cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 417 Documents
Pemaknaan Jihad Dalam Al-Qur'an dan Hadis Dengan Pendekatan Historis-Sosiologis Farida, Umma
HERMENEUTIK Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i1.6857

Abstract

This article intends to decipher the meaning of jihad in the Koran and the Hadith by using a historical-sociological approach, with the consideration that the growth and development of Islam both during the Mecca and Medina periods cannot be separated from the command of jihad which is explicitly stated explicitly in the verses of the Qur'an and the traditions of the Prophet. Jihad in both sources of Islamic teachings means to be serious in upholding the truth and preventing munkar. However, the meaning of jihad is often misunderstood by both Muslims and non-Muslims internally by giving narrow meanings to jihad which only means physical struggle and even vulnerable to acts of violence. Data collection techniques using documentation techniques to be analyzed descriptively-critically
MUKJIZAT MATEMATIS DALAM AL-QUR’AN: Kritik Wacana dengan Pendekatan Sains dan Budaya Yusufa, Uun
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.897

Abstract

Artikel ini hendak mengungkap mukjizat matematis dalam alQur’an dengan memposisikannya sebagai kritik wacana yangdilakukan dengan pendekatan sains dan budaya. Selama ini, uraiantentang kemukjizatan al-Qur’an lebih dominan pada pembahasansusunan kalimat dan pemilihan bahasanya yang bagus, sertapenempatan kosa katanya yang berimbang, yang sejatinyabermuara pada mukjizat kebahasaan al-Qur’an, disampingmukjizat al-Qur’an yang terkait dengan ajaran keagamaan daninformasi keilmuan, serta aspek pemberitaan gaib ataupun kisahkisah lampau. Pembahasan tentang mukjizat matematis masihrelatif minim dilakukan. Mukjizat matematis dalam al-Qur’anpertama kali dikenalkan oleh Rashad Khalifa yang berupa bilanganatau angka tertentu yang menjadi rumus dalam susunan ayat/surat al-Qur’an. Perumusan mukjizat matematis dimulai denganpelbagai pembahasan tentang huruf-huruf muqaththa‘ah padaawal-awal surat tertentu.Di antarasainsdanbudaya yang terlibatdalam perumusan mukjizat matematis al-Qur’an—disampingMatematika itu sendiri—adalah numerologi dan gematria.Namun demikian, perlu diperhatikan juga bahwa pendekatanpengetahuan dan realitas dalam perumusan mukjizat matematisal-Qur’an tersebut perlu memperhatikan statusnya yang valid,ilmiah, tetap, dan tidak masuk ke ranah mazhab atau aliran tertentu. Dengan demikian, hasil penghitungan diharapkan tidakkeluar dari konteks pembuktian mukjizat al-Qur’an.
KONSEP KEBEBASAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (APLIKASI TAFSIR KONTEKSTUALIS QS. AL-BAQARAH: 256) Syaifullah, Najib
HERMENEUTIK Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i2.5564

Abstract

Artikel ini fokus terhadap kebebasan beragama dalam perspektif al-Qur’an. Islam melarang umatnya memaksa orang lain (non muslim) untuk masuk islam, manusia diberi kebebasan untuk masuk Islam atau tetap dalam kekafirannya, dengan segala akibatnya masing-masing, kebebasan beragama perspektif al-Qur’an bukanlah kebebasan yang mutlak, tetapi kebebasan yang mengandung konsekuensi hukum dan akan dipertanggung jawabkan dan diberi balasan sesuai dengan pilihan dan tindakannya, oleh karena disamping keistewaannya, akal dan hati manusia juga banyak mempunyai kelemahan dan keterbatasan maka untuk memilih jalan yang benar, manusia membutuhkan wahyu dan petunjuk Allah SWT, asas penerimaan Islam dan pelaksanaan ajaran-ajarannya adalah kehendak atau pilihan sendiri, keyakinan yang mantab dan sukarela, kebebasan beragama menurut Islam tidaklah menghalangi umat Islam untuk mengajak orang lain kepada petunjuk dan jalan Tuhan. hanya saja ajakan tersebut disampaikan dengan Hikmah, Mauidhoh Hasanah dan Mujadalah Ihsan, bukan dengan paksaan, tekanan atau kekuatan bersenjata, semua itu membuktikan bahwa Islam tidak ditegakkan dan disebarkan dengan pedang, kekerasan dan peperangan, karena Islam hanya membenarkan penggunaan kekuatan dan peperangan untuk melndungi diri dan membendung musuh atau bila terjadi pelanggaran hak-hak asasi umat Islam dan penghalangan pelaksanaan kewajiban-kewajiban mereka
Ritualitas ibadah haji dalam PeRsPektif al-QuR’an dan antRoPologi Mas'udi, Mas'udi
HERMENEUTIK Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.920

Abstract

Dalam lintasan sejarah keberadaannya, haji menjadi suaturitus dalam kehidupan masyarakat muslim yang fenomenal.Fenomenalitas tersebut terjadi karena ritual ini sempat menjadi‘ancaman’ serius bagi eksistensi kolonial Belanda di Indonesiaselain hakikat keberadaannya sebagai salah satu rukun Islamyang wajib dikerjakan bagi segenap kaum muslim yang mampumengerjakannya. Jadilah ritus ini sebagai fakta yang dikerjakandi antara prestise sosial dan kewajiban agama. Berbekal telusurkepustakaan dan fenomena kebudayaan yang berkembangdi tengah-tengah kehidupan masyarakat muslim kajian inidimunculkan. Pendekatan antropologis dikemukakan untukmemotret fenomena ibadah haji yang berdialektika secara intensifatas konstruks budaya sosial yang berkembang di tengah-tengahkehidupan masyarakat. Tanpa mengenyampingkan nilai-nilaisyar’i yang secara niscaya akan mereka sandari untuk pemenuhanprkateknya, ruang-ruang kebudayaan memberi warna signifianbagi pelaksanaan ibadah haji. Ibadah haji yang hadir di tengahtengah kehidupan masyarakat muslim berdialog secara intensifatas kebudayaan sosial yang berkembang di kehidupan mereka.Hal ini terlihat dari pelaksanaan seremonial keberangkatan danpenyambutan para jamaah haji yang akan berangkat dan datangdari Kota Makkah dan Madinah. Di beberapa tempat proseskeberangkatan haji dilaksanakan secara sederhana. Namun, di tempat lain, pelaksanaan ini dilaksanakan secara meriah gunamenyambut datangnya tamu Allah.
Melawan Hegemoni Kekuasaan Dengan Nuansa Sufistik: Telaah Tafsir Faidh Al-Rahman Karya Kiai Shaleh Darat Istianah, Istianah
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.5929

Abstract

Artikel ini membahas tentang Tafsir Faidh al-Rahman fi Tarjamah Tafsir Kalam Malik ad-Dayyan (Limpahan Rahmat Allah dalam Menerjemahkan Tafsir Firman-firman Allah Penguasa Hari Pembalasan) karya Kiai Shaleh Darat. Tafsir yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Arab Pegon ini tidak hanya semata-mata bertujuan agar masyarakat pribumi bisa memahami isi kandungan al-Qur’an, tetapi sekaligus dijadikan senjata untuk melawan hegemoni kekuasaan. Di saat Belanda melarang menerjemahkan al-Qur’an, justru Kiai Shaleh Darat berani melawannya dengan menulis sebuah karya tafsir. Apa yang dilakukan oleh Kiai Shaleh Darat berhasil membangkitkan pemikiran para santrinya. Belanda khawatir akan spirit revolusioner yang ada di dalam al-Qur’an sehingga mampu menghidupkan gerakan perlawanan terhadap Belanda. Tafsir Faidh al-Rahman dengan corak sufistiknya telah menjadi ruh hampir di setiap lembarnya. Kiai Shaleh sangat piawai dalam mengkombinasikan penggalian antara makna dhahir dan makna isyarinya secara sinergis. Dengan mengusung corak sufistiknya, tentunya tidak lepas dari proses dialog antara pesan-pesan Tuhan dengan setting sosio-historis yang melingkupinya.
PARAIGMA BARU HERMENEUTIK KONTEMPORER POUL RICOEUR Salikun, Farida Rukan
HERMENEUTIK Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i1.888

Abstract

Kajian dalam artikel ini dilatarbelakangi adanya diskursus kajianhermeneutika sebelum munculnya Poul Ricoeur berkutat padatiga arus besar; hermeneutka romantis, hermeneutika onologi,dan hermeneutika dialektis. Tujuan dari penulisan artikel ini untukmengungkap ketiga arus hermeneutika tersebut yang mempunyaiciri yang tidak dimiliki arus lainnya. Corak pemikiran Ricoeur tidakdapat dimasukkan ke dalam salah satu dari tiga arus pemikiranhermeneutika tersebut. Bahkan, disinyalir cakrawala pemikirannyamelingkupi hampir semua topik fisafat kontemporer. Sementarahasil dari penulisan artikel ini adalah pengungkapan pokok-pokokhermeneutika kontemporer Ricoeur, yaitu hermeneutika yangmemadukan fenomenologi tendensi metafiik Husserl denganfenomenologi eksistensial Heidegger. Menurut Ricoeur teks padadasarnya bersifat otonom untuk melakukan “dekontekstualisasi”(proses pembebasan diri dari konteks) dan “rekontekstualisasi”(proses untuk kembali kepada konteks). Menurutnya, teks adalah“any discourse fied by writing.” Ricoeur memaknai “discourse”menunjuk kepada teks sebagai “event”, bukan “meaning”. BagiRicoeur, teks sebagai meaning, akan berhenti sebatas makna yanga-historis nan statis. Sedang teks sebagai “event”, mencakup maknadan historisitasnya sekaligus yang hidup dan dinamis.
Analisis Tafsir Ayat Ahkam min al-Qur’an al-Karim Karya Abil Fadhal as-Senory : Kajian Ayat Bab Jual Beli Taufiqotuzzahro, Azzah Nurin
HERMENEUTIK Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5543

Abstract

Kajian tafsir Nusantara semakin menunjukkan perkembangan pesat, terlebih di bidang tafsir ahkam. Artikel ini membahas tentang tafsir Ayat Ahkam min al-Qur’an al-Karim karya Abil Fadhal as-Senory secara eksplisit. Perkembangan tersebut muncul seiring dengan adanya karya tafsir dari Abil Fadhal as-Senory yang memperkenalkan gaya model baru dalam penulisan tafsir ahkam. Kajian ini menggunakan data primer berupa manuskrip yakni kitab tafsir karya Abil Fadhal as-Senory dan wawancara. Tulisan ini menegaskan bahwa Abil Fadhal as-Senory mencoba memberikan terobosan baru dengan menulis model tafsir maudhu’i dan tidak mushafi. Tafsir Abil Fadhal as-Senory ditulis berdasarkan urutan tema fikih yang lazim, yakni dimulai dengan tema thaharah. Abil Fadhal as-Senory menyebutkan bahwa ayat dalam tiap bab disusun secara acak dan tidak sesuai urutan mushaf. Susunan ayat yang acak memiliki maksud agar pembahasan tiap tema runtut dan mudah dipahami, terlebih dalam kalangan santri di pesantren. Tafsir Abil Fadhal as-Senory ini diharapkan dapat melengkapi model baru dalam penafsiran, khususnya tafsir ahkam di Indonesia.
KEBASYARIYYAHAN DAN KEMA’SUMAN RASULULLAH PERSPEKTIF AL-QUR’AN Masykur, Nihayah
HERMENEUTIK Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.750

Abstract

This articles contains the search of concepts of basyar and insan in the Qur’an include the meaning and context of use and the search for a correlation to kebasyariyyahan and kema’s u man of Prophet. This is because the authors found that the editor of the Qur’an in relation to prophetic mainly stating his humanity always use the word “basyar” not insan. Though both of these words by language experts have the same meaning, that is “human sense”. On the other side of the use of the word basyar to express humanity of the Prophet and the other apostles impact on the emergence of thoughts that reveal trends in humanity efforts of the Prophet in all aspects in common with other human beings and also restrictions on kema’su man of the Prophet. To answer these problems the author uses the method maudu’i to clarify and seek guidance verses of basyar and insa n in the whole of the Koran as well as analyzing and looking for correlation to kebasyariyyahan and kema’s u man of the Messenger saw that in this case the author uses descriptive analytical method.The results showed that there was the difference between basyar and insan, so the impact on inequality in the person of the Prophet with other human beings in all aspects ( the similarities are limited to matters related to instinct, function and physical needs)
Hermeneutika Ekologis Al-Quran: Upaya Mereduksi Patologi Lingkungan di Indonesia Ferdiansah, Dini Astriani
HERMENEUTIK Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i2.6075

Abstract

Peran al-Quran sebagai petunjuk umat manusia pada hakikatnya menjadi fondasi dan pijakan utama dalam setiap roda kehidupan masyarakat modern dewasa ini, berbagai problem di masyarakat terus menggema, Indonesia sebagai negara beragama membutuhkan solusi teologis dalam rangka mereduksi berbagai problem yang terjadi khususnya problem ekologis “lingkungan”.Dewasa ini, Indonesia mengalami krisis ekologi yang cukup besar di berbagai wilayah akibat dari proyek pembangunan insfratruktur yang terus mengeruk lahan tanpa adanya analisis yang bijak terhadap dampak lingkungan di sekitarnya. Jika ditelusuri lebih mendalam, banyak sekali ditemukan praktek-praktek kecurangan yang dilakukan investor dan pihak terkait untuk mensukseskan agenda proyeksi insfratruktur negara maupun swasta.Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia mempunyai andil dan pengaruh yang besar untuk mereduksi berbagai problem ekologis yang marak terjadi, karena kerusakan ekologi merupakan bencana yang besar bagi kelangsungan hidup manusia. Dalam hal ini al-Quran sebagai pandangan hidup umat Islam sangat dibutuhkan titahnya untuk memobilisasi masyarakat agar sadar terhadap patologi lingkungan di sekitarnya.Tulisan ini berusaha mengkaji tentang Hermeneutika al-Quran sebagai alat analisis dalam menafsirkan lebih mendalam terkait dengan ayat-ayat ekologi, dan menawarkan tafsir baru yang lebih kontekstual, dengan harapan dapat memicu ghirah masyarakat untuk bergerak progresif dan menyadari pentingnya merawat lingkungan lahan di masyarakat, Sebagai langkah preventif untuk mereduksi krisis lingkungan yang terjadi.
PEMIKIRAN POLITIK DALAM TAFSIR FATH AL-QADIR : PEMBACAAN ATAS KONSEP KETATANEGARAAN DALAM AL-QURAN YANG DITULIS ALSYAUKANI Hanafi, Yusuf
HERMENEUTIK Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.877

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemikiran politik dalam tafsir fath al-}Qadir > . Tujuan yang dimaksudkan dalam penelitian terhadap Tafsi>rFath} al-Qadi>r ini adalah gagasan-gagasan tentang ketatanegaraan.Penulis menggunakan metode analisis teks untuk menyingkapgagasan-gagasan tentang ketatanegaraan ini yang dibatasi padakonsep kepemimpinan dan musyawarah, konsep hak warganegarauntuk memperoleh keadilan, dan konsep hak warganegara untukhidup berserikat dan berkumpul. Hasilnya adalah bahw kajiantentang politik secara garis besar dibagi dua: political theologydan political philosophy. Pertama, adalah studi atas ajaran-ajaranpolitik berdasarkan wahyu Tuhan. Kedua, ini adalah studi tentangpemikiran atau fisafat politik yang merupakan cabang dari fisafatsehingga tekanannya lebih kepada pemikiran. Penulis menilaijudul disertasi Arief “Pemikiran Politik dalam Tafsir Fath al-Qadir”itu misleading. Misleading, dikarenakan judul seharusnya adalah“Teologi Politik dalam Tafsir Fath al-Qadir”.

Page 8 of 42 | Total Record : 417


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Available June 2021 Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue