Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
1,006 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa
Riswanto, Ari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2016): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.419
Dalam dunia pendidikan keberhasilan yang maksimal dapat dilakukan dengan membuat berbagai prediksi dan perbaikan terhadap berbagai kekurangan yang ditemui, hal ini akan berimplikasi pada hasil belajar yang didapat oleh peserta didik. penilaian hasil belajar akan menjadi hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran, sehingga merupakan satu hal yang wajib dilakukan dan menjadi tolok ukur proses pendidikan, hal ini akan tercermin salah satunya adalah dari motivasi belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Penelitian ini berfokus pada sejauhmana model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualiazation) berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan metode eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan menggunakan 32 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dan 32 mahasiswa lain sebagai kelompok kontrol. Analisis yang dilakukan mulai dari analisis uji validitas, reliabilitas, taraf keusukaran, uji beda dan analisis uji hipotesis. Sedangkan kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan metode pembelajaran tipe TAI, dengan tingkat motivasi belajar mahasiswa yang lebih baik pada materi matematika ekonomi. Adapun saran yang dapat di berikan pada peneliti selanjutnya adalah jika akan menggunakan Model Cooperative Learning metode TAI (Team Assisted Individualiazation) dalam melakukan penelitiannya harus memperhatikan aspek lain seperti aspek psikomotor sehingga hasil penelitian lebih baik dan sempurna.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Sikap Siswa terhadap Model Pembelajaran Kooperatif Tipe AIR dan Probing-Prompting
Nur Azizah, Gina;
Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2016): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.420
Matematika masih dianggap sulit bagi kebanyakan siswa. Hal itu menyebabkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perbedaan pencapaian dan kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis serta sikap siswa antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan tipe Probing-Prompting. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan berbentuk soal uraian, angket, dan lembar observasi. Materi yang digunakan adalah Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV). Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII di SMPN 2 Garut tahun ajaran 2015/2016 dengan sampel kelas yang dipilih yaitu kelas VIII-D dan kelas VIII-E dengan jumlah masing-masing 36 siswa. Dari hasil penelitian, diperoleh kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa menghasilkan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis yang sama, namun peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelas AIR mendapatkan peningkatan yang sedang, sedangkan pada kelas Probing-Prompting mendapatkan peningkatan yang tinggi. Adapun sikap siswa terhadap kedua model pembelajaran menghasilkan respon yang sama yaitu tergolong baik.
Masalah Pembelajaran Pembuktian Matematika bagi Mahasiswa di Indonesia
Siregar, Indra
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2016): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.421
Pembuktian matematika penting bagi mahasiswa matematika di perguruan tinggi, tetapi banyak mahasiswa matematika di perguruan tinggi Indonesia tidak bisa belajar pembuktian matematika dengan baik. Mereka merasa pembuktian matematika sangat sulit. Penelitian ini difokuskan pada mencari jawaban dari pertanyaan "mengapa mahasiswa matematika Indonesia tidak bisa belajar pembuktian matematika dengan baik?" dan "apa solusinya?". Upaya untuk menjawab pertanyaan ini sudah dilaporkan pada artikel Indra Siregar pada tahun 2015 dengan judul "Pembelajaran pembuktian matematik untuk pemula", tetapi peneliti menemukan beberapa informasi baru berdasarkan data dalam artikel itu. Peneliti menemukan bahwa mahasiswa matematika Indonesia tidak bisa belajar bukti matematis juga tidak hanya disebabkan oleh kemampuan logika matematika yang buruk dan kurangnya buku sumber untuk pemula, tetapi juga kurangnya pengalaman dalam menangani masalah matematika non rutin. Kita memiliki dua jenis solusi untuk memecahkan masalah ini, yaitu solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang.
Pembelajaran dengan Strategi Search-Solve-Create-Share untuk Melatih Keterampilan Dasar Mengajar Matematika
Veni Rahayu, Diar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2016): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.422
Memiliki keterampilan dasar mengajar yang baik dalam mengajarkan konsep matematika masih menjadi kendala bagi beberapa mahasiswa calon guru matematika, padahal keterampilan tersebut merupakan dasar bagi mereka untuk menjadi calon guru yang profesional.Oleh karena itu diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat memfasilitasi para mahasiswa calon guru dalam mengembangkan dan menguasai keterampilan dasar mengajar matematika.Pembelajaran dengan strategi search-solve-create-share mampu mengoptimalkan keterampilan dasar mengajar matematika para mahasiswa calon guru. Tahap-tahap pada pembelajaran dengan strategi ini mampu memfasilitasi dan mengembangkan komponen-komponen keterampilan dasar mengajar matematika pada para mahasiswa calon guru.
Penerapan Model Active Knowledge Sharing dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VII di SMPN 18 Palembang
Fitri Puspa Sari, Eka
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2016): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.423
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Active Knowledge Sharing. Subjek penelitian adalah siswa-siswi SMP N 18 Palembang kelas VII1 yang berjumlah 40 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Active Knowledge Sharing. Berdasarkan analisis data observasi diperoleh nilai rata-rata 13,0 dikategorikan tinggi dalam rentang 4-16. Selanjutnya pengumpulan data menggunakan LKS, PR dan tes akhir dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Active Knowledge Sharing. Dari hasil belajar yang telah dianalisis diperoleh rata-rata hasil belajar siswa 75,4.
Implementasi Pendidikan Matematika Realistik (PMR) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik dan Kemandirian Belajar Peserta Didik
Muhtadi, Dedi;
Sukirwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.424
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik (KBKM) dan kemandirian belajar peserta didik melalui implementasi Pendekatan Matematika Realistik (PMR). Populasi penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri di Kota Tasikmalaya. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII yang mewakili satu sekolah level tinggi dan satu sekolah level sedang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Instrumen yang digunakan yaitu tes KBKM, skala kemandirian belajar peserta didik, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Dari hasil penelitian disimpulkan: 1) Pencapaian dan peningkatan KBKM kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK; dan 2) Pencapaian dan peningkatan kemandirian belajar kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK.
Hypothetical Learning Trajectory pada Pembelajaran Bilangan Negatif Berdasarkan Teori Situasi Didaktis di Sekolah Menengah
Fahriza Fuadiah , Nyiayu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.425
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain Hypothetical Learning Trajectory (HLT) pada pembelajaran bilangan negatif sebagai hasil dari tahap pertama Didactical Design Research yaitu Analisis Prospektif. HLT ini merupakan tindak lanjut dari hasil identifikasi Learning Obstacle yang yang dilakukan peneliti dalam pembelajaran bilangan negatif yang terintegrasi dalam materi Bilangan Bulat di kelas 7 sekolah menengah pertama. Observasi mendalam terhadap proses belajar mengajar di kelas yang diamati peneliti memperlihatkan kesulitan guru dalam menanamkan konsep bilangan negatif dan operasi bilangan yang melibatkan bilangan negatif serta beberapa kesalahan konstruksi konsep yang dialami oleh siswa. Istilah HLT merujuk pada rencana pembelajaran berdasarkan antisipasi belajar siswa yang mungkin dicapai dalam proses pembelajaran yang didasari pada tujuan pembelajaran matematika yang diharapkan pada siswa, pengetahuan, dan perkiraan tingkat pemahaman siswa, serta pilihan aktivitas matematika secara berurut. HLT ini disusun berdasarkan analisis terhadap Learning Obstacle, tahap berpikir siswa, dan analisis terhadap kurikulum dengan tetap berpijak pada konsep materi yang harus dipahami siswa.
Pengaruh Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Mahasiswa melalui Metode Pembelajaran Learning Starts with a Question
Fitri Puspa Sari, Eka
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.426
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Learning Starts with a Question. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 5 pendidikan matematika Universitas PGRI Palembang tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 40 orang. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen (Posttes-only control design). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes. Hasil penelitian yang didapat bahwa ada pengaruh metode pembelajaran Learning Starts with a Question terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa melalui Collaborative Analysis of Sample Student Responses
Ulil Albab, Irkham;
Ardi Saputro, Bagus;
Nursyahidah, Farida
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.427
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan Collaborative Analysis of Sample Student Responses. Subjek Penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah matematika SLTP di Universitas PGRI Semarang. Objek penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah mahasiswa ketika belajar menggunakan Collaborative Analysis of Sample Student Responses. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data penelitian diperoleh dengan cara test kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara, observasi dan video – typing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa meningkat ketika menggunakan pembelajaran Collaborative Analysis of Sample Student Responses.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Komik terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Palembang
Florayu, Bubin;
Isnaini, Muhammad;
Testiana, Gusmelia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.428
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran komik untuk meningkatkan matematika siswa hasil belajar pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palembang. Penelitian ini menggunakan desain exprimental benar dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palembang di 2014/2015 tahun akademik yang terdiri dari dua belas layani dengan 480 siswa. Dari dua belas kelas populasi diambil dua kelas, itu VII.5 yang yang terdiri dari 40 siswa sebagai kelompok kontrol dan VII.4 yang yang terdiri dari 40 siswa sebagai kelompok eksperimen. Penelitian ini dilakukan dalam pertemuan ketujuh. Pada pertemuan pertama, pretest penelitian ini dilakukan di kelompok eksperimen dan kontrol whith tujuannya adalah untuk mengetahui dasar kemampuan siswa sebelum diberikan pengobatan. kedua sampai pertemuan keenam, kedua kelas diberi perlakuan pada kelompok eksperimen dengan media pembelajaran komik dan kelompok kontrol dengan model konvensional dengan kesetaraan materi dan pertidaksamaan linear satu variabel. Sebagai bahan subjek dalam pertemuan ketujuh, kedua kelas diberi posttest untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah pengobatan yang diberikan. Data penelitian ini diambil oleh tes. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa siswa hasil belajar matematika setelah belajar t_test Media appliec komik showec belajar = 1.14> tabel = 1,667 sehingga hipotesis nol (H0) diterima, berarti ada perbaikan siswa belajar hasil komik setelah media pembelajaran tidak Kenaikan untuk siswa kelas VII SMP N 10 Palembang.