cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Profil Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP dengan Graded Response Models Alexandra, Gita; Ratu, Novisita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.480

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan elemen penting yang harus dimiliki siswa di sekolah. Namun kenyataannya kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa saat ini berada pada kategori rendah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melatih berpikir kritis adalah dengan membiasakan siswa berlatih soal untuk mengembangkan pemikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dengan Graded Response Models (GRM). Kriteria berpikir kritis yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah FRISCO (focus, reason, inference, situation, clarity dan overview). Subjek penelitian adalah 3 orang siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga. Ketiga subjek diambil berdasarkan tiga kategori, yaitu siswa dengan kategori kemampuan tinggi yaitu subjek A, berkemampuan sedang yaitu subjek B dan berkemampuan rendah yaitu subjek C. Hasil estimasi parameter kemampuan berpikir kritis matematis siswa menunjukan bahwa subjek A memenuhi kriteria (focus, reason, clarity dan overview). Subjek B memenuhi kriteria (reason dan clarity). Subjek C memenuhi kriteria (situation). Berdasarkan perhitungan estimasi parameter butir soal dengan GRM, ketiga subjek memiliki kemampuan berpikir kritis rata-rata dengan nilai kemampuan antara 1,00 sampai -1,00.
Analisis Kemampuan Literasi Matematik Mahasiswa Calon Guru Matematika Prabawati, Mega Nur
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.481

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan kemampuan literasi matematika mahasiswa calon guru matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Negeri berdasarkan kemampuan matematika. Untuk mengetahui kemampuan literasi matematik mahasiswa berdasarkan kemampuan matematika terlebih dahulu dilakukan pengelompokan kemampuan matematik mahasiswa yaitu tingkat kemampuan matematika rendah, sedang dan tinggi. Masing-masing pada tingkatan tersebut dipilih 1 orang untuk dijadikan sebagai subjek penelitian, sehingga terpilih 3 mahasiswa yang dijadikan sebagai subjek penelitian., yaitu M1 (mahasiswa berkemampuan tinggi), M2 (mahasiswa berkemampuan sedang), M3 (mahasiswa berkemampuan rendah). Semua subjek penelitian diberikan soal tes kemampuan literasi matematik kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk mengetahui sudah sampai level berapa dan pada indikator mana kemampuan literasi matematik yang telah mereka capai. Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan M1 berada pada level 4 kemampuan literasi matematik, M2 berada pada level 3 kemampuan literasi matematik, dan M3 berada pada level 2 kemampuan literasi matematik.
Kemampuan Mengajukan Masalah Direlasikan dengan Kemampuan Berpikir Logis Matematik Puspitasari, Nitta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.482

Abstract

Kajian ini memaparkan tentang kemampuan mengajukan masalah matematis direlasikan dengan kemampuan berpikir logis matematis. Kemampuan mengajukan masalah serta berpikir matematis merupakan kemampuan esensial yang dimiliki dan dikembangkan oleh siswa untuk bisa menghadapi kemajuan IPTEK yang semakin pesat. Karena kedua kemampuan tersebut menjadi hal yang penting, maka diperlukan panduan pengembangan kemampuan tersebut jika dikaitkan satu dengan yang lainnya. Pada kajian ini juga menyajikan bagaimana rubrik penilaian mengajukan masalah direlasikan dengan kemampuan berpikir logis. Hal ini diharapkan dapat menjadi stimulus untuk mengembangkan kemampuan mengajukan masalah matematis secara optimal.
Pengaruh Sikap Ilmiah Siswa Terhadap Hasil Belajar Materi Bangun Ruang Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Minasatene Razak, Firdha; Kamaruddin, Rahmat
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.483

Abstract

Matematika adalah pelajaran yang kurang diminati oleh siswa, dalam belajar lebih banyak siswa pasif, sehingga sikap ilmiah siswa kurang berkembang, sehingga hasil belajar siswa cenderung menurun. Sehingga guru matematika selalu berusaha mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan sikap ilmiah siswa, yang berdampak pada hasil belajar siswa. Pernyataan tersebut menarik peneliti untuk mengambil isu studi kelas VIII SMP Negeri 3 Minasatene. Populasi yang diambil adalah kelas VIII SMP Negeri 3 Minasatene, dengan sampel penelitian kelas VIIIA sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data sikap ilmiah dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi sedangkan hasil belajar dengan menggunakan uji. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Signifikansi koefisien regresi dan model regresi kelinearan didapatkan pengaruh sikap ilmiah (X) terhadap hasil belajar (Y), menurut persamaan regresi Y = 0,0109 + 0.138X. Untuk menguji koefisien signifikansi regresi yang diperoleh t hitung 5.197 diatas tabel 2.02 maka Ho ditolak yang berarti koefisien regresi signifikan. Uji kelinearan diperoleh Fhitung 26,801 di atas Ftabel 4,08, dan signifikan 0,00 <0,05, maka Ho ditolak yang berarti pada hubungan linier dari sikap ilmiah dan hasil belajar. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh sikap ilmiah terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Minasatene.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan dan Hasil Belajar Matematika melalui Problem Based-Learning Julita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pengaruh pembelajaran menggunakan metode problem based-learning terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika peserta didik tentang sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang difokuskan pada proses pembelajaran dan untuk melakukan perbaikan berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif. Objek penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA-1 SMAN 10 Kota Bogor. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tertulis, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi keaktivan peserta didik dan aktifitas guru saat proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar peserta didik yang mencapai 94% dan terdapat peningkatan keaktivan peserta didik dan guru dalam proses problem based-learning.
Percentage bar: A Model for Helping Fifth Grade Students Understand Percentages Sarumaha, Yenny Anggreini; Putri, Ratu Ilma Indra; Hartono, Yusuf
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2018): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teori instruksional lokal untuk mendukung pengembangan pemahaman dasar siswa tentang persentase. Design research dipilih sebagai sarana yang tepat untuk mencapai tujuan. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Pusri Palembang, Kelas 5 yang totalnya melibatkan 42 orang siswa dan satu guru kelas. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang diadaptasi dari Realistic Mathematics Education (RME) sengaja dipilih sebagai pendekatan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini mengungkapkan bahwa percentage bar yang disajikan sebagai model dalam pembelajaran membantu siswa untuk memahami persentase. Siswa menggunakannya sebagai alat untuk penalaran dan juga sebagai alat untuk menghitung. Bar ini juga membantu mereka menyampaikan pemikiran mereka kepada orang lain. Bagi beberapa orang siswa, yang biasanya menggunakan cara formal untuk menyelesaikan masalah persentase, percentage bar menjadi cara lain untuk membuktikan solusi masalah persentase. This present study aims to develop a local instructional theory to support student's development of a basic understanding of percentages. Design research was chosen as an appropriate means to achieve the goal. The study was conducted in Pusri Primary School Palembang, Grade 5 involving 42 students and one classroom teacher. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adapted from Realistic Mathematics Education (RME) was deliberately chosen as an approach to the teaching and learning process. This study revealed that a percentage bar serving as a learning model helped students understand percentages. Students used it as a tool for reasoning and also as a tool for calculating. It also helped them to represent the percentages stated and to communicate their thoughts to others. Some students who usually utilized the formal way to solve percentage problems found the bar as another way to prove the result.
Student’s Metacognition: Do Intrapersonal Intelligent Make Any Difference? Rokhima, Nur; Fitriyani, Harina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2018): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.498

Abstract

Metakognisi adalah kesadaran seseorang tentang proses berpikirnya untuk merencanakan, mengamati, dan mengevaluasi. Selain itu, kecerdasan siswa memiliki peran penting untuk menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses metakognitif siswa dalam rangka menyelesaikan masalah matematika yang ditinjau dari kecerdasan intrapersonal mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek ini terdiri dari tiga jenis siswa yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi, rata-rata, dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, tes pemecahan masalah matematika (TPMM) dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika melakukan perencanaan, pengamatan, dan evaluasi kegiatan di setiap tahap polya. Subyek intelijen interpersonal rata-rata berada di tahap memahami masalah, mengatur dan menerapkan rencana pemecahan masalah. Mereka telah melakukan semua kegiatan metakognitif, tetapi tidak melakukan perencanaan, mengamati, dan mengevaluasi kegiatan di tahap crosschecking. Subjek kecerdasan intrapersonal rendah berada di tahap memahami masalah, perencanaan, pengamatan, dan evaluasi. Namun, dalam mengatur penyelesaian masalah, mereka hanya melakukan perencanaan dan pengamatan tanpa mengevaluasi. Dalam tahap menerapkan rencana pemecahan masalah, mereka hanya melakukan perencanaan tanpa mengamati dan mengevaluasi. Metacognition is the awareness of someone about his thinking process to plan, observe, and evaluate. Besides, the student’s intelligence has an important role in accomplishing the problem. The objective of this research is to know the students’ metacognitive process to accomplish mathematic problems reviewed from their intrapersonal intelligence. This research used a descriptive qualitative approach. The subject consists of three kinds of students who have high, average, and low intrapersonal intelligence. The instruments are a questionnaire, mathematics problem-solving test (TPMM), and interview. The result showed that the subject who has high intrapersonal intelligence in accomplishing the mathematics problem did planning, observing, and evaluating activities in every Polya stage. The average interpersonal intelligence subject was in the stage of understanding the problem and arranging and implementing the problem-solving plan. They had done all metacognitive activities but did not do planning, observing, and evaluating activities in the crosschecking stage. The low intrapersonal intelligence subject was in the stage of understanding the problem, planning, observing, and evaluating. However, in arranging the problem-solving, they only did the planning and observing without evaluating. In the stage of implementing the problem-solving plan, they only did the planning without observing and evaluating.
Pembelajaran Take and Give dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Luritawaty, Irena Puji
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2018): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.499

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu permasalahan masih rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis pada mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas pembelajaran take and give dalam upaya mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis pada mahasiswa. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat III pada salah satu perguruan tinggi swasta di kabupaten Garut, dengan sampel yaitu mahasiswa tingkat IIIA dan IIIB masing-masing sebanyak 22 orang. Instrumen dalam penelitian ini yaitu berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis dalam bentuk pretest dan posttest. Analisis data yang dilakukan terhadap hasil pretest dan posttest yaitu diawali dengan uji normalitas, kemudian uji homogenitas dan uji-t. Hasil penelitian ini secara garis besar menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran take and give dan yang memperoleh pembelajaran ceramah biasa, dimana mahasiswa yang memperoleh pembelajaran take and give memperoleh hasil akhir kemampuan pemahaman konsep matematis yang lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran ceramah biasa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran take and give dapat secara efektif mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis. The background of this research is based on the low level of student’s ability to understand mathematical concepts. The purpose of this study is to determine the effectiveness of learning and to develop the ability to understand mathematical concepts in students. The population in this study are third-grade students at one private college in Garut district, with a sample of students IIIA and IIIB. Instruments in this research test the ability to comprehend mathematical concepts in the form of pretest and posttest. Analysis of data conducted on the pretest and post-test results is started with the normality test, then the homogeneity test and t-test. The results of this study broadly indicate that there is a difference in the ability to understand mathematical concepts between students who receive learning take and give and who get the ordinary lecture learning, where students who get learning take and give gain the end of the ability to understand the concept of mathematical better than those who obtained ordinary lecture lessons. This suggests that take-and-give learning can effectively develop the ability to understand mathematical concepts.
Hubungan antara Self-Confidence terhadap Matematika dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Materi Lingkaran Dewi, Senja Noviani; Minarti, Eva Dwi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2018): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.500

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara self-confidence siswa dan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi lingkaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri di Kota Bandung. Sedangkan sampel penelitiannya sebanyak 35 orang yang ditetapkan secara purposif pada salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Instrumen dalam penelitian ini berupa instrumen tes dan nontes, adapun instrumen tes sebanyak 6 soal untuk menganalisa kemampuan pemecahan masalah matematik siswa sedangkan instrumen nontes sebanyak 25 skala pernyataan yang digunakan untuk menganalisa self confidence siswa dalam pembelajaran matematik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah secara signifikan Self-confidence siswa pada pembelajaran matematika berpengaruh secara positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. In general, the purpose of this research is to find out whether there is a relationship between students’ self-confidence and students’ mathematic problem-solving skills. The method of this research is a survey method with a correlation technique. The population of this research is students of a state junior high school in Bandung. While the sample of this research is 35 students which is decided by purposif sampling in a state junior high school in Bandung. The instruments in this research are test and non-test instruments, in which test instrument consists of six questions to analyze students’ mathematic problem-solving skills, while the non-test instrument consists of twenty-five scale statements which are used to analyze students’ self-confidence in mathematic learning. The conclusion of the result of this research is significantly, confidence in mathematic learning influences students’ mathematic problem-solving.
Analisis Kesalahan Konsep Pecahan pada Siswa Kelas VII A SMP Negeri 13 Satu Atap Tanjungpinang Yulianingsih, Alifah; Febrian; Dwinata, Alona
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2018): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.501

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep pecahan pada siswa dengan menganalisis lebih dalam kesalahan yang siswa lakukan saat mengerjakan beberapa soal yang diberikan, sehingga studi ini mengambil desain studi kasus, dengan mengambil subjek studi siswa kelas VII A SMP Negeri 13 Satu Atap Tanjungpinang yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara, tes yang digunakan merupakan tes jawaban singkat dan tes uraian yang berjumlah 14 soal dengan indikator soal yang berbeda-beda, untuk membantu peneliti mengetahui lebih dalam cara berfikir siswa saat mengerjakan tes maka digunakan instrumen wawancara terstruktur terbuka dengan bantuan alat perekam suara (audio recorder). Hasil analisis yang dilakukan ditemukan bahwa siswa melakukan kesalahan konsep dihampir semua soal dengan persentasi kesalahan di soal 1 sebesar 62%, soal 3 sebesar 80%, soal 4 sebesar 25%, soal 5 sebesar 50%, soal 6a dan 6c sebesar 83%, soal 6b, 6d, 6e sebesar 100%, dan soal cerita di soal 8 dan 9 sebesar 86% dan 7%. This study aims to find out the fraction of the concept of fractions in students by analyzing more in the mistakes that students make while working on some given questions, so this study takes the case study design, by taking the subject of the study of class VII A SMP Negeri 13 Satu Atap Tanjungpinang which amounted to 30 people. The instruments used were tests and interviews, the tests used were a short answer test and a 14-description test with different problem indicators, to help researchers know more about the way students think when doing the test and then used an open structured interview instrument with the help audio recorder. The result of the analysis found that the students made the mistake of the concept in almost all the problems with a percentage of error in problem 1 at 62%, problem 3 at 80%, problem 4 at 25%, about 5 by 50%, about 6a and 6c by 83% 6b, 6d, 6e by 100%, and the story in problem 8 and 9 is 86% and 7%.

Page 58 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue