cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 417 Documents
Al-Ashil wa Al-Dakhil fi Tafsir Junaidi, M. Rofiq
HERMENEUTIK Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3902

Abstract

Allah menurunkan al-Qur`an sebagai petunjuk hamba-hambanya yang mau beriman, sedangkan petunjuk yang diturunkan-Nya masih bersifat global, sehingga perlu menggali apa yang terkandung didalamnya. Setelah Rasulullah saw. wafat muncul mufassir-mufassir yang ingin mencoba menggali kandungan al-Qur`an sehingga bisa diaplikasikan dengan mudah. Setiap mufassir menggunakan metode berbeda untuk menyelami kandungan dari ayat-ayat al-Qur`an, bahkan ada yang menggunakan metode yang dianggap para ulama tidak dibenarkan seperti memasukkan cerita-cerita Israiliyyat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kevalidannya. Oleh karena itu untuk mengetahui hal tersebut kita harus mengkaji al-Asil wa al-Dakhil fi Tafsir.
Tafsir Era Millenial: Kajian Atas Penafsiran KH.Sya’roni Ahmadi di Channel Youtube Official Menara Kudus Azizah, Laili Noor; Khoirona, Muhammad Dilla
HERMENEUTIK Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i2.7796

Abstract

This article discusses interpretations in the millennial era especially in Kudus, such as the study of the interpretation of K.H. Sya’roni Ahmadi which makes the Official YouTube Channel of Menara Kudus as the medium. In the YouTube content the Menara Kudus Official Channel carries the study of commentasries K.H. Sya’roni Ahmadi by utilizing the current development. Studies that are well understood in all circles are not only limited to the conceptual and contextual, but rather combining the two that make an advantage of the study of interpretation K.H. Sya’roni Ahmadi. He uses the deriction of the qibla in the interpretation on the YouTube Channel with various steps which are certainly different from the presentation of other commentary studies. To analyze, the writer needs to use a descriptive qualitative approach in gathering existing information and knowing the sosio-historical approach in terms of the study interpretation, through sociologi theory from study that can uncover society’s problems and oral tradition theory in the delivery of interpretive studies.
EPISTEMOLOGI ILMU PENGETAHUAN dAN RELEVANSINYA dALAM STUdI AL-QUR’AN Lubis, Agus Salim
HERMENEUTIK Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i1.904

Abstract

Artikel ini mengangkat tema tentang epistemologi ilmu dalamal-Qur’an. Ilmu sesungguhnya telah banyak diperbincangkandalam untaian ayat-ayat suci al-Qur’an, namun banyak di antarakita belum mengerti hakikat ilmu itu sendiri. Tema ini bertujuanuntuk menunjukkan bahwa al-Qur’an sesungguhnya mengandungbanyak ilmu pengetahuan yang diterjemahkan ke dalam ayatayat kauniyah. Untuk itu penulis membahas tema ini denganmenggunakan metode falsaf untuk mengungkap kebenaran alQur’an dalam mengungkap aspek-aspek pengetahuan. Hasilnyaadalah suatu metode keilmuan yang ditawarkan oleh al-Qur’anmemiliki banyak ragam yaitu berupa metode observasi (baya>ni),metode demonstratif (burha>ni) dan metode intuitif (‘irfa>ni).Semua metode tersebut merupakan metode epistemologis dalammengungkap hakikat ilmu pengetahuan tersebut.
Kisah Dakwah Nabi Shaleh Perspektif Strukturalisme Naratologi Aj Greimas: Kajian Semiotika Terhadap Qs. As-Syu’ara: 141-158 Reza, Ainullah
HERMENEUTIK Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i1.6021

Abstract

This article examines the story of the Prophet Shaleh’s dakwah to the Thamud recorded in the QS. as-Syu'ara: 141-158  in semiotic perspective. The theory of AJ Greimas' naraotogical structuralism is used to identify the discourses inherent in the story. it also explains the narrative structure of the story in order to trace the values and ideologies contained by analyzing the actal schemes and their functional structures. The propagation story of the Prophet (pbuh) to the Thamud actually tells a very 'humanistic' problem, a heart that tends to be inconsistent to the truth because of the intervening materialistic tendencies. The solution offered in the story avoids the possibility of materialistic intervention and dedicates itself to the good. Whether it's a vertical goodness (to God) or a horizontal (to fellow creatures). Through Greimas's semiotics perspective, the story not only attempts to convey the meaning of obedience or piety and the disobedience of a righteous thing, but also emphasizes the moral dimension and credibility of human. The words of the Holy Prophet Shaleh in verse 153 lead to the value of environmentalist, the attitude of preserving and preserving the environment. In addition, the story leads to a psychological dimension, that the person who dedicates himself to the goodness tends to be anti-materialistic. It is seen in the self of the Holy Prophet Shaleh who does not expect anything at all except the obedience of the Thamud.
AMAR MA’RUF NAHY MUNKA MENURUT AL - QUR’AN: Kajian Semantik Kasdi, Abdurrahman; Farida, Umma
HERMENEUTIK Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.926

Abstract

Kajian semantik dalam pembacaan al-Qur’an sejatinya telahdikenal sejak masa sahabat, dengan Ibn Abbas sebagai tokohnya.Pada fase selanjutnya, banyak mufassir muslim yang turutmengaplikasikan kajian semantik ini, seperti az-Zamakhsyari,ataupun dari kalangan outsider seperti Toshihiko Izutsu. Melaluipengkajian semantik diperoleh bahwa kata ma’ru>fdan khairmemiliki makna yang berbeda, meski secara leksikal keduanyasama-sama menunjukkan arti kebaikan. Ma’ru>fsecara formalberada pada posisi yang bertentangan dengan munkar. Amarma’ru>f nahy munkarini seharusnya diaplikasikan secara persuasifdalam bentuk yang baik, karena seruan menuju nilai-nilai Ilahitidak boleh dipaksakan.
Kaligrafi Al-Quran Sebagai Ornamen Masjid (Studi Living Quran di Masjid Nurul Imam) Setiadi, Yudi
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6404

Abstract

This study discusses the practice of using the verses of the QurÂ’an as ornamental mosques. This research is known as Living QurÂ’an. This study focuses more on the practical role of the Qur'an. In this case, the Qur'an not only serves as a guide. Al-Qur'an is used as decoration of the mosque in the form of calligraphy. This study uses a qualitative research method with the phenomenological approach of Alfred Schutz, in-order-to motive and because motive to uncover the reasons and objectives of making al-Qur'an calligraphy. The data of this study came from the results of observations, interviews, and documentation. This research found several findings. First, al-Qur'an is not only a guide, but transformed into decorating the mosque in the form of calligraphy. Second, the use of al-Qur'an verses as mosque ornaments indicates the mosque administrators' understanding and thought of the Qur'an. Third, because the motive for making calligraphy is the educational background of the founder of the pesantren mosque and the condition of the mosque congregation. Fourth, in-order-to motive calligraphy making is a trigger for the congregation to learn to read the Qur'an, the message of preaching, and for the congregation to read the Qur'an when visiting the mosque.
STUDI KRITIS TERHADAP PEMIKIRA JOHN WONSBROUGH TENTANG HISTORISITAS AL- QUR’AN Fadholi, Ahmad
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.894

Abstract

Tulisan ini tentang orientalisme yang terfokus pada kajianpemikiran John Wansbrough terhadap al-Qur’an. Kajian inibertujuan untuk membongkar kontroversialitas John Wansbroughdalam mengkaji al-Qur’an. Penulis menggunakan pendekatankonten analisis terhadap pemikiran John Wansbrough. Iaadalah seorang Orientalis dalam studi Islam. Hasilnya adalahterungkapnya pemikiran kritis seorang orientalis dalam mengkajial-Qur’an, ia mengkaji tentang historisitas al-Qur’an denganmenggunakan dua metode yaitu metode critical of historis danmetode literary criticism. Dua metode tersebut yang kemudianmenghasilkan sebuah kesimpulan yang sangat kontroversialdalam pembacaannya terhadap kitab suci al-Qur’an. Denganmetode critical of histories ia mengatakan bahwa kisah yangtermuat dalam al-Qur’an dianggap merupakan duplikat dari kisahyang ada dalam bible. Menurut Wansbrough al-Qur’an sebagaiwahyu yang diturunkan Tuhan kepada nabi Muhammad sawadalah kepanjangan dari kitab Taurat. Masih banyak lagi hasil daripemikiran seorang John Wonsbrough yang mengundang responpro dan kontra di kalangan outsider dan insider. Kajian tersebutharus dapat membangkitkan minat umat Islam terhadap kajian alQur’an yang lebih mendalam lagi.
Keadilan Dalam Al-Qur'an (Kajian Semantik Kata al-‘Adl dan al-Qisṭ dalam al-Qur’an) muhajirin, muhajirin; Nur Ngaisah, Zulaikhah Fitri
HERMENEUTIK Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5538

Abstract

Tulisan ini menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an terkait keadilan yang menggunakan term al-‘Adl dan al-Qisṭ. Karena adil dalam al-Qur’an mempunyai aspek dan objek yang beragam, seperti pembicaraan adil dalam hukum (Qs, An-Nisa’:58) dan adil dalam memperlakukan anak yatim (Qs, An-Nisa’:3) maka peneliti ini mengaplikasikan Semantik Toshihiko Izutsu yang dapat dilihat dari makna dasar, makna relasional (sintagmatik paradigmatik), integrasi antar konsep, sinkronik diakronik hingga sampai pada Welthanschauung. Dengan aplikasi tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan antar dua kata tersebut saling terkait satu sama lain. Sehingga peneliti mengambil kata al-Musāwāh sebagai titik temu dan mata rantai pengikat kedua kata tersebut. Sedangkan letak perbedaannya, kata al-‘Adl merupakan keadilan yang tidak nampak secara langsung (tersembunyi) seperti keadilan dalam hukum. Sedangkan kata al-Qisṭ merupakan perbuatan yang lebih banyak berbicara tentang sesuatu yang nampak, jelas (zahir) dan bersifat materil, seperti memenuhi harta anak yatim.
IblIs Dan Upayanya Dalam menyesatka manUsIa Dalam perspektIf al-QUr’an Setyaningrum, Anisah
HERMENEUTIK Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.917

Abstract

Artikel ini membahas tentang permusuhan Iblis kepada Adam,yang bertujuan untuk mengungkapkan track record Iblisdalam menyesatkan manusia. Iblis adalah salah satu pemeranantagonis dalam berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini,segala yang diasumsikan sebagai kejadian dan tindakan buruksering kali dialamatkan kepada iblis. Di sinilah penulis mencobamenggunakan pisau analisis critical of historis dan content ofanalism hasilnya adalah terkuaknya berbagai peran Iblis terkaitpermusahan abadinya dengan Nabi Adam yang berimbas kepadakutukan Iblis terhadap Adam yang akan menjerumuskan semuaketurunan Adam ke jalan kesesatan. Iblis akan selalu berusahauntuk membuat manusia lupa dari mengingat Allah. Segalaupaya Iblis dalam menyesatkan manusia akan menjadi tantanganuntuk melawan hegemoninya dengan senantiasa memaksimalkanpotensi manusia berupa akal dan hati agar memiliki kesadaranuntuk tetap berada di jalan yang lurus.
Maqâshid Al-Qur’ân Dalam Ayat Penggunaan Media Sosial Menurut Penafsiran M. Quraish Shihab Arifin, Johar
HERMENEUTIK Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i2.6078

Abstract

Artikel ini mengulas penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat penggunaan media sosial dalam perspektif maqâshid al-Qur’ân. Tulisan ini hendak menjawab dua persoalan utama terkait bagaimana perspektif maqâshid al-Qur’ân Quraish Shihab dan bagaimana aplikasi teoretik maqâshid al-Qur’ân Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat penggunaan media sosial. Artikel ini sampai pada kesimpulan bahwa menurut Quraish Shihab ada enam unsur gugusan besar tujuan universal al-Qur’ân yaitu penguatan akidah, manusia sebagai khalifah, kitab pemersatu, penegakan hukum, penyeru kepada ummatan wasathan, dan menguasai peradaban dunia. Kualitas informasi terletak pada kekuatan dimensi tauhid yang merupakan puncak tertinggi dari maqâshid Alquran. Quraish Shihab menawarkan enam diksi pilihan Alquran yang sesuai dengan kondisi penerima informasi dalam berinteraksi di media sosial. Demikian, bertujuan mengantarkan pada pengetahuan dan pemahaman terhadap apa yang disampaikan dalam menjalankan misi manusia sebagai khalifah, pemberi pencerahan lewat lisan dan tulisan, penegakan hukum, pemersatu umat manusia dan alam semesta menuju ummatan wasathan dan penguasaan peradaban dunia.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Available June 2021 Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue