Articles
249 Documents
KAJIAN TAFSIR BERBAHASA JAWA: INTRODUKSI ATAS TAFSIR AL-HUDA KARYA BAKRI SYAHID
Syarifah, Umaiyatus
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.875
Tema ini membahas tentang kegiatan penafsiran al-Qur’an yangmerupakan kegiatan yang tidak pernah berhenti dalam sejarahkesarjanaan muslim dengan seluruh aspek historisitas dari masake masa. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menelusurisalah satu khazanah tafsir yang ikut meramaikan perkembangantafsir periode modern pasca kemerdekaan adalah al-Huda>: Tafsi>rQur’an Basa Jawi karya Bakri Syahid. Meski penafsirnya tidakterlalu dikenal dalam bidang ilmu tafsir, namun tafsir ini memilikiciri yang cukup unik dibandingkan tafsir-tafsir Indonesia padaumumnya. Penulis berupaya menjelaskan dengan menggunakanmetode kajian teks terhadap karya-karya tafsir berbahasa jawa.Hasilnya kita temukan model tafsir berbahasa Jawa dari segiformat, tafsir tersebut menyalin ayat-ayat al-Qur’an dalam huruflatin, dan diterjemahkan ke bahasa Jawa Kromo yang tidakpernah dilakukan penafsir sebelumnya. Latar belakang penafsirsendiri cukup beragam, yaitu sebagai purnawirawan, akademisi,politikus, seniman, dan juga masyarakat sipil. Yang dilakukanpenafsir ini merupakan tafsir yang disinyalir sebagai tafsir pertamayang melakukan penyalinan ayat al-Qur’an dalam bentuk latin diIndonesia khususnya Jawa.
Pengamalan Al-Qur`an Perspektif Post-Feminisme Simone De Beauvoir
Mujahidin, Saekul
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i2.10498
Kesetaraan gender merupakan diskursus yang masih tetap hangat diperbincangkan bahkan menjadi perdebatan para feminis Muslim sampai sekarang. Penggagas dan pendukung kesetaraan gender tidak jarang mempersoalkan hukum Islam yang dianggap kurang adil dalam memposisikan laki-laki dan perempuan. Bermula dari kesadaran akan ketertindasan perempuan oleh sistem yang patriakis inilah muncul kajian tentang perempuan yang kemudian diistilahkan “feminisme” salah satu gagasannya adalah pembebasan yang mengkonsentrasikan pada upaya pengangkatan drajat perempuan agar bisa setara dengan kaum laki-laki dan bebas dari eksploitasi dan tidak mengenal adanya diskriminasi jenis kelamin. Simone De Beauvoir adalah salah satu tokokh feminis yang menyuarakan kebebasan perempuan akan kedudukan mereka yang berbeda dari laki-laki. kebebasan perempuan haruslah didukung oleh semua pihak dan membuat mereka mampu untuk menjadi dirinya sendiri, mampu untuk memilih dan menentukan sikap Menurut Simone de Beauvoir, perempuan dikonstruksikan oleh laki-laki melalui struktur dan lembaga laki-laki. Karena perempuan tidak memiliki esensi seperti juga laki-laki, jadi perempuan tidak harus menjadi apa yang diinginkan oleh laki-laki. Perempuan dapat menjadi subjek dengan terlibat dalam kegiatan positif dalam masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan semangat Q.S an-Nisa/4: 32 adanya hak bagi laki-laki dan perempuan untuk terlibat di wilayah publik. Menurut de Beauvoir, strategi yang dapat dilakukan perempuan untuk tidak tertindas dari laki-laki, adalah : Pertama, perempuan dapat bekerja. Kedua, perempuan menjadi seorang intelektual. Ketiga, perempuan mampu mandiri. Gagasan ini juga sejalan dengan semangat Q.S at-Taubah/9: 71 bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan derajat yang sama dalam setiap aspek kehidupan seperti berbuat yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar. Konsep yang digagas de Beauvoir ini disebutnya sebagai post-feminisme.
HERMENEUTIKA MUHAMMAD SYAHRUR (TELAAH TENTANG TEORI HUDUD)
mardhiyah, mardhiyah
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4536
Al-qur’an kitab terakhir, isinya mengandung berbagai petunjuk yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Salah satu media yang digunakan al-Qur’an untuk menyampaikan petunjuk dan pesan pesan moral adalah melalui kisah atau cerita. Petunjuk dan pesan-pesan moral yang ada dalam al-Qur’an bisa dipahami melalui makana tekstual dan bisa pula dipahami melalui makana simbolik atau bisa menangkap makna simbolikatau makna isyari diperlukan metode tersendiri, yaitu dengan jalan berkonsentrasi melalui serta merenungi makna yang terkandung di dalam kisah-kisah yang dibacanya, disamping metode ini adalah metode penjernihan batin dari berbagai hal yang bersifat duniawi. Dengan dua metode inilah seseorang dapat menangkap makna simbolik suatu kisah atau makana isyarinya.
Dinamika Penggunaan Sunnah Sebagai Sumber Penafsiran Dalam Pergeseran Epistemologi Tafsir
Mahmudah, Nur
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3908
The Mystical Interpetation Of Divine Love (Mahabbah) From The Perspective Al-Sulami’s Haqaiq Al-Tafsir
Sa’adah, Rifa Tsamrotus
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i2.8486
This study discusses the Quranic analysis of the word Maḥabbaḥ in al- Quran. This needs to be studied and requires some research because it has a general meaning, so it is worth analyzing. They know and understand Maḥabbaḥ in a limited way and for human needs only. Using a descriptive analytic method and Abū ‘Abd al-Rahmān al-Sulami's perspective on his own book, Haqāiq al-Tafsīr, this research answers how al-Sulami interprets the meaning of the Maḥabbaḥ in the Quran. This research finds that the Quran expresses the Maḥabbaḥ globally both to God and to humans. Some indications of the Quran suggest that the Maḥabbaḥ can arise because it begins with compassion and seeks to reach that love. This shows that Islam is concerned about the importance of love by providing several levels that must be achieved in order to be able to achieve it. This research focuses on the verses of Mahabbah from Surah Thāhā (20):39 which explain about the story of prophet Musa whom getting the specially Maḥabbaḥ. Thus, Surah Ᾱli-‘Imrān (3):31 explained about a way being a God’s lover and creating Maḥabbaḥ greatly.
Program 3 T (Tahaffudz, Ta’allum, and Ta’ammul) Sebagai Internalisasi Konsep Haqqa Tilawatih: Study di Pondok Yanbu’ul Qur’an Remaja Kudus
Istianah, Istianah;
Mahtida, Khusna
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i1.10616
This article examines the 3T program (Tahaffudz, Ta'allum, and Ta'ammul) as an internalization of the concept of haqqa tilawatih in (QS al-Baqarah [2]: 121) study at Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Youth in Kudus. The Islamic boarding school is a forum for educating and guiding the character of students. In an effort to shape the character of the students, the right rules are made in training character learning that is responsive in facing problems in life. This research used a qualitative descriptive method, namely Filled Research (field research) with a study of living Qur'an research. The purpose of this research is to prove the existence of the Brand Image of PTYQR (Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Youth) as a benchmark for all Islamic boarding schools in Tahfidz al-Qur'an. The results of this research prove that the 3T program, namely Tahaffudz, Ta'allum, and Ta'ammul (memorizing, studying, and practicing) as an internalization of the concept of haqqa tilawatih (QS. Al-Baqarah [2]: 21) is very influential for the students. regeneration of the Qur'anic Expert. It is proven that Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an has succeeded in giving birth to a generation that excels in memorizing the al-Qur'an and has a good character as well as having social sensitivity.
HERMENEUTIKA AMINA WADUD SEBAGAI BASIS TAFSIR HARMONI ADIL GENDER DI INDONESIA
Said, Nur
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4508
The domination of the interpretation of the Koran that tends to gender bias has been continued until now. Therefore the presence of Wadud as a feminist thinker to be interesting discussed. This article is to track the social and intellectual background that affect her points of views in term of tafsir and its relevance for developing feminist tafsir in Indonesia. This paper used the philosophical and hermeneutical approach. The data were collected by the method of documentation and discussed with the content analysis. The conclusions among others that Wadud has given a contribution in breaking down the traditional interpretation of the Koran by offering a critical approach to interpret the Koran based on the awareness of tauhid and analyse the preor-text in the interpretive process. This model of tafsir can be developed in Indonesian tafsir that still be dominated by male commentators, therefore in a certain level still become gender biased. It can be reproduced becoming an alternative feminist tafsir to build harmony sociaty in Indonesia.
Kajian Tafsir Jalalain Karya Imam Jalaluddin Al-Mahally dan Imam Jalaluddin Al-Suyuthi Di Masjid Jami’ Baitul Fattah RT 04. RW. 03 Klumpit Kec. Gebog Kabupaten Kudus
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3898
Tulisan ini menjelaskan hasil pengabdian dengan tema “Kajian Tafsir Jalalain karya Imam Al-Mahally dan Imam Al-Suyuti di MasjidJami’ Baitul Fattah Kelumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus”.Tafsir Jalalain adalah salah satu karya tafsir terpopuler yang banyakdikaji oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu sangat tepat kiranya,ketika kitab tersebut dipakai untuk memakmurkan masjid Baitul Fattahyang ada di desa Klumpit Gebog Kudus. Karena tafsir jalalain adalahkitab tafsir yang mudah untuk dipahami dengan pemahaman yangsimple. Di tengah-tengah masyarakat yang awam dan perlu motivasidalam menghidupkan kajian Islam, maka kajian ini begitu berarti bagimasyarakat ketika dibawakan dengan model dan gaya penyampaian yang beragam/ variatif tidak monoton. Hasilnya masyarakat jama’ah di Masjid Baitul Fattah semakin tertarik untuk memakmurkan masjidsekaligus mulai tumbuh kecintaannya terhadap kajian keislamantersebut.
Manajemen Waktu Santri Tahfidz Dar al-Furqon Desa Janggalan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus (Kajian Surah Al-Ashr Dalam Tafsir Al-Misbah)
Nisa, Mir'atun
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i1.6818
This study describes the time management of students in Daar al-Furqon Islamic boarding school in memorizing the Qur'an. Santri Daar al-Furqon made good use of time in accordance with the schedule of Islamic boarding school activities. In surah al-Ashr explaining the importance of time, students who memorize the Qur'an must use their time well so that they do not become losers. The purpose of this study was to determine how the time division of santri tahfidz Daar al-Furqon Janggalan, Kota, Kudus. And the use of time in accordance with the interpretation of Surah al-Ashr in the interpretation of al-Misbah relating to time management. Research using field research methods with a qualitative approach. Data collection uses observation, interview, and documentation techniques. While the data analysis is done through data reduction, data display, and drawing conclusions or data verification. The results showed that given the importance of time and loss for people who waste their time and use their time properly in accordance with the schedule in the boarding school. And every student must have time management so that they can utilize memorization time well, by running time management students can get good results from the work done.
MENGKRITISI MAKNA JIHAD DAN PERAG DALAM AL-QUR’AN: STUDI TAfSIR ANALITIS QS. A
Farida, Umma
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.900
Artikel ini bertujuan untuk melihat konsekuensi keimanandengan perintah berjihad dalam al-Qur’an. Pada dasarnya, konsepberjihad, mendapatkan porsi yang cukup besar dalam al-Qur’an.Konsep jihad dan perang (qita>l) merunut pada peperangan yangdilangsungkan oleh Nabi Muhammad Saw. seperti Perang Badar,Perang Uhud, Perang Khondaq dan lainnya. Sedangkan al-Qur’ansendiri telah menegaskan bahwa kemenangan ataupun kekalahanyang diperoleh umat Islam melalui peperangan tersebut pastimemiliki hikmah, dan Allah sendiri menjanjikan pahala berlipatbagi setiap muslim yang gugur di medan perang. Q.S. Ali Imran:141-150 ini secara umum menyajikan prinsip-prinsip pentinguntuk meraih surga. Surga yang dijanjikan Allah dan dilimpahiberbagai kenikmatan dapat dibuka dengan dua kunci utama, yaknijihad f >sabililla>h dan kesabaran.