cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 417 Documents
Paradigma Abu< Al-Fad}l Terhadap Hukum Fikih Ibadah dalam Tafsir Ayat Al-Ah{kam min Al-Qur’an Al-Karim Shofa, Ida Kurnia
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6378

Abstract

A product of interpretation certainly has a special characteristic that is unique to a product of interpretation. From this uniqueness, a mufassir paradigm will emerge that is implied in his work. This research is oriented to answer the background of the writing of interpretation, and how the paradigm of Abu> al-Fad} l is in the interpretation of the verses of the fiqh law of worship. In general, a commentator writes his commentary based on his academic desires or demands. In contrast to mbah Fadhal, as her familiars are, writing her interpretive products begins with the teaching of Jalalain interpretation subjects in Madrasah Diniyyah Sunnatunnur Senori, Tuban, East Java, which she supports. According to Mbah Fadhal, his students will need a long time or even a lifetime to understand the whole meaning of the Qur'anic verses. Therefore, for time efficiency in learning interpretation, he collects and interprets verses that contain the laws of fiqh so that his students can easily understand the verses of the Koran used in practice in worship and daily social life. The method used by Abu> al-Fad} l is the method of maud} u'i ijma> li with the form tafsi> r bi al-ra'y and patterned fiqi> h Shafi'iyyah. Its interpretation products are presented in Arabic. The concept of reasoning carried out by Abu> al-Fad} l in its interpretation is by linguistic analysis, the rules of us} ul fiqh, and many refer to previous commentators. When viewed from the process of establishing a law (istinba> t} law), Abu> al-Fad} l is included in the category of moderate scholars, that is not too free in taking a law because it also refers to riwayah-riwayah (Hadi> th Prophet) and supported by the environmental conditions of Abu> al-Fad} l when he lived. The paradigm of Abu> al-Fad} l in its interpretation is that the Qur'an is the affirmation of God s acf} un li kulli zama> n wa then n that is practical, effective, and understandable.
AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER TAFSIR DALAM PEMIKIRA MUHAMMAD SHAHRUR Mahmudah, Nur
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.893

Abstract

Penggunaan al-Qur’an sebagai sumber tafsir pada masakontemporer mengalami pergeseran dibandingkan dengan masasebelumnya. Shahrur yang dikenal sebagai pemikir liberal danbermazhab subyektifi mengajukan sejumlah pembaharuan dalampenggunaan al-Qur’an sebagai sumber tafsir, namun bagi Shah} ru>r,al-Qur’an merupakan sumber pertama dan utama sehingga dalamhubungannya dengan sumber lain seperti al-sunnah. Menggunakananalisis interpretatif-komparatif, artikel ini menyimpulkanShahrur menyuguhkan teknik paradigmatik-sintagmatik yangseringkali menghasilkan hasil pembacaan al-Qur’an yang berbedadengan sejumlah pemikir yang lain. Upaya kontekstualisasi alQur’an dibangun Shahrur berlandaskan prinsip al-Qur’an salih likulli zaman wa al-makan.al-Qur’an ditempatkan kembali sebagaisumber pertama dan utama sehingga semua sumber harus tundukdan berkorespondensi dengan al-Qur’an.
Tafsir At-Tauhîdi Karya Hasan At-Turâbi: Selingkung Baru Dalam Tafsir Karim, Abdul
HERMENEUTIK Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5553

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan tafsir at-tauhidi yang dikenalkan oleh Hasan at-Turabi. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analisis, kajian kepustakaan dan bersumber primer kitab tafsir at-tauhidi karya Hasan at-Turabi.Tafsir at-Tauhîdi yang dikenalkan oleh Hasan at-Turabi dimaksudkan sebagai kajian tafsir al-Qur'an yang didahului dengan konsep hidayah surat al-Qur'an.Lalu membaca pelan makna ayat dan mencari makna umum (prinsip) dari ayat-ayat yang sudah dikaji sebelumnya. Tafsir at-Tauhîdi di antara model penafsiran yang sesungguhnya juga ingin menjawab problem kehidupan modern.
MENGUNGKA RAASIA SETAN DALAM AL-QUR’AN Hasanah, Uswatun
HERMENEUTIK Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.916

Abstract

Artikel ini ingin mendiskripsikan bagaimana ketika Allah hendakmenciptakan Adam, para malaikat melakukan “interupsi” kepadaAllah atas kehendak-Nya, karena menciptakan mahluk yangdiprediksikan akan melakukan kerusakan di muka bumi. MakaAllah menjawab “Aku lebih mengetahui segala sesuatu yang tidakkalian ketahui”. Kemudian Allah mengadakan semacam “fiand proper test” kepada malaikat dan Adam, siapakah di antaramereka yang lebih luas pengetahuannya. Allah memerintahkankepada mereka untuk menyebutkan nama-nama segala sesuatuyang ada pada saat itu. Para malaikat tidak mampu menjawab,sedangkan Adam bisa menjawabnya dengan baik. Maka Allahmemerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam, dalamarti mengakui keunggulan dan menghormati Adam, kemudiansemuanya bersujud kecuali Iblis.
Persepsi Masyarkat Jepara tentang Makna Asar As-Sujud (Studi Living Qur’an Qs. Al-Fath Ayat 29) Karim, Abdul
HERMENEUTIK Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i2.6082

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang Persepsi Masyarakat Jepara mengenai makna Asar As-Sujud berdasarkan kajian terhadap Surat al-Fath ayat 29. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Textuality  Jorge J. E. Gracia (Teori Interpretasi), di mana Faktor yang terpenting untuk menentukan makna suatu teks adalah konteks. Seringkali kasus yang terjadi dalam teks adalah penggunaan bahasa metaphor (denotasi atau konotasi), sehingga untuk menemukan makna yang sesuai harus ditelusuri historisitasnya. Demikian juga dengan memahami makna asar as-Sujud yang tepat maka perlu megetahui ungkapan bahasa tersebut dari aspek teks itu sendiri dan asbab an-Nuzulnya di sisi yang lain sebagai bagian dari historisitasnya yang dapat memunculkan makna secara kontekstual. Dengan pendekatan teori tersebut, maka dapat dipahami bahwa makna asar as-sujud  sebagai makna yang dapat diinterpretasikan secara dinamis sesuai dengan situasi dan kondisi sosio-kultural yang ada di tengah-tengan masyarakat saat itu dan saat kini. Sehingga dapat disimpulkan dari persepsi yang berkembang di dalam masyarakat Jepara bahwa makna asar as-Sujud sesungguhnya memiliki dua persepsi, yaitu: Pertama, persepsi yang dibangun dari paradigma tekstualis. Kedua, Persepsi yang dipahami dari paradigma kontekstual. 
INTERPRETASI KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED: SEBUAH PENYEMPURNAAN TERHADAP GAGASAN TAFSIR FAZLUR RAHMAN Naf’atu, Lien Iffa
HERMENEUTIK Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i1.884

Abstract

Artikel ini mengekplorasikan tentang pemikiran Abdullah Saeedtentang interpretasi kontekstual. Tujuan penulisan artikel iniadalah untuk menjawab kegelisahan Saeed sendiri maraknya tafsirtekstual-literal. Sebagai tandingan dari kecenderungan itu, diamenawarkan tafsir kontekstual yang mengambil banyak inspirasidari Rahman. Sedangkan, fokus penafsiran Saeed adalah kepadaayat-ayat etika hukum. Hasil penelitian ini adalah adanya upayayang dilakukan Saeed dalam mengembangkan tafsir kontekstualini, meskipun tidak secara eksplisit dinyatakannya sebagai pelanjutkerja Rahman tapi jejak-jejaknya bisa ditemui dengan jelas padapemikirannya. Saeed telah menerjemahkan gagasan Rahmandalam kerangka kerja yang lebih rigid. Kemudian, melalui hirarkinilainya, dengan berangkat dari inspirasi pemikiran klasik danRahman, dia telah menyelesaikan persoalan berkaitan denganpenentuan mana makna yang universal dan yang partikular. Disinilah sesungguhnya sumbangan Saeed dalam kancah pemikirankontemporer, khususnya di antara kaum kontekstualis.
Takut Kepada Allah Dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Sufistik Ayat-Ayat Khasyyatulla>H fikar, zul
HERMENEUTIK Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5561

Abstract

Agama Islam telah memberikan tuntunan kepada pemeluknya agar selalu takut kepada Allah dalam sendi kehidupannya. Namun demikian, tidak sedikit umat Islam yang memiliki sikap ini, selain karena alasan hati mereka tidak yakin dan berpaling dari Allah, juga karena mereka memang tidak mengenal Allah. Tulisan ini mengkaji ayat-ayat yang berkaitan dengan khasyyatulla>h dalam al-Qur’an. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan sufistik berdasarkan pada kitab tafsir karya Ibn ‘Arabi>, al-Qusyairi>, al-Alu>si, al-Tustari>, Sa’i>d H}awwa> dan Hamka. Dalam perspektif sufistik, makna khasyyatulla>h adalah rasa takut kepada Allah yang dimiliki oleh orang yang mempunyai keimanan tinggi yang akan menuntutnya untuk selalu takut kepada Allah. Al-Qur’an mengkhususkan pemilik khasyyatulla>h ini kepada ulama’, yaitu orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Dengan adanya khasyyatulla>h, seseorang akan senantiasa memperbaharui taubat, menahan hawa nafsu, beramal saleh, menjalin ikatan sosial, dan menghidupkan masjid semakin makmur. Oleh karena itu, upaya menciptakan masyarakat yang harmonis untuk selalu dekat dan takut kepada Allah hanya dapat dicapai melalui tasawuf kolektif.
PERAN KH. MUHAMMAD ARWANI DALAM PENGEMBANGAN ILMU QIRAAT DI INDONESIA shofaussamawati, shofaussamawati
HERMENEUTIK Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4520

Abstract

Ilmu Qira’at adalah termasuk salah satu bagian dari ilmu-ilmu al-Qur’an (Ulum al-Qur’an), tapi sayangnya ilmu ini terutama di Indonesia kurang mendapatkan perhatian oleh para Ulama. Khazanah kajian al-Qur’an di Indonesia mayoritas berada pada bidang Tafsir, ini dapat difahami karena tafsir atau penjelasan isi al-Qur’an adalah bagian yang sangat penting bagi masyarakat muslim. Akan tetapi, qira’at juga sangat diperlukan dalam tafsir al-Qur’an, oleh karena itu kajian terhadap ilmu qira’at menjadi sangat urgen. Salah seorang ulama Indonesia yang mempunyai konsentarasi penuh terhadap ilmu qira’at adalah KH.Arwani. Maka dalam tulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana peranan beliau dalam mengembangkan ilmu qira’at di Indonesia
TARJIH DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN PERSPEKTIF IMAM ASY-SYAUKANI DALAM TAFSIR ASY-SYAUKANI Atabik, Ahmad
HERMENEUTIK Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.873

Abstract

Artikel ini mengeksplorasikan tentang konsep tarji>h} dalamperbedaan penafsiran al-Qur’an. Secara spesifi kajiannyafokus kepada tafsir Fath} al-Qadi>r. Tarji>h} secara bahasa adalahkecondongan atau pengunggulan. Sedangkan secara istilahmenguatkan salah satu pendapat dari berbagai pendapat dalampenafsiran ayat karena ada dalil atau kaidah yang menguatkannyaatau karena pelemahan atau penolakan terhadap selainnya.Perbedaan penafsiran telah adalah masa salaf, namun perbedaanitu lebih banyak variatif daripada kontradiktif. Dalam menyikapiperbedaan penafsiran, para ulama dan mufassir melakukan langkahtarji>h} . Dengan tujuan mendapatkan pendapat yang paling kuatberdasarkan dalil (indikator) yang diterapkan oleh para ulama.Aspek-aspek yang menjadi fokus pentarji>h} an asy-Syaukani adalahtarji>h} dengan naz} a>ir al-Qur’a>n, dengan sunnah, dengan asba>b annuzu>l, dengan qira>’at, dengan z} a>hir al-Qur’a>n, siya>q a>ya>t, denganna>sikh dan mansu>kh, serta tarji>h} dengan tata bahasa dan syi’ir, danlainnya).
Mushaf Standar Indonesia dan Ragam Mushaf Al-Qur’an Di Dunia Rozi, Fahrur
HERMENEUTIK Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i2.4795

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan singkat seputar keragaman rasm usmani dan cakupan pembahasannya. Hal ini dilatarbelakangi dengan fakta bahwa masyarakat umum banyak yang beranggapan bahwa rasm usmani itu hanya satu versi dan tidak bisa membedakan serta memilah apa yang masuk dalam rasm usmani dan yang bukan. Wilayah rasm usmani adalah batang tulisan ayat, sementara titik huruf, sistem harakat, dan tanda baca yang menyertai tulisan ayat bukan merupakan wilayah rasm usmani. Akibatnya, ketika mereka dihadapkan dengan jenis mushaf yang berbeda dalam cara penulisannya, maka dengan cepat mereka berpendapat bahwa mushaf tersebut tidak sesuai dengan rasm usmani.

Page 10 of 42 | Total Record : 417


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Available June 2021 Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue