cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 249 Documents
KRITIK NALAR ISLAM (STUDI PEMIKIRAN HERMENEUTIK MOHAMMED ARKOUN)
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4510

Abstract

Mohammed Arkoun dengan kritik nalar Islamnya memiliki corak baru dalam dinamika Hermeneutika. Bagi Arkoun, perkembangan zaman telah menyisakan persoalan-persoalan keagamaan yang tidak cukup diselesaikan dengan pemahaman agama secara dogmatis dan a historis, akan tetapi diperlukan pemikiran Islam kontemporer dan berbagai pendekatan untuk memahami ajaran Islam agar terlepas dari belenggu ideologis dari pemikiran ulama’ sebelumnya. Maka, untuk merealisasikan hal ini diperlukan sebuah pendekatan pemikiran yang kemudian dikenal Kritik Nalar Islam. Arkoun, dalam hal ini berusaha memperkenalkan pendekatan pemikiran hermeneutika sebagai metodologi kritis yang akan memberikan pemahaman dan pemaknaan baru dalam memahami teks. Pendekatan historis-kontekstual diperlukan untuk mentransformasikan pemaknaan ajaran agama agar selalu relevan dengan perkembangan zaman.
Pemikiran Imam Al-Syafi’i (w. 204 h) Tentang Tafsir Misbah, Muhammad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3901

Abstract

Umat Islam tentu tidak asing dengan sosok imam Syafi’i, salah satu imam madzhab fikih yang menjadi rujukan terutama masyarakat Indonesia. Imam Syafi’i lebih dikenal sebagai sosok yang ahli dibidang fikih dibanding keilmuan lainnya, semisal tafsir. Penelitian ini sengaja mengupas pemikiran imam Syafi’i yang jarang tersentuh, yaitu pemikiranya dalam bidang tafsir. Penelusuran terhadap pemikirannya, penulis merujuk pada karya-karya beliau semisal kitab al-Risa>lah dan al-Umm. Hasil penelitian ini didapati, bahwa imam Syafi’i telah menafsirkan banyak ayat-ayat al-Quran meskipun tidak utuh 30 juz. Penafsirannya lebih banyak pada ayat-ayat hukum, melihat kapasitas beliau sebagai ahli fikih. Dalam menafsirkan al-Quran, imam Syafi’i banyak mengunakan al-Quran, Sunnah, perkataan para sahabat dan para imam. Selain itu, beliau juga banyak menafsirkan ayat dengan qiyas dan syair-syair Arab.
Interpretasi Ma’nā Cum Maghzā Terhadap Relasi Suami-Istri dalam QS. al-Mujādalah [58]: 1-4.
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i1.6569

Abstract

Husband and wife relationship is an issue that is always fun to discuss. Many classical literary traditions that leave behind patriarchal culture, therefore this article discusses the question of marital relations in the Qur'an. For example, the wife is often positioned as a person who gets rough, unfair, and discriminatory treatment, even if examined in the QS. Mujādalah [58]: 1-4 shows how God is very concerned about women who are not treated well by their husbands. Through the theory of ma'nā cum maghzā which was popularized by Sahiron Syamsuddin, the writer wanted to offer a new discourse on modern interpretation which covered three things. First interpretation system, linguistic analysis. Second, historical analysis includes asbāb al-nuzūl macro and micro, intratextextuality (munāsabah al-āyat) and itertextextats (isra'iliyyat), Third, namely significance, searching for the deepest meaning of ma'nā towards maghzā of conjugal relations. 
Pesan Moral KiaMat PersPeKtif al-Qur’an Amaliyah, Efa Ida
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.925

Abstract

Tulisan ini mencoba mengulas tentang kiamat (kehancuran alamsemesta), yaitu tentang tahapan dan pesan moralnya. Masalahyang digambarkan al-Qur’an sejak masa awal Islam adalah kiamat.Kiamat merupakan persoalan pokok bagi seorang Muslim, selainmasuk dalam wilayah akidah juga merupakan inti agama. Kiamatmerupakan peristiwa dasyat, sehingga disebutkan berulang-ulangdengan segala bentuk rangkaian sebanyak 70 kali. Ada empat(4) tahap terjadinya kiamat. Pertama, peristiwa-peristiwa kecil,yaitu kejadian yang rutin di alam semesta, dalam skala ini, bolehjadi hanya terjadi di kawasan bumi saja. Kedua, adalah peristiwabesar, yaitu terjadi dalam skala yang luas secara kosmos, yangmelibatkan tata surya dan dalam skala yang lebih luas melibatkanseluruh galaksi. Ketiga, adalah kiamat universal, peristiwa initerjadi serentak yang akan melibatkan seluruh alam raya. Keempat,yaitu hari kebangkitan, sebagai kulminasi semua peristiwa kiamatbaik yang kecil maupun yang besar. Ada empat pesan moral yanghendak disampaikan al-Qur’an melewati ayat-ayat kiamat. Pertama,mengubah pandangan hidup duniawi materialistik menjadipandangan hidup yang menyeimbangkan antara kehidupan duniasebagai kesenangan yang sementara, sedikit dan menipu. Kedua,mendorong manusia beraktivitas positif (beramal saleh). Ketiga,menumbuh-kembangkan rasa tanggung jawab pada diri sendiri.Keempat, pembenahan diri seawal mungkin.
Paradigma Abu< Al-Fad}l Terhadap Hukum Fikih Ibadah dalam Tafsir Ayat Al-Ah{kam min Al-Qur’an Al-Karim Shofa, Ida Kurnia
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6378

Abstract

A product of interpretation certainly has a special characteristic that is unique to a product of interpretation. From this uniqueness, a mufassir paradigm will emerge that is implied in his work. This research is oriented to answer the background of the writing of interpretation, and how the paradigm of Abu> al-Fad} l is in the interpretation of the verses of the fiqh law of worship. In general, a commentator writes his commentary based on his academic desires or demands. In contrast to mbah Fadhal, as her familiars are, writing her interpretive products begins with the teaching of Jalalain interpretation subjects in Madrasah Diniyyah Sunnatunnur Senori, Tuban, East Java, which she supports. According to Mbah Fadhal, his students will need a long time or even a lifetime to understand the whole meaning of the Qur'anic verses. Therefore, for time efficiency in learning interpretation, he collects and interprets verses that contain the laws of fiqh so that his students can easily understand the verses of the Koran used in practice in worship and daily social life. The method used by Abu> al-Fad} l is the method of maud} u'i ijma> li with the form tafsi> r bi al-ra'y and patterned fiqi> h Shafi'iyyah. Its interpretation products are presented in Arabic. The concept of reasoning carried out by Abu> al-Fad} l in its interpretation is by linguistic analysis, the rules of us} ul fiqh, and many refer to previous commentators. When viewed from the process of establishing a law (istinba> t} law), Abu> al-Fad} l is included in the category of moderate scholars, that is not too free in taking a law because it also refers to riwayah-riwayah (Hadi> th Prophet) and supported by the environmental conditions of Abu> al-Fad} l when he lived. The paradigm of Abu> al-Fad} l in its interpretation is that the Qur'an is the affirmation of God s acf} un li kulli zama> n wa then n that is practical, effective, and understandable.
AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER TAFSIR DALAM PEMIKIRA MUHAMMAD SHAHRUR Mahmudah, Nur
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.893

Abstract

Penggunaan al-Qur’an sebagai sumber tafsir pada masakontemporer mengalami pergeseran dibandingkan dengan masasebelumnya. Shahrur yang dikenal sebagai pemikir liberal danbermazhab subyektifi mengajukan sejumlah pembaharuan dalampenggunaan al-Qur’an sebagai sumber tafsir, namun bagi Shah} ru>r,al-Qur’an merupakan sumber pertama dan utama sehingga dalamhubungannya dengan sumber lain seperti al-sunnah. Menggunakananalisis interpretatif-komparatif, artikel ini menyimpulkanShahrur menyuguhkan teknik paradigmatik-sintagmatik yangseringkali menghasilkan hasil pembacaan al-Qur’an yang berbedadengan sejumlah pemikir yang lain. Upaya kontekstualisasi alQur’an dibangun Shahrur berlandaskan prinsip al-Qur’an salih likulli zaman wa al-makan.al-Qur’an ditempatkan kembali sebagaisumber pertama dan utama sehingga semua sumber harus tundukdan berkorespondensi dengan al-Qur’an.
Tafsir At-Tauhîdi Karya Hasan At-Turâbi: Selingkung Baru Dalam Tafsir Karim, Abdul
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5553

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan tafsir at-tauhidi yang dikenalkan oleh Hasan at-Turabi. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analisis, kajian kepustakaan dan bersumber primer kitab tafsir at-tauhidi karya Hasan at-Turabi.Tafsir at-Tauhîdi yang dikenalkan oleh Hasan at-Turabi dimaksudkan sebagai kajian tafsir al-Qur'an yang didahului dengan konsep hidayah surat al-Qur'an.Lalu membaca pelan makna ayat dan mencari makna umum (prinsip) dari ayat-ayat yang sudah dikaji sebelumnya. Tafsir at-Tauhîdi di antara model penafsiran yang sesungguhnya juga ingin menjawab problem kehidupan modern.
PERAN KH. MUHAMMAD ARWANI DALAM PENGEMBANGAN ILMU QIRAAT DI INDONESIA shofaussamawati, shofaussamawati
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4520

Abstract

Ilmu Qira’at adalah termasuk salah satu bagian dari ilmu-ilmu al-Qur’an (Ulum al-Qur’an), tapi sayangnya ilmu ini terutama di Indonesia kurang mendapatkan perhatian oleh para Ulama. Khazanah kajian al-Qur’an di Indonesia mayoritas berada pada bidang Tafsir, ini dapat difahami karena tafsir atau penjelasan isi al-Qur’an adalah bagian yang sangat penting bagi masyarakat muslim. Akan tetapi, qira’at juga sangat diperlukan dalam tafsir al-Qur’an, oleh karena itu kajian terhadap ilmu qira’at menjadi sangat urgen. Salah seorang ulama Indonesia yang mempunyai konsentarasi penuh terhadap ilmu qira’at adalah KH.Arwani. Maka dalam tulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana peranan beliau dalam mengembangkan ilmu qira’at di Indonesia
MENGUNGKA RAASIA SETAN DALAM AL-QUR’AN Hasanah, Uswatun
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.916

Abstract

Artikel ini ingin mendiskripsikan bagaimana ketika Allah hendakmenciptakan Adam, para malaikat melakukan “interupsi” kepadaAllah atas kehendak-Nya, karena menciptakan mahluk yangdiprediksikan akan melakukan kerusakan di muka bumi. MakaAllah menjawab “Aku lebih mengetahui segala sesuatu yang tidakkalian ketahui”. Kemudian Allah mengadakan semacam “fiand proper test” kepada malaikat dan Adam, siapakah di antaramereka yang lebih luas pengetahuannya. Allah memerintahkankepada mereka untuk menyebutkan nama-nama segala sesuatuyang ada pada saat itu. Para malaikat tidak mampu menjawab,sedangkan Adam bisa menjawabnya dengan baik. Maka Allahmemerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam, dalamarti mengakui keunggulan dan menghormati Adam, kemudiansemuanya bersujud kecuali Iblis.
Persepsi Masyarkat Jepara tentang Makna Asar As-Sujud (Studi Living Qur’an Qs. Al-Fath Ayat 29) Karim, Abdul
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i2.6082

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang Persepsi Masyarakat Jepara mengenai makna Asar As-Sujud berdasarkan kajian terhadap Surat al-Fath ayat 29. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Textuality  Jorge J. E. Gracia (Teori Interpretasi), di mana Faktor yang terpenting untuk menentukan makna suatu teks adalah konteks. Seringkali kasus yang terjadi dalam teks adalah penggunaan bahasa metaphor (denotasi atau konotasi), sehingga untuk menemukan makna yang sesuai harus ditelusuri historisitasnya. Demikian juga dengan memahami makna asar as-Sujud yang tepat maka perlu megetahui ungkapan bahasa tersebut dari aspek teks itu sendiri dan asbab an-Nuzulnya di sisi yang lain sebagai bagian dari historisitasnya yang dapat memunculkan makna secara kontekstual. Dengan pendekatan teori tersebut, maka dapat dipahami bahwa makna asar as-sujud  sebagai makna yang dapat diinterpretasikan secara dinamis sesuai dengan situasi dan kondisi sosio-kultural yang ada di tengah-tengan masyarakat saat itu dan saat kini. Sehingga dapat disimpulkan dari persepsi yang berkembang di dalam masyarakat Jepara bahwa makna asar as-Sujud sesungguhnya memiliki dua persepsi, yaitu: Pertama, persepsi yang dibangun dari paradigma tekstualis. Kedua, Persepsi yang dipahami dari paradigma kontekstual. 

Page 7 of 25 | Total Record : 249


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue