cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 966 Documents
PENGEMBANGAN WEBSITE PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Mangelep, Navel Oktaviandy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.087 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.331

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lingkungan belajar matematika berbasis internet khususnya bagi siswa SMP yang diwujudkan lewat pengembangan website pembelajaran matematika realistik yang valid, praktis, dan efektif. Namun pada artikel ini pembahasan difokuskan pada kevalidan dan kepraktisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dengan tipe penelitian formatif yang meliputi tahap analisis, pendesaian dan evaluasi formatif. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, walk through, tes, observasi, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Kevalidan dipenuhi berdasarkan validasi pakar secara kualitatif dari aspek konten, konstruk, dan bahasa. Kriteria praktis dipenuhi apabila memenuhi dua hal yaitu; (1) para pakar menyatakan bahwa apa yang dikembangakan dapat diterapkan, dan (2) kenyataan menunjukkan bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan. Hasil yang diperoleh adalah telah dihasilkan prototipe website pembelajaran matematika yang valid dan praktis. AbstractThis study aims to develop an internet-based mathematics learning environment, especially for junior high school students who realized through the development of realistic mathematics learning website that is valid, practical, and effective. But in this article the discussion is focused on validity and practicality. The method used in this study is development research method with type of formative research covering phase of analysis, developing and formative evaluation. Techniques of collecting data in the form of documentation, walk through, tests, observations, and interviews. The data analysis technique used is descriptive qualitative. Validity fulfilled qualitatively by the validator. Practical criteria are met if they fulfill two things; (1) the experts state that what is developed can be applied, and (2) the reality shows that what is developed is applicable. The result obtained is a prototype of a valid and practical mathematics learning website
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PROSES PEMECAHAN MASALAH ANTARA SISWA YANG MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DAN KONVENSIONAL Lestari, Teguh Panji; Sofyan, Deddy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.873 KB)

Abstract

Abstract:This study aims to determine the ratio between the problem solving ability of students to use learning model Creative Problem Solving ( CPS ) with Conventional of the students SMAN 19 Garut . The method used in this study is quasi-experimental method with two groups of students, as the experimental group is the group of students who get teaching Creative Problem Solving (CPS) and the control group is the group of students who received conventional learning . The instrument used in this study is a written test with a description of the subject form the Turunan Fungsi. The population in this study were all students of class XI of SMAN 19 Garut with the sample selected class XI IPA-3 and XI IPA-4 . From the results of preliminary tests of normality test (pretest), initial test scores obtained in the experimental class are not normally distributed so that the test followed by Mann Whitney test and obtained zhitung = 2.73 and ztabel = 1.96 thus zhitung > ztabel , or zhitung be outside the acceptance of the null hypothesis can be concluded that the average ability of students beginning the experimental class and the control class was different. Proceed with the test and the normalized gain of normality test results and that both classes are not normally distributed then proceed with the mann witney test. Retrieved zhitung = 2.61 and = ztabel 1.96 thus zhitung > ztabel then Ho is rejected . Thus , it can be concluded that the mathematical problem solving ability among students who received learning model Creative Problem Solving ( CPS ) is better than the students who received conventional learning models. This is because teaching Creative Problem Solving (CPS) students are more active , creative and innovative in finding solutions to any given problem . Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan Konvensional pada siswa SMAN 19 Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan dua kelompok siswa, sebagai kelompok eksperimen yaitu kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dan kelompok kontrol yaitu kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran Konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes tulis berbentuk uraian dengan pokok bahasan turunan fungsi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 19 Garut dengan sampel kelas yang dipilih yaitu XI IPA-3 dan XI IPA-4. Dari hasil uji coba normalitas tes awal (pretes), diperoleh skor tes awal pada kelas eksperimen tidak berdistribusi normal sehingga pengujian dilanjutkan dengan uji Mann Withney dan diperoleh zhitung = 2,73 dan ztabel=1,96 dengan demikian zhitung > ztabel, atau zhitung berada diluar penerimaan hipotesis nol di dapat kesimpulan bahwa rata-rata kemapuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah berbeda. Dilanjutkan dengan uji gain ternormalisasi dan dari hasil uji normalitas dan ternyata kedua kelas tidak berdistribusi normal maka pengujian data dilanjutkan dengan uji mann witney. Diperoleh zhitung = 2,61 dan ztabel= 1,96 dengan demikian zhitung >  ztabel maka Hoditolak. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematik antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran Konvensional. Hal ini disebabkan karena pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) siswa lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam  mencari solusi dari setiap masalah yang diberikan.
Kajian Etnomatematika Pola Batik Keraton Surakarta Melalui Analisis Simetri Maria Glory Astriandini; Yosep Dwi Kristanto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.614 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.831

Abstract

AbstrakEtnomatematika memberikan peluang pengkajian batik dari dua sudut pandang, yaitu kebudayaan dan matematika. Kajian seperti ini akan memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran matematika karena peserta didik difasilitasi untuk belajar matematika dengan menggunakan pengetahuan budaya yang relevan dan berbagai macam cara berpikir tentang matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian etnomatematika pada batik Keraton Surakarta yang digunakan dalam upacara tradisi dengan menggunakan analisis simetri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis diperoleh 11 batik yang memiliki pola simetri. Pola simetri yang muncul dari kesebelas batik tersebut adalah p1, p2, p4m, dan pgg. Selain itu, penelitian ini juga memasangkan pola-pola simetri tersebut dengan makna filosofis batik-batiknya. Dengan demikian, melalui kajian etnomatematika, penelitian ini memberikan kontribusi pedagogis terhadap pembelajaran matematika.Kata Kunci: batik, etnomatematika, kristalografi, simetri AbstractEthnomatematics provides opportunities to study batik from two perspectives, namely culture and mathematics. The study will have a positive impact on mathematics teaching and learning because students are facilitated to learn mathematics by using relevant cultural knowledge and various ways of thinking about mathematics. The purpose of the present study is to conduct an ethnomathematics study on the Keraton Surakarta batik which is used in traditional ceremonies by applying symmetry analysis. The present study employed a descriptive qualitative method. From the analysis, we found that 11 batiks have symmetry patterns. The symmetry patterns are p1, p2, p4m, dan pgg. Besides, the present study also connects the symmetry patterns with the corresponding batik’s philosophical meaning. Therefore, through ethnomathematics, the present study gives pedagogical contributions to mathematics teaching and learning.Keyword: batik, ethnomathematics, crystallography, simmetry
KEMAMPUAN MENGAJUKAN MASALAH DIRELASIKAN DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIK Puspitasari, Nitta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.371 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.348

Abstract

AbstrakKajian ini memaparkan tentang kemampuan mengajukan masalah matematis direlasikan dengan kemampuan berpikir logis matematis. Kemampuan mengajukan masalah serta berpikir matematis merupakan kemampuan esensial yang dimiliki dan dikembangkan oleh siswa untuk bisa menghadapi kemajuan IPTEK yang semakin pesat. Karena kedua kemampuan tersebut menjadi hal yang penting, maka diperlukan panduan pengembangan kemampuan tersebut jika dikaitkan satu dengan yang lainnya. Pada kajian ini juga menyajikan bagaimana rubrik penilaian mengajukan masalah direlasikan dengan kemampuan berpikir logis. Hal ini diharapkan dapat menjadi stimulus untuk mengembangkan kemampuan mengajukan masalah matematis secara optimal. AbstractThis study presents a mathematical problem posing ability related to the ability to logical thinking mathematically. The ability mathematical problem posing and logical thinking is an essential capability owned and developed by students to deal with advances in science and technology that rapidly. Since both the ability it becomes important, then needed the capability development guidance if it is associated with the other. In this study also present how the rubric assessment mathematical problem posing to related with the ability logical thinking. It is expected to be a stimulus to develop mathematical problem posing capability optimally.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Sari, Lisna Siti Permana; Rahadi, Moersetyo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.307 KB)

Abstract

Abstract:Teacher-centered mathematics learning is one of factors that decrease students’ communication ability. In the learning process, teachers dominate class activities whereas students become passive listeners. Consequently, students are not able to improve their mathematical communication ability. This experimental research used randomized control group pretest-posttest design which was aimed to improve students’ mathematical communication ability in problem-based learning and to discover students’ responses toward problem-based mathematics learning. Population of this research was VIII grade students in MTs Negeri 1. The result of research showed that: (1) the increase of students’ mathematical communication ability with problem-based learning was better than students’ with conventional learning; (2) most of students (81,82%) gave positive responses toward problem-based learning and only small amount of students (18,18%) gave negative responses. Abstrak:Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan komunikasi matematika siswa adalah pembelajaran matematika yang berpusat pada guru. Dalam proses pembelajaran, sebagian besar guru mendominasi sedangkan siswa menjadi pendengar yang pasif. Akibatnya siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematikanya. Penelitian eksperimen dengan randomizedcontrol group pretest–posttest design ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa dalam pembelajaran berbasis masalah, dan untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunkan pembelajaran berbasis masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs Negeri 1 Garut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa yang mendapat pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari siswa yang mendapat pembelajaran konvensional; (2)sebagian besar siswa (81,82%) memberikan sikap positif terhadap pembelajaran berbasis masalah dan sebagian kecil siswa (18,18%) memberikan sikap negatif.
Pengembangan Soal Matematika Realistik Berdasarkan Kerangka Teori Program for International Students Assessment Mangelep, Navel Oktaviandy; Kaunang, Derel Filandy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.759 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.157

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal matematika realistik berdasarkan kerangka teori PISA yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dengan tipe penelitian formatif yang meliputi tahap preliminary (analisis dan pendesainan) serta tahap prototyping (evaluasi formatif). Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, walk through, tes, observasi, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Kevalidan dipenuhi berdasarkan validasi pakar secara kualitatif dari aspek konten, konstruk, dan bahasa. Kriteria praktis dipenuhi apabila memenuhi dua hal yaitu; (1) para pakar menyatakan bahwa apa yang dikembangakan dapat diterapkan, dan (2) kenyataan menunjukkan bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan. Hasil yang diperoleh adalah telah dihasilkan prototipe soal matematika realistik berdasarkan kerangka teori PISA yang valid dan praktis dan efektif. Selain itu, hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa kelas IX di SMP Negeri 3 Tondano masih tergolong rendah dengan rata-rata nilai 19,6. AbstractThis study aims to develop valid, practical and  effective  realistic mathematics problem  based on PISA theoretical framework. The method is a developmental research with formative research type which includes the preliminary stage (analysis and design) and the prototyping stage (formative evaluation). Data collection techniques in the form of documentation, walk through, tests, observations, and interviews. While the data analysis technique used is qualitative descriptive data analysis. Validity is fulfilled based on qualitative expert validation from aspects of content, constructs, and language. Practical criteria are fulfilled when fulfilling two things, namely; (1) the experts state that what is developed can be applied, and (2) the fact shows that what is developed can be applied. The results obtained is a realistic mathematical problem prototype based on the PISA theoretical framework that is valid, practical, and effective. In addition, the test results show that the mathematics literacy skills of grade IX students at SMP Negeri 3 Tondano are still relatively low with an average score of 19.6.
Model Advance Organizer dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Luritawaty, Irena Puji; Nuraeni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.717 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneelaah efektifitas model pembelajaran advance organizer dalam upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di tingkat MTs.
Perbandingan Desain Pembelajaran ASSURE dan PPSI untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.677 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.420

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematika siswa kelas VII dengan menggunakan desain pembelajaran ASSURE. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Pada kelompok kontrol, digunakan desain pembelajaran yang sedang berjalan yaitu desain Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Garut yang mencakup sekolah level bawah, tengah, dan atas.Dari masing-masing level tersebut, diambil sampel sebanyak tiga kelompok yaitu kelompok eksperimen 1 (siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE dengan model Problem Based Learning/A-PBL); kelompok eksperimen 2 (siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE dengan model Discovery Learning/A-DL) dan kelompok kontrol (siswa yang mendapat desain PPSI dengan model pembelajaran PBL dan DL). Dengan menggunakan teknik analisis data ANOVA, Kruskal-Wallis, Uji Tukey HSD, dan uji Perbandingan Berganda diperoleh  kesimpulan dari hasil penelitian ini, secara umum bahwa: peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar matematika  siswa yang mendapat desain pembelajaran ASSURE lebih baik dari siswa yang mendapat PPSI. The Comparison of ASSURE and PPSI Model as Instructional Design to Increase Mathematics Skills in Problem Solving and Self-Directed LearningAbstractThis study is aimed at reviewing the increase of Junior High School Students’ Mathematics skills in problem solving and Self-directed learning by using ASSURE design (Analyze learner characteristics; State standards and objectives; Select methods, media and materials; Utilize media and materials; Require learner participation; and Evaluate and revise). This study used experimental method with pretest-posttest control group design. The population in this study was grade VII students of State Junior High Schools located in Garut Regency consisting of schools with lower level, middle level, and top level. From the schools which had been randomly selected, three classes were also randomly selected to take as sample. The first two classes used ASSURE model as instructional design by applying Problem Based Learning (A-PBL) and Discovery Learning (A-DL) respectively. Meanwhile, the third class used conventional instructional design by applying Problem Based Learning and Discovery Learning (K-PBL/DL). By using ANOVA data analysis techniques, Kruskal-Wallis, Tukey HSD Test, and Multiple Comparison tests are concluded in general, the conclusion drawn based on the results of this study is that the increase of students' Mathematics skills in problem solving and Self-directed learning who were taught by using ASSURE model showed better results than those who were taught by using conventional model.
Miskonsepsi Siswa dalam Memahami Konsep Nilai Tempat Bilangan Dua Angka Matitaputy, Christi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.361 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.266

Abstract

ABSTRAKKonsep-konsep matematika yang diberikan pada tingkat Sekolah Dasar merupakan konsep dasar yang berguna untuk pemahaman matematika di tingkat selanjutnya. Adanya miskonsepsi membuat pembelajaran menjadi tidak bermakna dan hubungan antar konsep menjadi terputus. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi dalam memahami nilai tempat bilangan dua angka, diantaranya dari siswa itu sendiri yang belum memahami makna nilai tempat bilangan dua angka. Penelitian ini mengungkapkan bahwa beberapa siswa belum dapat mengembangkan ide bahwa ‘ratusan’ merupakan suatu kumpulan baru yang berisikan sepuluh puluhan dan ‘puluhan’ merupakan suatu kumpulan baru yang berisikan sepuluh satuan. Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas 2 SD Negeri 179 Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa kesalahan konsep yang dibuat oleh siswa dalam memahami nilai tempat bilangan dua angka. Hasil penelitian menunjukan beberapa miskonsepsi siswa diantaranya adalah (1) Siswa belum mamahami prosedur dalam menghitung dan memisahkan bilangan satuan dan puluhan. (2) siswa mempunyai alternatif konsep lain tentang bilangan dua digit dan membaca bilangan tersebut sebagai bilangan yang terlepas dari suatu nilai tempat, (3) siswa memiliki alternatif konsep lain dalam memahami penjumlahan angka puluhan dan satuan.ABSTRACTMathematical concepts are given at the elementary school level is a basic concept that is useful for understanding mathematics at the next level. Their misconceptions make learning becomes no meaningful and the relationships between concepts become disconnected. Many factors led to misconceptions in understanding the value of a two digit number, such as from the students themselves who do not understand the meaning of the place value of two digit numbers. This study revealed that some students have not been able to develop the idea that 'hundreds' is a new collection containing ten tens and 'tens' is a new collection containing ten units. Research was conducted on Second Grade students at SD Negeri 179 Palembang. The purpose of this study are describe some of the misconceptions created by the students in understanding the value of a two-digit number. The results showed some misconceptions students such as; (1) Students are not understanding the procedures in counting and separating the units and tens. (2) the students have another alternative conceptions of two-digit numbers and they read these numbers as numbers that apart from a place value, (3) the students have another alternative concepts in understanding the sum of the tens and sum units.
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Putri, Rini Sri; Suryani, Mulia; Jufri, Lucky Heriyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.455 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.471

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 3 Palembayan berdasarkan tingkat Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa. Dimana siswa dibagi menjadi 3 kategori yaitu KAM Tinggi, KAM Sedang dan KAM rendah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen, dengan rancangan penelitian one shot case study. Subjek pada penelitian ini siswa kelas VII.3 yang dipilih secara secara acak. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes akhir. Tes yang digunakan adalah berbentuk essay. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deksriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data secara keseluruhan, model PBL dapat membuat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa lebih baik. Terlebih lagi untuk siswa yang termasuk ke dalam kategori KAM tinggi. Ini terlihat dari ukuran pemusatan dimana rata-rata untuk siswa pada kategori sedang 52,86 dengan simpangan baku 11,31 sehingga disimpulkan bahwa model ini dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. The Effect of Application of the Problem Based Learning Model on Mathematical Problem Solving StudentsAbstractThis study aimed to determine how the effect of problem-based learning model implementation toward student mathematic problem-solving abilities at Class VII SMPN 3 Palembayan based on the basic level of Mathematical Ability. Students were divided into 3 categories such as the low, medium and high ability. It was pre-experimental research using one shot case research study design. The research subject was class VII.3 students who were randomly selected. The instrument was a final test in the form of an essay. It used a qualitative descriptive data analysis technique. Based on the data analysis, the Problem-solving learning model can make students' mathematics problem-solving abilities better. Moreover, those students are categorized into high ability. It is seen from the concentration measure for students in the medium category are 52.86 with a standard deviation i.e. 11.31. It is concluded that problem-solving model can affect the students' problem-solving abilities.

Page 9 of 97 | Total Record : 966


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue