cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Kesulitan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Program Linear pada Pembelajaran Daring Laily Wijayanti Utami; Erry Hidayanto; Sisworo Sisworo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.725 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1395

Abstract

Peserta didik mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan program linear pada pembelajaran daring. Subjek penelitian merupakan peserta didik kelas XII MIPA 1 SMAN 5 Pamekasan tahun pelajaran 2020/2021 sejumlah 29 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa soal tes program linear sebanyak 2 soal bentuk uraian, soal tersebut sudah divalidasi sebelumnya oleh dua validator. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, pemberian soal tes dan wawancara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana data dikumpulkan melalui hasil pengerjaan soal program linear, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami beberapa kesulitan dalam menyelesaikan program linear pada beberapa langkah, yaitu mengubah soal cerita program linear menjadi bentuk matematika, mengarsir dan menentukan daerah hasil penyelesaian, menentukan koordinat titik pojok pada daerah penyelesaian dan menarik kesimpulan.Students have difficulty learning mathematics online. This study aims to describe the difficulties of students in solving linear programming problems in online learning. The research subjects were students of class XII MIPA 1 SMAN 5 Pamekasan for the academic year 2020/2021 a total of 29 students. The instrument used in the study was in the form of linear program test questions as many as 2 questions in the form of descriptions, these questions had been previously validated by two validators. Data was collected employing observation, giving test questions, and interviews. This type of research is qualitative research where data is collected through the results of working on linear programming questions, observations, interviews, and documentation. The data analysis technique was carried out in several stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students experienced some difficulties in completing linear programming in several steps, namely changing linear programming story problems into mathematical form, shading and determining the area of the solution, determining the coordinates of the corner points in the settlement area, and drawing conclusions.
Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa dalam Penyampaian Materi Menggunakan Lembar Kerja Mahasiswa Sari Muthia Silalahi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.764 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1311

Abstract

Kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah masih sangat kurang. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah (KPM) mahasiswa melalui pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan lembar kerja mahasiswa (LKM). Jenis penelitian yang digunakan melalui pendekatan yakni penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Objek penelitian adalah mahasiswa Diploma tingkat 1 Institut Teknologi Del yang berjumlah 120 Mahasiswa TA. 2020/2021 pada mata kuliah Matematika Diskrit. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan dianalisis melalui peningkatan analisis gain serta dilakukan wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian didapat bahwa ketuntasan belajar terjadi sebesar 66,80% dan peningkatan rata-rata KPM 19,47% dengan nilai gain 0,37 (sedang). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan KPM mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan bantuan LKM dapat tercapai secara optimal. Hasil wawancara dan kuesioner mengatakan bahwa konten soal sangat baik dan memberikan pengaruh pemahaman materi yang cenderung lebih baik.The ability of students to solve problems is still very lacking. The purpose of this study was to improve student problem solving skills (KPM) through problem-based learning with the help of student worksheets (LKM). The type of research used through the approach of classroom action research with 2 cycles. The object of the research is Diploma level 1 Del Institute of Technology students, totaling 120 TA students. 2020/2021 in the Discrete Mathematics course. Research data were collected through tests and analyzed through increased gain analysis and interviews and questionnaires were conducted. The results showed that the mastery of learning occurred by 66.80% and the average increase in KPM was 19.47% with a gain value of 0.37 (medium). This shows that there is an increase in student learning outcomes by using problem-based learning models and LKM assistance can be achieved optimally. The results of interviews and questionnaires said that the content of the questions was very good and influenced the understanding of the material which tended to be better.
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM) Andri Suryadi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.444 KB)

Abstract

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam computer vision menjadikan keamanan komputer menjadi sangat penting. Salah satu contoh keamanan komputer adalah dengan cara pengenalan wajah. Skripsi ini membahas algoritma tentang pengenalan suatu wajah agar dapat dikenali oleh sistem komputer berdasarkan data training yang telah ada dalam database. Fitur-fitur yang terdapat dalam wajah akan dicari menggunakan Principal Component Analysis (PCA), sedangkan untuk tahap identifikasi menggunakan algoritma Fuzzy C-means (FCM). Principal Component Analysis akan digunakan untuk mereduksi citra wajah yang menghasilkan output berupa feature yang akan dijadikan inputan ke dalam algoritma fuzzy C-means. FCM mengelompokan data menjadi beberapa cluster yang masing-masing cluster diwakili pusat cluster. Pusat cluster inilah yang akan dijadikan dasar untuk mengenali data baru. Hasil pengujian yang telah dilakukan menggunakan PCA dan FCM dengan menggunakan 150 data latih yaitu sebesar 84%, 300 data latih yaitu 76% dan 450 data latih yaitu 76% sedangkan nilai akurasi rata-rata normal adalah 74%. Kemudian pengujian dengan tambahan noise yaitu menggunakan 150 data latih yaitu sebesar 26%, 300 data latih yaitu 14% dan 450 data latih yaitu 8% sedangkan nilai akurasi rata-rata noise adalah 16%. Dapat disimpulkan dengan menggunakan PCA dan FCM sistem pengenalan wajah ini menghasilkan akurasi cukup baik namun, sebaliknya dengan tambahan noise sistem pengenalan wajah tidak dapat berjalan dengan baik.
Pengukuran Technological Pedagogical Content Knowledge untuk Guru Matematika SMA di Daerah Tertinggal Nena Restiana; Heni Pujiastuti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.165 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.407

Abstract

AbstrakTeknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah berkembang begitu pesat dalam satu dekade terakhir ini. Perkembangan tersebut mengakibatkan banyak perubahan hampir di segala bidang, tak terkecuali bidang pendidikan. Pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan, salah satunya dibutuhkan sebagai upaya efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran. Akan tetapi, ada banyak hambatan yang dihadapi dalam penerapannya, diantaranya kurangnya pemahaman guru terhadap teknologi. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan pemahaman guru tersebut, ditinjau dari kerangka kerja TPACK (Technological, Pedagogical and Content Knowledge). Penelitian ini dilakukan terhadap 24 guru matematika SMA di daerah tertinggal di propinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengaruh usia, jenis kelamin, dan lama mengajar guru terhadap konstruksi TPACK dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Di antara komponen TPACK, hanya TK (Technological Knowledge) dan TCK (Technological Content Knowledge) yang berkorelasi signifikan terhadap pengetahuan TPACK guru; 2) Persepsi guru terhadap TPACK dipengaruhi secara signifikan oleh faktor usia, sedangkan jenis kelamin dan lama mengajar guru tidak berpengaruh signifikan. Measuring Technological Pedagogical Content Knowledge for Mathematic Teacher at Senior High School in Underdeveloped RegionAbstractInformation and Communication Technology (ICT) has growth for the last decade. Consequently, it influences on all areas include education. Education needs ICT to make learning process more effective and dynamic. However, there are many barriers to implement of ICT. One of barriers is about teachers’ perception on ICT. This research describes teachers’ perception on ICT teachers using TPACK framework. This research conducted at senior high school mathematics teachers in underdeveloped region of Banten. Furthermore, the relative impact of age, gender, duration of teaching on the TPACK is analysed using analysis of variance (ANOVA). The results of this research are: among the TPACK component, only TK (Technological Knowledge) and TCK (technological content knowledge) were significant correlation with teacher’s TPACK perception; 2) variable of age is significant influenced on teachers’ TPACK perceptions, while the gender and duration of teaching are not significant.
Profil Penalaran Kuantitatif Siswa SMP Ditinjau dari Gender Dzikra Fu'adiah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.514 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.261

Abstract

ABSTRAKPenelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran kuantitatif siswa SMP ditinjau dari gender. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan tiga instrumen, yaitu tes kemampuan matematika untuk menentukan subjek penelitian dan tugas penalaran kuantitatif dan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data profil penalaran kuantitatif subjek penelitian. Profil penalaran kuantitatif ditinjau dari gender adalah sebagai berikut: (1) subjek perempuan dan subjek laki-laki memahami informasi kuantitatif dengan berbagai bentuk; (2) subjek laki-laki merumuskan persamaan dari hasil interpretasi informasi kuantitatif yang diberikan secara implisit; (3) dari hasil interpretasi, subjek perempuan menyebutkan terdapat dua kuantitas sedangkan subjek laki-laki menyebutkan terdapat tiga kuantitas yang terlibat dalam masalah soal dan keduanya menyebutkan beberapa hubungan kuantitas-kuantitas tersebut; (4) subjek perempuan menggunakan metode geometri dengan menerapkan suatu sifat, sedangkan laki-laki menggunakan metode aljabar dengan menyusun dan menyelesaikan suatu persamaan; (5) keduanya memperkirakan jawaban dan memeriksa kemasuk-akalannya dengan berbeda sesuai dengan metode yang digunakan; (6) keduanya mengkomunikasikan informasi kuantitatif secara lisan maupun tulisan; (7) kedua subjek mengenali keterbatasan metode yang digunakan dalam menyelesaikan soal.ABSTRACTThis research was a descriptive qualitative reseach. The research objectives were to describe profile of the quantitative reasoning of female and male junior high school students. To reach this objective, the reseacher employed three instruments, namely a mathematical ability test to determine participants and quantitative reasoning tasks and a interview guidance to collect data of profile of the quantitative reasoning of the students. Profile of the quantitative reasoning based on gender were: (1) the both of participants understand quantitative information given in various formats; (2) the male participant can formulate an equation as a product of interpreating quantitative information which given implicitly; (3) as a result of interpratation, the female participant said that there were two quantities, whereas the male participant said there were three quantities involved in a problem and both of them mentioned several relationships among the quantities; (4) the female employed the geometry method by applying the properties of parallel lines and a two-line intersection, whereas the male employed algebra method by formulating and solving an one-variable linear equation to solve a problem; (5) both of them estimated answers and checked its reasonableness in different ways appropriate to the method that each employed; (6) both of them communicated quantitative information in verbal and written ways; (7) both of participants recognised a limitation of each own method that they umployed to solve a problem.Quantitative Reasoning, Gender
Peningkatan Kemampuan Literasi Statistis melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek yang Dimodifikasi Sudi Priyambodo; Iyam Maryati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.375 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.496

Abstract

AbstrakKemampuan literasi statistis siswa sekolah menengah pertama masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan tersebut dengan melakukan inovasi terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Berkaitan dengan peningkatan kemampuan literasi statistis tersebut diterapkan model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi. Metode dalam penelitian ini metode kuasi-eksperimen dengan instrumen penelitian soal tes berupa indikator kemampuan literasi statistis. Subjek penelitian siswa kelas VIII pada Madrasah Tsanawiyah berjumlah 36 orang siswa. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kemampuan literasi statistis yang signifikan antara siswa yang mendapat model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi dengan model pembelajaran ekspositori. Model pembelajaran berbasis proyek yang dimodifikasi dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan literasi statistis. Enhancing Statistical Literacy Abilities through Modified Project-Based LearningAbstractThe statistical literacy ability of junior high school students is still low. One way to improve this ability is by innovating the applied learning model. Regarding the increase in statistical literacy skills, a modified project-based learning model is applied. The method in this study is a quasi-experimental method with a research instrument about test questions in the form of indicators of statistical literacy. The research subjects of class VIII students at the Tsanawiyah Madrasah were 36 students. The results of the study are that there are significant differences in statistical literacy skills between students who receive a project-based learning model modified by the expository learning model. The modified project-based learning model can be used as an alternative learning model for improving statistical literacy skills.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI METODE DISKUSI BERBANTUAN MICROSOFT OFFICE EXCEL Irena Puji Luritawaty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.372 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.277

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan komunikasi matematis pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektifitas metode diskusi berbantuan microsoft office excel dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi matematika pada mahasiswa. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat II di salah satu perguruan tinggi swasta di kabupaten Garut, dengan sampel yaitu mahasiswa kelas IIB dan IIC. Instrumen dalam penelitian ini yaitu berupa tes kemampuan komunikasi matematis yang diujikan dalam pretest dan posttest. Analisis data yang dilakukan terhadap hasil pretest yaitu diawali dengan uji normalitas, kemudian uji homogenitas dan uji-t. sedangkan pada hasil posttest, analisis data diawali dengan uji normalitas kemudian uji Mann whitney. Secara garis besar, hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode diskusi berbantuan microsoft office excel lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran ceramah biasa.AbstractThis research is motivated by the poor ability on student mathematical communication. This study aimed to examine the effectiveness of the method of discussion aided microsoft office excel in an effort to improve communication skills of mathematics in students. The population in this study is the student level II in one of the private universities in Garut district, with a sample of students of class IIB and IIC. Instruments in this study are in the form of mathematical communication ability tests that were tested in the pretest and posttest. Data analysis was conducted on the results of a pretest that begins with normality test, then the homogeneity test and t-test. whereas the posttest results, data analysis begins with normality test later Mann Whitney test. Broadly speaking, the results of this study show that improvement of communication capabilities mathematical students who receive assisted learning with discussion method microsoft office excel better than students who received the usual lecture learning.
Tingkat Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Pola Bilangan Berdasarkan Teori APOS Novianti Novianti; Fika Widya Pratama
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.086 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1113

Abstract

Apabila guru dalam mengajarkan materi dapat berjalan dengan baik kemudian siswa dapat memahami isi materi tersebut maka fungsi pendidikan itu dapat dikatakan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman konsep siswa pada materi Pola Bilangan dengan hasil belajar tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan teori APOS. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan purposive sampling sebagai teknik dalam pengambilan sampel. Instrumen yang digunakan adalah peneliti itu sendiri sebagai instrumen utama, 2 soal materi Pola Bilangan, dan pedoman wawancara dengan jenis semiterstruktur. Sampel diambil dari siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Salatiga tahun ajaran 2019/2020 semester 2. Terdapat 3 subjek dengan masing-masing dipilih dari 3 kategori hasil belajar yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian pada subjek RU (subjek dengan hasil belajar tinggi) dan subjek RA (subjek dengan hasil belajar sedang) pemahaman konsepnya dapat memenuhi tahap aksi, proses, objek, dan skema. Sedangkan hasil penelitian pada subjek DE (subjek dengan hasil belajar rendah) pemahaman konsepnya hanya sampai tahap aksi dan proses.If the teacher in teaching the material can run well then students can understand the content of the material, then the educational function can be said to be achieved. This study aims to analyze the level of understanding of students' concepts on the Number Pattern material with high, medium, and low learning outcomes based on the APOS theory. This type of research is descriptive qualitative with purposive sampling as a sampling technique. The instrument used was the researcher himself the main instrument, 2 questions about the number pattern material, and a semi-structured interview guide. The sample was taken from class VIII SMP Negeri 3 Salatiga academic year 2019/2020 semester 2. There were 3 subjects with each selected from 3 categories of learning outcomes, namely high, medium, and low. The results of research on RU subjects (subjects with high learning outcomes) and RA subjects (subjects with moderate learning outcomes) understanding the concept can meet the stages of action, process, object, and schema. While the results of research on the subject of DE (subjects with low learning outcomes) the understanding of the concept is only up to the stage of action and process.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP PANGUDI LUHUR SALATIGA DITINJAU DARI BERPIKIR KRITIS Anita Sri Mahardiningrum; Novisita Ratu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.653 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.343

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penyelesaian yang ditempuh siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan tahapan Polya pada siswa SMP  ditinjau dari berpikir kritis FRISCO (Fokus, Reason, Inference, Situasion, Clarity, and Overview). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling dan diperoleh 3 subjek yang diambil dari siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga dengan kategori berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah subjek pada tahap: (1) Memahami masalah, subjek kategori tinggi dan sedang mampu menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat serta memenuhi kriteria berpikir kritis FRISCO, sedangkan subjek kategori rendah belum mampu (2) Menyusun rencana pemecahan masalah, subjek kategori tinggi dan sedang mampu menentukan keterkaitan antara informasi serta memenuhi kriteria FRISCO, sedangkan subjek kategori rendah tidak memenuhi kriteria; (3) Melaksanakan rencana pemecahan, subjek kategori tinggi dan sedang mampu menggunakan langkah-langkah melaksanakan rencana, serta memenuhi kriteria berpikir kritis FRISCO, kategori rendah tidak memenuhi kriteria berpikir kritis AbstractThis research is aims to describe steps of how junior high school students solve the math problems based on Polya Steps, this research is viewed from FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity and Overview) critical thinking. This is a descriptive qualitative research. Subjects sampling method used is Purposive Sampling and three subjects taken are from Pangudi Luhur Salatiga Junior High School students which were divided into diferent categories; high, medium, and low proficiency in Math. The results of the research show that: on step (1) Understanding Problem, subjects on high and medium categories could analyze what was asked correctly and could fulfill  FRISCO critical thinking criterias, while, subject on low category could not. (2) Developing Plans to Solve the Problem, subjects on high and medium categories could decide interconection of informations and also could fulfill FRISCO critical thinking criterias,meanwhile, subject on low category could not. (3) Do the Plans to Solve the Problem, subjects on high and medium categories could follow the steps in the plans to solve the problems correctly  and also could fulfill FRISCO critical thinking criterias, while, subject on low category could not follow the steps correctly, unable to answer the questions and also unable to fulfill critical thinking criterias.
SELF-EFFICACY MATEMATIK PADA SISWA SMP La Moma
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.215 KB)

Abstract

Dalam pengajaran matematika pada tingkat sekolah dasar dan menengah perlu diberikan pengetahuan tentang self-efficacy (kepercayaan diri) dalam pemecahan masalah matematika. Self-efficacy matematik adalah penilaian terhadap diri sendiri terhadap matematika yang meliputi keyakinan diri dalam menyelesaikan masalah matematika, keyakinan dalam belajar memahami konsep, dan prinsip matematika. Yang termasuk sumber self-efficacy yaitu pengalaman kinerja, model sosial, persuasi sosial, membangkitkan emosi sedangkan dimensi dari self-efficacy ada tiga dimensi yaitu dimensi magnitude, dimensi strength, dan dimensi generality. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi self-efficacy antara lain keberhasilan dan kegagalan pebelajar sebelumnya, pesan yang disampaikan dari orang lain, kesuksesan dan kegagalan orang lain, kesuksesan dan kegagalan dalam kelompok yang lebih besar.

Page 33 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 1, No 2 (2012) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue