Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
1,006 Documents
Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Lingkaran
Warmi, Attin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2019): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.563
Banyak siswa yang kesulitan dalam memahami konsep matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada pokok bahasan Lingkaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan penelitian kasus. Materi tentang Lingkaran merupakan materi yang terdapat di SMP kelas VIII pada semester genap dan materi ini merupakan salah satu materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari hari. Kelas VIII F SMPN 3 Karawang Barat dipilih sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes tertulis kemampuan pemahaman konsep. Soal berbentuk uraian yang sebelum digunakan sudah di uji validasi. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata nilai kemampuan pemahaman konsep matematis siswa adalah 10,06 termasuk dalam kriteria sedang. Hasil analisis konsep per indikator, diketahui siswa sangat kurang pada indikator menerapkan hubungan antar konsep dan prosedur, kemudian dalam menerapkan konsep secara algoritma. Masih terdapat banyak siswa yang memiliki pemahaman konsep yang kurang.
Pengembangan Bahan Ajar dengan Pendekatan Induktif untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP
Puspandari, Indri;
Praja, Ena S;
Muhtarulloh, Fahrudin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2019): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.564
Kemampuan representasi matematis berkontribusi terhadap prestasi belajar matematika. Di lapangan kemampuan representasi matematis masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul dengan pendekatan induktif pada materi persamaan linear satu variabel untuk siswa kelas VII SMP/MTs, mengetahui learning obstacle (hambatan belajar) pada materi persamaan linear satu variabel, mengetahui kevalidan dari modul dan pedoman pembelajaran guru, serta apakah terdapat peningkatan sesudah menggunakan modul ini. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), tetapi dibatasi hanya sampai tahap ADD dan diujicobakan secara terbatas pada kelas VII SMP Negeri 1 Tengahtani. Instrumennya adalah soal tes kemampuan representasi matematis, lembar pedoman wawancara, lembar validasi modul dan lembar validasi pedoman pembelajaran guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat learning obstacle saat dilakukan uji coba soal. Kemampuan representasi matematis siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 0,37 yang berarti nilai tersebut memiliki interpretasi sedang.
Kemampuan Berpikir Relasional Abstrak Calon Guru Matematika dalam Menyelesaikan Soal-Soal Non-Rutin pada Topik Geometri Non-Euclid
Sundawan, Mohammad D;
Irmawan, Wawan;
Sulaiman, Herri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2019): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.565
Bagi calon guru matematika, kemampuan berpikir relasional abstrak sangat mutlak diperlukan untuk menunjang kompetensinya sebagai calon guru yang profesional di masa mendatang, sehingga untuk mengetahuinya dapat dilakukan uji dengan memberikan soal-soal non-rutin geometri non Euclid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeteksi kemampuan berpikir relasional abstrak calon guru matematika dalam menyelesaikan soal-soal non-rutin. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini. Subjeknya ialah tiga orang mahasiswa tingkat akhir di Keguruan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) yang dipilih berdasarkan hasil dari nilai kemampuan akademik tinggi. Teknik untuk menganalisis suatu data dilakukan dengan cara mereduksi data terlebih dahulu, kemudian data disajikan, selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan, dan tahap akhir yaitu dapat diverifikasi hasil penelitian tersebut. Penelitian ini dapat mengetahui bahwa subjek telah memenuhi kemampuan berpikir relasional abstrak dengan fungsi kognitifnya. Sehingga secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir relasional abstrak bagi calon guru matematika program studi pendidikan matematika Universitas Swadaya Gunung Jati sudah beberapa yang memiliki dan terdeteksi sesuai dengan fungsi kognitif yang ada.
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa
Putri, Rini Sri;
Suryani, Mulia;
Jufri, Lucky Heriyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2019): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.566
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 3 Palembayan berdasarkan tingkat Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa. Dimana siswa dibagi menjadi 3 kategori yaitu KAM Tinggi, KAM Sedang dan KAM rendah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen, dengan rancangan penelitian one shot case study. Subjek pada penelitian ini siswa kelas VII.3 yang dipilih secara secara acak. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes akhir. Tes yang digunakan adalah berbentuk essay. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deksriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data secara keseluruhan, model PBL dapat membuat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa lebih baik. Terlebih lagi untuk siswa yang termasuk ke dalam kategori KAM tinggi. Ini terlihat dari ukuran pemusatan dimana rata-rata untuk siswa pada kategori sedang 52,86 dengan simpangan baku 11,31 sehingga disimpulkan bahwa model ini dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Giving Question Getting Answer dan Think Pair Share terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VII
Octaviyunas, Asurya;
Ekayanti, Arta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2019): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.567
Penelitian ini didasari atas permasalahan pentingnya kemampuan penalaran matematis dan pencapaiannya yang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran Giving Question Getting Answer dan Think Pair Share terhadap kemampuan penalaran matematika siswa, dan efektifitasnya dalam meningkatkan kemampuan tersebut. Populasi Penelitian eksperimen semu ini mencakup seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Balong. Kelas VIIA diberi pembelajaran dengan model TPS sedangkan kelas VIIB dengan model GQGA. Instrumen pengumpulan data berbentuk tes, meliputi soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran GQGA berpengaruh terhadap kemampuan penalaran siswa kelas VIIB dengan peningkatan yang terjadi dari nilai pretest ke posttest. Begitu juga dengan model pembelajaran TPS berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematika siswa kelas VIIA dengan peningkatan nilai pretest ke posttest. Model pembelajaran GQGA tidak lebih efektif daripada model pembelajaran TPS dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa.
Skema Kognitif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Peluang Ditinjau dari Pendekatan Polya
Fitriana, Ika Nur;
Mampouw, Helti Lygia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.572
Skema kognitif adalah teori yang digunakan untuk mengetahui perubahan atau perkembangan pengetahuan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skema kognitif siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita peluang menggunakan pendekatan Polya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di kelas IX MTs N Ngablak Magelang. Subjek berjumlah 3 siswa masing-masing 1 subjek berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang dibantu oleh soal tes berisi soal cerita tentang peluang dan pedoman wawancara. Skema kognitif siswa diperoleh dari hasil penyelesaian soal cerita peluang yang dipandu tahapan Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika membaca soal cerita, ketiga subjek mengalami disekuilibrium. Subjek yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang mengalami proses asimilasi sebelum ekuilibrium dalam memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, mengeksekusi strategi penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban. Subjek berkemampuan matematika rendah mengalami proses asimilasi dan akomodasi sebelum ekuilibrium dalam memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian dan mengeksekusi strategi, tanpa memeriksa kembali jawaban. A cognitive scheme is a theory used to determine changes or developments in a person’s knowledge. The purpose of this research is to describe the cognitive scheme of students with higher, medium, and lower mathematical abilities in solving probability problems using the Polya approach. This is a descriptive qualitative research delete conducted in the 9th grade of MTs N Ngablak Magelang. Subjects in this research were 3 students who had a high, medium and low mathematical ability. The research instrument is the researchers who helped by probability question tests and interview guidelines. Students' cognitive schemes are obtained from the results of the solving probability question test guided by the Polya stage. The results showed that three subjects experienced a disequilibrium condition when reading the word problems. Subjects with high and medium mathematical abilities were experiencing an assimilation process before equilibrium in understanding problems, planning strategy, execute the strategy and checking answers. Subjects with low mathematical abilities experience assimilation and accommodation before equilibrium in understanding problems, planning resolution strategies and executing strategies, without checking the answers.
Analisis Kesalahan Siswa SMK Dalam Menyelesaikan Soal Kecakapan Matematis Pada Materi Bangun Ruang
Hutajulu, Masta;
Senjayawati, Eka;
Minarti, Eva Dwi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.573
Latar belakang penelitian ini adalah siswa SMK membutuhkan suatu keahlian, kemampuan atau kecakapan untuk mengaplikasikan setiap kompetensi termasuk kecakapan matematis dalam dunia kerja. Kecakapan matematis dinilai sangat penting dan dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas dirinya. Tujuan penelitian ini untuk melihat hasil analisis kesalahan siswa SMK dalam menyelesaikan soal kecakapan matematis pada materi bangun ruang. Subyek yang digunakan adalah 5 orang siswa kelas XII di SMK TI Pembangunan Cimahi. Bentuk pengambilan data yaitu pemberian soal tes dengan indikator berbeda pada setiap butir soal. Penelitian ini merupakan sebuah studi pendahuluan. Dari rekapitulasi perhitungan yang telah dilakukan, didapat bahwa persentase kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa yakni 80 % pada indikator adaptive reasoning (penalaran adaptif), dimana siswa masih melakukan kesalahan dilihat dari aspek konseptual sebesar 30%, aspek prosedural juga 30% serta aspek teknik 20%. Sedangkan persentase kesalahan yang paling sedikit dilakukan siswa yakni 20 % pada indikator procedural fluency (kelancaran prosedural), dimana siswa tidak melakukan kesalahan dilihat dari aspek konseptual, tetapi pada aspek prosedural melakukan kesalahan 10% serta aspek teknik juga 10%. The purpose of this study was analyzing the answers of Vocational students on a mathematical proficiency test in three-dimensional geometry. The subjects of this study were 12th-grade students in SMK TI Pembangunan Cimahi. The data obtained from giving a test with indicators of students' mathematical proficiency that is different in each item question. This is a preliminary study. Based on the recapitulation of the results in the analysis and calculations that have been made, it was found that the most percentage of errors made by students is 80% on adaptive reasoning indicators, where students still make mistakes seen from conceptual aspects by 30%, procedural aspects also 30% and technical aspects 20%. While the least percentage of errors is 20% on procedural fluency indicators, where students do not make mistakes on conceptual aspects, but on procedural aspects and technical aspects make mistakes of 10%.
Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa melalui Pembelajaran Think Talk Write
Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.574
Kemampuan komunikasi matematis perlu dimiliki mahasiswa untuk menyelesaikan masalah matematika. Peningkatan kemampuan komunikasi perlu didukung oleh pembelajaran yang tepat, diantaranya pembelajaran Think Talk Write (TTW). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa antara yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write dan konvensional, serta mengetahui interpretasi peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa dari kedua kelas. Metode penelitian yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling dengan sampel sebanyak dua kelas di Program studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data secara kuantitatif dengan uji gain ternormalisasi dan Mann Whitney. Hasil penelitian yaitu pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write lebih baik dari mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write memiliki interpretasi tinggi sedangkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional memiliki interpretasi sedang. Communication ability needs to be possessed by students to solve mathematical problems. Improved communication skills need to be supported by appropriate learning, one of which is learning Think Talk Write (TTW). The purpose of this study is to analyze the achievement and improvement of communication ability between students who are learning with Think Talk Write learning and conventional learning, as well as to find out interpretations of improved communication ability of students from both classes. The research method is quasi-experiment. The sampling technique is the purposive sampling technique by taking a sample of two classes in the Mathematics Education Study Program of the Institut Pendidikan Indonesia. Data analysis was performed quantitatively using the normalized gain test and Mann Whitney. The results of the study are the achievement and improved of communication skills of students who study with Think Talk Write learning is better than students who study with conventional learning, improvement of mathematical communication skills of students who study with Think Talk Write learning has a high interpretation while increasing mathematical communication skills of students who study with conventional learning have medium interpretations.
Kemampuan Literasi Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Problem Based Instruction
Fatwa, Vika Conie;
Septian, Ari;
Inayah, Sarah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.575
Latar belakang penelitian ini yaitu masih rendahnya kemampuan literasi matematis. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) yang juga sebagai alternatif solusi permasalahan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent group pretest-postest design. Instrumen berbentuk tes literasi matematis berupa tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Cianjur tahun ajaran 2018/2019 yang tersebar dalam sembilan kelas, sedangkan sampelnya dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas VIII D sebanyak 27 siswa sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBI), dan VIII C sebanyak 25 siswa sebagai kelas control dengan pembelajaran biasa. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI). Peningkatan tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan peningkatan pada siswa dengan pembelajaran biasa. The background of this research is low mathematical literacy ability. The purpose of this research is to find out the differences in increasing students’ mathematical literacy ability between those who use the Problem Based Instruction (PBI) learning model as an alternative solution to the problem and who use ordinary learning. A method in this research is quasi-experimental with nonequivalent group pretest-posttest design. The instruments are a mathematical literacy instrument consisting of the initial test (pretest) and the final test (posttest). The population in this study were all students at SMP Negeri 5 Cianjur in year 2018/2019 that spread into 9th grade, while the samples chosen with purposive sampling technique were two classes, namely VIII D class as the experimental class which is given Problem Based Learning (PBI) and VIII C as the control class with ordinary learning. Based on the tests of mathematical literacy abilities that have been analyzed it is found that there are differences in mathematical literacy skills students who applied the Problem Based Instruction (PBI) learning model is better than ordinary learning. The increase is better when compared to the increase in students with ordinary learning.
Pendekatan Open-Ended dalam Membelajarkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa
Lubis, Roslian;
Harahap, Toharuddin;
Nasution, Dwi Putria
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.576
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya Kemampuan Koneksi Matematis (KKnM) siswa dan pembelajaran terlaksana cenderung bersifat konvensional. Suatu alternatif mengoptimalkan kemampuan bermatematika siswa dan perbaikan proses pembelajaran yaitu mempertimbangkan penerapan pendekatan pembelajaran dengan pendekatan open-ended. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah terdapat interaksi Kemampuan Awal Matematika (KAM) dan gender dengan pendekatan pembelajaran dalam membelajarkan KKnM siswa. Penelitian merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah essay test KKnM siswa. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Padangsidimpuan sebanyak 9 rombongan belajar dan sampel penelitian adalah siswa kelas VII-5 dan VII-6 yang masing-masing kelas berjumlah 28 siswa. Hasil penelitian melalui uji hipotesis dengan anava dua jalur menunjukkan tidak terdapat interaksi antara KAM dengan pendekatan pembelajaran dalam membelajarkan KKnM siswa dan tidak terdapat interaksi antara gender dengan pendekatan pembelajaran dalam membelajarkan KKnM siswa. The problem in this study was the low of students' Mathematical Connection Ability (MCA) and learning that tends to be conventional. An alternative to optimizing students' mathematical abilities and improving the learning process is to consider the applying of a learning approach to the open-ended approach. This study aims to describe is there any interaction between the Mathematical Prior Ability (MPA) and gender with the learning approach in teaching the students’ MCA. The research was quasi-experimental research with Nonequivalent Control Group Design. The used instrument was the students’ mathematical connection ability essay test. The population of the research was 7th-grade students of SMP Negeri 5 Padangsidimpuan with 9 groups study and the sample of the research were students of grades VII-5 and VII-6, where the number of each class was 28 students. The research results by hypothesis testing with two-way Anava showed that there was no interaction between the MPA with the learning approach in teaching the students’ MCA and there was no interaction between gender with the learning approach in teaching the student’ MCA.