cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 417 Documents
STUDI TENTANG HISTORISITAS AL-QUR’AN: TELAAH PEMIKIRAN MM. AZAMI DALAM TH HISTORY OF THE QURANIC TEXT FROM RELEVATION TO COMPILATION
HERMENEUTIK Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i1.881

Abstract

Artikel ini mengeksplorasikan pemikiran MM. Azami mengenaihistoritas al-Qur’an dan sanggahan-hanggahanya terhadap kajianal-Qur’an para orientalis. Tujuan penulisan artikel ini untukmengungkap banyaknya orientalis yang berusaha menyamakansejarah al-Qur’an dengan sejarah kitab-kitab lainnya danmemaksakan pendapat mereka tentang kemungkinan terjadinyakesalahan-kesalahan yang menyeruak ke dalam teks al-Qur’an,telah memotivasi Azami untuk meneliti dan mengkaji historisitasal-Qur’an dengan menggunakan pisau analisis yang dibangun olehpara pemikir Barat, termasuk menelusuri beberapa manuskripkuno tulisan ayat-ayat al-Qur’an. Temuan dari artikel ini adalah,bahawasanya karya Azami yang berjudul Th History Of ThQur’anic Text From Revelation to Compilation ini pada akhirnyamenunjukkan kita semua sebagai umat Islam bahwa al-Qur’anadalah fiman Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah saw.Ia terpelihara orisinalitasnya tanpa ada perubahan, tambahan,maupun pengurangan. Selain itu, Azami juga membuktikan bahwapemalsuan al-Qur’an tidaklah pernah terjadi sepanjang sejarah,baik secara fragmentasi maupun keseluruhannya, yang berlainandari teks yang ada di seluruh dunia, karena jika terjadi pemalsuan,maka tidak akan lagi bisa dianggap sebagai al-Qur’an, mengingatsatu syarat utama penerimaannya haruslah sesuai dengan teksyang termaktub dalam mushaf Usmani.
Incorporating Qur’anic Interpretation Into Course Materials Of English For Business: A Students' Perspective Setyaningrum, Anisah
HERMENEUTIK Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i1.9942

Abstract

This paper aims at investigating the students’ perspectives toward incorporating qur’anic interpretation into course materials of English for Business. This study is a qualitative survey. The subject of the study were 20 students of English subject in Sharia Business Management Study Program, Islamic Economic and Business Faculty, State Islamic Institute of Kudus, Central Java, Indonesia. The data were collected by spreading the questionnaire to the students and asked them to fill it. Then, the Likert Scale was implemented in analyzing the data. Result of this study shows that students have positive perspectives toward incorporating qur’anic interpretation into course materials of English for Business.
LIVING QUR’AN: KHATAMAN SEBAGAI UPAYA SANTRI DALAM MELESTARIKAN AL-QUR’AN
HERMENEUTIK Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4503

Abstract

Islam adalah agama rahmatal lil 'alamin, di mana semua ajarannya disediakan untuk semua makhluk bumi. Sedangkan Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang membimbing dan menjadi orientasi dalam setiap kehidupan. Oleh karena itu, ada begitu banyak ekspresi kaum muslimin dalam Al-Qur'an dalam praktek sehari-hari. Kadang-kadang Al-Qur'an menjadi pedoman dalam bertindak, menyelamatkan dalam melindungi diri sendiri, menyangkal gangguan setan atau membaca dalam kehidupan sehari-hari kaum muslimin. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Al-Qur'an bukan hanya teks pasif tetapi juga teks hidup di tengah komunitas muslim. Salah satu fenomena ini adalah tradisi khataman di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, di mana terlihat bahwa membaca Al-Qur'an menjadi nafas dalam kegiatan tersebut. Atas dasar itu, tulisan ini akan menggambarkan fenomena masyarakat dalam melestarikan Al-Qur'an yang ada di Khatmil Qur’an di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Pada saat yang sama, untuk mengetahui arti aries dari acara Khatmil Qur’an. Studi ini penting, qur'an yang hidup sebagai studi baru dalam studi qur'an mencoba untuk menginterpretasikan penerimaan komunitas Al-Qur'an dengan interkoneksi dengan ilmu sosial, salah satunya adalah sosiologi pengetahuan.
Epistemologi Tafsir Takfiri Mazhab Ibadiyyah Khawarij (Studi Tafsir Hamyan al-Zad Ila Dar al-Ma’ad Karya Muhammad Bin Yusuf Itfisy)
HERMENEUTIK Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3899

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang penafsiran Quran dari Muhammadbin Yusuf Itfisy. ada dua alasan mendasar untuk penelitian ini.Pertama, Muhammad bin Yusuf Itfisy adalah seorang sarjanaMuslim dari sekolah literalis yang memiliki kepekaan tinggi terhadaprealitas sosial yang berhubungan dengan teks-teks Alquran, terutamabagi mereka yang berurusan dengan dosa-dosa besar. Kedua, sejarahhidupnya berasal dari komunitas Ibadiyyah-Khawarij dan juga iamenjadi Imam terkemuka (pemimpin Islam) dari Ibadiyyah sekolahdi Aljazeera. Itu adalah faktor penting yang membangun karakter dandiwujudkan dalam penafsiran. Penelitian ini menggunakan pendekatanepistemologis, dan metode penelitian ini adalah induktif (istiqra’) yangditerapkan juga dalam metode tahlili (analitis) yang tidak bisa terpecahpecah dari sekolah dan penafsiran dari tafsir al-ra’yu (rasional komentar). Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammad bin Yusuf Itfisy memiliki pandangan mendasar tentang kafir. Pertama adalah kafir rahmat (kafir nikmat) dan nifaq (kemunafikan), yang kedua adalah kafir tentang keyakinan. 
Proses Berpikir Nabi Ibrahim as. Melalui Dialog dengan Tuhan dalam al-Qur’an
HERMENEUTIK Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i1.6804

Abstract

Thinking and dialogue is an inseparable part of life. Various studies about the Prophet Ibrahim as. have been found, but the process of deepening related to thinking process through the dialogue of Prophet Ibrahim as. to Allah Swt is still limited to be discovered. This article is structured to reveal the way of thinking of Prophet Ibrahim as. in his efforts to dialogue with Allah Swt. This paper was prepared using the literature research method, which in this case uses the Qur'an as a primary reference and books, commentaries, and soft ware applications as a secondary reference source. The results show that the dialogue carried out by Prophet Ibrahim as. involves a process of critical thinking, rational thinking, accompanied by curiosity and based on faith and devotion to Allah Swt. Prophet Ibrahim as. who had previously been at the level of "Ilm al-Yaqin", was able to reach the level of "Haqq al-Yaqin". Through this article, it is expected to be able to open up insights for people to think and dialogue in solving life's problems. Of course in this case thinking and dialogue in this life is essentially intended to draw closer to Allah Swt at the level of Haqq al-Yaqin.
ASBAB AN-NUZUL DAN URGENSINYA DALAM MEMAHAMI MAKNA AL-QUR’AN
HERMENEUTIK Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i1.902

Abstract

Pembahasan pada artikel ini adalah tentang asbab an-nuzu > l. Bahwa >Al-Qur’ān adalah kalam (perkataan) Allah Swt. yang diwahyukankepada Nabi Muhammad SAW. melalui Malaikat Jibril denganlafal dan maknanya. Al-Qur’ān sebagai kitab Allah menempatiposisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islamserta berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusiadalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Tujuandalam pembahasan ini adalahuntuk mendudukkan asba>b an-nuzu>lsebagai alat bantu untuk memahami ayat atau pun rangkaian ayatdalam Al-Qur’ān. ‘Ilm Asbāb an-Nuzūl adalah di antara metodeyang amat penting dalam memahami Al-Qur’ān dan menafsirinya.Kajian ini menggunakan pisau analisis kritik sejarah. Hasilnyaadalah suatu fakta bahwa asba>b an-nuzu>l berfungi dan berfaedahuntuk membantu dalam memahami ayat dan menghilangkankesulitan, untuk mengetahui ayat ini diturunkan kepada siapa,sehingga tidak terjadi keraguan yang akan mengakibatkanpenuduhan terhadap orang yang tidak bersalah dan membebaskantuduhan terhadap orang yang bersalah, dan untuk memudahkanhafalan, pemahaman dan pengukuhan wahyu dalam benak setiaporang yang mendengarnya, jika ia mengetahui sebab turunnya.
Studi Tafsir Sufi: Tafsir Latha’if al-Isyarat Imam al-Qusyairi
HERMENEUTIK Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i1.5062

Abstract

Artikel ini akan memaparkan sebuah review terhadap karya tafsir corak isyari (sufi) melalui karya Imam al-Qusairi. Selama ini pemahaman corak tafsir yang berkembang di kalangan umum hanya berpaku pada dua corak yakni, tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi, kurangnya perhatian terhadap tafsir corak isyari menumbuhkan keinginan penulis untuk mengungkap sebuah karya tafsir monumental dengan corak sufi melalui karya Imam al-Qusyairi. Tafsir corak sufi isyari memiliki keunikan yang khas dalam penafsirannya, karena melalui tafsir ini perasaan dan pengalaman mufassir tentang kedekatan kepada Allah secara tidak langsung tertuang dalam bahasa yang penuh makna. Di sisi yang lain, tafsir ini sekan menuangkan nilai-nilai ungkapan isyarat-isyarat al-Quran yang ditangkap oleh para ahli ma’rifat. Isyarat tersebut berisi ungkapan yang mendalam, wakaupun tidak dijelaskan dengan panjang lebar. Meskipun al-Qusyairi menjelaskan tentang hakikat, namun beliau menegaskan bahwa tafsirnya tidak meneyelisihi syariat. Justru al-Qusairi seakan menumpahkan semua ilmu dan pengetahuannya tentang Islam dan tasawuf. Ia banyak menggunakan terminologi tasawuf dalam menjelaskan suatu ayat ke ayat selanjutnya.
MAKNA BENCANA MENURUT AL-QUR’AN : Kajian Fenomena Terhadap Bencana di Indonesia
HERMENEUTIK Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.924

Abstract

Tulisan ini mencoba mengulas tentang makna bencana dalam alQur’an dan fenomena bencana di Indonesia. Bencana dalam alQur’an telah disebutkan dengan berbagai macam makna, antaralain musibah, bala’/ujian, finah/cobaan. Musibah yang menimpadapat diakibatkan kesalahan manusia. Bala’/ujian merupakankeniscayaan dan dijatuhkan Allah tanpa kesalahan manusia. Inidilakukan untuk menguji manusia untuk mengetahui kesabaranmanusia. Adapun finah adalah bencana yang dijatuhkan Allah dandapat menimpa yang bersalah dan yang tidak bersalah. Apabilamakna tersebut dirunut ke Indonesia yang notabene-nya terletak dicincin api (ring of fie), maka bencana tersebut tidak sepenuhnyabermakna sebagaimana yang ditemukan dalam al-Qur’an tersebut.Berfiir positif ketika menghadapi bencana merupakan sikap yangpaling baik dan mendekatkan kita kepada pemahaman yang lebiharif. Introspeksi diri dalam konteks keimanan dan tanggungjawabsosial diperlukan, agar mampu untuk memperbaiki diri (improveourself) untuk selalu berbaik sangka dengan menafsirkan maksudTuhan di balik bencana, sehingga rasa empati dan solidaritas sosialdalam ikatan kemanusiaan terus dijaga.
Amalan Sholat Hifdzil Qur’an : Kajian Living Qur’an Di Pptq Al-Hidayah Tulungagung
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6376

Abstract

This paper explains the phenomenon of the Koran of life. The study of the practice of the verses of the Koran in daily life so as to give rise to certain meanings for its practitioners is proof that the Koran can take the form of anything other than text. The object of research in this study is the interpretation of the Hifdzil Qur’an prayer which is located in Ponpes Tahfidz Al-Qur’an Al-Hidayah Tulungagung with a phenomenological approach and observation-interview method with purposive sampling technique. This research resulted in the transmission of the continuity of sanad with PP Putri Al-Fattah Mangunsari, and the transformation of differences in how to perform the hifdzil Qur’an prayer. Social construction that occurs in the practice of the hifdzil Qur’an prayers in PPTQ Al-hidayah is divided into 3; (1) externalization: the practice of the hifdzil Qur’an prayer is made a mandatory regulation by caregivers and caretakers; (2) objectivation: the practitioner feels accustomed because of the intensity, and; (3) internalization: practitioners understand the meaning and feel the effects after performing the hifdzil Qur’an prayer.
MELACAK PENAFSIRA KONTEMPORER DI BELAHAN BARA DUNIA ISLAM
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.892

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengisi kekurangan dalamsejarah tafsir, dan berupaya mengintrodusir karakteristiktafsir di belahan Barat dunia Islam hingga abad ke-8 Hdengan melakukan penelusuran dari awal pergumulannyadengan teks Suci. Mozaik pemikiran Islam pada duniakesarjanaan muslim mengenal adanya dua pembagianberdasarkan letak geografi yaitu belahan Barat duniaIslam dan belahan timur dunia Islam. Dalam tradisi tafsir,pembagian kawasan ini membentuk karakteristik tertentuyang mewarnai pluralitas penafsiran ketika tafsir di belahanbarat dunia Islam (masyriq) menawarkan cara barumemandang kalam Tuhan. Kemajuan perkembangan tafsirsaat ini, pada gilirannnya ditandai dengan perubahan poladi mana tafsir di kawasan timur yang notabene lebih duluberkembang dan mapan sehingga digunakan sebagai modeldalam bertafsir kemudian berbalik meminjam hasil tafsir dikawasan Barat. Namun, dalam studi tentang sejarah tafsir,kontribusi pemikiran tafsir di kawasan Barat masih belummendapatkan hak-nya yang ditandai dengan minimnyakajian dan masih dominannya kajian tafsir di belahantimur.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Available June 2021 Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue