cover
Contact Name
Wilarso
Contact Email
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Phone
+628119202134
Journal Mail Official
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Jl. Anggrek, No.25, Perum. PTSC, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Jawa Barat 16820
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
ISSN : 27455866     EISSN : 27457958     DOI : https://doi.org/10.37373/bemas.v1i2
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat berfokus pada Program Pemberdayaan Masyarakat dan naskahnya adalah tentang ilmu terapan di masyarakat untuk memajukan teori, penelitian, dan praktik yang terkait dengan semua bentuk penjangkauan dan keterlibatan. Pemberdayaan Masyarakat berarti layanan kepada masyarakat, menerapkan sains dan teknologi, ekonomi, sosial, pendidikan berdasarkan bidangnya, meningkatkan kapasitas pemberdayaan masyarakat dan masyarakat. Jurnal ini mengacu pada masalah yang ada dari pengabdian bidang tersebut. Ini termasuk menyoroti inovasi pemberdayaan masyarakat, dan pelaporan penelitian yang dilibatkan, penelitian berbasis masyarakat, penelitian tindakan, dan layanan masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan dan praktik di bidang pemberdayaan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
Pendampingan kelompok usaha dalam pengembangan keunikan produk di Desa Wisata Cibuk Kidul Sleman Dewi Amanatun Suryani; Suci Iriani Sinuraya
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.762

Abstract

Desa Wisata Cibuk Kidul merupakan salah satu dusun di Desa Margaluwih Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Desa wisata Cibuk Kidul termasuk desa yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan. Sehingga produk wisata yang ditawarkan Minapadi. Namun seiring waktu dan pandemi Covid yang terjadi keunggulan desa wisata ini telah diambil alih oleh desa wisata lainnya. Perkembangan Desa Wisata belum berdampak secara optimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa ini adalah dengan pengembangan keunikan produk yang berasal dari potensi desa. Selain itu juga dilengkapi dengan sosialisasi dan edukasi tentang pengemasan dan pembentukan kelompok Kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui 4 tahapan, yaitu observasi, need assessment, pelatihan pembuatan produk kuliner dan pemasaran serta evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan dampak sesuai dengan yang diharapkan, Hal ini tercermin dari adanya peningkatan pengetahuan (aspek kognitif) masyarakat mengenai produk unik yang perlu dikembangkan di desa wisata, pengemasan dan merek, maupun pentingnya adanya kelompok usaha. Selain itu, dari sisi afektif (sikap), muncul keinginan dari masyarakat untuk berusaha secara lebih kolektif berbasis komunitas. Dari segi psikomotoris, peserta langsung bisa mempraktikkan pembuatan produk yang unik dan mengorganisir kelompok
Peningkatan minat baca anak usia dini dengan pojok literasi di TK ABA Sragan, Sendang Mulyo, Minggir, Sleman Miftahush Shalihah; Farida Noor Rohmah
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.763

Abstract

Pendidikan anak usia tentunya melibatkan banyak aspek. Salah satunya adalah literasi dini. Literasi dini bukan berarti mengajarkan anak untuk membaca, namun bagaimana membangun agar anak-anak cinta membaca. Literasi dini dapat mengasah kemampuan mereka untuk berbicara dan menulis. Namun sayangnya tidak semua anak saat ini suka membaca. Tidak adanya buku bacaan dirumah menyumbang rendahnya literasi pada anak usia dini. Terlebih lagi di zaman modern seperti saat ini dimana smartphone merajalela dimana-mana, tentunya semakin membuat anak-anak jauh dari buku. Melihat fakta tersebut, maka membuat sudut baca atau pojok literasi, bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan minat baca anak usia dini. Pada saat ini, sudah mulai banyak sekolah yang mengadakan program pojok literasi karena program ini sangat efektif untuk menumbuhkan minat baca pada siswanya. Namun demikian, tidak semua sekolah mampu menyediakan pojok literasi ini. Ada banyak hal yang menghambat terciptanya pojok literasi, salah satunya adalah ketersediaan dana. TK ABA Sragan adalah salah satu taman pendidikan usia dini yang ada di Minggir, Sleman, Yogyakarta. TK ABA Sragan belum memiliki cukup sumber baca yang mampu meningkatkan minat baca siswanya. Berangkat dari hal tersebut, maka diperlukan usaha untuk meningkatkan minat baca siswa TK ABA Sragan. Salah satunya adalah dengan menyediakan pojok literasi di TK ABA Sragan dan mengadakan kegiatan read aloud. Pojok literasi ditata lebih baik dengan menambah koleksi buku, sedangkan kegiatan read aloud dilakukan agar meningkatkan bonding dengan anak-anak sehingga anak-anak semakin tertarik untuk membaca buku
Internalisasi semangat go green serta peningkatan produktivitas warga Desa Agrowisata Salak Ledoknongko melalui program PESPA MATIK (pengolahan sampah plastik menjadi media tanam estetik) Arif Bimantara; Gerry Katon Mahendra
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.764

Abstract

Sampah plastik masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan limbah di Indonesia dan semakin meningkat volumenya pada saat pandemi COVID-19. Pengelolaan sampah menjadi komponen penting yang perlu diprioritaskan termasuk bagi pengelola destinasi wisata setelah keluarnya kebijakan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainibility) yang dikeluarkan oleh Kemenparekraf sejak tahun 2020. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk mengolah sampah terutama sampah plastic tersebut. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Desa Wisata Agrosalak Ledoknongko yang terletak di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Permasalahan utama yang dialami mitra adalah belum memiliki pemahaman mengenai kebijakan pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah dan belum memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk mengolah limbah plastik. Solusi yang ditawarkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu pemberian edukasi kepada mitra mengenai kebijakan pemerintah daerah mengenai pengelolaan sampah serta pelatihan pembuatan media tanam dari limbah plastik hingga teknis penanamannya. Program-program tersebut diharapkan mampu menginternalisasikan semangat Go Green terutama untuk mendukung sertifikasi CHSE sebagai syarat dibukanya kembali desa wisata tersebut. Kegiatan pengabdian dimulai dari perizinan, konsolidasi, persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan didahului dengan pemaparan kebijakan pengelolaan sampah yang berlaku di Kabupaten Sleman DIY. Kemudian dilakukan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi media tanam. Monitoring dilakukan pada hari ke tujuh setelah dilakukan pelatihan. Lalu evaluasi dilaksanakan setelah dua minggu pasca pelatihan untuk mengetahui keberhasilan pembuatan media tanam yang dilakukan. Hasil yang didapatkan adalah dari tiga kelompok peserta, hanya karya satu kelompok yang dapat hidup dengan baik. Beberapa faktor penyebabnya adalah kepadatan plastik yang berbeda, pengeringan yang tidak sempurna serta pencucian akar yang kurang bersih. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah warga sudah memiliki pemahaman yang baik terhadap kebijakan pengelolaan sampah yang berlaku di Kabupaten Sleman DIY serta berdasarkan hasil evaluasi telah memiliki keterampilan yang baik dalam membuat media tanam dengan memanfaatkan sampah plastik kresek
Pendampingan pencegahan multimorbiditas pada lansia di puskesmas indrapuri Kabupaten Aceh Besar Mitha Julianti Mitha; Basri Aramico; Fauzi Ali Amin
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.776

Abstract

Lansia ada hubungannya dengan multimorbiditas karena tingkat daya tahan tubuh yang menyebabkan terjadinya berbagai macam penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, hiperkolesterol dan hipertensi yang berisiko menderita multimorbiditas. Prevalensi kasus morbiditas yang paling tinggi di Aceh Besar adalah Puskesmas Indrapuri sebesar 14,7%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan multimorbiditas pada lansia di Puskesmas Indrapuri Kabupaten Aceh Besar tahun 2023. Penelitian ini adalah pengabdian kepada masyarakat yang mengalami penyakit tidak menular. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia sebanyak 196 orang sampel sebanyak 66 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan selama 7 hari. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa responden yang mengalami multimorbiditas pada kategori ada sebanyak 37 orang (56,1%), usia ≥ 70 tahun sebanyak 33 orang (50%), jenis kelamin pada kategori perempuan sebanyak 40 orang (60,6%), aktivitas pada kategori sedang sebanyak 34 orang (51,5%) dan mengalami stres pada kategori ringan sebanyak 25 orang (37,9%). Hasil uji statistik untuk usia didapatkan (p=0,001), genetik (p=0.009), jenis kelamin (p=0,010), aktivitas (p=0,001) dan stres (p=0,008). Kesimpulan ada hubungan usia, genetik, jenis kelamin, aktivitas fisi dan stress dengan multimorbiditas. Diharapkan bagi Puskesmas dan petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada lansia dengan mengadakan penyuluhan kesehatan serta mengadakan posbindu secara teratur, sehingga dapat mencegah terjadinya multimorbiditas.
Implementasi akuaponik sebagai upaya urban farming pada lahan kosong di lingkungan RT9 RW9 Pepelegi Sidoarjo Rizqa Amelia Zunaidi; Aulia Rahma Annisa; Lora Khaula Amifia; Nilna Agnia; Dwi Nur Azizah Hamidah; Nanda Mesa Nur Aryabawa; Dio Ifan Auliya
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.778

Abstract

Urban farming di Sidoarjo dirasa tepat oleh Menteri Pertanian Syahul Yasin Limpo dikarenakan selain menjaga ketahanan pangan nasional, bisa juga digunakan untuk menyiasati penyusutan lahan tiap tahun yang diganti dengan industri. Menurut Bupati Sidoarjo, masyarakat banyak meninggalkan sektor pertanian dan memilih lahannya dijual dan untuk dijadikan beton yang menghasilkan banyak uang dibandingkan untuk pertanian. Di samping itu, seiring dengan inisiatif dari pemerintah provinsi Jawa Timur untuk memperkuat pelaksanaan program Jatim Agro, yang merupakan bagian dari Bhakti ke-6, bertujuan untuk memajukan berbagai sektor, salah satunya pertanian dan perikanan dengan pendekatan berbasis masyarakat. Oleh sebab itu, di RT09 RW09, Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, diperlukan urban farming yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan warga dan juga untuk pemanfaatan lahan kosong yang hanya digunakan untuk menanam sayuran saja, seperti kemangi, bayam, tomat, dan lainnya. Akuaponik bisa menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah diatas. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus untuk meningkatkan kompetensi masyarakat RT09 RW09, Desa Pepelegi, dan memanfaatkan lahan umum untuk kesejahteraan bersama melalui pembuatan akuaponik. Nantinya hasil tanaman maupun peternakan ikan akuaponik dapat dikemas dan dijual untuk menambah kas warga. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah implementasi sistem akuaponik terpadu dan juga peningkatan kompetensi warga melalui pelatihan dan pendampingan
Optimalisasi peran pelaku seni topeng “murtitomo” di kepanjen malang melalui dialog budaya dan go digitalisasi promosi Fahyuni Baharuddin; Prakrisno Satrio; Tri Siwi Agustina
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.780

Abstract

Budaya di Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisonal yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah wayang Topeng Malangan. Topeng digunakan sebagai media yang mendukung fleksibilitas penari. Dikarenakan pada saat itu sulit merias wajah sehingga lebih mudah ketika sang penari mengenakan topeng pada wajahnya. Kenyataannya kini seni topeng Malangan semakin tenggelam oleh kesenian modern yang lebih banyak diminati generasi penerus. Ketika pandemi covid melanda, mereka kehilangan penghasilan karena larangan berkumpul dan tidak ada pertunjukan. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan ketua komunitas Murtitomo (Bp. Achmad Sholeh), didapatkan data bahwa komunitas ini memproduksi topeng secara mandiri, manual dan dijual melalui medsos. Selama pandemic, hampir tidak ada pembelian topeng dan ini memperparah keadaan. Secara spesifik tim PKM merumuskan permasalahan yaitu: 1. Komunitas Murtitomo memerlukan cara terbaik untuk pelestarian budaya Topeng Malangan pada para generasi muda, 2. Terbatasnya peralatan untuk menghasilkan topeng dengan cepat dan berkualitas, 3. Kurang optimalnya pemasaran online. Untuk menunjang peningkatan ekonomi kreatif, komunitas Murtitomo bersepakat dengan tim PKM untuk merencanakan beberapa solusi yaitu : 1. Dialog budaya untuk memahami pentingnya literasi sebagai upaya pelestarian budaya Topeng Malangan yang dipandu oleh Budayawan, 2. Pengadaan peralatan pendukung percepatan dan peningkatan kualitas produk kerajinan topeng 3. Pelatihan optimalisasi Go Digitalisasi Promosi. Target pelaksaan program PKM ini adalah transfer of knowledge dan transfer of skill dari tim PKM sehingga diharapkan tingkat partisipasi aktif (70%) dan terjadi peningkatan ekonomi. Selanjutnya luaran dari program ini adalah jurnal ilmiah nasional berISSN, media cetak elektronik serta peningkatan IPTEK dengan optimalisasi Go Digitalisasi Promosi, video, modul literasi serta haki. Dalam pelaksanaan program, mitra bersedia menyediakan tempat, pengurus terlibat aktif pada dialog budaya dan pelatihan pemasaran online. Prosedur evaluasi meliputi: 1. Ada modul literasi, 2. Peralatan pendukung produksi topeng terawat dengan baik
Ngopi sebagai penyegaran pendirian koperasi berbasis islam dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi di desa berkembang Sugiartiningsih; Ia Kurnia; Erfan Erfiansyah; Toto Sugihyanto; Siti Kodariah; Qori Rahayu; Muhamad Rizki Putrangga; Hanifah Nur Halimah
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.782

Abstract

Proses pembangunan di desa banyak terbelenggu oleh rentenir yang diistilahkan dengan Bank Emok berujung pada kerugian warga dan pemerintah desa. Tujuan PkM dari prodi Akuntansi UMBandung untuk membangkitkan semangat para ketua DKM di desa Rancatungku mendirikan koperasi berbasis islam yang legal, menyiapkan pendampingan dan pembinaan koperasi agar menjadi soko guru perekonomian Indonesia sesuai amanah kemerdekaan. Metode pelaksanaan dengan tatap muka, tanya-jawab (diskusi), dan pengisian kuesioner. Dari diskusi dan kuesioner diperoleh hasil bahwa ada satu koperasi yang sudah berjalan belum berbadan hukum; penyusunan laporan keuangan, struktur organisasi SDM dan pengelolaan keuangan yang memerlukan penyempurnaan yang berkelanjutan. Sedangkan warga DKM lain memiliki pengalaman pahit terjebak oleh rentenir yang berdampak terkurasnya harta pribadi untuk menutupinya dan mengharapkan adanya koperasi yang dapat memberikan solusi
ICD Edukasi gizi isi piringku dengan media powerpoint di SDN Banjaransari Cikijing Ika Candra Destiyanti
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.809

Abstract

Pengenalan gizi seimbang melalui konsep isi piringku menjadi literasi yang diminati untuk anak sekolah dasar terutama di desa banjaransari. Alasan tersebut berdasarkan respon partisipan usia 7 hingga 10 tahun yang antusias terhadap pemaparan materi gizi seimbang selama 2 hari, Tayangan visual yang menarik melalui 10 slide powerpoint dan tayangan video saat acara berlangsung menambah literasi mereka tentang gizi seimbang, malnutrisi dan kandungan gizi dalam piringku. Isi piringku secara semiotik bermakna kandungan gizi dalam konsumsi makanan nya. Tujuan dari kegiatan ini memperkenalkan dan mengedukasi anak sekolah dasar tentang gizi seimbang di dalam setiap makanannya sehingga mereka melek gizi sejak dini. Selain itu dengan edukasi gizi seimbang di sekolah mereka dapat dengan bijak memilih jajanan sehat selama jam istirahat berlangsung. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab dengan menggunakan media powerpoint. Kemudian untuk praktek menyusun isi piringku siswa siswi diberikan pilihan slide jenis makanan mana yang lebih disukai ada di dalam isi piring dan melalui implementasinya dengan kegiatan jumat berbagi dengan menu makanan gizi seimbang. Hasil kegiatan dapat menambah edukasi siswa dan siswi sekolah dasar dalam memilih dan menentukan jenis makanan yang tersaji di isi pring mereka. Dapat disimpulkan media powerpoint akan meningkatkan literasi anak tingkat sekolah dasar dalam konsumsi gizi seimbang sehari hari.
Pelatihan pembuatan bahan ajar digital dengan flip builder dan book creator di SDI Labschool Bani Saleh Bekasi Ahmad Rizki Nugrahawan Rizki; Eko Susanto
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 3 No 2 (2023): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v3i2.197

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang tidak bisa dipisahkan dan ditinggalkan dalam proses pembelajaran. Pemilihan bahan ajar juga harus disesuaikan dengan kurikulum pembelajaran yang sedang diterapkan di sekolah. Saat pandemi dan juga saat ini yang serba digital, maka penggunaan bahan ajar digital sangat diperlukan. Bahan ajar digital bisa menjadi media pembelajaran alternatif yang efektif dan inovatif. Flip Builder dan Book Creator merupakan aplikasi yang mendukung pembuatan bahan ajar digital. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Flip Builder dan Book Creator yang menjadi salah satu latar belakang dipilihnya kedua aplikasi tersebut sebagai sarana pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan yang diadakan di SDI Labschool STAI Bani Saleh Kota Bekasi. Kegiatan ini dibagi menjadi empat tahap, yaitu Pertama, refleksi dan materi pertama, Guru diberikan materi yang berkaitan dengan bahan ajar berbasis digital. Kedua, pemberian materi terkait Flip Builder dan Book Creator . Ketiga, FGD sebagai bentuk pendalaman materi dan praktek pembuatan kedua aplikasi tersebut. Keempat, tanya jawab dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini terlihat dari ke-24 guru, sebanyak 17 guru (71%) berkeinginan sangat besar untuk membuat bahan ajar digital dengan Flip Builder atau Book Creator untuk pembelajaran setelah mengikuti pengabdian masyarakat ini. Sisanya sebanyak 7 guru (29%) akan mencobanya. Pada sisi lainnya, sebanyak 21 guru (86%) telah mengirimkan hasil buatan bahan ajarnya dan hanya 3 guru (14%) saja yang tidak mengirimkan tugasnya.
Budikdamber akuaponik sebagai strategi ketahanan pangan dan stimulus kewirausahaan saat pandemi covid-19 Helin G Yudawisastra; Wasifah Hanim; Siti Mardiana; Alfiana; Sugiartiningsih; Suparjiman; Tris Sudarto; Eris Sudarisman; H. Qur’ani Noor
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 3 No 2 (2023): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v3i2.258

Abstract

During the Covid-19 pandemic, this civic duty project aims to increase community food security, particularly for the orphanage community. Given that the pandemic had been active for 2 (two) years and had an adverse effect on the local economy, this activity was conducted. The training exercise that was conducted involved training for fish growing in buckets (budikdamber). Additionally, food safety, Due to the fact that the outcomes of budikdamber can be sold, it can also be used as an entrepreneurial teaching tool. The Insan Harapan Child Orphanage (PSAA), located in Jl. Ahmad Yani no. 37/132 Gang Slamet II, Babakan Surabaya, Kiaracondong, Bandung 40281, hosted the events. Catfish, kale seedlings, special plastic buckets for cultivation, and a few plastic cups make up the ingredients and equipment. The orphanage's residents and managers are the subject of this research method's descriptive analysis. One day of instruction is followed by a few weeks of evaluation. It is anticipated that training outcomes will be put to good use for personal consumption and have a favorable impact on the economy both during and after the pandemic. The children and teenage residents as well as the administrators of the orphanage now have information and abilities that are highly helpful. It is hoped that aquaponics farming will endure and develop in the future.

Page 8 of 16 | Total Record : 151