Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
1,006 Documents
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Materi Kubus dan Balok di SMP
Hermawati Hermawati;
Jumroh Jumroh;
Eka Fitri Puspa Sari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (700.874 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.874
AbstrakKemampuan pemecahan masalah tidak lepas dari kegiatan belajar mengajar pada umumnya karena keberhasilan seseorang terhadap sesuatu yang dihadapi tidak lepas dari matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas IX di SMP Negeri 15 Palembang. Sampel pada penelitian ini di ambil secara acak yaitu peserta didik kelas IX.1 berjumlah 31 peserta didik yang dilakukan di SMP Negeri 15 Palembang tahun Pelajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes berbentuk uraian materi bangun ruang (kubus dan balok). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dari hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dikategorikan rendah. Analysis of Mathematical Problem-Solving Ability on Cubes and Blocks in Junior High SchoolAbstractThe ability to solve problems cannot be separated from teaching and learning activities in general because one's success in something that is faced cannot be separated from mathematics. This study aims to determine the mathematical Problem-solving abilities of grade IX students at SMP Negeri 15 Palembang. The sample in this study was taken randomly. namely students of class IX.1, totaling 31 students which were conducted at SMP Negeri 15 Palembang for the 2019/2020 academic year. The data collection technique used test questions in the form of a description of the material (cubes and cuboids). The data analysis technique in this research is descriptive quantitative. From the results of data analysis and discussion, it can be concluded that the students' mathematical Problem-solving ability is categorized as low.
Desain Buku Ajar Matematika Bilingual Materi Bangun Datar Menggunakan Pendekatan PMRI Berkonteks Kebudayaan Lokal
Lisnani Lisnani;
Sheilla Noveta Asmaruddin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1409.253 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.134
AbstrakPembelajaran matematika merupakan pembelajaran dari sesuatu yang bersifat konkret menuju abstrak. Hal ini sejalan dengan materi bangun datar yang cenderung abstrak. Namun, pada kenyataannya cara pemikiran siswa bersifat konkret. Maka dari itu, untuk menjembataninya diperlukan pendekatan yang mengutamakan pembelajaran yang bersifat konkret yaitu pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Pendekatan ini dilakukan dengan cara mendesain buku ajar bilingual berkonteks kebudayaan lokal melalui serangkaian aktivitas pembelajaran bangun datar menggunakan pendekatan PMRI. Penelitian ini merupakan penelitian design research yang terdiri dari tiga tahap yaitu preliminary design, the design experiment, dan retrospective analysis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan lintasan belajar menggunakan buku ajar bilingual materi bangun datar. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dan lembar aktivitas siswa. Data dianalisis menggunakan lembar validasi dari ahli. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan buku ajar bilingual ini dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa tentang bangun datar dari tahap informal ke tahap formal. Abstract (Bilingual Mathematics Textbook Design of Flat Building Topic Using Local Cultural Context PMRI Approach)Learning mathematics is a learning deriving from abstract towards concrete similarly to two-dimensional figure material. However, based on facts, the students’ thinking-process is concrete, which is abstract. Hence, to connect them, it is advisable to prioritize concrete learning. That is through Indonesia Realistic Mathematics Education (PMRI) approach by designing a bilingual Mathematics textbook based on local cultural context. This research is a design research consisting of three steps. There are preliminary design, the design experiment, and the retrospective analysis. The aim of the research produced a bilingual textbook in which the material focused on two-dimensional figure. Data collection by using observation sheet, interviews, and students’ worksheet. The data analysis by using validation sheet from the expert. The research is that the use of bilingual textbook using PMRI approach is able to improve the students’ concept understanding in two-dimensional figure from informal to formal step.
Desain Pembelajaran Pecahan melalui Pendekatan Realistik di Kelas V
Warsito Warsito;
Yeni Nuraini;
Sukirwan Sukirwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1624.389 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.381
AbstrakPecahan merupakan salah satu topik matematika yang hampir selalu menjadi masalah bagi siswa sekolah dasar (SD). Masalah tersebut muncul karena umumnya siswa tidak memahami konsep pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian desain (design research) yang dirancang untuk memberikan suatu pertimbangan yang baik terhadap proses pembelajaran operasi pecahan melalui dugaan-dugaan yang dibangun dalam kerangka analisis hypotetical learning trajectory (HLT) yang kemudian diujicobakan dalam pembelajaran matematika realistik (PMR). PMR mendasari dari seluruh kegiatan penelitian desain riset. Hasil penelitian ini tergambar dari teori instruksional lokal (local instructional theory). Design research dilakukan dalam tiga tahap, yaitu desain pendahuluan, percobaan mengajar yang terdiri siklus 1 dan siklus 2, dan tahap ketiga analisis retrospektif. Penelitian melibatkan menggunakan sampel sebanyak 29 siswa kelas V di SDI Nurul Hasanah yang terdiri 4 orang siswa pada siklus satu dan 25 siswa pada siklus kedua. Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa serangkaian kegiatan pembelajaran dengan PMR dapat membawa siswa dari situasi konkret menuju situasi yang lebih formal. Siswa mampu mengerjakan bilangan pecahan dari bentuk kontektual dengan disertai alasan. Learning Design Fractions through Realistic Approach in Class VAbstractFractions is one of the mathematics topic that are almost to be problem for elementary school (SD) . This problem arises because generally studenst do no understand about concept of fraction. This research is design research designed to provide a good consideration of learning process of fractional operations through allegations built in framework analysis hypotetical learning trajectory (HLT), which later tested in learning mathematics realistic (PMR). PMR underlies all research design research activities. The results of this study are drawn from local instructional theory. Design research is carried out in three stages, namely preliminary design, teaching experiment consisting of cycle 1 and cycle 2, and the third stage of retrospective analysis. The study involved using a sample of 29 grade V students at SDI Nurul Hasanah consisting of 4 students in cycle one and 25 students in the second cycle. The results of the study can show that a series of learning activities with PMR can bring students from concrete situations to a more formal situation. Students are able to work fractions of a contextual form with reason.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Instruction terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa
Akhmad Margana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.324 KB)
ABSTRAK Pembelajaran matematika akan bermakna apabila siswa dapat menghubungkan ide-ide matematika, menghubungkan matematika dengan disiplin ilmu lain, dan menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuannya. Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Instruction lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Sampel populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 16 Garut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Instruction lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional; (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Instruction berkategori tinggi; (3) sikap siswa terhadap model pembelajaran Problem Based Instruction secara umum menunjukan sikap yang positif.Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa, Model Problem Based Instruction ABSTRACT Learning mathematics is meaningful when students can connect mathematical ideas, connecting mathematics to other disciplines, and connecting mathematics with everyday life so that students can develop the skills. This quasi-experimental study aimed to determine whether the mathematical problem-solving ability of students who get an Instruction problem-based learning model better than students who received conventional learning models. The sample population in this study was 16 high school students Garut. These results indicate that: ( 1 ) mathematical problem-solving ability of students who get an Instruction problem based learning model better than students who received conventional learning models; ( 2 ) an increase in mathematical problem-solving ability of students who have learning model of Problem Based Instruction high category; ( 3 ) students' attitudes toward learning model of Problem Based Instruction in general showed a positive attitude.Keywords: Mathematical Problem Solving Ability of Students, Problem Based Instruction Model
Pedagogical Content Knowledge Guru dalam Pembelajaran Matematika Daring
Diar Veni Rahayu;
Dedi Muhtadi;
Irwan Muhammad Ridwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (957.337 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1386
Perkembangan teknologi yang pesat mendorong terjadinya pergeseran paradigma dalam proses pembelajaran matematika, di mana pembelajaran daring menjadi salah satu pilihan yang sering dilakukan. Hal tersebut berimplikasi pada adanya perubahan kerangka Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerangka PCK guru dalam pembelajaran matematika daring. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten yang digunakan untuk merancang kerangka konseptual PCK guru dalam pembelajaran matematika daring. Analisis konten yang dilakukan berupa literatur review dan penggalian data. Untuk penggalian data, digunakan instrumen berupa angket dan pedoman wawancara dengan subjek sebanyak lima orang guru matematika. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka PCK guru dalam pembelajaran matematika daring dapat diadaptasi dan dioperasionalkan dari model PCK Lannin yang meliputi: knowledge of instructional strategies for mathematics, knowledge of student understanding within mathematics, knowledge of curriculum for mathematics dan knowledge of assessment for mathematics. Guru sudah memiliki paradigma, kesiapan dan faktor pendukung yang cukup baik dalam melaksanakan pembelajaran matematika daring, namun masih belum optimal dalam kemampuan dan struktur tugas siswa.Rapid technological developments encourage a paradigm shift in the mathematics learning process, where online learning is one of the choices that is often done. This implies a change in the teacher's Pedagogical Content Knowledge (PCK) framework in learning mathematics. This study aims to describe the PCK framework of teachers in online mathematics learning. This study uses the content analysis method used to design the conceptual framework of teachers' PCK in online mathematics learning. Content analysis is carried out in the form of a literature review and data mining. For data mining, instruments in the form of questionnaires and interview guidelines were used with the subject of five mathematics teachers. The data analysis technique used is triangulation. The results showed that the teacher's PCK framework in online mathematics learning can be adapted and operationalized from Lannin's PCK model which includes: knowledge of instructional strategies for mathematics, knowledge of student understanding within mathematics, knowledge of the curriculum for mathematics and knowledge of assessment for mathematics. Teachers already have a fairly good paradigm, readiness, and supporting factors in implementing online mathematics learning, but they are still not optimal in the abilities and structure of students' assignments.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER
Neng Yani Permatasari;
Akhmad Margana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.287 KB)
Abstract :To realize the expectation that students be creative and have a mathematical problem-solving ability is good, of course also needed a learning model based on creative problem solving. Among the learning model in question is the learning model Treffinger. This learning model will make students more active and make learning more fun activities. The author would like to see if an increase in the ability of students to solve problems that get Treffinger models better than the students who received the conventional model?. The method that I use in this study is the experimental method, that is by giving the treatment at two different sample classes. Based on the research results of the final test can be concluded there is an increase in the ability of students to solve problems that get better Treffinger models compared with the students who get a conventional model.Abstrak :Untuk mewujudkan harapan agar siswa menjadi kreatif dan memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang baik, tentu dibutuhkan pula model pembelajaran yang berbasis pada pemecahan masalah secara kreatif. Diantaranya model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran Treffinger. Model pembelajaran ini akan menjadikan siswa lebih aktif serta menjadikan kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan. Penulis ingin melihat apakah peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang mendapatkan model treffinger lebih baik dibandingkan dengan yang siswa yang mendapatkan model konvensional?. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan cara memberikan perlakuan pada dua kelas sampel yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian tes akhir dapat diambil kesimpulan terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang mendapatkan model treffinger lebih baik dibandingkan dengan yang siswa yang mendapatkan model konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis
Deutelina Setiawati Lagur;
Alberta Parinters Makur;
Apolonia Hendrice Ramda
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1370.901 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.160
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X SMK Santo Aloisius Ruteng tahun ajaran 2017/2018 yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dibandingkan dengan yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Santo Aloisius Ruteng yang tersebar dalam tiga kelas. Dua kelas dipilih secara acak untuk dijadikan sampel penelitian. Kelas X TKR B terpilih sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT sedangkan kelas X TKR C diajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa skor kemampuan komunikasi matematis siswa yang dianalisis dengan uji t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung.Abstract (Effect Of Cooperative Learning Model Of Numbered Head Together Type On Mathematical Communication Ability)This study was aimed to determine the effect of cooperative learning model NHT type towards students’ mathematical communication skill of grade X SMK Santo Aloisius Ruteng in academic year 2017/2018. This study was experimental research with post-test only control group design. The population of this study was all the tenth-grade students majoring in Teknik Kendaraan Ringan (TKR). X TKR B selected as an experimental class taught by applying cooperative learning type NHT while X TKR C taught by direct learning model. The data obtained was analyzed by t-test. Analysis data result obtained that students’ mathematical communication skill that using cooperative learning type NHT is higher than students’ mathematical communication skill that using direct learning model.
SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN TEKNISI LAB DENGAN MULTI KRITERIA MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTIC HIERARCHY PROCESS)
Andri Suryadi;
Dian Nurdiana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.471 KB)
Dalam proses perekrutan calon pegawai ada beberapa kategori kemampuan diambil untuk mendapatkan calon pegawai yang terbaik. Kategori kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan hardskills dan softskills. Namun, dengan adanya kategori tersebut menjadi sulit bagi tim seleksi untuk mendapatkan keputusan yang terbaik terutama dalam relasi antar kategori yaitu kolaborasi hardskills dan softskills. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode untuk dapat menyelesaikan pengambilan keputusan dengan banyak kategori. AHP (analytic hierarchy process) merupakan metode yang dapat menyelesaikan masalah pengambilan keputusan berdasarkan banyak kategori. Kemampuan hardskills dan softskills dapat dikolaborasikan menggunakan AHP (analytic hierarchy process) sehingga keterkaitan antara kategori menjadikan proses perekrutan menjadi optimal.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING (BELAJAR TUNTAS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA ‘AISYIYAH 1 PALEMBANG
Eliza Ayu Pratiwi;
Amir Rusdi;
Agustiany Dumeva Putri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.993 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.296
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran mastery learning (belajar tuntas) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikelas X SMA ‘Aisyiyah 1 Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah true exprimental design dengan desain pretest – posttest control group design, populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas X yang ada di SMA ‘Aisyiyah 1 Palembang tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini mengambil dua kelas sebagai sampel yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas X4 dengan jumlah 37 siswa sebagai kontrol dan kelas X1 berjumlah 37 siswa sebagai kelas ekprimen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan observasi kepada siswa. Data yang diperoleh dari hasil tes digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t. Dari hasil analisis diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran mastery learning (belajar tuntas) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan hasil rata-rata observasi aktivitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 74.This research aims to determine the effect of using the mastery learning models to the mathematical problem solving ability of first grader of 'Aisyiyah 1’s Senior High School Palembang. The type of this research is the true experimental design with the design pretest - posttest control group design, the populations are all first grader of 'Aisyiyah 1’s Senior High School Palembang 2015/2016. This research took two classes as a samples by using the cluster random sampling technique. The classes are X4 with 37 students as a control and X1 with 37 students as a experiment class. The research was conducted of eight meetings. The collection of datas are done by using an instrument which are mathematical problem solving ability test and observation to students. The datas obtained from the test are used to test the research hypothesis by using t-test. From the analysis, this shows that there is positive effect of using the mastery learning to the mathematical problem solving abilities of students and the average result of observation the ability mathematical problem solving is 74.
PERCENTAGE BAR: A MODEL FOR HELPING FIFTH GRADE STUDENTS UNDERSTAND PERCENTAGES
Yenny Anggreini Sarumaha;
Ratu Ilma Indra Putri;
Yusuf Hartono
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1540.346 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.35
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teori instruksional lokal untuk mendukung pengembangan siswa pemahaman dasar tentang persentase. Penelitian desain dipilih sebagai sarana yang tepat untuk mencapai tujuan. Penelitian dilakukan di Pusri Sekolah Dasar Palembang, Kelas 5 yang melibatkan 42 siswa secara total dan satu guru kelas. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang diadaptasi dari Realistic Mathematics Education (RME) sengaja dipilih sebagai pendekatan dalam proses belajar mengajar. Keakuratan ini mengungkapkan bahwa bar persentase yang disajikan sebagai model dalam pembelajaran membantu siswa untuk memahami persentase. Siswa menggunakannya sebagai alat untuk penalaran dan juga sebagai alat untuk menghitung. Itu juga membantu mereka untuk menyampaikan pemikiran mereka kepada orang lain. Untuk beberapa siswa yang biasanya menggunakan cara formal untuk menyelesaikan masalah persentase, temukan kotak persentase sebagai cara lain untuk membuktikan hasilnya. AbstractThis present study is aimed to develop a local instructional theory to support students development of basic understanding of percentages. Design research was chosen as an appropriate mean to achieve the goal. The study was conducted in Pusri Primary School Palembang, Grade 5 involving 42 students in total and one classroom teacher. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) which was adapted from Realistic Mathematics Education (RME) was deliberately chosen as an approach in the teaching and learning process. This stuidy revealed that a percentage bar which is served as a model in learning helped students to understand percentages. Students used it as a tool for reasoning and also as a tool for calculating. It also helped them to represent the percents stated and to communicate their thoughts to others. For some students who usually utilized the formal way to solve percentage problems, found the bar as another way to prove the result.