cover
Contact Name
FERRY DWI CAHYADI
Contact Email
ferrydc@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
kemaritiman@upi.edu
Editorial Address
Kampus UPI Serang, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl. Ciracas No.38, Serang, Kota Serang, Banten 42116.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime
ISSN : 27221946     EISSN : 27224260     DOI : -
JURNAL KEMARITIMAN: INDONESIAN JOURNAL OF MARITIM merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitan dalam ruang lingkup kemaritiman yang terdiri dari: Ilmu Kelautan, Teknologi Kelautan, Budidaya Perairan, Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknik Sistem Perkapalan, Pelabuhan dan Pelayaran
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020" : 6 Documents clear
KEMUNDURAN MUTU IKAN SEMAR (Mene maculata) SELAMA PENYIMPANAN SUHU CHILLING Medal Lintas Perceka; Asriani Asriani; Irfan Restu Fauzan
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kamous Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan mutu ikan segar merupakan proses alami yang terjadi akibat pengaruh enzim, reaksi biokimia dan aktivitas bakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perubahan mutu ikan semar yang disiangi dan tidak disiangi selama penyimpanan chilling. Tahapan yang dilakukan meliputi pengukuran morfometrik ikan semar, uji organoleptik, pH, TVB, dan formaldehid alami selama penyimpanan suhu chilling. Data morfometrik ikan semar yaitu panjang total 16,29 ± 2,1 cm, panjang cagak 14,27 ± 1,8 cm, tinggi badan 9,56 ± 1,3 cm, panjang baku 13,66 ± 1,7 cm, lebar badan 1,69 ± 1,3 cm, dan bobot total 147 ± 14,7 gram. Nilai organoleptik ikan semar yang disiangi pada penyimpanan hari ke 2, 4, 6, 8 dan 10 adalah 8, 7, 7, 6, dan 5. Nilai organoleptik ikan semar yang tidak disiangi pada penyimpanan hari ke 2, 4, 6, 8 dan 10 yaitu 8,7,6,5,4. Nilai TVB-N ikan semar yang disiangi pada hari ke 2, 4, 6, 8 dan 10 penyimpanan suhu chilling yaitu 13,89 mg-N/100 g; 29,67 mg-N/100 g; 30,63 mg-N/100 g; 36,76 mg-N/100 g; 43,94 mg-N/100 g. Nilai TVB-N ikan semar yang tidak disiangi pada hari ke 2, 4, 6, 8 dan 10 penyimpanan suhu chilling yaitu 27,9 mg-N/100 g; 34,28 mg-N/100 g; 43,42 mg-N/100 g; 48,03 mg-N/100 g; 53,8 mg-N/100 g. Nilai pH ikan semar yang disiangi pada hari ke 2,4,6,8 dan 10 yaitu 6,84; 6,73; 6,44; 6,72; 6,87. Nilai pH ikan semar yang tidak disiangi pada hari ke 2, 4, 6, 8 dan 10 yaitu 6,71; 6,6; 6,4; 6,75; 6,85. Kandungan formaldehid pada ikan semar yang disiangi mulai terdeteksi pada penyimpanan hari ke 6 dan ikan semar yang tidak disiangi terdeteksi pada hari ke 4.
EFEKTIVITAS KITOSAN SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI PADA PRODUK TRADISIONAL IKAN LAYANG (Decapterus russeli) ASAP PINEKUHE David Engelberd Sombo; Agus Turambi; Stevy Imelda Murniati Wodi; Eko Cahyono
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kamous Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan senyawa turunan kitin yang terdapat pada Crustacea. Kitosan memiliki fungsi sebagai antibakteri dan digunakan sebagai pengawet makanan salah satunya pada ikan Pinekuhe. Pinekuhe merupakan diolah ikan yang dibentuk dengan cara dilipat (ikan dibelah dari bagian punggung atas atau sampai bagian tengah, kemudian dilipat kebagian belakang sehingga ekor dan bagian insang bertemu) sehingga berbentuk seperti katak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kitosan sebagai pengawet alami pada ikan pinekuhe. Perlakuan yang digunakan terdiri dari larutan kitosan (0%, 0.5%, 1.5%, 2.5% dan 3.5%). Analisis yang dilakukan meliputi nilai perspektif, Total Plate Count (TPC), dan uji organoleptik (kenampakan, bau, rasa, tekstur, jamur dan lendir). Berdasarkan hasil penelitia kitosan memiliki sifat antibakteri yang mampu menghambat laju pertumbuhan bakteri. Larutan kitosan konsentrasi 3.5% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat TPC hingga hari ke-9. Pengamatan organoleptik pada ikan pinekuhe menunjukkan bahwa pemberikan larutan kitosan memberikan pengaruh nyata, sehingga kitosan dapat dijadikan alternatif bahan pengawet alami.Kata kunci : antibakteri, kitosan, pinekuhe, TPC.
MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DI PROGRAM STUDI SISTEM INFOMASI KELAUTAN Novi Sofia Fitriasari; Dhea Rahma Azhari; Muhammad Ghifari Shafa; Amien Rais; Taufiq Ejaz Ahmad
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kamous Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instansi Pendidikan sebagai Learning Organization dituntut untuk memiliki kemampuan didalam mendapatkan, menciptakan dan mentransfer pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta menggunakannya untuk mendukung dalam pengambilan keputusan. Keberhasilan penerapan TIK tidak hanya dilihat dari teknologi yang digunakan tetapi harus memperhatikan komponen sistem yang lain. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan model Knowledge Management System (KMS) di  Program Studi Sistem Informasi Kelautan dengan menerapkan lima elemen subsistem yaitu organisasi, Tim Knowledge Management(KM), Proses KM, Teknologi KM dan Artefak Pengetahuan. Penerapan elemen Organisasi menghasilkan visi, misi, strategi dan tujuan, elemen Tim KM menghasilkan knowledge worker yang terdiri dari Ketua Kelompok Bidang Keahlian, Koordinator matakuliah, Ketua Program Studi, Staf IT, Dosen, mahasiswa dan Instansi di luar lingkup Program Studi yang mendukung kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, elemen proses KM melibatkan aktivitas pembelajaran, penelitian yang mendukung social ecological system dan pengabdian pada masyarakat yang berpusat pada logic ecological knowledge, serta peningkatan kompetensi yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Elemen Teknologi KM menghasilkan aplikasi sistem manajemen pengetahuan (ASMAPE) dan Elemen artefak pengetahuan menghasilkan pengetahuan eksplisit dari knowledge worker, pengetahuan tersebut terdiri dari domain Sistem Informasi, Perikanan, Sistem Informasi Geografis, Penginderaan Jauh Kelautan dan Ilmu Kelautan.
TAHAPAN DESAIN ANDROID BASED TEST PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Ahmad Satibi
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kamous Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Android Based-Test merupakan salah satu strategi untuk menilai tugas atau proyek mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan tahapan desain Android Based-Test yang user friendly dan customized. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan DBR (Design-Based-Research). Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kuisioner yang dilaksanakan pada saat perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan jumlah responden lima puluh orang mahasiswa dan empat Dosen. Perancangan dan pembutan aplikasi Android Based-Test sebagai alat evaluasi pembelajaran pada perkulihan Strategi Pembelajaran Semester Satu Tahuan Dua Ribu Dua Puluh. Hasil wawancara dan kuisioner yang telah dilaksanakan kepada mahasiswa dan dosen, dimulai dari penginstalan aplikasi, Dosen dapat mengecek hasil ujian semua mahasiswa, bisa diakses dan mudah digunakan. Mahasiswa melaksanakan Ujian menggunakan Android Based-Test dengan mudah, nyaman, menyenangkan dan merekomendasikan aplikasi untuk digunakan. Respon mahasiswa dan Dosen menunjukan bahwa sangat setuju terhadap penggunaan Android Based-Test sebagai alat evaluasi Perkuliahan Strategi Pembelajaran. Android Based-Test dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk alat evaluasi pembelajaran yang berbasis kompetensi.
PENGARUH GUNUNG LAUT ANAK KRAKATAU TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT DI SELAT SUNDA Della Ayu Lestari; Luthfi Anzani; Acep Saepul Zamil; Aji Prasetyo; Ester Frescila Simbolon; Muhamad Renaldi Apriansyah
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kamous Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTIndonesia's total area 70% is Sea, in which live a variety of marine biota. One of these biota is seaweed. Seaweed is one of the biodiversity that is very abundant in Indonesia, which is about 8.6% of the total biota in the sea. The area that has become the habitat of seaweed in Indonesia reaches 1.2 million hectares or the largest in the world. The Potential of seaweed should continue to be excavated, therefore many researchers who are interested in nutrients contained in this seaweed. Sunda Strait is the strait that connects the island of Java and Sumatera in Indonesia, and connects the sea of Java to the Indian Ocean. At the narrowest point, the width of Sunda Strait is only about 30 km. If seen from the other side of Indonesia it self is in the Ring of Fire between the Asian plate and Indo-Asia also the Pacific makes the country is rich in volcanoes on land and sea. Sea mount in Indonesia which has a large eruption and explosively one of them is Mount Anak Krakatau. Of course it affects the surrounding environment that contains many nutrients therein. This Review discusses substances that are contained on Mount of fire for example Carbon monoxide substances, carbon dioxide, sulfur dioxide, hydrogen sulfide, and nitrogen, substances contained in seaweed such as cellulose Caco3 (calcium carbonate), Fulcellaran and Porpiran alginic acid, silicon, and substances contained in the Sunda Strait such as SiO2 (silica), calcium (Ca), magnesium (Mg), potassium (K) and phosphorus (P). The results of this study are expected for the community to know the substances that make the seaweed fertile in order to be utilized properly.Keywords: mount of fire, nutrient, seaweed, Sunda Strait water. ABSTRAKLuas wilayah indonesia 70%  adalah laut, didalamnya hidup beraneka ragam jenis biota laut. Salah satu biota ini adalah rumput laut (Seaweed). Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah diperairan Indonesia yaitu sekitar 8,6% dari total biota di laut. Luas wilayah yang menjadi habitat rumput laut di Indonesia mencapai 1,2 juta hektar atau terbesar di dunia. Potensi rumput laut perlu terus digali, oleh karenanya banyak peneliti yang tertarik akan zat hara yang terkandung pada rumput laut ini. Selat Sunda merupakan selat yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera di Indonesia, serta menghubungkan Laut Jawa dengan Samudera Hindia. Pada titik tersempit, lebar selat Sunda hanya sekitar 30 km. Jika dilihat dari sisi lain Indonesia sendiri berada dalam ring of fire antara lempeng Asia dan Indo-Asia juga Pasifik ini  menciptakan negeri Indonesia kaya akan gunung berapi di darat maupun laut. Gunung laut yang ada di Indonesia yang memiliki letusan yang besar dan eksplosif salah satunya adalah Gunung Anak Krakatau. tentu itu berpengaruh pada lingkungan sekitarnya yang banyak mengandung zat hara didalamnya. Review ini membahas zat yang terkandug pada gunung berapi misalnya zat karbon monoksida, karbon dioksida, sulfur dioksida, hidrogen sulfida, dan nitrogen, zat yang terkandung pada rumput laut misalnya seperti Selulosa CaCO3 (kalsium karbonat), fulcellaran dan porpiran asam alginat, Silikon, dan zat yang terkandung diperairan selat sunda misalnya seperti SiO2 (silika), kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K) dan fosfor (P). Hasil dari kajian ini diharapkan untuk masyarakat agar mengetahui zat-zat yang membuat rumput laut subur agar bisa dimanfaatkan dengan baik.Kata kunci: gunung berapi, perairan Selat Sunda, rumput laut, zat hara.
MIKROENKAPSULASI EKSTRAK KASAR MAGGOT SEBAGAI PAKAN SUBSTITUSI PADA PENYAPIHAN PAKAN LARVA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Himawan Prasetiyo; Sri Marnani; Purnama Sukardi
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kamous Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyapihan pakan mikroenkapsulasi ekstrak kasar maggot pada umur larva nila (Oreochromis niloticus) yang berbeda serta menentukan waktu penyapihan yang tepat. Analisis yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (kontrol atau tanpa penyapihan, penyapihan pada umur 9, 14 dan 19 hari) dan 4 ulangan. Variabel yang diamati yaitu, pertumbuhan mutlak (panjang dan berat), laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan sintasan (SR). Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan mutlak panjang berkisar 7.15 - 8.65 mm, pertumbuhan mutlak berat berkisar 0.046 - 0.084 g, SGR berkisar 5.633 - 7.352 % dan SR berkisar 64 - 76 %. Waktu penyapihan pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila (p0,05). Waktu penyapihan pakan terbaik terdapat pada usia larva 9 hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 6