cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Modul Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Aulia Husniah; Raekha Azka
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.276 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1329

Abstract

Melihat tujuan dan standar proses pembelajaran matematika, penalaran matematis merupakan kemampuan yang diharapkan dapat dicapai siswa. Akan tetapi, penalaran matematis siswa Indonesia masih rendah dan sumber belajar yang digunakan masih terbatas. Kemudian salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, peneliti berupaya membuat modul matematika dengan model pembelajaran problem-based learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul matematika dengan model pembelajaran PBL untuk memfasilitasi kemampuan penalaran matematis siswa dan mengetahui bagaimana kevalidan modul tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan yaitu PPE yang terdiri dari Planning, Production, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data adalah uji validitas produk yang dilakukan oleh ahli materi yaitu dua dosen dan ahli media yaitu dua guru matematika dan satu dosen. Penelitian ini berhasil mengembangkan sebuah modul matematika dengan model pembelajaran PBL. Modul yang dikembangkan ini dikatakan valid dengan rata-rata skor aktual yaitu 94 dengan kriteria Baik dan 50,33 dengan kriteria Sangat Baik.Seeing the goals and standards of the mathematics learning process, mathematical reasoning is an ability that is expected to be achieved by students. However, Indonesian students' mathematical reasoning is still low and the learning resources used are still limited. Then one of the efforts to overcome this, the researchers tried to make a mathematics module with a problem based learning (PBL) learning model. The purpose of this research is to develop a mathematics module with a PBL learning model to facilitate students' mathematical reasoning abilities and find out how valid the module is. This research is a research and development with a development model, namely PPE which consists of Planning, Production, and Evaluation. The data collection technique is a product validity test conducted by material experts, namely two lecturers and media experts, namely two mathematics teachers and one lecturer. This research succeeded in developing a mathematics module with PBL learning model. The developed module is said to be valid with an average actual score of 94 with Good criteria and 50.33 with Very Good criteria.
Desain LKM Elektronik Bermuatan Etnomatematika Pada Pakaian Adat Dayak Iban Dan Bahasa Inggris Hartono Hartono; Muhammad Iqbal Ripo Putra
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.616 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1301

Abstract

Penggunaan LKM cenderung sudah mulai dilakukan pada masa pandemic ini, hanya saja perlu adanya inovasi dari LKM yang akan digunakan dalam pembelajaran. LKM ELektronik dan memiliki muatan budaya lokal dengan penyajian menggunakan Bahasa internasional, yaitu Bahasa inggris menjadi inovasi baru pada pendidikan matematika. Penelitian ini memiliki tujuan agar menghasilkan LKM Elektronik bermuatan Etnomatematika pada pakaian adat Dayak iban dan Bahasa Inggris yang layak digunakan. Metode dalam penelitian ini yang digunakan merupakan model penelitian pengembangan dari  Borg and Gall. Teknik pengumpul data menggunakan teknik komunikasi tak langsung yaitu lembar validasi dan angket, dan teknik pengukuran, yaitu tes. Hasil penelitian LKM elektronik bermuatan etnomatematika dan bahasa inggris mencapai skor 83, 61% pada penilaian sebagai media dan 82,47% pada penilaian materi sehingga kriteria dinyatakan sangat valid; LKM elektronik bermuatan etnomatematika dan bahasa inggris mencapai persentase 83% kriteria sangat praktis; LKM elektronik bermuatan etnomatematika mencapai 75% mahasiswa yang memiliki nilai minimal baik, sehingga terkategori efektif.The use of LKM tends to have started during this pandemic, it's just that there needs to be innovation from LKM that will be used in learning. LKM electronic and has local cultural content with a presentation using international language, namely English, is an innovation in mathematics education. The purpose of this research is to produce an Electronic LKM containing ethnomathematics on Dayak Iban's traditional clothes and English that are suitable for use. The research method used is Borg and Gall's development research. Data collection techniques use indirect communication techniques, namely validation sheets and questionnaires, and measurement techniques, namely tests. The results of the electronic MFI research containing ethnomathematics and English reached a score of 83, 61% on the assessment as a medium and 82.47% on the assessment of the material so the criteria were declared very valid; Electronic LKM containing ethnomathematics and English reaches a percentage of 83% very practical criteria; Electronic LKM containing ethnomathematics reaches 75% of students who have a good minimum score, so they are categorized as effective.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA pada Materi Jarak pada Bangun Ruang Yoshe Larissa Ulfa; Yenita Roza; Maimunah Maimunah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.63 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1426

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan kognitif dasar matematis yang perlu dikuasai oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 23 siswa kelas XII MIPA SMA Cendana Pekanbaru. Teknik pengumpulan data adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Analisis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dilihat berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. Rata-rata hasil pengujian soal pada indikator memhami masalah adalah 90, rata-rata pada indikator membuat rencana pemecahan masalah adalah 62,4, rata-rata pada indikator pelaksanaan rencana pemecahan masalah adalah 35, dan rata-rata pada indikator menafsirkan solusi pemecahan masalah yang diperoleh ialah 14,46. Upaya dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran yang dapat menyeimbangkan persepsi siswa dalam memvisualisasikan proyeksi jarak titik dengan garis pada bangun ruang.Problem-solving skills are one of the basic mathematical cognitive abilities that need to be mastered by students. The purpose of this study was to determine and analyze students' mathematical problem-solving abilities. This type of research is qualitative research. The subjects of this study were 23 students of class XII MIPA SMA Cendana Pekanbaru. The data collection technique is a mathematical problem-solving ability test. Analysis of students' mathematical problem-solving ability is seen based on indicators of mathematical problem-solving ability. The average test results on the problem-understanding indicator are 90, the average problem-solving plan indicator is 62.4, the average problem-solving plan implementation indicator is 35, and the average indicator for interpreting the problem-solving solution obtained is 14.46. To improve students' mathematical problem-solving skills, teachers should use learning media in the learning process that can balance students' perceptions in visualizing the projection of the distance of the point with the line on the shape of the space.
Peran RME terhadap Miskonsepsi Siswa MTs pada Materi Bangun Datar Segi Empat Ekasatya Aldila Afriansyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.565 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.2102

Abstract

AbstrakKemampuan siswa untuk memahami konsep lain tidak akan terhambat dengan pemahaman yang kuat terhadap satu konsep tertentu, terutama dalam matematika. Dalam hal ini, pemahaman yang buruk tentang materi tertentu akan menghasilkan miskonsepsi. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini dan membuat pembelajaran di kelas lebih berdampak, pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dipilih. Berkaitan dengan miskonsepsi siswa pada materi pokok segi empat, penelitian ini berupaya mengevaluasi keefektifan pendekatan RME. Metode penelitian kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Diikuti 31 siswa kelas VII yang terdaftar di MTs Negeri 2 Garut tahun ajaran 2021-2022. Teknik pengumpulan datanya adalah ujian tertulis dengan uraian dan pilihan (benar-salah). Tiga tahapan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Temuan menunjukkan bahwa dalam miskonsepsi siswa MTs tentang mata pelajaran segi empat, teknik RME dianggap sangat efektif.AbstractStudents' ability to understand other concepts won't be hampered by having a solid grasp of one particular concept, especially in mathematics. In this instance, a poor grasp of the subject will result in misunderstandings. In an effort to address this issue and make learning in the classroom more impactful, the Realistic Mathematics Education (RME) learning strategy was chosen. In relation to students' misconceptions of the subject matter of quadrilaterals, this study seeks to evaluate the effectiveness of the Realistic Mathematics Education (RME) approach. Methods of qualitative research were applied in this study. 31 students in grades VII-E who were enrolled at MTs Negeri 2 Garut for the 2021–2022 academic year participated in the study. The testing method is a written exam with descriptions and choices (true-false). The three stages of the data analysis technique were data reduction, data presentation, and data verification. The findings indicated that in terms of MT students' preconceptions regarding the subject of quadrilaterals, the RME technique was thought to be extremely effective.
Pengaruh Problem Based Learning terhadap Kemampuan Penalaran Matematik dan Korelasinya dengan Kemampuan Awal Siswa SMP Ardiansyah Ardiansyah; Endang Wahyuningrum; Maman Rumanta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.508 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem-based learning terhadap kemampuan penalaran matematik, dan korelasi kemampuan penalaran matematik dengan kemampuan awal siswa SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, sampelnya diambil dua kelas secara random dari seluruh kelas VIII. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen, dimana instrumennya terdiri dari pretest dan postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada data pretest tidak menunjukkan adanya perbedaan kemampuan penalaran matematika antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil uji t pada data postest menunjukkan perbedaan kemampuan penalaran matematika antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada taraf signifikansi 5%. Pada uji korelasi Widespread Biserial menunjukkan adanya korelasi. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh problem-based learning terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematik siswa dan kemampuan awal siswa tidak membedakan peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa dan korelasinya.This study aims to determine the effect of problem-based learning on mathematical reasoning abilities, and the correlation of mathematical reasoning abilities with the initial abilities of junior high school students. The population in this study were all students of SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, the samples were taken randomly from two classes of class VIII. The method used is the experimental method, where the instrument consists of a pretest and posttest. The results showed that the pretest data did not show any difference in mathematical reasoning ability between the control group and the experimental group. The results of the t-test on posttest data showed differences in mathematical reasoning abilities between the experimental group and the control group at a significance level of 5%. The Biserial Widespread correlation test shows a correlation. It was concluded that there was an effect of problem-based learning on increasing students' mathematical reasoning abilities and students' initial abilities did not distinguish between increasing students' mathematical reasoning abilities and their correlations.
Media Petualangan Aljabar Berbasis Permainan Edukasi untuk Siswa SMP Nastiti Anugrahing Sarji; Helti Lygia Mampouw
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.502 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1491

Abstract

Revolusi industri 4.0 di bidang pendidikan ditandai dengan dihasilkannya media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Petualangan Aljabar untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Bentuk Aljabar. Penelitian menggunakan model analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Petualanagn Aljabar adalah media permainan edukasi interaktif berbasis android dan windows. Petualangan Aljabar terdiri dari materi dan soal berbentuk permainan yang dikemas dalam 3 level kesulitan yaitu mudah, sedang, dan sulit. Materi Bentuk Aljabar meliputi unsur-unsur dan penyederhanaannya, operasi hitung dan soal cerita bentuk aljabar. Validitas media mencapai 90% kemudian diimplementasikan kepada 61 peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Ampel, Boyolali. Hasil yang diperoleh adalah media Petualangan Aljabar memenuhi aspek praktis 97% dan aspek efektif 88%. Berdasarkan LKPD yang dikerjakan diperoleh rata-rata pemahaman peserta didik adalah 84 dan mencapai KKM sebesar 84%. Hasil ini menunjukkan media Petualangan Aljabar dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Bentuk Aljabar.The industrial revolution 4.0 in the field of education is marked by the production of digital learning media. This study aims to develop an Algebra Adventure learning media to improve student learning outcomes in the Algebraic Forms material. The research uses analysis, design, development, implementation, and evaluation models. Algebra Adventure is interactive educational game media based on android and windows. Algebra Adventure consists of material and questions in the form of games that are packaged in 3 levels of difficulty namely easy, medium, and difficult. Algebraic Form Material includes elements and their simplifications, arithmetic operations, and the algebraic form of the story. The media validity reached 90% and then it was implemented on 61 seventh-grade students of SMP Negeri 1 Ampel, Boyolali. The results obtained are that the Algebra Adventure media fulfills the practical aspect of 97% and the effective aspect of 88%. Based on the LKPD that was done, the average understanding of students was 84 and reached the KKM of 84%. These results indicate that Algebra Adventure media can be used to improve student learning outcomes on Algebraic Forms material.
Etnomatematika:Filosofi dan Konsep Matematis Kalender Sunda Mega Nur Prabawati; Siska Ryane Muslim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.266 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1471

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk membuktikan adanya keterkaitan antara budaya dengan matematika, dan untuk merubah paradigma masyarakat yang menganggap bahwa matematika tidak ada kaitannya dengan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui filosofi dari kalender sunda dan konsep-konsep matematika yang terdapat pada kalender Sunda yang ditinjau dari perhitungan penyusunannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan di kediaman pakar kalender sunda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Kalender Sunda terdapat nama dan istilah yang kaya akan filosofi dan makna, serta adanya keterkaitan antara matematika dengan budaya yang dapat ditunjukkan dengan adanya konsep matematis pada sistem kalender Sunda seperti kaidah pencacahan dalam pancawuku atau selapan, konsep pembagian pada penentuan tunggul taun, dan konsep modulo pada penentuan indung poe, dewa taun, naktu taun, naktu bulan, naktu tanggal, dan menentukan suatu tanggal.This research is an attempt to prove the relationship between culture and mathematics and tries to straighten out the paradigm of society which considers mathematics to be complex and has nothing to do with mathematics and culture. The purpose of this study was to determine the mathematical concepts contained in the Sundanese calendar in terms of computation calculations. This research is qualitative research with an ethnographic method. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and field notes. This research was conducted at the residence of Mrs. Miranda Halimah Wihardja an expert on the Sundanese calendar. The results of this study indicate that in the Sundanese calendar some names and terms are rich in philosophy and meaning, and there is a link between mathematics and culture which can be shown by the existence of mathematical concepts in the Sundanese calendar system such as the rules of enumeration in pancawuku or selapan, the concept of division in determining the stump of the year, and the concept of modulo in determining the parent poe, the god of the year, the time of the year, the time of the month, the time of the date, and the determination of a date.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal berbasis Etnomatematika Tipe Multiple Solutions Task Nuqthy Faiziyah; Nityana Anisah Hanan; Navia Nur Azizah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.659 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1335

Abstract

Pentingnya kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran dicanangkan pada kurikulum 2013. Salah satu tipe soal yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu Multiple Solutions Task (MST). Soal-soal berbasis etnomatematika dapat diujicobakan karena memadukan kebudayaan lokal dengan materi matematika sehingga memotivasi dan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal MST yang berbasis etnomatematika. Subjek penelitian yaitu 18 siswa kelas IX A pada salah satu SMPN di Panekan. Metode pengumpulan data yaitu dokumentasi, tes tulis dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik interaktif dari yang spesifik hingga yang umum, dan melibatkan berbagai tingkat analisis. Hasil penelitian yaitu Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) menunjukkan terdapat 8 siswa (44%) pada TKBK 0 (tidak kreatif), 7 siswa (39%) pada TKBK 2 (cukup kreatif), 2 siswa (11%) pada TKBK 3 (kreatif) dan 1 siswa (6%) pada TKBK 4 (sangat kreatif). TKBK 0 (tidak kreatif) lebih mendominasi daripada TKBK yang lain. Tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah Multiple Solution Task (MST) berbasis etnomatematika dalam penelitian ini belum mendapatkan hasil yang cukup baik.The importance of creative thinking skills in learning was proclaimed in the 2013 curriculum. One type of question that can be used to measure students' creative thinking skills is the Multiple Solutions Task (MST). Ethnomathematical-based questions can be tested because they combine local culture with mathematics material to motivate and improve students' creative thinking skills. This study aims to describe students' creative thinking skills in solving ethnomathematical-based MST questions. The research subjects were 18 students of class IX A at one of the SMPN in Panekan. Data collection methods are documentation, written tests, and interviews. The data are analyzed by interactive techniques from the specific to the general and involve various levels of analysis. The results on the Creative Thinking Ability Level (TKBK) showed that there were 8 students (44%) at TKBK 0 (not creative), 7 students (39%) at TKBK 2 (creative enough), 2 students (11%) at TKBK 3 (creative) and 1 student (6%) in TKBK 4 (very creative). TKBK 0 (not creative) is more dominant than the other TKBK. The level of students' creative thinking skills in solving ethnomathematical-based Multiple Solution Task (MST) problems in this study has not gotten good enough for results.
Mathematical Disposition dan Self-concept terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa pada Masa Pandemi COVID-19 Inda Hudiria; Saleh Haji; Zamzaili Zamzaili
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.737 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1273

Abstract

Kemampuan penalaran matematis di masa pandemi Covid-19 masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh mathematical disposition dan self-concept terhadap kemampuan penalaran matematis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif ex-post facto. Sampel penelitian berjumlah 83 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika di Kota Bengkulu. Instrumen penelitian ini terdiri dari angket mathematical disposition, angket self-concept dan tes kemampuan penalaran matematis. Data dianalisis dengan teknik  analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung dari mathematical disposition terhadap kemampuan penalaran matematis. self-concept terhadap kemampuan penalaran matematis, dan mathematical disposition terhadap self-concept. Selain itu, terdapat juga pengaruh mathematical disposition dan self-concept secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematis. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh mathematical disposition dan self-concept terhadap kemampuan penalaran matematis mahasiswa S1 Pendidikan Matematika di Kota Bengkulu pada masa pandemi Covid-19.Mathematical reasoning ability during the Covid-19 pandemic is still low. This study aims to determine the effect of mathematical disposition and self-concept on students' mathematical reasoning abilities. This study uses an ex-post facto quantitative approach. The Sample of this research was 83 students of S1 Mathematics Education in Bengkulu City. The research instrument consisted of a mathematical disposition questionnaire, a self-concept questionnaire, and a mathematical reasoning ability test. Data were analyzed by regression analysis technique. The results showed there was a direct influence of mathematical disposition on mathematical reasoning abilities, self-concept to mathematical reasoning ability, and mathematical disposition to self-concept. In addition, there is also the effect of mathematical disposition and self-concept together on mathematical reasoning abilities. It was concluded that there was an influence of mathematical disposition and self-concept on the mathematical reasoning ability of S1 Mathematics Education students in Bengkulu City during the COVID-19 pandemic.
Etnomatematika: Konsep Matematika pada Kue Lebaran Indah Amanah Diniyati; Aisyah Nurwulan Ekadiarsi; Salsabila bila; Ika Akmalia Herva Herdianti; Tasya Amelia; Wahidin Wahidin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.247 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1255

Abstract

Pada saat belajar matematika sering mengalami kendala yang disebabkan ketika pembelajaran tidak memberikan contoh konkret dari objek matematika yang abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis etnomatematika yang terdapat di kue lebaran. Metode yang digunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Total objek yang diteliti ada 4 buah kue lebaran, yaitu kue lidah kucing, kue kastangel, kue putri salju, kue nastar, dan 1 subjek untuk diwawancara, yaitu pedagang kue. Teknik penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diperoleh Diantaranya pada kue nastar yang terbentuk dari bangun ruang setengah bola, kue putri salju yang terbentuk dari juring dan tembereng lingkaran kue kastangel yang terbentuk dari bangun ruang balok, dan kue Lidah kucing yang terbentuk dari bangun datar persegi panjang dan setengah lingkaran. Diharapkan dari pembelajaran konstektual yang menggunakan kue lebaran sebagai media pembelajaran dapat membantu serta menambah wawasan dalam memahami konsep bangun geometri pada matematika.At the time of learning mathematics often experience obstacles caused when learning does not provide concrete examples of abstract mathematical objects. The purpose of this study was to analyze the ethnomathematics contained in the Eid cake. The method used is qualitative research with an ethnographic approach. The total objects studied were 4 Eid cakes, namely cat tongue cake, kastangel cake, snow-white cake, nastar cake, and 1 subject to be interviewed, namely a cake seller. This research technique uses observation, interviews, and documentation. The results of this study were obtained. Among them are nastar cakes which are formed from a half-spherical shape, snow princess cakes which are formed from circles and circles of kastangel cakes which are formed from blocks of space, and cat's tongue cakes which are formed from rectangular and semi-circular flat shapes. It is hoped that contextual learning using Eid cakes as a learning medium can help and add insight into understanding the concept of geometric shapes in mathematics.

Page 35 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue