjukan lansia memiliki pemahaman yang baik sebanyak 16 orang atau setara 80% sedangkan 4 orang lansia atau setara 20% tidak mengalami peningkatan pemahaman yang baik.
Relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan pada penderita skizofrenia Amelia Rahma Evanti
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v5i1.16278

Abstract

Subjek seorang perempuan berusia 30 tahun yang mengalami skizofrenia. Metode asesmen yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes grafis, Bender Gestalt dan Woodworth’s Questionaire. Setelah dilakukan asesmen, diketahui bahwa subjek mengalami kecemasan maka tujuan intervensi adalah untuk mengurangi kecemasan. Intervensi yang diberikan adalah relaksasi otot progresif dalam lima sesi. Sesi perrtama dan kedua adalah pemberian teknik katarsis. Sesi ketiga adalah pemberian materi relaksasi pada keluarga. Sesi keempat adalah pemberian relaksasi otot progresif dan terakhir adalah follow up. Setelah dilakukan intervensi, subjek mengalami penurunan terhadap kecemasanya, yaitu dari skor 70 menjadi 30 sesuai dengan skala Subjective Units of Distress Scale (SUDS). Dukungan keluarga untuk membantu subjek melakukan relaksasi dapat meningkatkan keberhasilan dalam menurunkan kecemasan.
Social Skill Training pada remaja yang mengalami skizofrenia disorganized Wulida Azmiyya El-Rifqiya
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v2i2.16287

Abstract

Subjek adalah wanita berusia 18 Tahun, (selanjutnya akan disebut MW) yang mengalami gangguan schizophrenia disorganized. Subjek adalah pribadi yang tertutup dan kurang dapat bergaul dengan orang lain, disamping itu subjek kurang mandiri dalam melakukan aktifitas sehari-hari sehingga diberikan social skill training. Teknik pengumpulan data yang diberikan adalah observasi, wawancara dan tes psikologi (Grafis,WAIS dan WWQ). Intervensi yang diberikan adalah social skill training dalam 5 sesi untuk meningkatkan social skill subjek. Setelah dilakukan intervensi pada subjek MW terdapat peningkatan dalam hal kemauan dan ketrampilan membina hubungan sosial dan lebih mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 2 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 1 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 4 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 3 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 2 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue