cover
Contact Name
Luthfiana Tarida
Contact Email
luthfianataridawibis@gmail.com
Phone
+6281567696903
Journal Mail Official
jurnalsaintara@amn.ac.id
Editorial Address
Jalan Kendeng No. 307, Sidanegara, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. 53223
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintara : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim
ISSN : 25286676     EISSN : 27466353     DOI : https://doi.org/10.52488
Saintara adalah jurnal ilmiah dan penelitian ilmu - ilmu maritim yang diterbitkan mulai September 2016 secara print-out. Saintara terbit dua tahun sekali, pada bulan Maret dan September dengan ISSN 2528-6676 dan e-ISSN 2746-6353. Saintara diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap. Saintara bertujuan untuk menghimpun artikel ilmiah dengan ruang lingkup keilmuan nautika, permesinan kapal, pengelolaan pelabuhan, ekonomi maritim, MIPA maritim, hukum maritim, pendidikan maritim, maritime english dan ilmu-ilmu ilmiah lain yang berkaitan dengan kemaritiman.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
Interpretasi Bentuk dan Warna pada Tanda Navigasi Maritim: Perspektif Semiotik Dhion Meitreya Vidhiasi; Ike Nurhayati Effendi
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 9 No 2 (2025): SAINTARA (September 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v9i2.418

Abstract

This study seeks to elucidate the significance of marine navigation markings and the implications that may ensue from their infringement. This research is a semiotic analysis that examines the importance of the colors and shapes employed in each navigation marker. This study utilizes secondary data sourced from the IALA Maritime Buoyage System. This study references various regulations established by the International Maritime Organization and the Indonesian government to examine the legal infractions resulting from breaches of maritime navigation markers. The findings of this study demonstrate that marine navigation markers predominantly utilize two shapes: the spherical form, signifying warning and prohibition, and the conical form, indicating direction. Moreover, the utilization of hues such as black, red, yellow, green, and white enhances the connotations of warning, prohibition, and guidance. The IALA Maritime Buoyage System standards do not address breaches or penalties. Negligence in adhering to marine navigation markings may jeopardize the security and safety of shipping, resulting in criminal penalties. This study aims to serve as a reference for comprehending the significance of maritime navigation markings in establishing safe and secure shipping conditions. By doing so, it contributes to a deeper understanding of safety through the human interpretation of symbolic systems at sea.
Efektivitas Praktikum Liquid Penetrant Test dalam Meningkatkan Kompetensi Taruna Akademi Maritim Nusantara Cilacap Immawan Insani
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 9 No 2 (2025): SAINTARA (September 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v9i2.423

Abstract

Pendidikan vokasi maritim membutuhkan pembelajaran berbasis praktik untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi teknis sesuai tuntutan industri. Salah satu kompetensi penting adalah kemampuan melakukan inspeksi komponen menggunakan metode Non-Destructive Testing (NDT), di mana Liquid Penetrant Test (LPT) banyak digunakan karena sederhana, efektif, dan efisien dalam mendeteksi keretakan halus pada logam maupun non-logam. Namun, kajian empiris mengenai efektivitas pelaksanaan praktikum LPT dalam meningkatkan kompetensi taruna masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas praktikum LPT terhadap peningkatan pemahaman, persepsi, dan kepuasan taruna Akademi Maritim Nusantara Cilacap. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner berisi 15 butir pertanyaan mencakup tiga aspek: efektivitas, proses pembelajaran, dan kepuasan. Seluruh taruna tingkat I yang berjumlah 53 orang dijadikan responden (total sampling). Data dianalisis menggunakan skala Likert 1–5 dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata efektivitas 3,92, persepsi 3,96, dan kepuasan 3,95, yang semuanya berada pada kategori tinggi. Sebanyak 76,73% dari 795 total jawaban berada pada skor 4 dan 5, menandakan dominasi penilaian positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktikum LPT efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis taruna dan diterima baik oleh peserta. Oleh karena itu, model pembelajaran berbasis praktik seperti LPT disarankan untuk terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan vokasi maritim yang relevan dengan kebutuhan industri.
Tantangan Konsep Ekonomi Ekologis dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Kelautan Berkelanjutan di Pesisir Selatan Jawa Tengah Kristian Cahyandi; Altril Rayendra
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 9 No 2 (2025): SAINTARA (September 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v9i2.426

Abstract

Pengelolaan sumber daya alam kelautan yang berkelanjutan menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pengelola sumber daya tersebut. Meskipun pengelolaan tersebut biasanya didasarkan pada pertimbangan biologi dan ekonomis, ada pendapat yang mengatakan bahwa hal ini telah mengakibatkan eksploitasi berlebihan dan perusakan aset laut yang penting dalam industri seperti perikanan dan pariwisata. Permasalahan yang kerap kali timbul Adalah eksploitasi ekonomi yang kurang memperhatikan dampak ekologis, terutama dalam jangka Panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi di pesisir Selatan Jawa Tengah, dan studi pustaka. Dapat disimpulkan bahwa diperlukan pendekatan lain, terutama yang relevan dengan penggunaan konsep ekonomi dan ekologi. Pada saat yang sama, dampak kesejahteraan manusia dari penerapan berbagai instrumen kebijakan harus dipertimbangkan secara cermat. Meskipun informasi dari sisi biologi sangat penting dalam perumusan dan penerapan kebijakan pengelolaan yang berhasil, dan penerapan instrumen ekonomi akan menjadi lebih menarik bagi pengelolaan sumber daya alam, karena instrumen ini didukung oleh pertimbangan hak milik dan alokasi keuntungan ekonomi yang tepat. Fokus yang lebih besar pada masalah-masalah ekonomi ini akan membawa para pengelola sumber daya alam lebih jauh ke arah pengelolaan berkelanjutan atas sumber daya laut yang semakin langka.
The Competence of Student Teachers in Questioning Assessment through Teacher Talk in a Peer Teaching Dwi Sulistyorini; Rachmat Ari Wibowo; Yusi Rahmawati
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 9 No 2 (2025): SAINTARA (September 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v9i2.431

Abstract

This research seeks to identify the types of questions utilized by the student teachers and to analyze students' responses to the teacher's questions, both intended and unintended, across the four modes proposed by Walsh (2011). The study population consisted of five students from the sixth semester English Department at Ivet University in a peer-teaching environment. This research employed a case study design that emphasized descriptive analysis. The information was gathered through voice recordings and subsequently transcribed into text. This study demonstrated that the student teachers utilized both forms of questions across four distinct modes. The majority of them generated questions in material mode, then in managerial mode, followed by skill and system mode, with classroom context mode being last. The research findings indicated that students' responses to teachers' questions were deliberate. The majority of students respond to the questions using complete sentences. This is due to the peer-teaching setting, in which participants were not actual students but peers, since it was a peer teaching setting where the student teacher motivates them to respond in full sentences. Given that they are in their sixth semester, their speaking skills are strong.
Rancang Bangun Sistem Scrambler Komunikasi Radio VHF FM dalam Operasi TNI Angkatan Laut dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Afran Fatchurrozi; Iwan Vanany
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 9 No 2 (2025): SAINTARA (September 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v9i2.433

Abstract

Increased visits from foreign naval vessels to Indonesian ports have introduced strategic risks to secure military communications, particularly during joint exercises and limited naval operations. Traditional VHF FM radios aboard KRI units lack encryption capabilities, leaving transmitted data vulnerable to interception. To address this critical gap, this study designs and tests a secure scrambling system integrated into VHF FM radios, using the Quality Function Deployment (QFD) method to align system features with user needs. The research stages include collecting Voice of Customer (VoC) data from naval personnel, validating and analyzing key attributes, constructing Phase 1 and Phase 2 House of Quality matrices, and developing a frequency inversion-based scrambler prototype. Key technical priorities identified include flexible signal scrambling, ergonomic console layout, enhanced reliability, and GPS based position tracking. The scrambler was field-tested by 30 personnel aboard KRI vessels. Findings reveal a significant improvement over 20% in communication comfort, usability, and confidentiality compared to conventional systems. The device reliably scrambles analog signals without compromising radio performance, meeting both tactical flexibility and secure transmission standards. This study contributes a modular analog-based encryption system tailored for the operational environment of the Indonesian Navy, filling a technological void with a user-centered, functional, and scalable solution.
Pertahanan Laut dan Kedaulatan Maritim: Strategi Indonesia dalam Merespons Pelanggaran Wilayah di Laut Natuna Utara Achmad Sochfan; Ardian Budi Darma; Wisnu Santoso; Mochamad Achnaf; Juli Herman
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 9 No 2 (2025): SAINTARA (September 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v9i2.441

Abstract

Laut Natuna Utara merupakan kawasan strategis Indonesia yang berperan penting dalam jalur pelayaran internasional sekaligus menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah. Posisi strategis ini membuat kawasan tersebut rentan terhadap pelanggaran wilayah, terutama terkait dinamika sengketa di Laut Cina Selatan yang dipicu oleh klaim sepihak sejumlah negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pertahanan laut Indonesia dalam merespons ancaman pelanggaran wilayah di Laut Natuna Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen, wawancara dengan aparat keamanan laut, serta kajian literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pertahanan laut Indonesia didasarkan pada konsep sea control dan sea denial yang diimplementasikan melalui patroli rutin, penguatan radar maritim, serta sinergi antarinstansi, termasuk TNI AL, Bakamla, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Strategi tersebut cukup efektif dalam menekan frekuensi pelanggaran, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alutsista, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta kompleksitas geopolitik kawasan. Penelitian ini menegaskan perlunya modernisasi pertahanan, penguatan diplomasi maritim, dan optimalisasi regulasi internasional sebagai langkah strategis. Temuan penelitian tidak hanya berkontribusi pada pengembangan kebijakan pertahanan laut Indonesia yang lebih adaptif, tetapi juga memberikan dampak nyata berupa peningkatan efek gentar terhadap kapal asing, penguatan sinergi antarinstansi, serta landasan ilmiah bagi diplomasi maritim Indonesia di forum regional dan internasional.