cover
Contact Name
Lukita Purnamayati
Contact Email
lukita.purnamayati@live.undip.ac.id
Phone
+6285753079256
Journal Mail Official
jitpi.thp.fpik@live.undip.ac.id
Editorial Address
Laboratory of Fish Processing Technology Department of Fisheries, Faculty of Fisheries and Marine Science Diponegoro University, Indonesia Telp. +6224-7474698 Fax. +6224-7474698 Email : jitpi.thp.fpik@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26853701     DOI : -
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan menyajikan artikel hasil penelitian yang mencakup penerapan ilmu-ilmu perikanan(biologi perikanan, menejemen sumberdaya perikanan, budidaya perikanan) dan teknologi produk hasil perikanan yang berkaitan dengan penanganan hasil perikanan, penerapan teknologi tradisional dan baru, pendinginan dan pembekuan, pengemasan dan penyimpanan, keamanan produk hasil perikanan, dan pemanfaatan limbah hasil perikanan, serta ilmu-ilmu perikanan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK PEWARNA ALAMI RUMPUT LAUT (Sargassum sp.) TERHADAP MUTU WARNA KAIN KATUN BATIK Farisan Hilmana Ramadhan; Eko Nurcahya Dewi; Apri Dwi Anggo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9639

Abstract

Pewarna sintetis dapat menimbulkan beberapa masalah lingkungan terutama pada limbah cair yang dihasilkan selama proses pembuatan batik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai pewarna kain batik adalah rumput laut (Sargassum sp.). Ekstraksi zat warna dari rumput laut (Sargassum sp.) diberikan tiga macam perlakuan ektraksi dengan konsentrasi rumput laut : air yaitu 1:15, 1:10, dan 1:5. Bahan pewarna untuk kontrol yaitu menggunakan ekstrak pewarna dari mangrove (Rhizophora sp.). Konsentrasi yang digunakan pada kontrol yaitu 1:10 sesuai standar dalam pembuatan batik pewarna alam. Hasil pengujian beda warna kain menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi zat pewarna Sargassum sp. berpengaruh terhadap nilai kecerahan dan arah warna kain. Perbedaan konsentrasi zat warna berpengaruh terhadap tingkat ketuaan kain namun pada konsentrasi lebih tinggi, kain mengalami kejenuhan untuk menyerap zat warna sehingga perubahan warna perlakuan B dengan C tidak berbeda nyata. Hasil pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan kering menunjukkan pada semua perlakuan memberikan hasil nilai Staining Scale (SS) 4-5 dan pada gosokan basah menunjukkan nilai A yaitu 4-5, B dan C yaitu 4 yang artinya semua perlakuan dalam kategori baik. Hasil pengujian tahan luntur warna terhadap sinar matahari menunjukkan nilai nilai Grey Scale (GS) A yaitu 3-4 yang artinya cukup baik, sedangkan B, dan C yaitu 4 yang artinya nilai tersebut dalam kategori baik.
PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN CUKA (ASAM ASETAT) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP RESIDU FORMALIN PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) Nur Ikhsan Maulidani; Fronthea Swastawati; Slamet Suharto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9640

Abstract

Udang merupakan komoditas utama bagi perikanan Indonesia. Pendeknya daya simpan udang dan mudahnya udang mengalami penurunan mutu menyebabkan beberapa oknum menggunakan formalin untuk mengawetkan udang dengan cara ilegal. Formalin dapat direduksi dengan menggunakan asam, salah satunya adalah asam asetat. Penggunaan asam asetat diharapkan dapat mengurangi konsentrasi formalin pada udang vaname. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi asam asetat dan konsentrasi asam asetat yang paling efektif untuk mengurangi residu formalin pada udang vaname. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan percobaan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan tiga kali ulangan dengan faktor utama yaitu konsentrasi larutan asam asetat 6%, 8% dan 10%. Sampel udang vaname direndam dalam formalin 0,5% selama 60 menit, kemudian sampel direndam ke dalam larutan cuka dengan konsentrasi 6%, 8%, 10% serta kontrol tanpa perendaman asam asetat selama 60 menit. Parameter pengujian yang dilakukan adalah uji kuantitatif formalin, TVBN, pH, kadar air, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang vaname yang direndam dengan larutan cuka asam asetat 10% berpengaruh nyata terhadap nilai kuantitas formalin, TVBN, pH, kadar air, dan organoleptik dengan hasil kuantitas formalin (0,02±0,00), TVBN (13,74±1), pH (5,49±0,04), kadar air (80,08±0,2), dan organoleptik (kenampakan 7,30±0,46, bau 7,37±0,55, tekstur 7,33±0,47). Perendaman larutan cuka asam asetat 10% lebih efektif untuk menurunkan residu formalin pada udang vaname.
PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN BUMBU YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK NANIURA IKAN MAS (Cyprinus carpio) Indri Febriana Pakpahan; Sumardianto Sumardianto; Akhmad Suhaeli Fahmi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9635

Abstract

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang dapat digunakan sebagai bahan baku naniura. Naniura merupakan salah satu makanan tradisional Batak Toba dengan prinsip pengolahan perendaman ikan dengan asam jungga yang dilakukan hingga daging ikan lunak seperti daging ikan yang dimasak dan dapat dikonsumsi. Perendaman dalam asam jungga ini dapat mengurangi bau amis pada ikan, sekaligus sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama perendaman bumbu yang terhadap nilai Hedonik, nilai pH, nilai TPC, dan hardness. Rancangan Percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan lama perendaman bumbu yang berbeda yaitu 0 jam, 2 jam, 4 jam dan 6 jam dengan ulangan tiga kali. Hasil penelitian naniura ikan mas denga perlakuan lama perendaman bumbu yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH, TPC, hardness dan tingkat kesukaan panelis. Nilai pH yaitu pada 0 jam, 2 jam, 4 jam dan 6 jam secara berturut turut adalah 4,98; 4,93; 4,39 dan 4,54; nilai TPC 4,9×105 cfu/g, 4,3×105 cfu/g, 4,1×105 cfu/g dan 4,2×105 cfu/g, nilai hardness 418,12 gf, 484,87 gf, 678,79 gf dan 1142,11 gf dan tingkat kesukaan panelis. Berdasarkan data tersebut, perbedaan lama waktu perendaman bumbu naniura yang paling efektif berada pada lama perendaman bumbu selasa 4 jam secara fisik, mikrobiologi dan kimia terhadap produk naniura.
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN PEMINYAKAN TERHADAP KUALITAS KULIT SAMAK IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.) Puji A Sitorus; Putut Har Riyadi; Eko Susanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9641

Abstract

Peminyakan merupakan bagian dari proses penyamakan kulit yang bertujuan untuk menempatkan molekul minyak pada ruang yang terdapat di antara serat-serat kulit dan dapat berfungsi sebagai pelumas sehingga kulit lebih lemas, lunak dan mudah dilekuk-lekukkan. Peminyakan dapat menggunakan berbagai macam minyak, salah satunya yaitu minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit mampu mengubah kulit yang kasar dan keras menjadi kulit yang lebih lembut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan minyak kelapa sawit terhadap kualitas dari kulit samak ikan Bandeng. Penelitian dilakukan menggunakan konsentrasi minyak 4%, 8% dan 12% dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa sawit dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan sobek, dan kadar lemak. Kulit samak ikan Bandeng dengan konsentrasi minyak kelapa sawit 4% merupakan produk yang terbaik dengan kriteria mutu: kekuatan tarik (2003,59 N/cm2 ), kekuatan sobek (325,87 N/cm2 ), kadar lemak (2,97%) dan uji fotomikrograf.
KARAKTERISTIK PENYEDAP RASA DARI AIR REBUSAN PADA JENIS IKAN YANG BERBEDA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG MAIZENA Aryna Conny Tamaya; Yudhomenggolo Sastro Darmanto; Apri Dwi Anggo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9636

Abstract

Air rebusan merupakan salah satu limbah cair yang dihasilkan dari pengolahan produk perikanan. Air rebusan ikan mengandung glutamat yang secara alami terdapat dalam daging atau makanan yang berprotein lainnya. Asam glutamat dapat meningkatkan rasa gurih pada makanan. Makanan yang dapat mengandung asam glutamat yaitu ikan, seperti ikan lukas dari air tawar, ikan bawal dari air payau dan ikan kurisi dair air laut. Penelitian ini menggunakan bahan baku air rebusan ikan dan bahan pengisi tepung maizena. Penggunaan tepung maizena sebagai pengganti maltodekstrin berfungsi untuk bahan penyalut dan pengental. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik penyedap rasa dari air rebusan pada jenis ikan yang berbeda serta untuk mengetahui jenis ikan terbaik yang digunakan dalam pembuatan penyedap rasa. Metode penelitian yang digunakan yaitu yaitu experimental laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penyedap rasa tanpa air rebusan ikan (A), penyedap rasa dengan air rebusan Ikan Lukas (B), penyedap rasa dengan air rebusan Ikan Bawal (C), dan penyedap rasa dengan air rebusan Ikan Kurisi (D) dengan tiga kali ulangan. Parameter uji berupa kadar air, kadar protein, kelarutan, profil asam amino dan penilaian hedonik. Data parametrik dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Data nonparametrik dianalisis menggunakan Kruskall-Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji terbaik yaitu pada kadar air 5,69±0,64%; kadar protein sebesar 16,54±0,1%; dan asam amino 125.624,26 mg/kg pada perlakuan dengan Ikan Lukas. Hasil uji kelarutan dan hedonik terbaik yaitu pada penyedap rasa dengan perlakuan Ikan Bawal sebesar 76,16±3,28% dan 7,28<μ<7,56. Berdasarkan hasil analisis terdapat perlakuan yang berbeda nyata pada kadar air; kadar protein; dan uji hedonik, sedangkan pada kelarutan terdapat perlakuan yang tidak berbeda nyata.
PERUBAHAN KUALITAS UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis) Duwi Herawati; Lukita Purnamayati; Retno Ayu Kurniasih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9643

Abstract

Udang putih merupakan hasil perikanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi dan mudah rusak oleh autolisis, oksidasi, dan aktivitas mikrobiologi. Salah satu pengawet alami yang dapat mempertahankan kualitas udang putih yaitu fenol. Daun jati memiliki kandungan senyawa bioaktif berupa fenol jenis naphtakuinon dan antrakuinon yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perubahan kualitas udang putih selama penyimpanan dingin dengan penambahan ekstrak daun jati. Metode penelitian ini adalah metode experimental laboratories. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Split Plot in Time dengan konsentrasi ekstrak daun jati 3%, 5%, dan 7%. Pengujian dilakukan pada hari ke-0, 3, 6, dan 9 dengan 30 panelis pada uji organoleptik dan 3 kali pengulangan terhadap uji blackspot, Total Plate Count, Total Volatile Base Nitrogen, dan pH. Hasil menunjukkan bahwa udang mengalami perubahan kualitas pada hari ke-6 yaitu udang putih dengan penambahan ekstrak masih layak dikonsumsi dengan nilai organoleptik 7,66±0,27, blackspot 0,27±0,69, TPC 2,5x105 koloni/g, TVBN 29,87±0,32 Nmg/100g, dan pH 7,07±0,06, sedangkan udang putih kontrol hanya layak dikonsumsi hingga hari ke-3 dengan nilai organoleptik 8,33±0,23, blackspot 0,20±0,61, TPC 9,7x104 koloni/g, TVBN 26,66±0,32 Nmg/100g, dan pH 7,03±0,12.
EFEK PENAMBAHAN BIO-CALCIUM POWDER TULANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK COOKIES BERBAHAN DASAR TEPUNG MOCAF Riant Adam Gusmawan; Tri Winarni Agustini; Akhmad Suhaeli Fahmi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9637

Abstract

Cookies merupakan produk olahan kering yang dibuat dengan proses pemanasan dan pencetakan adonan. Umumnya tepung terigu digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan cookies. Sampai saat ini gandum masih sulit tumbuh di Indonesia sehingga tepung terigu masih harus diimpor dari negara lain. Sehingga diperlukan bahan yang dapat mengurangi penggunaan tepung terigu namun memiliki fungsi sebagai bahan dasar pembuatan cookies, salah satu bahan tersebut yaitu tepung mocaf. Salah satu kegunaan tepung mocaf yaitu bebas gluten yang baik untuk dikonsumsi oleh kalangan khusus seperti anak autis yang tidak dapat mengkonsumsi gluten. Cookies dari tepung mocaf dapat difortifikasi dengan Bio-Calcium untuk meningkatkan nutrisi pada cookies. Bio-Calcium merupakan produk yang berasal dari sumber kalsium yang telah melalui proses hidrolisis dan proses pemucatan sehingga diperoleh produk berupa serbuk yang memiliki ukuran mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Bio-Calcium dari tulang ikan nila (Oreochromis niloticus) terhadap karakteristik cookies. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi Bio-Calcium yang berbeda (25%, 30% dan 35%) dalam adonan cookies dan dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dengan penambahan Bio-Calcium yang berbeda mempunyai pengaruh nyata (P<5%) terhadap parameter uji kekerasan, hedonik, kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar kalsium dan SEM. Berdasarkan hasil penelitian, cookies terbaik yaitu penambahan konsentrasi BioCalcium 30% dengan nilai kekerasan 771,51 ± 0,31 gf, kadar air 3,04 ± 0,02%, kadar protein 4,47 ± 0,03%, kadar abu 18,19 ± 0,27%, kadar kalsium 13,23 ± 0,02%, kerapatan tertinggi pada konsentrasi Bio-Calcium 30%.
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SKIN LOTION EKSTRAK ALBUMIN IKAN GABUS (Channa striata) Desya Anjani Hardjata; Romadhon Romadhon; Laras Rianingsih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9638

Abstract

Ikan gabus merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal mengandung protein albumin tinggi. Albumin berperan sebagai bahan pengemulsi dan juga berkontribusi dalam kesehatan kulit. Kemampuan tersebut menjadi dasar penelitian penambahan ekstrak albumin ikan gabus dengan konsentrasi berbeda (0%; 10%; 20%; dan 30%) terhadap formulasi skin lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak albumin ikan gabus yang berbeda terhadap karakteristik fisiko-kimia skin lotion dan mengetahui konsentrasi ekstrak albumin ikan gabus terbaik untuk menghasilkan produk skin lotion yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Data parametrik (kadar albumin, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, bobot jenis, dan stabilitas emulsi) dianalisa dengan uji ANOVA dan BNJ. Data non-parametrik (hedonik) dianalisa dengan uji Kruskall-Wallis dan Mann-Whitney. Ekstrak ikan gabus diperoleh melalui proses pengukusan, pengepressan, dan sentrifugasi memiliki kadar albumin sebesar 3,97 ± 0,53% (mg/ml) dengan nilai rendemen sebesar 20,82 ± 5,15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak albumin ikan gabus dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh (P<0,05) terhadap karakteristik fisiko-kimia skin lotion (kadar albumin, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, bobot jenis, stabilitas emulsi, dan hedonik). Penambahan konsentrasi ekstrak albumin ikan gabus 10% adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan karakteristik fisiko-kimia skin lotion yang sesuai mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 16-4399-1996 dengan nilai hedonik 5,13 ≤ µ ≤ 5,62 (disukai oleh panelis), kadar albumin 1,44 %; pH 7,57; viskositas 4452 cP; daya sebar 5,24-6,22 cm; daya lekat 4,51 s; bobot jenis 0,98 g/ml; dan stabilitas emulsi 100%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8