cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 249 Documents
Transformasi Tafsir Al-Qur’an di Era Media Baru: Berbagai Bentuk Tafsir Al-Qur’an Audiovisual di YouTube Nafisatuzzahro', Nafisatuzzahro'
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i2.6077

Abstract

Tidak hanya butuh untuk memperhatikan perkembangan metodologis kajian tafsir, mengamati lebih jauh media tafsir merupakan satu hal yang tidak kalah penting. Dengan  mengingat bahwa saat ini media baru telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dunia keilmuan, kajian ini berusaha menelisik lebih jauh bagaimana hasil dari keikutsertaan YouTube dalam kajian al-Qur’an dan Tafsir. Menggunakan sudut pandang media, dari kajian ini ditemukan bagaimana YouTube berhasil melahirkan bentuk tafsir baru, yaitu tafsir audiovisual, yang keberadaannya berimplikasi pada terbentuknya klasifikasi baru tafsir. Dengan mempertimbangkan dua aspek dasar yang membangun tafsir audiovisual, yaitu aspek konten tafsir dan aspek media, maka dari aspek tafsir muncul enam bagian klasifikasi yang meliputi, metode penyajian tafsir, pendekatan tafsir, bahasa tafsir, sifat mufasir, sumber rujukan dan genre tafsir. Sedangkan dari aspek media muncul klasifikasi yang meliputi produsen, produksi dan penampakan visual. Dengan sistem yang cukup efektif, YouTube telah menyajikan bentuk pencarian yang mudah dan komperhensif. Dengan hanya menyebutkan kata kunci tertentu, maka berbagai tafsir akan muncul dengan berbagai variasinya. Efektifitas inilah yang menjadi salah satu alasan yang mendukung popularitasnya sebagai salah satu media tafsir.
HERMENEUTIK ALQURA KONTEMPORER: TELAAH ATAS HERMENEUTIKA MUHAMMAD AL-GAZALI DALAM NAHW TAFSIR MAUDU’I LISUWAR AL-QUR’AN AL-KARIM Miski, M
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.880

Abstract

Muh} ammad al-Gazali> adalah tokoh pemikir moderniskontmeporer yang sangat berpengaruh, termasuk dalam bidangtafsir. Salah satu karyanya yang paling terkenal dalam bidang iniadalah Nah} w Tafsi>r Maud} u>‘i> li Suwar al-Qur’a>n al-Kari>m. Sebagaisebuah penafsiran, asumsi sederhananya: karya tersebut tidakmungkin lepas dari kerangka hermeneutika. Tulisan ini bermaksudmelakukan eksplorasi lebih jauh mengenai kerangka hermeneutikaMuh} ammad al-Gazali>> yang dia manifestasikan dalam karyatersebut sekaligus mempertegas posisinya antar para mufasirlain dalam pembacaan kontemporer. Sebagai hasilnya, di dapatikesimpulan bahwa hermeneutika Muh} ammad al-Gazali> memuatciri paradigma yang khas: kesadaran akan universalitas Alqurandan analisa kritis dengan memaksimalkan peran akal (dira>yah);secara operasional, Muh} ammad al-Gazali> menitikberatkan padadua analisa: (1) teks, terutama dari aspek bahasa dan (2) konteks,baik konteks masa lalu maupun konteks masa kini, namun masihdalam lingkaran atau cakupan teks itu sendiri dan karena alasantersebut, hermeneutika Muh} ammad al-Gazali> masuk kategorisemi-tekstualis.
Hak dan Kewajiban Suami Istri Dalam Perspektif Tafsir Klasik Dan Kontemporer
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i2.11596

Abstract

AbstrakMemaknai lafadz dalam al-Qur’an membutuhkan sebuah pemahaman yang pasti, terutama dalam memaknai hak dan kewajiban antara suami dan istri dalam berumahtangga. Untuk  mencapai harapan dalam berumahtangga, semua pasangan menginginkan bagaimana menciptakan keluarga yang harmonis. Dan untuk itu diperlukan suatu keseragaman pemahaman tentang hak dan kewajiban antara suami dan istri. Melalui tulisan ini, peneliti ingin mengkaji makna hak-hak tersebut melalui kajian tafsir baik tafsir klasik maupun kontemporer. Dengan menggunakan metode deskriptif-komperatif, penulis menerapkan kajian analisis dengan menerapkan beberapa kajian dari mufassir klasik hingga kontemporer. Dari kajian tersebut menghasilkan bahwa untuk menuju kebahagiaan yang harmonil dalam berumahtangga harus saling menghargai agar terjalin kehidupan yang sakinah, mawaddah wa rahmah.Kata kunci: Hak dan Kewajiban, Sakinah, Mawaddah, RahmahAbstractInterpreting lafadz in the Qur'an requires a definite understanding, especially in interpreting the rights and obligations between husband and wife in marriage. To achieve hope in marriage, all couples want how to create a harmonious family. And for that we need a uniform understanding of the rights and obligations between husband and wife. Through this paper, the researcher wants to examine the meaning of these rights through the study of interpretations of both classical and contemporary interpretations. By using descriptive-comparative method, the author applies an analytical study by applying several studies from classical to contemporary commentators. From this study, it is found that in order to achieve harmonious happiness, mutual respect is needed so that a sakinah, mawaddah wa rahmah life can be established.Keywords: Rights and Obligations, Sakinah, Mawaddah, Rahmah
Tren Sosio-Sufistik Dalam Tafsir Jawa (Pemikiran dan Tren Tafsir Kiai Saleh Darat Semarang Dalam Kitab Faidl al-Rahman)
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5531

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pemikiran Kiai Saleh Darat Semarang tentang corak tafsir sufistik yang menjadi tren dalam tafsir di Jawa. Penulis menggunakan pendekatan sosio-historis dalam menggali pemikiran Kiai Saleh darat dengan menggunakan metode konten analisis dalam membedah tafsir karya Kiai Saleh Darat Semarang. Hasilnya bahwa Tafsir Kiai Saleh Darat menggunakan metode analitis (tahlili) dengan nuansa sufistik atau isyari, tren sufistik yang diusung oleh Kiai Saleh memang sangat unik, karena Kiai Saleh sangat teguh memegang prinsip, yaitu ketidakcocokannya dengan tren sufistik yang simbolik. Bahkan tren sufistik yang diusung oleh kiai Saleh adalah tren sosio-sufistik, artinya bahwa nuansa sufistik yang ada dalam tafsir Kiai Saleh selalu tidak terlepas dari dinamika kehidupan sosial yang melingkupi. ayat-ayat yang ditafsirkan disuguhkan dengan pemaknaan dzahir yang komprehensif kemudian dijelaskan pula makna isyari yang terkandung dalam ayat-ayat tertentu.
HISTORISITAS NASIKH MANSUKH DAN PROBLEMATIKAYA DALAM PENAFSIRA AL- QUR’AN Subaidi, Subaidi
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i1.905

Abstract

Artikel ini membahas tentang problematika na>sikh dan mansu>khdalam al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan sumber ajaran Islamyang turun atau wurudnya tidak sekaligus, tetapi secara bertahapselama kurang lebih 23 tahun. Tulisan ini bertujuan untukmendalami persoalan na>sikh dan mansu>kh dalam al-Qur’an.Penulis menggunakan metode semantik dan konten analisis dalammemahami problematika nasikh > dan mansukh > dalam al-Qur’an danhadis. Hasilnya penulis temukan ada 4 (empat) model na>sikh danmansu>kh dalam al-Qur’an, yaitu : 1). Ayat al-Qur’an dinaskh olehayat Al-Qur’an, 2). Ayat al-Qur’an di naskh oleh hadis, 3). Hadisdinaskh oleh Hadis, dan 4).Hadis dinaskh oleh ayat al-Qur’an. Paraulama dalam hal na>sikh-mansu>kh ini terjadi perbedaan pendapatyang cukup tajam, ada yang menerima secara mutlak dan adajuga yang menolak secara tegas. Tetapi ada juga yang memilahmilah dan membatasi sehingga nampak sedikit sekali adanya ayatyang dinasakh, bahkan tidak ada sama sekali. Mereka melakukantehnik mengkompromikan dan mempersesuaikan ayat-ayat yangdiduga nasakh-mansu>kh dengan tehnik am dan takhsis maupuntehnik rekonsiliasi.
Penelusuran Makna Taqwa, Dzikr, Dan Falah ( Kajian Semantik Dengan Pendekatan Teori Toshihiko Izutsu ) fatah, ahmad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i1.6022

Abstract

This study concern with a linguistic and semantic approach based on Thoshihiko Izutsu theory. The method of study is semantic analysis on Quranic word, it is taqwa, dzikr and falah . According Izutsu word on Quran have basic meaning and correlational meaning. Basic meaning is always exist on correlational meaning. Izutsu explain that semantic is an analitical study about keyword of languange. The purpose of this study is to reach worldview (weltanschauung) conceptually from the man that used language for speaking, thinking and translating about the worldview.Based on basic meaning and correlational meaning, taqwa classified three aspect. First, avoid from kufur with faith to Allah. Second, doing all of command from Allah and avoid all of Him prohibition. Third, avoid from all activities that make so far from Allah. It means that taqwa included of thinking, attitude and activities in many aspect of life.Basic meaning of dzikir is to remember. Based on study of Quranic semantic, meaning of dzikir correlated with two aspect. First, it is mean warning or remembrance. Second, it is mean a glory. Meaning of dzikir also correlated with the object of dzikir. The word of dzikir found on Quran about 280 words.The word of falah found on Quran about 41 words. The essences of falah is to reach happiness in the world and here after. Correlational meaning of falah is correlated with theological aspect, economical aspect and psycho-social aspect. So, to reach of happiness (falah) is with a completely understanding of that aspesct.
Gotong Royong dalam Al-Qur’an dan Signifikansinya dengan Penanganan Covid-19: Analisis Kunci Hermeneutika Farid Esack Latifah, Ainiyatul; Arzam, Arzam; Nurasih, Wiji; Witro, Doli
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i2.11766

Abstract

AbstractIn 2020, the world was shocked by the Covid-19 outbreak that emerged from the city of Wuhan, China. This global epidemic has spread to all parts of the world, including Indonesia. More than a year of handling, new cases always appear so that the end time of this outbreak cannot be adequately predicted. The lack of cooperation and community solidarity in dealing with the epidemic is one of the contributing factors. The Qur’an, as a way of life for the majority of the Indonesian population, teaches the importance of cooperation and mutual cooperation to achieve a common goal. This paper aims to highlight human values in mutual cooperation which are analyzed using Farid Esack’s theory of Qur’an hermeneutics and see their relevance to the handling of Covid-19 in Indonesia. This study uses qualitative research methods. The data in this study were sourced from library materials such as books, journals, internet websites, and other sources related to the problems discussed. The data collection technique is by reading, studying, and understanding the materials that have been collected related to the verses of the Qur’an about mutual cooperation and the reality of handling Covid-19. The data that has been collected were analyzed using the theory of hermeneutic keys by Farid Essack and the theory of functionalism. The analysis results show that gotong royong (mutual cooperation) is an attitude taught by Islam for humankind in achieving common prosperity, regardless of ethnicity, race, culture, and religion. Abstrak Tahun 2020, dunia digemparkan dengan wabah Covid-19 yang muncul dari Kota Wuhan, China. Wabah global ini menyebar ke seluruh belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia. Lebih dari satu tahun penanganan, kasus baru selalu muncul sehingga waktu berakhirnya wabah ini tidak dapat diprediksi dengan baik. Minimnya kerjasama dan solidaritas masyarakat dalam menangani wabah menjadi salah satu faktor penyebabnya. Al-Qur’an, sebagai way of life mayoritas penduduk Indonesia mengajarkan arti pentingnya kerjasama dan gotong-royong untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Tulisan ini bertujuan menyoroti nilai-nilai kemanusiaan dalam gotong-royong yang dianalisis menggunakan teori hermeneutika Al-Qur’an Farid Esack dan melihat relevansinya dengan penanganan Covid-19 Indonesia. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data-data dalam penelitian ini bersumber dari bahan yang bersifat pustaka seperti buku-buku, jurnal-jurnal, website internet dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Teknik pengumpulan data yaitu dengan membaca, menelaah, dan memahami bahan-bahan yang sudah dikumpulkan berkaitan dengan ayat-ayat Al-Quran tentang gotong royong dan realita pada penanganan Covid-19. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teori kunci-kunci hermeneutika oleh Farid Essack dan teori fungsionalisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa gotong-royong merupakan sikap yang diajarkan Islam bagi umat manusia dalam menggapai kesejahteraan bersama, tanpa melihat suku, ras, budaya, dan agama.
Urgensi Makanan Bergizi Menurut Al-Qur’an Bagi Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Aliyah, Himmatul
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i2.4789

Abstract

Manusia di dunia sehari-hari membutuhkan makan dan minum, tetapi dalam praktek aplikasinya tidak jarang dari mereka mengabaikan cara memperoleh makanan dengan halal dan kurangnya memperhatikan pentingnya makanan yang baik untuk dikonsumsi sehingga menyehatkan badan serta menghindarkan seseorang dari segala macam penyakit. Terlebih dalam hal ini pentingnya makanan bergizi yang diperuntukkan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Gambaran umum dari penelitian ini adalah sebagai berikut: penulis menggunakan metode diskriptif-analisis. Permasalahan yang ditekankan terkait dengan kriteria makanan bergizi, urgensi makanan bergizi menurut al-Qur’an bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam pandangan Islam terdapat hubungan antara makanan halal bergizi dengan perbuatan-perbuatan yang baik. Jenis makanan yang bergizi (thayyib) berpengaruh secara fisik dan positif dalam pembentukan kualitas kepribadian akhlak seseorang. Kaitannya dengan pembentukan kecerdasan manusia, pada fase fisik/jasmani untuk melangsungkan proses menerima dan menginduksikan informasi itulah yang membutuhkan tenaga kimiawi yang dibawa oleh zat gizi. Sehingga apabila kekurangan gizi berarti kekurangan tenaga maka daya tangkap dan induksi berpikir menjadi lemah dan kecerdasan menurun.
Konstruksi Tafsir Al Qur’an Dalam Akuntansi Syari’ah Arwani, Agus
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3903

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat sistem ekonomi konvensional tidak mampu lagi bisa menjawab persoalan-persoalan ekonomi yang semakin kompleks. Akuntansi modern yang bersifat value-free sebagai salah satu bagian dari sistem ekonomi selama ini berpihak pada sebagian kecil dari pelaku ekonomi saja. Islam sangat mendorong pendayagunaan harta dan melarang menyimpannya, sehingga dapat direalisasikan peranannya dalam aktivitas ekonomi akuntansi syari’ah tuntutannya adalah kebenaran hakiki (al-h}aq) yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah, walaupun di satu sisi akuntansi syari’ah juga harus merujuk pada standar tetapi standar tidak dimaksudkan sebagai pembenaran. Islam melalui al-Qur’an telah menggariskan bahwa konsep akuntansi yang harus diikuti oleh para pelaku transaksi adalah menekankan pada konsep pertanggungjawaban. Kandungan substansi Islam pada dasarnya adalah pembebasan, menjadikan akuntansi dipersepsi sebagai risalah, memberi peran akuntan sebagai pembawa risalah Allah dalam konteks profesi dan menerjemahkan makna keadilan Tuhan dalam struktur akuntansi, sebagai wujud pelibatan Tuhan sebagai pusat akuntansi.
Pemikiran Khalid Abdullah Yahya Blankinship Tentang Terjemahan Bahasa Inggris Firdausiyah, Umi Wasilatul
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i2.8426

Abstract

A Study of Khalid Blankinship's Thought on the Rhetoric Features of the al-Quran in English Translations. The scope of this research was related to the rhetoric of al-Quran in English translation. The aim of this study was to examine Khalid Blankinship's thoughts which concern on the English translation of al-Quran problems which in fact English is an international language. In this English translation was found a problem in terms of the rhetorical features of al-Quran. This study used an analytical-descriptive method to explain the problems of the rhetorical features of the English translation of al-Quran which presented on Blankinship's work The Inimitable Qur'an. Meanwhile, the results of this study were related to the findings of Blankinship about problems in the English translation rhetoric, it does not fully provide the true meaning of al-Quran. This is because the rhetoric of al-Quran is different from English and may also caused by the different scientific, social and cultural backgrounds of the translators.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue