cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Pembelajaran Kontekstual Maryati, Iyam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i1.339

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya untuk mengungkapkan pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMP, sebagai dampak dari penggunaan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran konvensional dalam pembelajaran matematika. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis instrumen yaitu, 1) tes pemecahan masalah matematik yang bertujuan untuk mengukur kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematik siswa setelah pembelajaran, dan 2) skala sikap yang berfungsi untuk mengungkapkan pendapat siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen.Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa 1) Kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematik pada kelompok siswa yang menggunakan pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang yang belajar dengan pembelajaran konvensional. 2) skala sikap siswa terhadap proses pembelajaran kontekstual menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan ketersetujuannya terhadap aktivitas pembelajaran yang berlangsung selama penelitian.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa dengan Metode Pembelajaran Personalized System of Instruction Priyambodo, Sudi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i1.340

Abstract

Penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran yang berbeda yakni metode pembelajaran personalized system of instruction (PSI) dan model pembelajaran konvensional. Tulisan ini memuat kajian tentang perbandingan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mendapatkan metode personalized system of instruction (PSI) dengan model pembelajaran konvensional. Dari hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mendapatkan metode pembelajaran personalized system of instruction lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Sikap siswa terhadap metode pembelajaran personalized system of instruction menunjukan sikap positif dan berinterpretasi baik.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Instruction terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Margana, Akhmad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i1.341

Abstract

Pembelajaran matematika akan bermakna apabila siswa dapat menghubungkan ide-ide matematika, menghubungkan matematika dengan disiplin ilmu lain, dan menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuannya. Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Instruction lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Sampel populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 16 Garut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Instruction lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional; (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Instruction berkategori tinggi; (3) sikap siswa terhadap model pembelajaran Problem Based Instruction secara umum menunjukan sikap yang positif. Learning mathematics is meaningful when students can connect mathematical ideas, connecting mathematics to other disciplines, and connecting mathematics with everyday life, so that students can develop the skills. This quasi-experimental study aimed to determine whether the mathematical problem-solving ability of students who get a Instruction problem based learning model better than students who received conventional learning models. The sample population in this study were 16 high school students Garut. These results indicate that: (1) mathematical problem-solving ability of students who get a Instruction problem-based learning model better than students who received conventional learning models; (2) an increase in mathematical problem-solving ability of students who have learning model of Problem Based Instruction high category; (3) students' attitudes toward learning model of Problem Based Instruction in general showed a positive attitude.
Pembelajaran Operasi Perkalian melalui Permainan Tepuk Bergambar pada Siswa Tunagrahita Ringan di YPAC Palembang Azka, Dea Alvionita; Hiltrimartin, Cecil; Indaryanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i1.342

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran operasi bilangan melalui permainan tepuk bergambar pada siswa tunagrahita ringan di YPAC Palembang. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII YPAC Palembang yang berjumlah 4 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah rekaman video dan observasi. Rekaman video dilakukan untuk mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran dan membandingkannya dengan lembar observasi. Selama proses pembelajaran operasi bilangan melalui permainan tepuk bergambar, guru membantu siswa tunagrahita ringan menterjemahkan peristiwa penjumlahan berulang sebagai operasi perkalian. Sehingga, pada akhir pembelajaran, siswa bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan. This qualitative descriptive research aims at describing the operation of number learning through picture clapping conducted to students with light mental retardation at Institute for physically and mentally handicapped children in Palembang. This study involves four students at the eighth grade as the subjects. Video recording and observation are undertaken to collect the data. The students' learning process will be recorded in video and later compared to the results of the observation. During the learning process using the selected strategy, teachers' role is as the facilitator to help the pupils translating the repeated adding question to be the multiplying operation. Thus, in the end of the class, students are able to do the exercises given.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dengan Menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry Nadhifah, Ghina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i1.343

Abstract

Penelitian ini berisi tentang analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Alasan dari kemampuan pemecahan masalah matematis yang diambil berawal dari tujuan pembelajaran yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006, didalamnya tercantum pentingnya variabel kemampuan pemecahan masalah matematis ini untuk dimiliki setiap siswa. Alasan penelitian ini lebih dikuatkan lagi dengan hasil kurang baik diperoleh perwakilan siswa Indonesia pada level tertentu di TIMSS dan PISA. Dari beberapa alasan ini, peneliti memutuskan untuk memilih kemampuan pemecahan masalah matematis sebagai variabel yang perlu ditingkatkan. Untuk variabel bebasnya, sebagai solusi yang peneliti tawarkan adalah model pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry. Kedua model pembelajaran ini dipercaya dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini terlihat dari penelitian relevan yang saling berkaitan erat antara model pembelajaran dan kemampuannya. Penelitian dianalisis dengan kuasi eksperimen dengan desain eksperimen (pre-test post-test control group design). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan pemberian tes uraian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMP di Garut dengan sampel yang diambil adalah dua kelas pada salah satu SMP Negeri di Tarogong Kidul Garut, yaitu kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran Problem Based Learning dengan Inquiry; (2)Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry tergolong tinggi; dan (3) Sikap siswa terhadap pelajaran matematika yang mendapatkan pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry berinterpretasi baik. This study is about the analysis of students' mathematical problem solving. Reasons of mathematical problem solving was taken begins with learning objectives stated in the Ministerial Regulation No. 22 of 2006, in which the importance of students to have mathematical problem solving listed. The reason of this research was strengthened further with bad results obtained by the representative of Indonesian students at a particular level in TIMSS and PISA. Consequently, researchers decided to choose mathematical problem-solving as a variable that needed to be improved. For the independent variables, as solutions that offer researchers are Problem Based Learning and Inquiry learning model. Both learning model was believed to increase the ability of students' mathematical problem solving. There were evident from the relevant research closely interrelated between learning models and abilities. The study analyzed with quasi-experiments with experimental design (pre-test post-test control group design). Data collection techniques used by giving test description. The populations in this study are all junior high school students in Garut with samples taken were two classes in one of the Junior High School in Tarogong South Garut, namely the experimental class 1 and class 2. The experimental results showed that: (1) There is no difference in mathematical problem solving among the students who get Problem Based Learning or Inquiry; (2) The increase in mathematical problem solving of students who get Problem Based Learning and Inquiry is high; and (3) The attitude of students toward Problem Based Learning and Inquiry interprets well.
Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik Berbantuan GeoGebra untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Nopiyani, Dian; Turmudi; Prabawanto, Sufyani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.356

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa kemampuan komunikasi matematis di Indonesia tergolong rendah. Model maupun pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran matematika di kelas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa SMP dengan pembelajaran matematika realistik berbantuan GeoGebra. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan di sebuah SMP Negeri di Lembang, Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen tes valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk pretes dan postes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik berbantuan GeoGebra lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik tanpa GeoGebra. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat respon yang positif dari siswa terhadap pembelajaran matematika realistik dengan GeoGebra. The research was taken because the fact shows that the mathematical communication skill in Indonesia is weak. Models and approaches which are used in learning process being one of the factors that supports the success of mathematical learning. The purpose of this study is to analyze the mathematical communication skill of students in Junior High School by using Realistic Mathematics Education with GeoGebra. This study used a quasi-experiment method. It was held in a Junior High School in Lembang, Bandung. The result of this study showed that mathematical communication of students who learned mathematics using Realistic Mathematics Education with GeoGebra are better than students who learned mathematics using Realistic Mathematics Education with no GeoGebra. The result also indicated that there are positive responses from students toward Realistic Mathematics Education with GeoGebra.
Penggunaan Software ATLAS.ti sebagai Alat Bantu Proses Analisis Data Kualitatif Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.357

Abstract

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan matematika, penelitian kualitatif masih kurang diminati. Hal ini menjadi salah satu dasar permasalahan yang ingin peneliti bahas yang bertujuan untuk menumbuhkan minat para peneliti dalam melakukan penelitian kualitatif dengan tujuan setelah para peneliti melihat penelitian ini, minat dari para peneliti muncul untuk melakukan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti memperkenalkan salah satu software analisis data kualitatif dengan nama ATLAS.ti. Software ini berguna dalam membantu proses analisis data jenis penelitian kualitatif grounded theory, dalam pengolahan datanya setiap data diberi coding sehingga memudahkan peneliti nantinya untuk memanggil kembali data tersebut sebagai bahan diskusi dalam penelitiannya. Melalui penelitian ini, peneliti memiliki harapan agar muncul prosedur proses analisis data kualitatif berbantuan ATLAS.ti, melalui contoh penerapan pada salah satu kasus di bidang pendidikan matematika. Hasil dari penelitian ini berupa prosedur versi peneliti berdasarkan kasus yang peneliti gunakan. According to some Indonesian research, especially in mathematics education, qualitative research is still less interested. It became one of basic problem that the researcher wants to discuss. Hoping after all researchers read this study, the interest of them appeared to do qualitative research. In this study, researcher introduced one of data analysis qualitative software, namely ATLAS.ti. This software was useful in helping with the process of data analysis qualitative research, especially grounded theory. Grounded theory, as ATLAS.ti, was given coding in any research data. It would be making easier for researchers to call back data later, or so on. Based on this helpful thing, researcher hoped through this research it would create a procedure data analysis qualitative research assisted by ATLAS.ti. This procedure appeared through an example of an application of one case in the field of mathematics education. The result of this research was a procedure based on the case of researcher used.
Profil Penalaran Kuantitatif Siswa SMP Ditinjau dari Gender Fu’adiah, Dzikra
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.371

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran kuantitatif siswa SMP ditinjau dari gender. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan tiga instrumen, yaitu tes kemampuan matematika untuk menentukan subjek penelitian dan tugas penalaran kuantitatif dan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data profil penalaran kuantitatif subjek penelitian. Profil penalaran kuantitatif ditinjau dari gender adalah sebagai berikut: (1) subjek perempuan dan subjek laki-laki memahami informasi kuantitatif dengan berbagai bentuk; (2) subjek laki-laki merumuskan persamaan dari hasil interpretasi informasi kuantitatif yang diberikan secara implisit; (3) dari hasil interpretasi, subjek perempuan menyebutkan terdapat dua kuantitas sedangkan subjek laki-laki menyebutkan terdapat tiga kuantitas yang terlibat dalam masalah soal dan keduanya menyebutkan beberapa hubungan kuantitas-kuantitas tersebut; (4) subjek perempuan menggunakan metode geometri dengan menerapkan suatu sifat, sedangkan laki-laki menggunakan metode aljabar dengan menyusun dan menyelesaikan suatu persamaan; (5) keduanya memperkirakan jawaban dan memeriksa kemasuk-akalannya dengan berbeda sesuai dengan metode yang digunakan; (6) keduanya mengkomunikasikan informasi kuantitatif secara lisan maupun tulisan; (7) kedua subjek mengenali keterbatasan metode yang digunakan dalam menyelesaikan soal. This research was a descriptive qualitative reseach. The research objectives were to describe profile of the quantitative reasoning of female and male junior high school students. To reach this objective, the reseacher employed three instruments, namely a mathematical ability test to determine participants and quantitative reasoning tasks and a interview guidance to collect data of profile of the quantitative reasoning of the students. Profile of the quantitative reasoning based on gender were: (1) the both of participants understand quantitative information given in various formats; (2) the male participant can formulate an equation as a product of interpreating quantitative information which given implicitly; (3) as a result of interpratation, the female participant said that there were two quantities, whereas the male participant said there were three quantities involved in a problem and both of them mentioned several relationships among the quantities; (4) the female employed the geometry method by applying the properties of parallel lines and a two-line intersection, whereas the male employed algebra method by formulating and solving an one-variable linear equation to solve a problem; (5) both of them estimated answers and checked its reasonableness in different ways appropriate to the method that each employed; (6) both of them communicated quantitative information in verbal and written ways; (7) both of participants recognised a limitation of each own method that they umployed to solve a problem.
Kaitan antara Gaya Belajar, Kemandirian Belajar, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Pelajaran Matematika Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.372

Abstract

Pada umumnya kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP masih rendah. Guru sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar, menjadi faktor utama yang menjadi penyebab masalah tersebut terjadi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah menciptakan suasana belajar yang cocok dengan jenis gaya belajar siswa (auditorial, visual, ataupun kinestetik), sehingga diharapkan tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tarogong Kidul kelas IX pada tahun ajaran 2015-2016 semester ganjil. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian eksplanatif komparatif-asosatif. Dari hasil penelitian terungkap bahwa: 1) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematik, antar siswa ditinjau dari jenis gaya belajarnya. 2) Tidak terdapat perbedaan tingkat kemandirian belajar matematika antar siswa ditinjau dari gaya belajarnya. 3) Kemandirian belajar siswa mempengaruhi tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap siswa, baik yang mempunyai gaya belajar auditorial, visual, ataupun kinestetik mempunyai tingkat kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematik yang sama. Selain itu, diketahui pula bahwa semakin tinggi tingkat kemandirian belajar siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. In general, independent learning and problem-solving ability mathematics junior high school students is still low. Teachers practice teaching and learning activities, the main factor that causes the problem from happening. One of the efforts that teachers can do is to create a learning environment that matches the kind of student learning styles (auditory, visual, or kinesthetic), so hopefully learning objectives can be achieved effectively. This research was conducted in Tarogong South Junior High School 2 class IX in odd semester of school year 2015-2016. The method used in the form of comparative research explanation associative. From the results of the study revealed that: 1) There is no difference in mathematical problem-solving skills, among students in terms of the type of learning style. 2) There is no difference in the level of independence of learning mathematics among students in terms of learning styles. 3) Independence of student learning affects the level of students' mathematical problem-solving ability. From the results of these studies indicate that each student, both of which have auditory learning style, visual, or kinesthetic have this level of independent learning and problem-solving skills the same mathematical. In addition, it is also known that the higher the level of independence of student learning, the higher the students' mathematical problem-solving ability.
Upaya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia Wahyuni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.373

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi dengan guru matematika di sekolah sehingga tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga memiliki dampak pada upaya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIIc MTs Diniyah Puteri Pekanbaru. Secara teoritis dipilihlah suatu proses pembelajaran yang sesuai dengan masalah di kelas tersebut adalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) sebagai penerapannya. Pada penelitian ini didesain dengan menerapkan pendekatan PMRI berdasarkan karakteristik PMRI. Penelitian ini terdiri dari dua siklus untuk memperbaiki proses pembelajaran dan melihat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan lembar pengamatan pada siklus 1 dan siklus 2 maka terjadi perbaikan proses pembelajaran yang terlihat dari kegiatan aktifan siswa dalam belajar, bekerja sama, rasa ingin tahu , diskusi dan memberikan respon pada presentasi kelompok. Selanjutnya jika ditinjau tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa maka diperoleh rata-rata 63.15 dengan ketuntasan sebanyak 11 siswa sedangkan pada siklus II memperoleh rata-rata 70,70 dengan ketuntasan sebanyak 15 siswa. Secara klasikal terjadi peningkatan ketuntasan sebanyak 4 orang dari siklus 1 ke siklus 2 maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan PMRI dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIIc MTs Diniyah Puteri Pekanbaru. This research is classroom action research in collaboration with schools' mathematics teachers so that the purpose of research is to improve the learning process so as to have an impact on improving the students' mathematical problem-solving ability VIIc grade MTs Diniyah Puteri Pekanbaru. Theoretically chosen a learning process that is appropriate to the problem in the class is Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) as its application. In this study was designed to implement an approach based on the characteristics PMRI. The study consisted of two cycles to improve the learning process and see the students' mathematical problem-solving ability. Based on the analysis of data using observation sheet in cycle 1 and cycle 2, the improvements were visible learning process of the students in learning activities, working together, curiosity, discussion and responses to the group presentation. Furthermore, if the review test students' mathematical problem-solving ability, then gained an average of 63.15 with a mastery of as many as 11 students while in the second cycle obtain an average of 70.70 with a mastery of as many as 15 students. Traditionally an increase of completeness of 4 people from cycle 1 to cycle 2 it could be concluded that PMRI approach could improve the learning process and improve students' mathematical problem-solving ability class VIIc MTs Diniyah Puteri Pekanbaru.

Page 49 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue