cover
Contact Name
Wilarso
Contact Email
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Phone
+628119202134
Journal Mail Official
wilarso@sttmcileungsi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Jl. Anggrek, No.25, Perum. PTSC, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Jawa Barat 16820
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
ISSN : 27455866     EISSN : 27457958     DOI : https://doi.org/10.37373/bemas.v1i2
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat berfokus pada Program Pemberdayaan Masyarakat dan naskahnya adalah tentang ilmu terapan di masyarakat untuk memajukan teori, penelitian, dan praktik yang terkait dengan semua bentuk penjangkauan dan keterlibatan. Pemberdayaan Masyarakat berarti layanan kepada masyarakat, menerapkan sains dan teknologi, ekonomi, sosial, pendidikan berdasarkan bidangnya, meningkatkan kapasitas pemberdayaan masyarakat dan masyarakat. Jurnal ini mengacu pada masalah yang ada dari pengabdian bidang tersebut. Ini termasuk menyoroti inovasi pemberdayaan masyarakat, dan pelaporan penelitian yang dilibatkan, penelitian berbasis masyarakat, penelitian tindakan, dan layanan masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan dan praktik di bidang pemberdayaan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 157 Documents
Daur ulang (upcycling) tutup kemasan kaleng dan material alami untuk desain unusual accessories pertunjukan Saftiyaningsih Ken Atik; Komarudin Kudiya; Euis Evi Puspitasari
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2131

Abstract

Konsumsi makanan dan minuman kemasan di Indonesia telah meningkat secara signifikan, menyebabkan lonjakan limbah kemasan aluminium, khususnya tutup kemasan kaleng (can pull tabs), yang sering kali terabaikan dalam rantai daur ulang konvensional. Kondisi ini menuntut adanya solusi kreatif untuk mengubah limbah tersebut menjadi sumber daya bernilai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yang merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) tahun 2025, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kreatif Lembaga Seni Manikam Khatulistiwa Bandung. Tujuan khususnya adalah mengembangkan "unusual accessories" atau aksesori tidak biasa untuk seni pertunjukan melalui upaya upcycling tutup kaleng aluminium yang dipadukan dengan material alami seperti kain perca batik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action dan Practice-Based Design, yang melibatkan mitra secara aktif dalam tahapan observasi, penyuluhan, eksplorasi material, pendampingan desain, hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Kreatif Kriya Tekstil dan Fashion, Universitas Muhammadiyah Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai konsep upcycling dan desain berkelanjutan. Workshop ini berhasil menghasilkan sepuluh prototipe aksesori pertunjukan, termasuk kalung, iket kepala, hiasan tubuh (body adornment), dan strap gitar, yang memiliki nilai estetis, kekuatan struktur, dan fungsi panggung. Produk-produk ini telah diimplementasikan secara langsung dalam pertunjukan musikalisasi puisi di Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, dan memberikan dampak visual yang kuat serta respons positif dari audiens. Kesimpulannya, pendekatan upcycling terbukti efektif sebagai solusi inovatif dan edukatif dalam pengembangan aksesori pertunjukan yang kontekstual dan ramah lingkungan, serta berkontribusi pada penguatan praktik desain berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas seni dalam memanfaatkan limbah.
Profil status gizi lebih balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tuo Pasir Mayang Tahun 2025 Syahrial; Aldo Reskia Putra; Ega Rahmasuci; Ali, Jumaidi; Sabrina Rachel Assyifa; Yora Aghitya Khamel
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.1980

Abstract

Masalah gizi lebih pada balita merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak. Kondisi ini berkaitan erat dengan perubahan pola konsumsi, pola asuh makan, dan gaya hidup keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil risiko gizi lebih pada balita berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tuo Pasir Mayang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM). Populasi penelitian adalah seluruh balita yang tercatat pada bulan Agustus 2025 sebanyak 530 anak. Data dianalisis menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan karakteristik status gizi balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi balita berisiko mengalami gizi lebih sebesar 14,5%. Dari kelompok balita berisiko gizi lebih tersebut proporsi berdasarkan jenis kelamin relatif seimbang, yaitu laki-laki 49,4% dan perempuan 50,6%. Berdasarkan kelompok umur, balita usia 24–59 bulan memiliki proporsi risiko tertinggi (49,3%), diikuti usia 6–23 bulan (42,9%) dan usia 0–5 bulan (7,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah kerja UPTD Puskesmas Tuo Pasir Mayang menghadapi beban risiko gizi lebih balita yang cukup tinggi, terutama pada kelompok usia di atas dua tahun. Oleh karena itu diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif berbasis keluarga melalui edukasi gizi, peningkatan kapasitas kader, serta pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi puskesmas dan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan dan intervensi pencegahan obesitas anak secara terintegrasi.
Implementasi SuperSun sebagai sumber energi alternatif dalam revitalisasi dan digitalisasi SD Negeri Bajo Lohoa, Wakatobi Amin, Miftakhul; Sagaf, Muhammad; Budi Utomo, Sukarno; Dwi Prasetyowati, Sri Arttini; Fatmawati, Wiwiek
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2023

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Sultan Agung Semarang di SD Negeri Bajo Lohoa, Desa Tanomeha, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi, bertujuan mendukung revitalisasi dan digitalisasi sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik sebagai kendala utama dalam pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi keterbatasan energi listrik tersebut menyebabkan proses digitalisasi pembelajaran belum berjalan optimal dan membatasi pemanfaatan perangkat elektronik pendukung kegiatan belajar mengajar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian bekerja sama dengan PT PLN (Persero) ULP Wangi-Wangi melaksanakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis, meliputi survei lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan teknis sekolah, koordinasi dengan pihak sekolah dan PLN, pemasangan perangkat SuperSun berbasis tenaga surya berupa panel surya dan instalasi sistem kelistrikan pendukung, uji coba operasional peralatan, serta sosialisasi penggunaan dan perawatan sistem kepada guru dan pengurus sekolah agar mampu mengelola perangkat secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah kini memiliki sumber listrik alternatif yang lebih stabil dan andal, sehingga memungkinkan penggunaan perangkat pembelajaran digital secara optimal, meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, serta memperkuat pemahaman warga sekolah terhadap konsep energi terbarukan dan pentingnya transisi menuju energi bersih. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui digitalisasi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pemerataan akses energi dan pendidikan serta peningkatan literasi energi bersih di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Wakatobi.
Dampak penerapan integrated marketing communication (IMC) pada Nongki Cafe di Sabah, Malaysia Daga, Rosnaini; Mujahid; Nur Alim Jalil; Muh Yusuf AR; Nurmadhani Fitri Suyuthi; Natsar Desi; Muhammad Chaerul; Andi Vita Sukmarini; Abdul Samad A; Syamsul Riyadi
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2249

Abstract

Perkembangan UMKM kuliner di Sabah semakin pesat, namun masih banyak pelaku usaha yang belum mampu mengelola komunikasi pemasaran secara terpadu sehingga pesan merek tidak konsisten. Nongki Café mengalami permasalahan serupa dalam mengintegrasikan promosi digital dan luring. Oleh karena itu, penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran dan daya saing usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi strategi pemasaran pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner, khususnya pada Nongki Cafe yang berlokasi di Sabah, Malaysia. Di tengah ketatnya persaingan industri kafé di wilayah Sabah, banyak pelaku usaha lokal menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness dan loyalitas pelanggan yang konsisten. Masalah utama yang diidentifikasi pada mitra adalah kurangnya sinkronisasi antara media promosi digital dan aktivitas pemasaran luring, yang menyebabkan pesan merek menjadi terfragmentasi. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan pendampingan partisipatif yang meliputi tiga tahapan utama: analisis situasi dan audit komunikasi, lokakarya pelatihan Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC), serta implementasi strategi yang terintegrasi. Konsep IMC yang diterapkan mengintegrasikan elemen iklan media sosial, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, dan promosi penjualan ke dalam satu pesan yang koheren. Selama periode pendampingan, dilakukan pembenahan pada aset digital mitra, penyusunan kalender konten yang tematik, serta pelatihan layanan pelanggan yang selaras dengan citra merek. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan dampak positif yang signifikan pada kinerja pemasaran Nongki Cafe. Berdasarkan data evaluasi pasca-implementasi, terjadi peningkatan interaksi di media sosial sebesar 40% dan pertumbuhan kunjungan pelanggan harian rata-rata sebesar 25%. Selain itu, penerapan IMC berhasil menciptakan identitas visual dan pesan merek yang lebih profesional di mata konsumen lokal Sabah
Pemberdayaan perempuan Desa Cibereum melalui Inovasi pengolahan limbah kopi berkelanjutan Yuniati, Ulfa; Hadi Muhammad Rizal; Iis Dewi Fitriani; Saepul Adnan; Garda Yuris Riani; Anggi Deriska Putri
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2300

Abstract

Desa Cibereum merupakan sentra kopi rakyat yang menghasilkan limbah kulit kopi (coffee pulp) dalam jumlah signifikan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan sekaligus menyimpan peluang ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan perempuan. Program pengabdian dilaksanakan selama delapan bulan dari 2025 hingga pertengahan 2026, dengan melibatkan 15 ibu rumah tangga. Kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan partisipatif, penyusunan dan implementasi Standard Operating Procedure (SOP) produksi cascara, serta pendampingan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan produksi dan pemasaran. SOP produksi yang terdiri atas sembilan tahapan, termasuk pra-penjemuran dan pengeringan terkontrol menggunakan food dehydrator (<12% kadar air), berhasil diterapkan oleh 10 anggota aktif. Kapasitas produksi mencapai 8–10 kg cascara kering per siklus lima hari. Literasi pengolahan limbah meningkat dari 5% menjadi 67,5%, sedangkan literasi pemasaran digital meningkat dari 5% menjadi 62,5%. Selain itu, terbentuk kelompok usaha perempuan dan akun bisnis media sosial aktif. Kebaruan program ini terletak pada integrasi SOP produksi cascara berbasis partisipatif, penguatan kelembagaan perempuan, dan pemasaran digital dalam satu kerangka ekonomi sirkular tingkat desa—sebuah model yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks pemberdayaan perempuan pedesaan berbasis komoditas lokal. Integrasi standarisasi produksi, inovasi pemanfaatan limbah, dan digitalisasi pemasaran secara efektif memperkuat kapasitas ekonomi perempuan desa serta mendukung model ekonomi sirkular berbasis komoditas lokal yang berkelanjutan.
Pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan ikan blue marlin sebagai oleh-oleh khas pelabuhanratu Sukabumi Khusniyati Masykuroh; Nelis Nazziatus Sa’diah Qosyasih; Irfania Rusyda; Eneng Khoerunnisa; Sarah Nabila; Mursyidah, Indah; Aliyyannisa Nabila
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2309

Abstract

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini dilatarbelakangi oleh potensi hasil laut yang melimpah di Desa Citepus, Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, khususnya ikan blue marlin, yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan mitra, yaitu PKK Citra Desa Citepus, ditemukan bahwa keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai tambah menjadi permasalahan utama. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan edukasi mengenai pengolahan ikan blue marlin menjadi tahu bakso ikan (taboksin) sebagai produk oleh-oleh khas daerah. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi mengenai potensi dan teknik pengolahan ikan blue marlin, dilanjutkan dengan praktik pembuatan tahu bakso ikan, serta pelatihan pengemasan, pelabelan, dan strategi pemasaran produk. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta pengumpulan testimoni dari peserta untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 30% dan keterampilan sebesar 40%. Hal ini menunjukkan bahwa program pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan mitra dalam mengolah ikan blue marlin menjadi produk bernilai ekonomis. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat serta berpotensi mengembangkan tahu bakso ikan sebagai oleh-oleh khas Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Integrasi kebijakan kesehatan dan ekonomi sirkular: Inovasi pengelolaan limbah jamu menuju kelurahan mandiri dan sehat di Wonolopo Dwi Nur Siti Marchamah; Sandiva Adi Pratama; Tegar Aji Wicaksono; Sholikatun Nikmah
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2316

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan penumpukan limbah padat dari industri jamu rumah tangga di Kelurahan Wonolopo. Limbah organik sisa produksi yang belum dikelola secara optimal berpotensi menurunkan kualitas lingkungan serta menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Di sisi lain, limbah tersebut sebenarnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi warga. Program ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan lingkungan sekaligus memperkuat keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah jamu menjadi media tanam yang ramah lingkungan melalui pendekatan pemberdayaan dan prinsip ekonomi sirkular. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan warga dalam proses sosialisasi, pelatihan teknis, dan demonstrasi pengolahan limbah melalui fermentasi menggunakan dekomposer alami yang mudah diterapkan pada skala rumah tangga. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan serta mengamati kemampuan warga dalam mempraktikkan pengolahan limbah menjadi media tanam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 28% terkait pengelolaan limbah, kesehatan lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Peserta juga mampu menghasilkan media tanam alternatif dari limbah jamu dengan karakteristik fisik yang layak digunakan untuk budidaya tanaman. Selain membantu mengurangi volume limbah organik, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis potensi lokal. Ke depan, pendampingan lanjutan dan penguatan peran organisasi masyarakat diperlukan agar praktik ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat lingkungan serta ekonomi secara konsisten.