cover
Contact Name
hasanmuaziz
Contact Email
hasanmuaziz@unusia.ac.id
Phone
+6285733977299
Journal Mail Official
alwasath@unusia.ac.id
Editorial Address
Tower A lantai UNUSIA Jl. Taman Amir Hamzah No.5, RT.8/RW.4, Pegangsaan, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum
ISSN : -     EISSN : 27216160     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum is an academic law journal published by the Faculty of Law, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). This Journal is opened for academics or professionals and focussed on various legal disciplines such as but not limited to constitutional law, labor law, private law, philosophy of law, international law, and Islamic law. AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum published periodically in April and November articles written in English and Bahasa Indonesia. E-ISSN 2721-6160 That can be accessed on http://journal.unusia.ac.id/index.php/alwasath
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 129 Documents
Proses Terbentuknya Asas Praduga Terhadap Politik Dinasti Suatu Negara Ismail, Alferin Salsabilla
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): Elections and Constitution
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v4i2.671

Abstract

this article discusses the phenomenon of dynastic politics in Indonesia and its impact.By using this type of literature study research or literature studyBy using this type of literature study research or literature study.Dynastic politics is political power that is exercised by a handful/group of people who have family ties either by blood or marriage. Dynastic politics is political power that is exercised by a handful/group of people who have family ties either by blood or marriage. The results of this study indicate that the proliferation of dynastic politics in a country is due to network strength, financial strength, the role of political parties and there are no laws and regulations governing dynastic politicsThe results of this study indicate that the proliferation of dynastic politics in a country is due to network strength, financial strength, the role of political parties and there are no laws and regulations governing dynastic politics.The impact that arises from dynastic politics is that law enforcement does not work, or stutters when political interests collide or the cases it handles come into direct contact with the political forces in power, besides that it closes opportunities for people who are reliable and qualified cadres, and the function of controlling power is weakened and does not work effectively so that there is a possibility of deviations of power such as corruption, collusion and nepotism.The impact that arises from dynastic politics is that law enforcement does not work, or stutters when political interests collide or the cases it handles come into direct contact with the political forces in power, besides that it closes opportunities for people who are reliable and qualified cadres, and the function of controlling power is weakened and does not work effectively so that there is a possibility of deviations of power such as corruption, collusion and nepotism.
Tinjauan Yuridis Mengenai Praktik Sanksi Perintah Tertulis Dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan Masyhud, Ahmad
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): Elections and Constitution
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v4i2.712

Abstract

sebagai institusi pemerintah OJK dibentuk atas amanah dari Undang-undang Bank Indonesia, kemudian dilaksanakn oleh Undang-undang Nomoe 21 Tahun 2011, dimana tugas pokok dan fungsi OJK melakukan pengawasan pada sistem keuangan yang menjadi satu kesatuan. kemudian dalam rangka melaksanakan tugas OJK memiliki pengaturan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, sektor pasar modal, dan sektor IKNB.
Politik Hukum Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Amal, Bakhrul -
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): Elections and Constitution
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v4i2.741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara-cara formal dan non-formal dilakukannya amandemen 1945. Selain itu penilitan ini juga berupaya meninjau dari sisi politik hukum untuk mengetahui situasi dan kondisi seperti apa yang membuat amandemen itu dapat dilakukan. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Yuridis Normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (conseptual approach). Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa perubahan undang-undang pada awalnya dapat diubah dengan metode referendum sebagai mana disebutkan dalam UU Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. Selanjutnya aturan tersebut dicabut dan diubah dengan Pasal 37 UUD NRI 1945. Selain dengan metode tadi UUD 1945 dapat berubah karena adanya dua peristiwa, yakni peristiwa politis dan etis. Peristiwa politis terjadi ketika adanya perubahan UUD 1945 menjadi UUD RIS dan kemudian menjadi UUD Sementara. Sebelum akhirnya, atas dasar etis, diterbitkan Dekrit yang mengubah UUD Sementara menjadi UUD 1945 kembali. Peristiwa etis selanjutnya adalah ketika terjadi perubahan UUD 1945 hingga empat kali pasca reformasi 1998. Dua peristiwa ini adalah syarat materiil di dalam perubahan UUD 1945.
Bestuursdwang Sebagai Upaya Pencegahan Preventif Pelanggaran Kode Etik Bagi Penyelenggara Pemilu Said, Muhtar
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): Elections and Constitution
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v4i2.767

Abstract

Bestuurdwang merupakan tindakan reparatoir yang bisa dijadikan alat untuk mencegah adanya pelanggaran professional dalam penyelenggaraan pemilu. Profesional dalam menjalan tugas dan fungsi sebagai penyelanggara pemilu adalah menaati asas yang sudah ditentukan. Tujuan penulisan ini untuk untuk memberikan gambaran terkait pentingnya tindakan reparatoir dalam mencegah adanya kesalahan dalam pembuatan kebijakan. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan metode normatif, dimana sumber preimernya adalah undang-undang dan sumber skundernya adalah kepustakaan. Salah satu pelanggaran kode etik yakni penyelenggaran pemilu tidak melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional. Artikel ini akan menganalisis penerapan bestuursdwang terhadap penyelenggara pemilu tingkat daerah sebagai upaya pencegahan pelanggaran etik. Ada problem yuridis dalam mekanisme seperti ini. Meskipun demikian penyelenggara pemilu tingkat pusat mempunyai wewenang untuk melakukan pengawasan dan kontrol terhadap penyelenggara pemilu tingkat daerah supaya tidak melakukan pelanngaran kode etik
Aturan Hukum Keberpihakan Presiden dalam Pemilu Nirwana, Muhammad Alfaruq
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Law and Public Policy
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v5i1.1004

Abstract

Keberlakuan Peraturan Pemerintah Yang Belum Ada Peraturan Pelaksanaannya Ismail, Alferin Salsabilla; Az Zahra, Qaisya; Pratiwi Nurcahyan, Eka; Nurul Anisa, Adelia
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Law and Public Policy
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v5i1.687

Abstract

Regarding the PP delegating detailed rules into its implementing regulations, it indicates that the PP and its implementing regulations become one unit that makes the law clear and enforceable. It is possible that the implementation regulations have not yet been enforced to affect the validity of Government regulations, but they could affect the effectiveness of a PP’s work. This paper aims to discuss the applicability of Goverment regulation for which implementing regulations do not yet exist or cannot yet apply. There are a number of Goverment regulation whose implementing regulations were not enforced immediately, raising the question: how are these PP’s enforced and what are the implications, whether they will affect their effectiveness or not. This study uses the method of literature study or documentary study to conclude that PP’s whose implementing regulations have not been enforced do not hinder the enforcement of the Goverment regulation , but may affect the technical performance of these Goverment regulation.
ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SAMARINDA DALAM SENGKETA PERTANAHAN DITINJAU DARI UNSUR KTUN (Studi Kasus Putusan Nomor: 27/G/2020/PTUN.SMD) Amus, Mico Kurnia; Kotijah, Siti; Paselle, Ennos
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Law and Public Policy
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v5i1.768

Abstract

The article discusses the elements of KTUN (Keputusan Tata Usaha Negara) based on the Indonesian Law No. 5 of 1986 and Law No. 9 of 2004. KTUN is a written decision issued by a government agency or official that contains legal actions based on applicable laws and regulations, is concrete, individual, and final, and has legal consequences for individuals or legal entities. The article also presents a case study of a land dispute in Balikpapan, Indonesia, where the plaintiff filed a lawsuit under the Law No. 5 of 1986 to declare the disputed KTUN invalid. The defendant, the Head of the Balikpapan Land Office, issued a building permit that overlapped with the plaintiff's land ownership. The court ruled in favor of the plaintiff, declaring the defendant's building permit null and void and ordering the defendant to revoke it. The court's decision met all the elements of KTUN, including a written decision, issued by a government agency, based on applicable laws and regulations, concrete, individual, and final, and with legal consequences for the parties involved. The article emphasizes the importance of understanding the elements of KTUN, maintaining legal certainty, following applicable laws and regulations, respecting court decisions, and submitting lawsuits appropriately. The article concludes that the court's decision in the Balikpapan land dispute case is an example of how element of KTUN can facilitate the settlement of disputes and ensure legal certainty.
PERLINDUNGAN HUKUM DALAM TRANSAKSI KONTRAK E-COMMERCE Yulia, Yulia
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Law and Public Policy
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v5i1.842

Abstract

Penelitian ini mendalami hubungan yang rumit antara aspek kontrak dan perlindungan hukum konsumen dalam konteks transaksi E-commerce di Indonesia. Dengan pertumbuhan pesat industri E-commerce, landasan hukum yang mengatur perjanjian digital dan perlindungan konsumen menjadi semakin kompleks. Melibatkan perspektif hukum domestik Indonesia dan kerangka hukum internasional, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang komprehensif terhadap dampak dan implikasi hukum yang mungkin timbul dalam transaksi E-commerce. Latar belakang penelitian mencakup dinamika transformatif E-commerce dan kompleksitas aspek kontrak di dalamnya. Analisis mendalam tentang Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan prinsip-prinsip hukum kontrak, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi fokus utama. Hasil penelitian diharapkan dapat membawa kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan kebijakan perlindungan konsumen dan penegakan hukum dalam transaksi E-commerce di Indonesia. Penelitian ini membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam terhadap dinamika hukum dalam transaksi daring, sekaligus diharapkan dapat menciptakan kerangka hukum yang adil dan efisien bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem E-commerce yang terus berkembang.
Dinamika Implementasi Perikatan dalam Transaksi E-commerce di Era Digital Laras Makmur, Kartini; Ilham, Nur
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Law and Public Policy
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v5i1.1371

Abstract

Di era digital saat ini, transaksi jual-beli lewat e-commerce telah menimbulkan dinamika dalam implementasi hukum perikatan. Artikel ini mengulas dinamika tersebut yang berupa aspek hukum dalam transaksi e-commerce serta aspek perikatan dan implementasinya baik dalam transaksi yang dilakukan di Indonesia maupun antarnegara. Pendekatan yang diambil dalam artikel ini adalah deskriptif analitis dengan memanfaatkan bahan pustaka. Dengan analisis ini, temuan dalam artikel ini diharapkan bisa berkontribusi pada upaya memahami dinamika implementasi hukum perikatan dalam transaksi e-commerce di era digital ini. Studi ini menyimpulkan bahwa di Indonesia tidak ada regulasi yang secara spesifik mengatur transaksi e-commerce karena pada dasarnya sama dengan transaksi konvensional dengan pembeda pemanfaatan sistem elektronik. Karenanya, implementasi aspek perikatan dalam transaksi e-commerce dapat dianalisis dari perjanjian jual beli yang dibuat pelaku usaha dan konsumen. Perikatan antara penjual dan pembeli dalam transaksi e-commerce pun tidak berbeda dengan perikatan yang dikenal dalam sistem hukum Indonesia.
Integritas Penyelenggara Pemilu Muaziz, Muhamad Hasan
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Law and Public Policy
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v5i1.1408

Abstract

Buku dengan judul “Integritas Penyelenggara Pemilu” ini membahas tentang bagaimana menjadi penyelenggara pemilu yang tidak hanya mahir dalam pelaksanaan administrasi kepemiluan saja melainkan juga melekat di dalam dirinya nilai-nilai etika sehingga mampu menciptakan pemilu yang berintegritas. Bahwa perlu menjadi pemahaman bersama, jika demokrasi berintegritas lahir dari sistem dan penyelenggara pemilu yang berintegritas juga, tentu hal ini selaras dengan prinsip-prinsip dasar pemilu sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yaitu prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastrian hukum, tertib, terbuka, proporsional, professional, akuntabel, efektif, dan efisien. Hal tersebut menjadi penting, mengingat negara Indonesia menganut paham demokrasi Dimana salah satu komponen utamanya adalah adanya keterlibatan Masyarakat (rakyat) dalam proses pemilihan umum.

Page 6 of 13 | Total Record : 129