cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP ditinjau dari Gaya Kognitif Refni Adesia Pradiarti; Subanji Subanji
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.931 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1506

Abstract

Siswa dituntut dapat menyelesaikan soal pemecahan masalah dalam setiap pembelajaran matematika. Namun ketika observasi awal, banyak ditemukan siswa kurang mampu memecahkan soal matematis dengan tepat dan sedikit siswa yang dapat menjawab persoalan matematis berdasarkan prosedur Polya terutama di Sumenep. Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman peserta didik dalam mencari solusi dari permasalahan matematis yang terdapat pada materi Himpunan berdasarkan gaya kognitif Field Dependent (FD) dan Field Independent (FI). Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa data yang diambil dari peserta didik kelas 7A dan 7B di MTs Negeri 1 Sumenep menggunakan tes GEFT berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya yang mengacu pada indikator NCTM. Dalam melakukan analisis lebih lanjut, dipilih 4 orang sebagai subjek untuk dilakukan wawancara secara mendalam dan dilakukan analisis pemecahan masalah. Dalam penelitian ini didapatkan peserta didik jenis FD kurang baik dalam memecahkan masalah matematis, sedangkan pada peserta didik jenis FI sangat baik dalam memecahkan masalah matematis dikarenakan mampu memenuhi semua indikator pemecahan masalah.Students are required to be able to solve problem-solving problems in every mathematics lesson. However, during the initial observations, it was found that many students were less able to solve mathematical problems correctly and few students were able to answer mathematical problems based on the Polya procedure, especially in Sumenep. The purpose of the study was to describe the level of understanding of students in finding solutions to mathematical problems contained in the set material based on Field Dependent (FD) and Field Independent (FI) cognitive styles. This research method is descriptive and qualitative. The results of the study are data taken from students in grades 7A and 7B at MTs Negeri 1 Sumenep using the GEFT test based on Polya's problem-solving indicators which refer to the NCTM indicator. In conducting further analysis, 4 people were selected as subjects for in-depth interviews and problem-solving analysis. In this study, it was found that the FD-type students were not good at solving mathematical problems, while the FI-type students were very good at solving mathematical problems because they were able to problem-solving indicators.
Pengembangan Media Operasi Bentuk Aljabar “OPERAL” Berbasis Adobe Animate CC Anisa Sholikhah; Novisita Ratu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.162 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1411

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Reseach and Development) yang mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis adobe animate cc. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan dari media pembelajaran yang dikembangkan dan diberi nama “OPERAL”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian ADDIE yang terdiri dari lima tahap analysis, desaign, development, implementasion dan evaluation. Subjek dalam penelitian merupakan 20 peserta didik kelas VIIB salah satu SMPN di Kabupaten Boyolali. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar kepraktisan media dan lembar keefektifan media. Keefektifan media dianalisis dengan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian diketahui media pembelajaran “OPERAL” valid, praktis dan efektif digunakan sebagai media belajar dalam materi operasi bentuk aljabar dengan kategori sangat baik. Begitu juga hasil analisis dari lembar respon peserta didik mendapatkan tanggapan positif. Media “OPERAL” dapat digunakan untuk membantu peserta didik belajar operasi bentuk aljabar.The purpose of the study was to determine the validity, practicality, and effectiveness of the learning media that was developed and named "OPERAL". The research method used is the ADDIE research method which consists of five stages analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects in the study were 20 students of class VIIB of one of the junior high schools in Boyolali Regency. The instruments used were validation sheets, media practicality sheets, and media effectiveness sheets. The effectiveness of the media was analyzed by the Wilcoxon test. Based on the results of the study, it is known that the "OPERAL" learning media is valid, practical, and effectively used as a learning medium in the algebraic form of operation material with a very good category. Likewise, the results of the analysis of the student response sheets received positive responses. Media "OPERAL" can be used to help students learn the operations of algebraic forms.
Game Edukasi Android Deck Card untuk Memfasilitasi Pemahaman Konsep Siswa Materi Pecahan Isna Firdausi; Suparni Suparni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.15 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1464

Abstract

Konsep pecahan merupakan salah satu konsep dasar yang perlu dipahami agar kemampuan mempelajari materi yang lain tidak terhambat. Namun kemungkinan terjadinya miskonsepsi pada siswa ketika belajar pecahan sangat mungkin terjadi. Diperlukan upaya untuk meminimalisir peluang miskonsepsi tersebut. Game edukasi adalah salah satu media belajar yang dapat memberikan pengaruh bagi siswa untuk memahami konsep yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi game edukasi android Deck Card yang valid untuk membantu siswa SMP/MTs memahami konsep pecahan dengan model pengembangan PPE (Planning, Production, and Evaluation). Instrumen penelitian meliputi lembar penilaian produk untuk ahli materi dan ahli media yang dipeer-review terlebih dahulu oleh expert judgment. Berdasarkan hasil uji kevalidan produk oleh ahli materi diperoleh kriteria sangat baik dengan persentase 83,82%, sedangkan dari ahli media diperoleh kriteria baik dengan persentase 74,56%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa game edukasi yang dikembangkan valid dan layak diujicobakan pada siswa.The concept of fractions is one of the basic concepts that need to be understood so that the ability to study other materials is not hampered. However, the possibility of misconceptions in students when learning fractions is very possible. Efforts are needed to minimize the opportunities for these misconceptions. Educational games are one of the learning media that can influence students to understand the concepts studied. This study aims to develop a valid Android Deck Card educational game application to help SMP/MTs students understand the concept of fractions with the PPE (Planning, Production, and Evaluation) development model. The research instruments include product assessment sheets for the material expert and media experts who are peer-reviewed by expert judgment. Based on the results of product validity tests by material experts, the criteria were very good with a percentage of 83.82%, while media experts obtained good criteria with a percentage of 74.56%. These results indicate that the educational game developed is valid and worthy to be tested on students.
Pengembangan LKPD Daring Pendekatan Guided Discovery Berbasis HOTS Materi Persamaan dan Fungsi Kuadrat Arik Murwanto; Abd. Qohar; Cholis Sa'dijah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.705 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1350

Abstract

HOTS menjadi salah satu reformasi dan prioritas penerapan pembelajaran di Indonesia. Hasil wawancara bersama teman sejawat didapatkan informasi bahwa peserta didik sulit memahami materi Persamaan dan Fungsi Kuadrat. Kesulitan ini terjadi karena peserta didik sering menghafal rumus dalam menemukan akar-akar atau menyelesaikan persamaan kuadrat. LKPD yang digunakan saat ini rata-rata berisi materi, contoh soal, latihan, dan jarang mengajak peserta didik menemukan konsep. Peneliti memandang perlu dikembangkan LKPD berciri penemuan terbimbing secara daring materi Persamaan dan Fungsi Kuadrat yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Berpedoman pada model pengembangan Plomp, dengan menguji validitas, praktis dan efektivitas LKPD dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kepraktisan dari observer adalah 3.0, artinya LKPD yang digunakan praktis dengan tingkat kepraktisan tinggi. Rerata respon peserta didik melalui angket sebesar 3.67 menunjukkan sikap yang positif, dan rerata penguasaan bahan ajar 79.56 dengan tingkat ketuntasan 78% menunjukkan bahwa LKPD Guide Discovery berbasis HOTS efektif.HOTS is one of the reforms and priorities for implementing learning in Indonesia. The results of interviews with colleagues obtained information that students had difficulty understanding the material on Quadratic Equations and Functions. This difficulty occurs because students often memorize formulas in finding roots or solving quadratic equations. LKPD is currently used on average contains material, sample questions, and exercises, and rarely invites students to find concepts. Researchers consider it necessary to develop LKPD characterized by the online guided discovery of Quadratic Equations and Functions that meet the valid, practical, and effective criteria. Guided by the Plomp development model, by testing the validity, practicality, and effectiveness of LKPD in learning. The results showed that the average practicality of the observers was 3.0, meaning that the worksheets used were practical with a high level of practicality. The average student response through a questionnaire of 3.67 shows a positive attitude, and the average mastery of teaching materials is 79.56 with a completeness level of 78% indicating that the HOTS-based LKPD Guide Discovery is effective. 
Media Google Classroom Berbantuan Animasi PowerPoint terhadap Hasil Belajar Siswa Abdul Jamil; Cholis Sa’dijah; Hery Susanto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.506 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.1340

Abstract

Perubahan serentak dari pembelajaran clasical menjadi pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran berbasis internet perlu dilakukan. Salah satu yang dinilai mudah dipahami yaitu kombinasi antara animasi Powerpoint dengan Google Classroom. Melalui bantuan animasi Power Point yang di sisipkan dalam aplikasi Google Classroom diharapkan membuat pembelajaran lebih atraktif. Penelitian ini berfokus pada pengaruh pembelajaran online  menggunakan  Google Classroom berbantuan animasi PowerPoint terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yaitu kuantitatif berdesain quasy-experiment dengan post-test only control group design. Sampel penelitian yaitu siswa kelas XII IPA di salah satu SMA Negeri di Pamekasan dengan jumlah 5 siswa kelas eksperimen dan 5 siswa kelas kontrol. Sampel diperoleh dengan simple random sampling. Materi penelitian yaitu geometri ruang. Instrumen menggunakan teknik tes tulis, dan dianalisis dengan uji t. Hasil Penelitian menunjukkan pembelajaran online dengan Google Classroom berbantuan animasi PowerPoint berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Kombinasi Google Classroom dan animasi PowerPoint direkomendasikan pada pembelajaran online.The simultaneous change from classical learning to distance learning due to the Covid-19 pandemic has forced internet-based learning to be carried out. One that is considered easy to understand is the combination of PowerPoint animation with Google Classroom. The help of PowerPoint animations inserted in the Google Classroom application is expected to make learning more interesting. This study focuses on the effect of online learning using Google Classroom with the help of PowerPoint animations on student learning outcomes. This type of research is a quantitative quasi-experimental design with a post-test-only control group design. The sample of this research was students of class XII science in one of the public high schools in Pamekasan with 5 students in the experimental class and 5 students in the control class. Samples were obtained by means of simple random sampling. The research material is the geometry of space. The instrument uses a written test technique and is analyzed by a t-test. The results showed that online learning with Google Classroom assisted by PowerPoint animation had a significant effect on learning outcomes. The combination of Google Classroom and PowerPoint animations is recommended for online learning.
Efektivitas Model Edutainment terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Gamping Regitanurvikasari Regitanurvikasari; Padrul Jana; Sitti Mutia Umasugi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.992 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.1470

Abstract

Penggabungan konsep Education dan Entertainment (Edutainment) dalam pembelajaran matematika dapat menjadi suatu solusi yang berdampak baik pada peningkatan hasil belajar matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas model edutainment dalam pembelajaran matematika terhadap aspek hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental (The Nonequivalent Control Group Design). Populasi penelitian mencakup siswa kelas X SMA Negeri 1 Gamping. Teknik sampling dalam  penelitian ini menggunakan simple random sampling, sehingga diperoleh dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest, posttest, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan model Edutainment efektif terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran langsung juga efektif terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Sedangkan hasil komparasi pembelajaran matematika dengan model Edutainment dan model pembelajaran langsung adalah bahwa model Edutainment lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran langsung ditinjau dari aspek hasil belajar siswa.Merging the concept of Education and Entertainment (Edutainment) in learning mathematics can be a solution that has a good impact on improving students' mathematics learning outcomes. The purpose of this study was to test the effectiveness of the edutainment model in learning mathematics on aspects of student learning outcomes. The type of research used is Quasi-Experimental (The Nonequivalent Control Group Design). The research population includes students of class X SMA Negeri 1 Gamping. The sampling technique in this study used simple random sampling; so, two classes were obtained the experimental class and the control class. The research instruments used were pre-test, post-test, and learning implementation observation sheets. The results showed that learning mathematics using the Edutainment model was effective on student learning outcomes. The direct learning model is also effective in the student learning outcomes in learning mathematics. While the results of the comparison of learning mathematics with the Edutainment model and the direct learning model are that the Edutainment model is more effective than the direct learning model in terms of student learning outcomes.
A Study of Learning Obstacles: Determining Solutions of a System of Linear Equation Using Gauss-Jordan Method Meiva Marthaulina Lestari Siahaan; Fitriani Fitriani; Angelika Rosa Da Lima Leli
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.459 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1921

Abstract

AbstrakSalah satu metode pencarian solusi SPL yang dipelajari di pendidikan tinggi adalah metode Gauss-Jordan. Berdasarkan data penelitian, mahasiswa melakukan kesalahan dalam melakukan operasi baris elementer (OBE), membentuk ke dalam matriks yang diperbesar, dan bahkan pemahaman mendasar mengenai reduksi baris dan ini berpengaruh dalam menentukan solusi suatu SPL. Untuk itu perlu dianalisis hambatan belajar yang terjadi dalam menentukan solusi SPL menggunakan metode Gauss-Jordan. Peneitian ini merupakan penelitian kualitatif dan merupakan bagian dari Didactical Design Research (DDR). Penelitian ini dilaksanakan di salah satu universitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan subjek penelitian merupakan 20 mahasiswa calon guru matematika. Teknik penelitian ini adalah tes diagnostik dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hambatan yang dialami mahasiswa adalah keterbatasan pemahaman pada OBE, pengklasifikasian MEBT, dan merepresentasikan MEBT ke dalam solusi SPL. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pengajar hendaknya membuat suatu bahan ajar yang dapat meminimalisir hambatan belajar yang dialami mahasiswa. AbstractOne of many methods of finding solution of a system of linear equations (SLE) studied in higher education is the Gauss-Jordan method. Based on the research, students made mistakes in performing elementary row operations (ERO), forming into augmented matrices, and even basic understanding of row subtraction and this has an effect on determining the solution of an SLE. For this reason, it is necessary to analyze the learning obstacles that occur in determining the solution of LES using the Gauss-Jordan method. This qualitative research is part of the Didactical Design Research (DDR). This research was conducted at a university in East Nusa Tenggara (NTT) involving 20 students as preservice mathematics teacher. The technique of this research is diagnostic test and interview. The results show that some of the obstacles faced by students are insufficient understanding of ERO, classifying reduced row-echelon form (RREF), and representing MEBT into SPL solutions. This study recommends that teachers create teaching materials that minimizes learning obstacles experienced by students.
Field Dependent Student Errors in Solving Linear Algebra Problems Based on Newman's Procedure Erna Puji Astutik; Silviana Maya Purwasih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.554 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1684

Abstract

AbstrakMasih banyak ditemui mahasiswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaiakan masalah Aljabar Linier khususnya pada materi Sistem Persamaan Linier. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan faktor penyebab kesalahan mahasiswa field dependent (FD) dalam menyelesaikan masalah Aljabar linier berdasarkan tahapan Newman. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian 28 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Angkatan 2020. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan tes dan wawancara. Pada tahap pertama dilakukan tes GEFT untuk mengetahui gaya kognitif setiap mahasiswa, selanjutnya mahasiswa dengan gaya kognitif FD diberikan tes penyelesaian masalah Aljabar Linier, kemudian dipilih 3 mahasiswa FD dengan kemampuan menyelesaikan masalah terendah untuk dilakukan wawancara. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah aljabar linier terletak pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban dimana mahasiswa masih mengalami kesalahan dalam penentuan operasi baris elementer dan proses perhitungan. Sedangkan faktor penyebab kesalahan mahasiswa tersebut dikarenakan adanya kesalahan pemahaman konsep, kesalahan dalam menghitung, dan kurang teliti dalam mengerjakan. AbstractMany students still make mistakes in solving Linear Algebra problems, especially in Linear Equation Systems material. This study aims to describe the types and factors that cause student error field dependent(FD) in solving linear algebra problems based on Newman's stages. This research was conducted using a qualitative approach with research subjects 28 students of the Mathematics Education Study Program at PGRI Adi Buana University Surabaya Class of 2020. Data collection techniques used tests and interviews. In the first stage, the GEFT test was carried out to determine the cognitive style of each student. Then students with the FD cognitive style were given a Linear Algebra problem-solving test, and then 3 FD students with the lowest problem-solving abilities were selected for interviews. The data analysis technique uses Miles and Huberman, including data reduction, presentation, and conclusion. Based on the study results, it can be concluded that student errors in solving linear algebra problems lie in the stages of transformation, processing skills, and writing answers, where students still experience errors in determining elementary row operations and calculation processes. While the factors that cause student errors are errors in understanding concepts, errors in calculating, and inaccuracy in working. And writing answers where students still experience errors in determining elementary row operations and the calculation process.
Changes in Students' Cognitive Abilities through STEM-Based Learning in Elementary Schools Bambang Ahmad Fauzan; St Faridah Akbar; Dedi Kusnadi; Ahsan Sofyan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.815 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.2122

Abstract

AbstrakPerkembangan siswa menguasai materi pelajaran berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kemampuan kognitif siswa tingkat sekolah dasar menggunakan pembelajaran berbasis STEM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Partisipan penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah masing-masing satu orang. Pengumpulan data dilakukan wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terdapat perubahan kemampuan kognitif siswa melalui pembelajaran berbasis STEM. Hal ini dikarenakan setelah melakukan pembelajaran berbasis STEM, ketiga partisipan memenuhi seluruh karakteristik kemampuan kognitif atas dasar hasil wawancara yaitu mampu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan materi sumber energi yang dikaitkan pada materi penyajian data. AbstractThe development of students mastering the subject matter is related to students' thinking abilities. Therefore, this study aims to determine changes in the cognitive skills of elementary school students using STEM-based learning. This research uses a descriptive method. Research participants were selected based on each person's high, medium and low categories. Unstructured interviews were carried out for data collection, and the analysis results used descriptive qualitative analysis. The results of the study showed changes in students' cognitive abilities through STEM-based learning. The impact occurred is because after carrying out STEM-based learning, the three participants fulfilled all the characteristics of cognitive skills based on interview results, namely being able to remember, understand, apply, analyze.
Students’ Profiles with Interpersonal and Intrapersonal Intelligence in Solving Mathematical Problems Abdur Rochim; Wiwin Sri Hidayati; Faridatul Masruroh
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.833 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1948

Abstract

AbstrakKecerdasan interpersonal dan intrapersonal diperlukan dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil siswa dengan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah dua. Pemilihan subjek berdasarkan pada skala kecerdasan majemuk. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, wawancara dan skala penilaian. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung yaitu lembar tes pemecahan masalah, pedoman wawancara dan lembar skala kecerdasan majemuk. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa subjek berkecerdasan interpersonal dalam memecahkan masalah barisan aritmatika adalah subjek melakukan semua tahapan pemecahan masalah dengan benar tetapi kurang lengkap. Subjek mengkomunikasikan semua ide pemecahan masalah secara lisan dan tulis dengan lancar. Subjek berkecerdasan intrapersonal dalam memecahkan masalah barisan aritmatika adalah subjek melakukan semua tahapan pemecahan masalah dengan keyakinan dan berdasarkan waktu. Subjek menunjukkan kepercayaan diri dan manajemen waktu yang efektif. AbstractInterpersonal and intrapersonal intelligence are required to solve mathematical problems. This study aims to analyze the profiles of students with interpersonal and intrapersonal intelligence in solving mathematical problems. This qualitative descriptive study involved two participants selected by multiple intelligences tests. The data collection techniques utilized tests, interviews and rating scales. The main instrument was the researcher himself, while the supporting instruments were the problem solving test sheets, interview guidelines and multiple intelligences scale sheets. The time triangulation was used to validate the data. The data reduction, data presentation and conclusions were conducted in the analysing process. Based on the results of the data analysis and discussion, the study concluded that in solving arithmetic sequence problems the participant with interpersonal intelligence performed all stages of problem solving correctly, but incomplete. The participant communicated all the problem solving ideas in written and spoken forms fluently. The participant with intrapersonal intelligence in solving arithmetic sequence problems confidently and efficiently conducted all problem solving stages. The participant demonstrated good self-confidence and an effective time management.

Page 36 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue