Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
1,006 Documents
Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematika melalui Pembelajaran Quantum dan Pembelajaran Langsung dengan Memperhitungkan Kemampuan Awal Siswa
Waru, Misveria Villa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.374
Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang melibatkan dua kelompok yang diberi perlakuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana tingkat kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran quantum, 2) bagaimana kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran langsung, 3) Apakah kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar melalui pembelajaran quantum lebih tinggi daripada melalui pembelajaran langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN Watansoppeng semester genap tahun ajaran 2011/2012 yang berstatus SSN yang terdiri dari 8 sekolah dan dipilih 2 sekolah dan setiap sekolah dipilih 1 kelas sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistika deskriptif dan inferensial. Hasil yang diperoleh dari analisis statistika deskriptif adalah: 1) kemampuan komunikasi matematika siswa melalui pembelajaran quantum berada pada kategori baik, 2) kemampuan komunikasi matematika siswa melalui pembelajaran langsung berada dalam kategori sedang. Melallui hasil analisis statistika inferensial diperoleh kemampuan komunikasi matematika melalui pembelajaran quantum lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika melalui pembelajaran langsung dengan memperhitungkan kemampuan awal siswa. This research is experiment involving two groups which were given different treatments. These research goals are to know 1) how level of students’ mathematical communication ability taught by using Quantum Learning, 2) how level of students’ mathematical communication ability taught by using Direct Instruction, 3) whether mathematical communication ability through Quantum Learning is higher than mathematical communication ability through Direct Instruction. Population in this research is all of students grade VII SMPN Watansoppeng even Semester year 2011/2012 whose status is SSN. Consist of 8 schools and chosen 2 schools and each school chosen 1 class as research sample. Technique of collecting data is using mathematical communication ability test. The data is analyzed by using descriptive statistic and inferential. The result was gotten from descriptive statistic analyze are: 1) mathematical communication ability through quantum learning having good category, 2) mathematical communication ability through direct instruction having middle category. Result of inferential statistic analyze was get that mathematical communication ability trough quantum learning is higher than mathematical communication ability through direct instruction by considering students’ initial ability.
Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa melalui Strategi Think Talk Write
Nuraeni, Reni;
Luritawaty, Irena Puji
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.386
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan komunikasi matematik siswa. Sebagai alternatif dari permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan penerapan strategi think talk write dalam pembelajaran. Penelitian ini mengkaji pencapaian kemampuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh strategi pembelajaran think talk write dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa salah satu MTs swasta di Kabupaten Garut. Untuk sampel penelitiannya diambil dua kelas tingkat VII, satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu kelas lainnya sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan komunikasi matematik. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian kemampuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh strategi pembelajaran think talk write lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. This research is based on the issues of mathematical communication skills students lack. As an alternative to that problem, conducted research with the implementation of the strategy think talk write in the study. This research examines the achievements of mathematical communication skills students acquire learning strategies think talk write with conventional learning. This research was quasi experimental study by using purposive sampling technique. The population in this study are all the students one of MTs in Garut. The research sample is taken for two grade levels VII, one class as the control class and one other class as a experiment class. The instruments used in the study of mathematical communication ability tests. The data analysis done with test descriptive statistics and inferensial. The results showed that the achievement of mathematical communication skills students acquire learning strategies think talk write better than students who get conventional instruction.
Miskonsepsi Siswa dalam Memahami Konsep Nilai Tempat Bilangan Dua Angka
Matitaputty, Christi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.387
Konsep-konsep matematika yang diberikan pada tingkat Sekolah Dasar merupakan konsep dasar yang berguna untuk pemahaman matematika di tingkat selanjutnya. Adanya miskonsepsi membuat pembelajaran menjadi tidak bermakna dan hubungan antar konsep menjadi terputus. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi dalam memahami nilai tempat bilangan dua angka, diantaranya dari siswa itu sendiri yang belum memahami makna nilai tempat bilangan dua angka. Penelitian ini mengungkapkan bahwa beberapa siswa belum dapat mengembangkan ide bahwa ‘ratusan’ merupakan suatu kumpulan baru yang berisikan sepuluh puluhan dan ‘puluhan’ merupakan suatu kumpulan baru yang berisikan sepuluh satuan. Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas 2 SD Negeri 179 Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa kesalahan konsep yang dibuat oleh siswa dalam memahami nilai tempat bilangan dua angka. Hasil penelitian menunjukan beberapa miskonsepsi siswa diantaranya adalah (1) Siswa belum mamahami prosedur dalam menghitung dan memisahkan bilangan satuan dan puluhan. (2) siswa mempunyai alternatif konsep lain tentang bilangan dua digit dan membaca bilangan tersebut sebagai bilangan yang terlepas dari suatu nilai tempat, (3) siswa memiliki alternatif konsep lain dalam memahami penjumlahan angka puluhan dan satuan. Mathematical concepts are given at the elementary school level is a basic concept that is useful for understanding mathematics at the next level. Their misconceptions make learning becomes no meaningful and the relationships between concepts become disconnected. Many factors led to misconceptions in understanding the value of a two digit number, such as from the students themselves who do not understand the meaning of the place value of two digit numbers. This study revealed that some students have not been able to develop the idea that 'hundreds' is a new collection containing ten tens and 'tens' is a new collection containing ten units. Research was conducted on Second Grade students at SD Negeri 179 Palembang. The purpose of this study are describe some of the misconceptions created by the students in understanding the value of a two-digit number. The results showed some misconceptions students such as; (1) Students are not understanding the procedures in counting and separating the units and tens. (2) the students have another alternative conceptions of two-digit numbers and they read these numbers as numbers that apart from a place value, (3) the students have another alternative concepts in understanding the sum of the tens and sum units.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa melalui Pendekatan Metacognitive Instruction
Noordyana, Mega Achdisty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.388
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP melalui pendekatan Metacognitive Instruction. Penelitian ini merupakan studi eksperimen di SMPN 2 Tarogong Kidul Garut dengan desain penelitian Kelompok kontrol Non-Ekivalen pretes-postes. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan Metacognitive Instruction lebih baik dari pada kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Sikap siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Metacognitive Instruction positif. The general objective of this research is to improve critical thinking mathematically junior high school students through metacognitive Instruction approach. This study is an experimental study in SMPN 2 Tarogong Kidul with research design Non-equivalent control group pretest-postest. The results showed that the ability of mathematical critical thingking of students who received metacognitive Instruction approach to learning with better on critical thingking of students who have mathematical with conventional learning. Students' attitudes toward learning with Metacognitive Instruction approach positive.
Meninjau Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP melalui Wawancara Berbasis Tugas Geometri
Siregar, Nurfadilah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.389
Studi awal atau biasa disebut dengan pilot study merupakan studi pendahuluan yang dilakukan oleh kebanyakan peneliti sebagai suatu hal yang penting dalam proyek penelitian selanjutnya. Pada tulisan ini, penulis memaparkan hasil wawancara yang dilakukan dengan dua orang siswa kelas VIII pada salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Bandung Barat terkait dengan menggali penalaran matematis siswa SMP. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara berbasis tugas geometri. Diperoleh hasil bahwa penalaran matematis kedua siswa tersebut terkait penyelesaian tugas geometri masih rendah. Siswa lebih cenderung menyelesaikan tugas secara langsung tanpa mengetahui alasan mereka menjawab tugas geometri tersebut. Preliminary study or commonly called the pilot study is a study conducted by most researchers as an important issue in future research projects. In this paper, the author present results of interviews conducted with two students in eighth grade at one of junior high school in West Bandung regency about digging their mathematical reasoning. Interviews were conducted by using a task-based geometry. The results indicate that mathematical reasoning of the students’ related to the completion of geometry task still low. Students more likely to complete tasks directly without knowing the reason they answered the geometry tasks.
Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas X2 SMAN 1 Gedung Meneng Menggunakan Bahan Ajar Matriks Berbasis Pendekatan Saintifik
Ramziah, Siti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.390
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan representasi matematis siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Gedung Meneng dalam menggunakan bahan ajar matriks yang dikembangkan dengan pendekatan saintifik. Penelitian menggunakan metode classroomaction research atau penelitian tindakan kelas yang memiliki desain yang berupa daur spiral dengan empat langkah utama yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Semua data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar matriks yang dikembangkan menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan aktivitas siswa yang dapat dilihat dari besarnya peningkatan aktivitas siswa tersebut sebesar 9,9%.Bahan ajar matriks yang dikembangkan menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa yang dapat dilihat dari besarnya peningkatan kemampuan tersebut sebesar 8,15% yang diiringi juga dengan meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal sebesar 10,3%. This study aims to improve the activity and the ability of the mathematical representation X2 grade students of SMA Negeri 1 Gedung Meneng in using teaching materials matrix developed by scientific approach. Research method iss classroom action research or action research that has a design in the form of a spiral cycle with four main steps: planning, action, observation and reflection. Collecting data in this study used observation and tests. All data collected was analyzed and concluded that the teaching material matrix developed using a scientific approach could increase the activity of students. It could be seen from the increasing in the student activity by 9.9%. Teaching materials matrix developed using a scientific approach could improve students' mathematical representation that could be seen from the large increasing in the ability of 8.15% which accompanied by increasing student learning outcomes in classical amount to 10.3%.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah
Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.391
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis adalah pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebagai akibat dari pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen yang menerapkan dua pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMK di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa: (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, (2) Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa ketika mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kesalahan karena kecerobohan atau kurang cermat, kesalahan mentransformasikan informasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan memahami soal. This research is motivated by the results of previous studies that showed that students' mathematical problem-solving ability is not as expected. One lesson to improve mathematical problem solving is based learning problems. The purpose of this study was to determine the increase in students' mathematical problem-solving ability as a result of problem-based learning. This study is a quasi-experimental study that applies two problem-based learning and conventional learning. The population in this study were students in one of the vocational schools in Garut. Sampling was done by purposive sampling and obtained two classes as the study sample. The research instrument used was a test of mathematical problem-solving abilities. Based on these results we concluded that: (1) the increase in students' mathematical problem-solving ability that gets problem-based learning better than students who received conventional learning, (2) mistakes made by student when working on the problems related to mathematical problem-solving ability was a mistake due to carelessness or less closely, transform fault information, error process skills, and misunderstanding question.
Profil Kemampuan Koneksi Matematika Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Gender
Apriyono, Fikri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.392
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan koneksi matematika dalam memecahkan masalah matematika ditinjau gender. Pemilihan subjek laki-laki dan perempuan berdasarkan tingkat kemampuan yang setara dilihat dari tes kemampuan matematika dan nilai rapor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana data yang diperoleh berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan pemberian tes pemahaman konsep dan wawancara. Dalam penelitian ini diamati siswa laki-laki dan perempuan SMPN 4 Jember kelas VIII. Peneliti melakukan wawancara pada kedua subjek penelitian. Wawancara tersebut direkam kemudian hasilnya ditranskripkan dan dikodekan. Untuk memperoleh data yang valid, data yang diperoleh ditriangulasi. Kemudian data yang valid dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Hasilnya berupa kemampuan koneksi matematika siswa SMP kelas VIII pada materi aljabar dan geometri. This study aimed to describe the profile of mathematics connection ability to solve problems in terms of gender. Selection of male and female subjects based on equal ability level viewed from math skills tests and grades. This study uses a qualitative method where data is obtained in the form of words written or spoken of the people and the behaviors that can be observed. Data collection techniques were conducted by giving the concept understanding tests and interviews. This study observed both boys and girls in class VIII of SMPN 4 Jember. The researcher conducted interviews to both the research subjects. The interview was recorded and then the result was transcribed and coded. To obtain valid data, the data obtained were triangulated. Then the valid data were analyzed to obtain valid conclusions. The result is the mathematics connection ability class VIII of junior high school students of on the algebra and geometry matter. This article illustrates preparation of your paper using MS-WORD. Papers should not be numbered.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa melalui Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerencing dan Number Head Together
Muna, Dina Nailul;
Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.393
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan menggunakan dua kelas, yaitu kelas kuasi eksperimen I dan kelas kuasi eksperimen II. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 5 Garut tahun ajaran 2014/2015, sedangkan sampelnya yaitu kelas VII-H sebagai kelompok kuasi eksperimen I yang mendapatkan pembelajaran kancing gemerincing dan kelas VII-F sebagai kelompok kuasi eksperimen II yang mendapatkan pembelajaran NHT dengan pengambilan sampel secara purposive, yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman matematis dan angket siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif teknik Numbered Head Together (NHT) dengan kancing gemerincing, (2) Kualitas peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas kuasi eksperimen I dengan teknik pembelajaran kancing gemerincing adalah sedang, (3) Kualitas peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas kuasi eksperimen II dengan teknik pembelajaran NHT adalah sedang, (4) Siswa bersikap positif terhadap teknik pembelajaran kancing gemerincing, (5) Siswa bersikap positif terhadap teknik pembelajaran NHT namun di sisi lainmereka bersikap negatif terhadap penyediaan LKS. The method that used of this research is quasi experiment make use of two classes, quasi experiment I and quasi experiment II. The population is all of seventh grade students at SMPN 5 Garut period 2014/2015, and the sample is H-seventh grade as quasi experiment I who get kancing gemerincing learning and F-seventh grade as quasi experiment II who get NHT learning with purposive sampling. The purposive sampling is sampling based on certain considerations. The instrument of this research is mathematical understanding skill test and questionnaire. Based on the result of research, known that: (1) found the difference increased of mathematical understanding skill students between who get strategy cooperative learning technique Numbered Head Together (NHT) and kancing gemerincing, (2) the increased quality of mathematical understanding skill quasi experiment I students with technique kancing gemerincing is enough, (3) the increased quality of mathematical understanding skill quasi experiment II students with technique NHT is enough, (5) the student were give their positive attitude to technique kancing gemerincing, (5) the student were give their positive attitude to technique NHT, but they were give their negative attitude to equipping of LKS.
Pengaruh Motivasi Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di SD Angkasa 10 Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur
Warti, Elis
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.394
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Motivas Belajar Siswa di Sekolah Dasar Angkasa 10 Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur.Hipotesis yang akan diuji adalah terdapat pengaruh yang positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar matematika. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, dengan target populasi seluruh siswa kelas VI Sekolah Dasar Angkasa 10 Halim Perdanakusuma. Sampel yang diambil secara acak sederhana. Instrumen penelitian yang akan digunakan adalah penyebaran angkat dan tes belajar matematika .Untuk mengukur motivasi menggunakan tes skala sikap yang didasarkan pada validasi isi. Dengan keterandalan dihitung dengan rumus alpha cronbach. Tes hasil belajar menggunakan soal-soal yang diberikan sesuai dengan kurikulum yang berjalan. Dengan keterandalan dihitung menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas yang dilanjutkan dengan uji t (uji dua pihak ) pada signifikan pada taraf signifikan 0,05. Pada uji kelompok eksperimen diperoleh Y=0,0978 dan L tabel = 0,161 dan X Lo = 0,0974). Hasil penelitian menyimpulkan sebagai berikut:”Terdapat pengaruh yang positif antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar matematika siswa. Dengan persamaan regresi Y=a+bx=29,65 +0,605x. Koefisien korelasi (r )=0,974 signifikan pada 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk para pendidik khususnya guru matematika. This study aims to determine the effect Motivation of Students Primary School Angkasa 10 Jakarta Halim Perdana Kusuma Timur. Hypothesis be tested is there are positive influence between learning motivation and learning outcomes in mathematics. This research was conducted by survey method, with a target population of all students of class VI Angkasa Primary School Halim Perdanakusuma 10. Samples were taken randomly. The research instrument that would be used was the spread of the lift and the tests measured motivation. To learn math using attitude scale tests that are based on the content validation. With the reliability was calculated by Cronbach alpha formula. Achievement test using questions provided in accordance with the curriculum runs. By reliability was calculated using the test for normality and homogeneity tests were continued by t test (test the two parties) on significant at the 0.05 significance level. On the test of the experimental group obtained Y = 0.0978 and L tables = 0.161 and X Lo = 0.0974). The study concluded the following: "There is a positive influence between the students' motivation to learn math student outcomes. With the regression equation Y = a + bx = 29.65 + 0,605x. The correlation coefficient (r) = 0.974 significant at 0.05. The results of this study are expected to be useful for educators, especially teachers of mathematics.