cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 417 Documents
MENGUAK VISI POLITIK AL-QUR’AN: Kajian Intertektualitas Al-Qur’an Tentang prinsip Penyelenggaraan kelembagaan Negara Nuriyah, Nur Aini Fitri
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.899

Abstract

Salah satu visi politik dari Al-Qur’an berkaitan dengan prinsipprinsip utama dari lembaga negara. Artikel ini membahas tema inimelalui metode intertekstualitas al-Qur’an pada dua kata kunci (al-Balad dan al-Mulk) dan satu konsep kunci (tugas manusia). Artikelini menyimpulkan beberapa prinsip kunci dalam pengirimanlembaga yaitu keadilan dan kesetaraan termasuk non-diskriminasi,keamanan kepatuhan-fiik, psikologis dan spiritualitas, diskusi,membela masyarakat miskin dan marginal, membangun nilai-nilaipositif dan pemberdayaan (isti’mar). Penelitian ini menunjukkanbahwa Al-Qur’an memberikan prinsip-prinsip dasar dalamorganisasi negara sebagai bagian dari visi politiknya, namun AlQur’an memungkinkan pertanyaan tentang bentuk atau sistemnegara ke ladang untuk ijtihad muslim sepanjang waktu tanpamemberikan klaim pada bentuk atau sistem sebagai negara Islamdalam arti formal dan ideologi.
Living Qur’an Di Instansi Kesehatan: Fenomena “Gerakan Membaca Al-Quran Sebelum Bekerja” Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Misbah, Muhammad
HERMENEUTIK Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5590

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian tentang fenomena komunitas yang melakukan sebuah usaha untuk menghidupkan al-Qur’an. Usaha mereka tersebut merupakan suatu bentuk resepsi terhadap Kitab Suci. Mereka adalah para karyawan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Adapun yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) bagaimana para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang memaknai gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja? dan (2) apa pengaruh yang dirasakan para karyawan selama melaksanakan gerakan tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan dan pengaruh yang dirasakan para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang atas program yang digalakkan, yaitu gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja. Kedua hal tersebut kemudian dikemas dalam sebuah kajian Living Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang memaknai gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja ii dengan dua pemaknaan yakni makna zahir dan makna batin. Makna zahir mencakup pemahaman mereka yang mengatakan bahwa membaca al-Quran sebagai suatu kewajiban, kebutuhan, dan rutinitas. Sedangkan makna batin meliputi tilawah sebagai motivasi hidup, penenang hati, sarana intropeksi diri, dan tabungan amal di akhirat kelak. Adapun pengaruh yang dirasakan oleh para karyawan RSI Sultan Agung adalah kedisiplinan waktu, menjalin kebersamaan dan saling mengingatkan antar karyawan, bersemangat untuk tahsin al-Quran, menjadi istiqamah dalam membaca al-Quran, dan . Pengaruh tersebut membuktikan bahwa gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja yang digalakkan direksi Rumah Sakit Islam Sultan Agung dapat diterima dengan baik oleh para karyawannya dan merupakan suatu bentuk dari al-Quran yang hidup di tengah-tengah masyarakat.
URGENSI TAHFIZH AL-QUR’AN DAN STRATEGI PEMBELAJARANNYA DI PONDOK PESANTREN SUBULUSSALAM DEMAK Farida, Umma
HERMENEUTIK Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4507

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap strategi pembelajaran tahfizh al-Qur’an di Pondok Pesantren Domenggalan Demak, yang mendidik para santri untuk menghafal al-Qur’an, baik dengan mengikuti pendidikan formal di sekolah ataupun tidak. Metode penelitian yang ditempuh adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Strategi pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Subulussalam ini tidak hanya dengan pembelajaran menghafal satu-satu (wahdah) melainkan juga memberdayakan strategi tutor sebaya. Sedangkan untuk melancarkan hafalan agar tidak mudah lupa diterapkan kewajiban review hafalan ketika sudah mencapai titik hafalan tertentu dari beberapa juz, atau yang dikenal dengan sistem terminalanuntuk memastikan santri benar-benar telah lancar menghafal.
QUR’ANIC STUDIES DALAM LINTASAN SEJARA ORIENTALISME DAN ISLAMOLOGI BARA Hanafi, Yusuf
HERMENEUTIK Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.922

Abstract

Qur’anic studies di dunia Barat telah melewati bentangan sejarahcukup panjang. Dalam babakan-babakan sejarah itu, Qur’anicstudies dalam frame orientalisme tak terhindarkan dari perangkapzona akademis yang kompleks. Dikatakan kompleks, sebab ialekat dengan motif-motif yang amat variatif. Di antara faktor yangmempengaruhi perubahan citra Barat mengenai dunia Islam,yakni bertambahnya informasi faktual mengenai Islam dan kaummuslim, kontak-kontak langsung yang terus meningkat lantaranhubungan politik dan perdagangan, apresiasi yang tinggi terhadapprinsip-prinsip keilmuan dan fisafat yang berakar kuat di duniaTimur, dan perkembangan gradual kesadaran Barat sendiri. Padaperiode tertentu, Qur’anic studies muncul sebagai proyek apologismissionaris yang bertujuan melakukan konversi (evangelism).Namun ia acapkali muncul sebagai proyek material kolonialismeyang absolut, atau tak jarang semata-mata didorong sekadarmemenuhi rasa ingin tahu (intellectual curiosity). Kompleksitastertentu juga dapat ditemui dalam diskontinuitas Qur’anic studies,di mana secara evolutif ia mengalami transformasi-transformasiinternal akibat varian perangkat metodologi yang digunakan.Sehingga, sikap selektif diperlukan untuk menyikapi Qur’anicStudies menurut perspektif para orientalist dan Islamologi Barat.
Karakteristik Manuskrip Al-Qur’an Pangeran Diponegoro: Telaah Atas Khazanah Islam Era Perang Jawa Hasna, Hanifatul
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6374

Abstract

Prince Diponegoro who is the son of Sultan Hamengkubuwana III grew up in the community of kyai and santri. The education of his great-grandmother influenced the view of Prince Diponegoro who then liked Islamic works. The aristocratic legacy of Prince Diponegoro made himself courageous to lead the Java War against the Dutch. The peak of Java War in the Magelang left historical objects. Among them are Quranic manuscripts attributed to Prince Diponegoro. Unfortunately, many works do not discuss about the legacy of Prince Diponegoro. This paper examines a Quranic manuscript attributed as a legacy of Prince Diponegoro through a philological and codicological approach with the aim of knowing how the history and characteristic of the manuscript are. Through this paper, it can be known the characteristics of philology in Islamic studies through of the Quranic manuscripts. There are several prominent characteristics of the Mushaf, such as illuminations at manuscripts that seem luxurious and thick with Javanese culture. The use of rasm, punctuation, sign tajwid, and sign waqaf also characterizes the writing of manuscripts in the 19 th century in the Java War that is different from the mushaf that is developing now.
KONSEP IMAN MENURUT TOSHIHIKO ISUTZU Ismah, Zuhadul
HERMENEUTIK Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i1.890

Abstract

Artikel ini berupaya untuk memahami al-Qur’an dengan metodedan pendekatan para outsider. Akan tetapi, tidak jarang pulametode dan pendekatan yang dipakai para ousider tersebut akandapat membuka cakrawala dan mengembangkan pengetahuanbaru. Pokok-pokok implementasi iman menurut Toshihiko Izutsudalam buku “Konsep-Konsep Etika Religius dalam al-Qur’an”yaitu: (1) Iman, merupakan lawan diametrik dari kufr, makatidak ada alasan sama sekali untuk terkejut jika menemukan imanberlawanan dengan istilah etika religius lain yang kurang lebihsinonim dengan kufr. (2) Ketiga konsep (Ima>n, Isla>m, Ihsa>n)membentuk tiga tingkatan secara berurutan menurut konsepagama sebagaimana yang dipahami menurut pengertian Islam.Tingkatan yang paling tinggi adalah ihsan, tingkatan pertengahanadalah iman, dan diikuti oleh islam. Dengan demikian, setiapmuhsin (pelaku ihsan) adalah mu’min (orang yang beriman), dansetiap mu’min adalah muslim (orang Islam). Namun demikian,tidak semua mukmin adalah muhsin, dan tidak setiap muslimadalah mukmin.
DAKHIL AYAT KISAH DALAM AL-QURAN: STUDI ANALISIS KISAH HARUT DAN MARUT DALAMTAFSIR AD-DURR AL-MANTSUR KARYA JALALUDDIN AS-SUYUTHI Misbah, Muhammad
HERMENEUTIK Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i2.5545

Abstract

Artikel ini mengulas tentang dakhil dalam tafsir ad-Durr al-Mantsur karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Penelitian ini memfokuskan pada ayat kisah tentang Harut dan Marut. Dalam menafsirkan ayat tersebut, imam Jalaluddin Suyuti memaparkan banyak riwayat-riwayat yang ketika ditelaah lebih lanjut banyak mengandung khurafat. Tafsir ad-Durr al-Mansur ini hanya sekedar memaparkan kisah tanpa ada komentar lanjutannya, apakah riwayat tersebut sahih atau bukan. Kisah tentang Harut dan Marut yang dipaparkan dalam tafsir tersebut termasuk dakhil dalam tafsir dengan kategori riwayat Israiliyyat dan hadis maudhu’.
PENGARUH IDEOLOGI DALAM PENAFSIRA Mailasari, Dewi Ulya
HERMENEUTIK Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.913

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi dari pemikiran bahwa al-Qur’ansebagai kitab suci umat Islam sangatlah terbuka untuk ditafsirkan(multi interpertable). Masing-masing mufasir biasanya dipengaruhioleh ideologi, kondisi sosio-kultural di mana ia tinggaldan situasipolitik yang melingkupinya ketika menafsirkan al-Qur’an. Disamping itu, adanya kecenderungan dalam diri seseorang mufasiruntuk memahami al-Qur’an sesuai dengan disiplin ilmu yang iatekuni, menjadikan hasil penafsiran al-Qur’an menjadi beragamdan plural, meskipun obyek kajiannya sebenarnya tunggal(yaitu teks al-Qur’an). Ideologi (maz\ hab) keagamaan, sangatmempengaruhi tafsir al-Qur’an. Para pengkaji al-Qur’an berusahamencari dalil untuk mendukung mazhabnya masing-masing,meskipun dengan cara memadukan secara terpaksa teks (nas} )alQur’an dengan pandangan mazhabnya. Mereka menafsirkannyasesuai jalan pikirannya. Akibatnya, tidak sedikit ayat-ayat al-Qur’anyang ditafsirkan secara tidak proporsional dan disimpangkan darimakna yang sebenarnya dalam rangka mendukung ideologi yangdiyakininya. Sehingga al-Qur’an seringkali diperlakukan hanyasebagai legitimasi bagi kepentingan-kepentingan tersebut. Posisial-Qur’an di sini sebagai obyek, sedangkan realitas dan mufasirnyasebagai subyek sering sering terjadi pemaksaan gagasan nonqur’ani dalam penafsiran, dan sektarianisme begitu kuat mewarnaiproduk-produk tafsir.
Transformasi Tafsir Al-Qur’an di Era Media Baru: Berbagai Bentuk Tafsir Al-Qur’an Audiovisual di YouTube Zahra, Nafisatuz
HERMENEUTIK Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i2.6077

Abstract

Tidak hanya butuh untuk memperhatikan perkembangan metodologis kajian tafsir, mengamati lebih jauh media tafsir merupakan satu hal yang tidak kalah penting. Dengan  mengingat bahwa saat ini media baru telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dunia keilmuan, kajian ini berusaha menelisik lebih jauh bagaimana hasil dari keikutsertaan YouTube dalam kajian al-Qur’an dan Tafsir. Menggunakan sudut pandang media, dari kajian ini ditemukan bagaimana YouTube berhasil melahirkan bentuk tafsir baru, yaitu tafsir audiovisual, yang keberadaannya berimplikasi pada terbentuknya klasifikasi baru tafsir. Dengan mempertimbangkan dua aspek dasar yang membangun tafsir audiovisual, yaitu aspek konten tafsir dan aspek media, maka dari aspek tafsir muncul enam bagian klasifikasi yang meliputi, metode penyajian tafsir, pendekatan tafsir, bahasa tafsir, sifat mufasir, sumber rujukan dan genre tafsir. Sedangkan dari aspek media muncul klasifikasi yang meliputi produsen, produksi dan penampakan visual. Dengan sistem yang cukup efektif, YouTube telah menyajikan bentuk pencarian yang mudah dan komperhensif. Dengan hanya menyebutkan kata kunci tertentu, maka berbagai tafsir akan muncul dengan berbagai variasinya. Efektifitas inilah yang menjadi salah satu alasan yang mendukung popularitasnya sebagai salah satu media tafsir.
HERMENEUTIK ALQURA KONTEMPORER: TELAAH ATAS HERMENEUTIKA MUHAMMAD AL-GAZALI DALAM NAHW TAFSIR MAUDU’I LISUWAR AL-QUR’AN AL-KARIM Miski, M
HERMENEUTIK Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.880

Abstract

Muh} ammad al-Gazali> adalah tokoh pemikir moderniskontmeporer yang sangat berpengaruh, termasuk dalam bidangtafsir. Salah satu karyanya yang paling terkenal dalam bidang iniadalah Nah} w Tafsi>r Maud} u>‘i> li Suwar al-Qur’a>n al-Kari>m. Sebagaisebuah penafsiran, asumsi sederhananya: karya tersebut tidakmungkin lepas dari kerangka hermeneutika. Tulisan ini bermaksudmelakukan eksplorasi lebih jauh mengenai kerangka hermeneutikaMuh} ammad al-Gazali>> yang dia manifestasikan dalam karyatersebut sekaligus mempertegas posisinya antar para mufasirlain dalam pembacaan kontemporer. Sebagai hasilnya, di dapatikesimpulan bahwa hermeneutika Muh} ammad al-Gazali> memuatciri paradigma yang khas: kesadaran akan universalitas Alqurandan analisa kritis dengan memaksimalkan peran akal (dira>yah);secara operasional, Muh} ammad al-Gazali> menitikberatkan padadua analisa: (1) teks, terutama dari aspek bahasa dan (2) konteks,baik konteks masa lalu maupun konteks masa kini, namun masihdalam lingkaran atau cakupan teks itu sendiri dan karena alasantersebut, hermeneutika Muh} ammad al-Gazali> masuk kategorisemi-tekstualis.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Available June 2021 Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue