Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 3 (2020): September"
:
15 Documents
clear
Etnomatematika: Pengenalan Bangun Datar Melalui Konteks Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa
Lisnani;
Zulkardi;
Putri, Ratu Ilma Indra;
Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.618
Etnomatematika merupakan integrasi antara kebudayaan dan matematika sebagai salah satu usaha memperkenalkan budaya dan matematika secara bersamaan. Salah satu bentuk etnomatematika misalnya bangun bersejarah di kota Palembang yaitu Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi hubungan antara matematika dan budaya dalam seni arsitektur pada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa dan mengenalkan konsep bangun datar melalui konteks Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Penelitian ini tergolong deskriptif kualitatif dengan studi pustaka. Subjek penelitian adalah salah seorang petugas Museum. Data dikumpulkan menggunakan prinsip etnografi melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data berupa hasil wawancara dan dokumentasi yang dikaitkan dengan kebudayaan dan matematika. Hasil penelitian ini yaitu eksplorasi hubungan antara matematika dan budaya, terutama dalam seni arsitektur pada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa dan adanya konsep matematika yaitu bangun datar dari eksplorasi Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Proses Berpikir Siswa dalam Memperbaiki Kesalahan Generalisasi Pola Linier
Setiawan, Yayan Eryk
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.619
Masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menggeneralisasi pola linier yang disebabkan fokus pada data numerik. Siswa-siswa yang mengalami kesalahan ini penting diberikan kesempatan kembali untuk memperbaiki kesalahan dalam menggeneralisasi pola linier. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses berpikir siswa dalam memperbaiki kesalahan generalisasi pola linier. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap 2 siswa kelas VIII sekolah menengah pertama yang berhasil memperbaiki kesalahan generalisasi pola linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis proses berpikir dalam memperbaiki kesalahan generalisasi pola linier, yaitu memperbaiki dengan menguji dan mencoba, serta memperbaiki dengan mengganti strategi generalisasi. Proses memperbaiki dengan menguji dan mencoba terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap mencari beda, tahap menguji, dan tahap mencoba. Proses memperbaiki dengan mengganti strategi generalisasi terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap mencari beda, tahap mengganti strategi generalisasi, dan tahap menemukan rumus suku ke-n. Cara yang paling efektif untuk memperbaiki kesalahan generalisasi pola linier adalah dengan cara mengganti strategi.
Strategi Motivasi Green’s, Gaya Baru Pembelajaran Matematika pada Siswa Kemampuan Rendah di Indonesia
Siregar, Indra;
Sari, Veny Triyana Andika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.620
Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan deskripsi mengenai pembelajaran matematika yang menerapkan strategi motivasi Green’s mampu mendorong siswa yang memiliki kemampuan rendah semangat saat pembelajaran berlangsung. Gambaran pada artikel ini berupa penjelasan yang lebih rinci dibandingkan artikel sebelumnya, karena adanya foto siswa yang memperlihatkan tanggapan positif pada saat pembelajaran matematika menggunakan strategi motivasi Green’s berlangsung. Metode pembelajaran matematika dengan strategi motivasi Green’s terdiri dari empat prinsip yaitu mengukapkan bukti dari permasalahan, tersampaikannya aspirasi tinggi, memberikan opini (komentar) dan memberikan nilai atau hadiah. Metode penelitian berupa kualitatif dasar. Hasilnya berupa pendeskripsian pembelajaran matematika dengan menerapkan Green’s Motivational Strategies merupakan gaya baru pembelajaran matematika karena dapat memunculkan motivasi dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, pembelajaran matematika dengan menerapkan strategi motivasi Green’s perlu dipertimbangkan untuk menjadi salah satu pembelajaran matematika gaya baru khususnya pada pendidikan matematika Indonesia.
Penerapan Model Murder Terhadap Peningkatan Kemampuan Analisis Dan Evaluasi Matematis Siswa SMP
Setiyani;
Sagita, Laela;
Herdiawati, Indriani Eka
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.621
Ditinjau dari aspek kognitif, kemampuan analisis dan kemampuan evaluasi matematis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang perlu mendapat perhatian. Peningkatan kedua kemampuan tersebut perlu didukung oleh model pembelajaran yang tepat, salah satunya model MURDER. Tujuan penelitian adalah mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran matematika menggunakan model MURDER, peningkatan kemampuan analisis, dan peningkatan kemampuan evaluasi matematis. Metode yang digunakan yaitu eksperimen, dengan desain One Group Pretest and Postest. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Mandirancan dengan sampel random sampling sebanyak 36 siswa. Instrumen penelitian diantaranya tes kemampuan analisis matematis, tes kemampuan evaluasi matematis, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa dengan model MURDER mengalami peningkatan setiap pertemuan. Rata-rata persentase aktivitas siswa pada pertemuan pertama sebesar 73%, pertemuan kedua sebesar 76%, pertemuan ketiga sebesar 80%. Selanjutnya, terdapat peningkatan kemampuan analisis matematis dengan rata-rata 0.75, interpretasi tinggi dan terdapat peningkatan kemampuan evaluasi matematis dengan rata-rata mencapai 0.69, interpretasi sedang. Berdasarkan hasil yang diperoleh, model MURDER efektif diterapkan untuk meningkatkan kemampuan analisis dan evaluasi matematis siswa SMP.
Penggunaan Model PACE dalam Pembelajaran Geometri Topik Bangun Ruang
Listiani, Tanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.622
Masih terdapat konsep pada Geometri yaitu bangun ruang yang masih kurang dipahami oleh mahasiswa PGSD. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka dosen menerapkan model pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk dapat mempelajari bangun ruang dengan efektif. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Model PACE. Model PACE memiliki empat langkah yaitu Project, Activity, Cooperative dan Experience. Melalui empat tahapan ini mahasiswa dituntut untuk membuat suatu proyek pembelajaran yaitu membuat video pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan sampel penelitian 90 mahasiswa yang dibagi menjadi 2 kelas. Hasil dari penerapan model PACE adalah mahasiswa dapat membuat alat peraga matematika yang menarik. Selain itu penggunaan model PACE juga dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan sebagai guru SD yang kreatif khususnya dalam mengajar Geometri materi bangun ruang. Hal yang perlu diperhatikan adalah dosen sebagai pendidik perlu mendukung agar tahapan yang terdapat pada model PACE dapat terlaksana dengan baik.
Self-Efficacy Calon Guru Matematika
Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.624
Self-efficacy calon guru matematika masih kurang. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mengenai self-efficacy calon guru matematika sehingga dapat diketahui aspek self-efficacy yang perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis self-efficacy calon guru matematika dalam mengajar matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak tiga orang calon guru matematika jurusan pendidikan matematika di Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon guru matematika memiliki keyakinan dalam penguasaan pengetahuan matematika, namun merasa kurang yakin bahwa dirinya mampu untuk menyampaikan materi matematika kepada siswa. Kurangnya keyakinan ini berakibat pada kemampuan pedagogis calon guru matematika.
Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematik dan Self Efficacy Mahasiswa melalui Model CORE
Wiharso, Tri Arif;
Susilawati, Helfy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.625
Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh hasil peningkatan kemampuan Koneksi matematik dan self efficacy melalui pembelajaran Model CORE, selain itu untuk melihat respon mahasiswa terhadap belajar matematik dengan model CORE. Pelaksanaan penelitian ini berbentuk quasi eksperimen dengan membandingkan prestasi belajar mahasiswa melalui model CORE dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Populasi berasal dari mahasiswa Fakultas Teknik di Perguruan Tinggi di Garut dengan sampel penelitiannya berjumlah 54 mahasiswa. Dengan 27 orang diberi pembelajaran dengan model CORE dan 27 lainnya melalui pembelajaran konvensional. Dalam pengambilan data digunakan Instrumen berupa tes matematik, angket model CORE dan angket self efficacy. Hasil yang didapat yaitu: 1) Peningkatan Koneksi matematik mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model CORE lebih baik dari pada mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 2) Self efficacy mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model CORE peningkatannya tidak lebih baik dari pada mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 3) Terdapat hubungan antara model CORE dengan Self efficacy dalam kategori sedang. 4) Mahasiswa memberikan kesan yang positif terhadap model CORE.
Analisis Miskonsepsi Siswa SMP pada Materi Operasi Hitung Bentuk Aljabar
Sari, Herikeu Meidia;
Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.626
Rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar menjadi salah satu permasalahan yang ditemui saat belajar materi Aljabar. Banyak miskonsepsi yang ditemukan pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk miskonsepsi yang dialami siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Cibatu kelas VII-H yang berjumlah sebanyak 32 siswa dengan 3 siswa dipilih secara purposive sampling untuk dijadikan partisipan pilihan. Teknik analisis data secara deskriptif melihat hasil jawaban siswa, hasil wawancara, serta dokumentasi menggunakan model Miles and Huberman, sehingga triangulasi data terpenuhi. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa miskonsepsi yang dialami siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar yang dikategorikan dalam empat jenis, diantaranya miskonsepsi generalisasi, miskonsepi notasi, miskonsepsi pengartian huruf dan misonsepsi aplikasi aturan. Diketahuinya keempat miskonsepsi ini diharapkan guru-guru dapat lebih waspada saat mengajar materi aljabar terhadap keempat miskonsepsi ini.
Analisis Buku Teks Pelajaran Matematika SMP ditinjau dari Literasi Matematika
Suharyono, Erik;
Rosnawati, R.
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.628
Literasi matematika merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika sehingga perlu termuat dalam buku teks matematika sebagai sumber utama belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis soal-soal pada buku teks pelajaran matematika SMP kelas VII semester II kurikulum 2013 ditinjau dari literasi matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik pengkodean, dan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 408 soal yang dianalisis, terdapat 49,26% soal serupa dengan soal-soal pada PISA. Proporsi konteks didominasi oleh konteks umum dengan persentase 42,29%. Aspek proses didominasi oleh proses menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran dengan persentase 66,17%. Selanjutnya, Level kompetensi matematika PISA didominasi oleh level 2 dengan persentase 52,74% dan level 1 dengan persentase 39,80%. Kurang dari 10% untuk level 3 sampai 6. Hal tersebut berarti bahwa soal-soal pada buku teks hanya mampu melatih peserta didik di level 2 kompetensi matematika PISA. Diperlukan sumber belajar lainnya yang dapat melengkapi kekurangan tersebut.
Perbedaan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Confidence antara Siswa yang Mendapatkan DL dan PBL
Dewi, Ranti Santika;
Sundayana, Rostina;
Nuraeni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.629
Rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan Self Confidence siswa berpengaruh terhadap prestasi dalam pembelajaran matematika. Perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan Self Confidence siswa salah satunya dengan menggunakan model Discovery Learning dan Problem Based Learning. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan Self Confidence antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen 1 sebanyak 35 siswa yang mendapat model Discovery Learning dan X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen 2 sebanyak 33 siswa yang mendapat model Problem Based Learning. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket skala Bandura. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning serta terdapat perbedaan peningkatan Self Confidence antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning.