cover
Contact Name
Susy Katikana Sebayang
Contact Email
cmhp.journal@gmail.com
Phone
+6281288283367
Journal Mail Official
sksebayang@fkm.unair.ac.id
Editorial Address
Lentera Kaji Jalan Wijaya Blok A/13 RT/RW 006/015 Kampung Dua – Bekasi 17145 Indonesia
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Community Mental Health and Public Policy
Published by Lentera Kaji
ISSN : 26222655     EISSN : 26222655     DOI : https://doi.org/10.51602/cmhp.v3i1.43
Core Subject : Health, Education,
The Journal of Community Mental Health and Public Policy focuses on the areas of community mental health and mental health care, addiction or substance abuse, including drugs, alcohol and smoking, mental health or addiction prevention, public policy about mental health and addiction and other related subjects. This journal accepts original research or innovation and opinions on current mental health issues and public policies. Journal does not receive case reports.
Articles 90 Documents
KEBIJAKAN PHYSICAL DISTANCING TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA: STUDI CROSS-SECTIONAL: PHYSICAL DISTANCE POLICY ON UNDERGRADUATE STUDENT ANXIETY: A CROSS-SECTIONAL STUDY Bela Yuli Selfia; Jayanti Dian Eka Sari; Xindy Imey Pratiwi; Ianatul Ulya Dewi
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 4 No. 2 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v4i2.64

Abstract

ABSTRACTSustaining implementation of physical distancing including in the educational field is one of the policies to prevent Covid-19 confirmed cases in Indonesia. This policy can hinder undergraduate students' study needs and makes them feel anxious when they have to carry out online learning activities in long term. So, this study was conducted to determine the effect of physical distancing on the level of undergraduate students’ anxiety in East Java. This was an analytic observational study that used a cross-sectional and was carried out from May to July 2020. The sample in this study was 385 people who were taken using the accidental sampling method. The results showed that most undergraduate students in East Java feel very affected by the physical distancing policy with the majority of respondents feeling a mild level of anxiety as many as 157 people or 40.8%. Based on the simple linear regression test obtained the value of sig. 0.001 < 0.05 this indicates that the application of physical distancing has an effect on the level of undergraduate student anxiety during the Covid-19 pandemic. These results can be used as a basis for making future policies regarding anxiety in a pandemic situation.ABSTRAKProgram Pendidikan Jarak Jauh merupakan penerapan physical distancing di bidang pendidikan sebagai kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia. Kebijakan ini dapat menghambat kebutuhan studi mahasiswa S1 dan membuat mereka merasa cemas ketika harus melakukan kegiatan pembelajaran daring dalam jangka panjang. Maka, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh physical distancing terhadap tingkat kecemasan mahasiswa S1 di Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional dan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah 385 orang yang diambil dengan menggunakan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa S1 di Jawa Timur merasa sangat dipengaruhi oleh kebijakan jaga jarak fisik dengan mayoritas responden merasakan tingkat kecemasan yang rendah diukur menggunakan kuesioner baku Zung Self-rating Anxiety Scale. Berdasarkan uji regresi linier sederhana diperoleh nilai sig. 0,001 < 0,05 yang berarti bahwa penerapan physical distancing berpengaruh terhadap tingkat kecemasan mahasiswa S1 selama masa pandemi Covid-19. Hasil ini dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan masa depan terkait kecemasan dalam situasi pandemi.
STUDI META-ANALISIS: FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI INDONESIA TAHUN 2016-2021: Meta-Analysis Study: Risk Factors for Pneumonia Incidence at Toddlers in Indonesia 2016-2021 Rizky Novita Anjaswanti; R. Azizah; Acknes Leonita
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 4 No. 2 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v4i2.65

Abstract

ABSTRACT Pneumonia coverage in Indonesia from 2010-to 2014 ranged from 20-to 30%, and from 2015-to 2019 has increased. The increased incidence of pneumonia in toddlers can be caused by various factors, including parental behavior, smoking habits by family members, and the environment around toddlers. So, more research is needed related to several types of factors that trigger pneumonia in children. This meta-analysis study aimsto study risk factors such as exclusive breast milk, family members' smoking behavior, and home occupancy density against the incidence of pneumonia in toddlers. The statistical methods in this study combined 44 selected articles of quantitative research results by looking for effect sizes using JASP software version 0.14.1. Selected papers sourced from Google Scholar, Science Direct and Pubmed are sorted according to inclusion and exclusion criteria. The results of the meta-analysis showed that the number of family members who smoked increased the odds 2,585 times greater for pneumonia in toddlers, exclusive breast milk increased the odds 1,934 times greater, and occupancy density increased the chances by 1,934 times greater. The study concluded that all variables increase the likelihood of pneumonia in toddlers, so it is necessary to promote and counsel about exclusive breast milk coverage, reduce the smoking behavior of family members, and pay attention to home occupancy density and home sanitation. ABSTRAKCakupan pneumonia di Indonesia pada tahun 2010-2014 berkisar antara 20-30% dan sejak tahun 2015-2019 mengalami peningkatan. Meningkatnya kejadian pneumonia pada balita dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perilaku orang tua, kebiasaan merokok oleh anggota keluarga, dan lingkungan di sekitar balita. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait beberapa jenis faktor yang memicu terjadinya pneumonia pada anak. Studi meta-analisis ini bertujuan untuk mempelajari faktor risiko seperti ASI eksklusif, perilaku merokok anggota keluarga, dan kepadatan hunian rumah terhadap kejadian pneumonia pada balita. Metode statistik dalam studi ini menggabungkan 44 artikel yang terpilih hasil penelitian kuantitatif dengan mencari ukuran efek atau effect size menggunakan perangkat lunak JASP versi 0.14.1. Artikel yang terpilih bersumber dari Google Scholar, Science Direct, dan Pubmed, diurutkan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa terdapatnya anggota keluarga yang merokok 2.585 (95% CI:0.69-1.21; p=0.056), tidak ASI eksklusif 1.934 (95% CI:0.46-0.86; p=0.512), kepadatan hunian meningkatkan peluang 1.934 (95% CI:0.42-0.91; p=0.512) untuk terjadinya pneumonia pada balita. Studi ini menyimpulkan bahwa semua variabel meningkatkan peluang terjadinya pneumonia pada balita, sehingga perlu ditingkatan promosi dan konseling mengenai cakupan ASI eksklusif, mengurangi perilaku merokok anggota keluarga, dan memperhatikan kepadatan hunian rumah serta sanitasi rumah.
HUBUNGAN STRESS KERJA DENGAN UNSAFE ACTION PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT: Correlation Between Work Stress with Unsafe Action on Loading and Unloading Workers Sherina Safitri Sri Anjani; Noeroel Widajati
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 4 No. 2 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v4i2.69

Abstract

ABSTRACT Every job, formal or non-formal, in the air, land, or sea has a risk of the work accident, including the loading and unloading work. The Loading and Unloading Workers (TKBM) as one of the workers that have a high risk of work accidents. Unsafe action is one of the basic causes of work accidents and work stress is a personal factor that immediately causes work accidents. Objective: This study aims to examine the correlation between work stress and unsafe action at loading and unloading workers on one of the loading and unloading companies in Surabaya. Methods: This research was a quantitative study that used a descriptive approach with a cross-sectional study design. Data analysis used the chi-square test. The population in this study was 60 loading and unloading workers in one group with a sample of 52 respondents who were selected by a simple random sampling technique. Results: The results of the bivariate test showed that there is no correlation between work stress (p=0,781) with unsafe action at the loading and unloading company in Surabaya. ABSTRAK Setiap pekerjaan baik itu formal maupun non-formal, berada di udara, darat maupun laut memiliki risiko kecelakaan kerja, tak terkecuali pekerjaan bongkar muat peti kemas. Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebagai salah satu pekerja dalam proses tersebut memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Unsafe Action merupakan salah satu penyebab langsung dari kecelakaan kerja dan stress kerja sebagai faktor personal penyebab dasar kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara stres kerja dengan usanfe action pada tenaga kerja bongkar muat di perusahaan bongkar muat Kota Surabaya. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif dengan design study cross-sectional. Analisis data menggunakan uji chi-square. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pada satu grup sebanyak 60 dengan sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data primer menggunakan instrumen kuisioner penelitian untuk variabel unsafe action dan stress kerja, sedangkan untuk data sekunder berasal dari data perusahaan. Hasil: hasil uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara stres kerja (p=0,781) dengan unsafe action pada perusahaan bongkar muat Kota Surabaya.
PENGARUH ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN STUDENT ENGAGEMENT TERHADAP ACADEMIC BURNOUT MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING: The Effect of Academic Self-Efficacy and Student Engagement on Student Academic Burnout in Online Learning Dessy Puspa Anggraini; Achmad Chusairi
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 4 No. 2 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v4i2.70

Abstract

ABSTRACTChanges in learning methods have the potential to cause psychological effects on students. The impact of these changes puts students at risk of mental health problems, one of which is stress. The research method used in this research is quantitative. This research was conducted on students in the city of Surabaya who underwent online learning, the number of respondents was 153 people. The data collection technique of this research is a survey using a questionnaire. The academic self-efficacy variable in this study was measured using the academic self-efficacy scale, the student engagement variable using the Online Student Engagement Scale (OSE), and the academic burnout variable using Maslach Burnout. Inventory-Student Survey (MBI-SS). Data analysis used stepwise regression using SPSS for windows application. Based on the research data analysis, the regression of the academic self-efficacy variable on academic burnout showed significant results with p = 0.000 and R2 = 0.092. The regression results of academic self-efficacy and student engagement variables on academic burnout showed significant results with p = 0.000, R2 = 0.023. There is a significant negative effect between academic self-efficacy on academic burnout. Then in this study, the results also show that there is a significant negative effect between student engagement on academic burnout, so it can be concluded that there is a significant simultaneous or joint effect between academic self-efficacy and student engagement variables on academic burnout. ABSTRAKPerubahan metode pembelajaran berpotensi menimbulkan efek psikologis bagi siswa. Dampak dari perubahan tersebut menempatkan siswa pada risiko masalah kesehatan mental, salah satunya adalah stres. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa di Kota Surabaya yang menjalani pembelajaran daring, jumlah responden 153 orang. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah survei menggunakan kuesioner. Variabel academic self-efficacy dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala academic self-efficacy, variabel student engagement menggunakan Online Student Engagement Scale (OSE), dan variabel academic burnout menggunakan Maslach Burnout. Inventory Student Survey (MBI-SS). Analisis data yang digunakan stepwise regression dengan menggunakan aplikasi SPSS for windows. Berdasarkan analisis data penelitian, regresi variabel academic self-efficacy terhadap academic burnout menunjukkan hasil yang signifikan dengan p = 0,000 dan R2 = 0,092. Hasil regresi variabel academic self-efficacy dan student engagement terhadap academic burnout menunjukkan hasil yang signifikan dengan p = 0,000, R2 = 0,023. Terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara academic self-efficacy terhadap academic burnout. Kemudian pada penelitian ini hasil juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara student engagement terhadap academic burnout, sehingga dapat disimpulkan bahwa adapengaruh simultan atau bersama yang signifikan antara variabel academic self-efficacy dan student engangement terhadap academic burnout.
STRESS MANAGEMENT SURVEY OF NURSING STUDENTS IN FACE TO FACE LEARNING POST ONLINE LEARNING: A CROSS-SECTIONAL STUDY Dwiharini Puspitaningsih; Yudha Laga Hadi Kusuma
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v6i1.98

Abstract

Background: Almost two years of online learning, finally in early 2022 the Indonesian government began to implement a face-to-face learning model. This can trigger stress for students who will return to carrying out offline learning. Purpose: This study aims to determine stress management in terms of gender, education level, and place of residence for undergraduate nursing students in the Mojokerto district. Methods: Correlation analytic research design with a cross sectional approach of 85 nursing students. The instrument used in the study was a modified questionnaire by researchers who had been tested on the instrument. Results: Showed that almost half of the respondents carried out stress management by listening to music by 18 students (21,2%), surfing the internet by 16 students (18,8%) and praying/listening to prayers by 14 students (16,5%). Conclusion: Stress management that is done to deal with stress on each student has relatively the same characteristics. This is possible because students live in the same area and the characteristics of students in relatively the same year are almost the same. Universities, especially the College of Health Sciences, can provide more facilities for students in reducing stress in order to improve the results and quality of education. Abstrak Latar Belakang: Setalah dua tahun pembelajaran daring dilaksanakan, pada awal tahun 2022 pemerintah Indonesia mulai memberlakukan model pembelajaran tatap muka. Hal tersebut dapat memicu stress bagi mahasiswa yang akan kembali melaksanakan pembelajaran luring. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen stres ditinjau dari jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal pada mahasiswa S1 Keperawatan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Metode: Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 85 mahasiswa keperawatan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuisioner modifikasi peneliti yang telah dilakukan uji coba instrumen. Hasil: Menunjukkan hampir setengah responden melakukan manajemen stres dengan mendengarkan musik sebanyak 18 mahasiswa (21,2%), berselancar internet sebanyak 16 mahasiswa (18,8%) dan berdoa/ mendengarkan doa sebanyak 14 mahasiswa (16,5%). Kesimpulan: Manajemen stress yang di lakukan untuk mengatasi stress pada masing-masing mahasiswa memiliki karakteristik relatif sama. Hal tersebut dimungkinkan karena mahasiswa berdomisili di wilayah yang sama serta karakteristik mahasiswa pada tahun yang relatif sama juga hampir sama. Perguruan tinggi khususnya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dapat lebih memberikan fasilitas mahasiswa dalam menurunkan stres agar dapat meningkatkan hasil dan kualitas pendidikan.
EFFECT OF DEEP BREATH RELAXATION ON THE ANXIETY AMONG THIRD TRIMESTER PREGNANT WOMEN IN MOJOKERTO DISTRICT, INDONESIA: A QUASI EXPERIMENT Zulfa Rufaida; Ratri Istiqomah; Sri Wardini Puji Lestari
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v6i1.100

Abstract

Background: Factors that contribute to the occurrence of lengthy labor are power: the strength of the mother when giving birth is ineffective and the mother's psychology is unready for childbirth. Purpose. Psychologycally, an unrelaxed mother can pass this condition on to her baby so that the baby feels easily agigated. Methods: Used a quasi-experimental design with pretest-post-test none-quivalent control group design. The sample was divided into 2 groups (treatment and control), 15 people per group. Sampling was undertaken with purposive sampling technique. An anxiety measurement instrument was the Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS). Results: The result of the paired t-test with a significance level of a: 0.05 was a significance of 0.007<0.05 with a confidence interval value (95% CI): 8.83-13.70, thus Ha was accepted. Results showed that there was effect of deep breathing relaxation on the anxiety score of pregnant woman. Conclusion: Deep breathing relaxation has the advantage of reducing anxiety, both physical and emotional stress, relieving pain, and insomnia. The importance of managing deep breathing relaxation non-pharmacological therapy was to reduce anxiety in pregnant woman, since deep breathing relaxation therapy can be done independently and relatively easy to do. Abstrak Latar Belakang: Faktor yang berkontribusi akan terjadinya persalinan lama adalah power yaitu kekuatan ibu saat melahirkan tidak efektif dan psikologis ibu yang tidak siap menghadapi persalinan. Tujuan: Secara psikologis, ibu yang tidak tenang dapat menurunkan kondisi tersebut kepada bayinya sehingga bayi mudah merasa gelisah. Metode: Metode penelitian menggunakan quasi experiment design pretest-posttest noneequivalent control group design. Sampel dibagi 2 kelompok (perlakuan dan kontrol) yaitu 15 orang per kelompok. Sampling dengan tehnik purposive sampling. Instrumen pengukuran kecemasan dengan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS). Hasil: Hasil paired t test dengan tingkat nilai kemaknaan a: 0,05 signifikansi 0,007<0,05 dengan nilai confident interval (CI 95%): 8.83-13.70, sehingga Ha di terima, ada pengaruh relaksasi napas dalam dengan skor kecemasan ibu hamil. Kesimpulan: Relaksasi napas dalam memiliki suatu kelebihan untuk mengurangi kecemasan stres baik fisik maupun emosional, menghilangkan nyeri, dan insomnia. Pentingnya penatalaksanaan terapi nonfarmokologis relaksasi napas dalam untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil, karena terapi relaksasi napas dalam dapat dilakukan mandiri, relatif mudah dilakukan.
THE EFFECT OF FAMILY SUPPORT ON NURSES’ BURNOUT LEVEL: A CROSS-SECTIONAL STUDY Diana Laili Putri; Syifaul Lailiyah; Seng-Choi Chong
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v6i1.104

Abstract

Background: Nurses experience burnout due to high workloads and various job demands. Family support is one of the factors which influences the levels of burnout. Purpose: To examining the effect of family support on the burnout levels faced by inpatient unit nurses at Blambangan Hospital. Methods: This study was conducted quantitatively with a cross-sectional study design. It took place in December 2022 at Blambangan Hospital. Respondents were 136 inpatient unit nurses. Both primary and secondary data were collected, which included a survey using the Maslach Burnout Inventory questionnaire. This research instrument was tested for validity and reliability. The research data was analyzed using a simple linear test with SPSS 23. Results: Based on the results of the linear regression equation, it is discovered that family support positively influences burnout among nurses in the inpatient unit of Blambangan Banyuwangi Hospital. In addition, family support has an effect of 6% on burnout in nurses; meanwhile, 94% of burnout is influenced by other unexamined variables. Conclusion: Family support reduces burnout levels among nurses. Therefore, it is necessary to form crucial stress management strategies to reduce burnout for nurses by fostering the family support system. Abstrak Latar Belakang: Perawat mengalami burnout karena beban kerja yang tinggi dan tuntutan pekerjaan yang beragam. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat burnout. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat burnout yang dihadapi perawat unit rawat inap Rumah Sakit Daerah (RSUD) Blambangan. Metode: Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Itu terjadi pada Desember 2022 di RSUD Blambangan. Responden adalah 136 perawat unit rawat inap. Data primer dan sekunder dikumpulkan, termasuk survei menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory. Instrumen penelitian ini diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis menggunakan uji linier sederhana dengan SPSS 23. Hasil: Berdasarkan hasil persamaan regresi linier diketahui bahwa dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap burnout perawat di ruang rawat inap RSUD Blambangan. Selain itu, dukungan keluarga berpengaruh sebesar 6% terhadap burnout pada perawat; Sementara itu, 94% burnout dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak teruji. Kesimpulan: Dukungan keluarga menurunkan tingkat burnout pada perawat. Oleh karena itu, perlu dibentuk strategi manajemen stres yang krusial untuk mengurangi kejenuhan bagi perawat dengan membina sistem dukungan keluarga.
CORRELATION BETWEEN ACADEMIC STRESS AND STUDENT’S ORGANIZATIONAL PERFORMANCE IN SCHOOLS OF PUBLIC HEALTH AND LIFE SCIENCES: A CROSS-SECTIONAL STUDY Guntur A. Gama Muhammad; Syahrul Ramadhan; Syifa’ul Lailiyah; Shinta Feby Ningtyas; Farhaiza Ramadhania
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v6i1.105

Abstract

Background: The difficulties in balancing student academic duties, organizational activities and social life results in stress that may affect organizational performance. Purpose: The aim of the study was to determine the relationship between academic stress in students and student organizational performance. Methods: This is a cross-sectional study of 91 public health students of the School of Health and Life Sciences Universitas Airlangga. Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42) questionnaires which was distributed via Google form. Chi-square test was used to analyse the data. Results: Most respondents (49.4%) had normal levels of academic stress, 16 students (18.4%) had moderate stress, 15 students (17.2%) had mild stress, 8 students (9.2%) had severe and 5 students (5.7%) very severe. In addition, the results obtained were that the majority of respondents had good performance in the organization, namely 46 students or 52.9%, moderate performance of 37 students or 42.5%, excellent as many as 2 students or 2.3%, poor performance of 1 student or 1.1% and worse performance of 1 student or 1.1%. Conclusion: The results of the interpretation of the data obtained for a p value of 0.003 which means there was a relationship between academic stress and student performance in organizations. Abstrak Latar Belakang: kesulitan dalam menyeimbangkan tugas akademik, aktivitas organanisasi dan kehidupan sosial mengakibatkan stress yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi. Tujuan: penelitian untuk mengetahui hubungan antara stres akademik pada mahasiswa terhadap kinerja mahasiswa berorganisasi. Metode: Penelitian ini adalah studi cross-sectional pada mahasiswa 91 mahasiswa Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam Universitas Airlangga. Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42) yang disebarkan melalui google form. Uji untuk menganalisis data penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil: diperoleh responden mayoritas memiliki tingkat stres akademik yang normal yaitu 43 mahasiswa atau 49,4%, sedang sebanyak 16 mahasiswa atau 18,4%, ringan sebanyak 15 mahasiswa atau 17,2%, parah sebanyak 8 mahasiswa atau 9,2% dan sangat parah sebanyak 5 mahasiswa atau 5,7%. Selain itu diperoleh hasil bahwa responden mayoritas memiliki kinerja yang baik dalam organisasi yaitu 46 mahasiswa atau 52,9%, kinerja cukup baik sebanyak 37 mahasiswa atau 42,5%, sangat baik sebanyak 2 mahasiswa atau 2,3%, kinerja kurang baik sebanyak 1 mahasiswa atau 1,1% dan kinerja sangat kurang baik sebanyak 1 mahasiswa atau 1,1%. Kesimpulan: Hasil interpretasi data yang didapatkan untuk nilai p sebesar 0,003 yang berarti ada hubungan yang antara stres akademik dengan kinerja mahasiswa dalam berorganisasi.
CONFIDENCE AND ANXIETY FACING THE COMPETITION OF KYOURUGI TAEKWONDO ATHLETES SALATIGA: A CORRELATION STUDY Aulya Salsa Happy Wulandari; Emmanuel Satyo Yuwono
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v6i1.115

Abstract

Background: Anxiety over competition is one of the things that is stressful with mental symptoms associated interpreted as a feeling of anxiety, uneasiness, and worried. Self-confidence is the belief in one's abilities, so one does not feel anxious when carrying out an activity, has a feeling of freedom in doing something one wants, and a sense of responsibility for the decisions and actions taken. Purpose: this study aims to determine whether there is a relationship between self-confidence and competition anxiety among kyourugi taekwondo athletes in Salatiga city. Method: Used was quantitative with a correlation design. A total of 37 kyourugi taekwondo athletes in Koni Salatiga were used as research participants using a saturated sampling techniques. Results: Confidence was measured using the SAS-2 Sport Anxiety Scale (a = 0.901) and competition anxiety was measured using the Self-Confidence Scale (a = 0.907). The results of this study prove that self-confidence and competition anxiety have a negative relationship (r = -0.757 and sig = 0.000). Conclusion: These results mean that the higher the athlete's confidence, the lower the athlete's competition anxiety. Meanwhile, the lower the athlete's self-confidence, the higher the athlete's competition anxiety. Abstrak Latar Belakang: kecemasan menghadapi pertandingan merupakan salah satu hal yang listres dengan gejala mental berkaitan dnegan perasaan yang negatif. Kecemasan menghadapi pertandingan juga dapat diartikan sebagai perasaan gelisah, tidak tenang dan khawatir. Kecemasan mengahdapi pertandingan adalah listres yang dialami oleh seorang atlet yang terjadi ketika meningkatnya emosi negatif pada suatu situasi dalam pertandingan. Kepercayaan diri ialah keyakinan atas kemampuan yang dimiliki, sehingga tidak merasa cemas ketika melakukan suatu kegiatan, memiliki perasaan bebas dalam melakukan sesuatu hal yang diinginkan, dan rasa tanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang dilakukan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepercayaan diir dan kecemasan menghadapi pertandingan pada atlet kyourugi tekwondo di kota Salatiga. Metode: Metode yang diunakan yaitu kuantitatif dengan design korelasi. Sebanyak 37 atlet kyourugi tekwondo Koni Salatiga dijadikan sebagai partisipan penelitian dengan mengguanakn teknik sampling jenuh. Hasil: kepercayaan diir diukur mengguanakn SAS-2 Sport anxiety Scale (a = 0,901) dan kecemasan bertanding diukur menggunakan Self-Confidence Scale (a = 0,907). Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa kepercayaan diri dan kecemasan bertanding memiliki hubungan negatif (r = -0,757 dan sig = 0,000). Kesimpulan: hasil tersebut memiliki arti bahwa semakin tinggi kepercayaan diri atlet, maka semakin rendah kecemasan bertanding atlet tersebut. Sedangkan, semakin rendah kepercayaan diir atlet. maka semakin tinggi kecemasan bertanding atlet tersebut.
PHUBBING BEHAVIOR AND SATISFACTION OF ROMANTIC RELATIONSHIPS IN EARLY ADULT DATING: A CORRELATIONAL STUDY Kirey Febriani Ajooba; Krismi Diah Ambarwati
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 6 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v6i1.119

Abstract

Background: Intimacy is essential in a dating relationship, but phubbing behaviour can be hindrance which can ultimately interfere with romantic relationship satisfaction. Phubbing behaviour is ignoring other people by playing on mobile phones. Purpose: This study aims to determine the relationship between phubbing behaviour and romantic relationship satisfaction in early adulthood who are dating. Methods: Used the quantitative correlational method. Determination of the sample using the incidental sampling method involved as many as 107 early adult respondents aged 18-40 years and currently undergoing a dating relationship for at least six months in all regions of Indonesia. The instruments in this study were the Relationship Assessment Scale to measure romantic relationship satisfaction and the Generic Scale of Phubbing to measure phubbing behaviour. This study used the Spearman correlation test. Results: Showed that the correlation coefficient was -0.135 with a significance of 0.083 (p>0.05), meaning that phubbing behaviour has no significant negative relationship with romantic relationship satisfaction in early adulthood dating. Conclusion: Phubbing behaviour is not related to romantic relationship satisfaction. Most respondents have phubbing behaviour and romantic relationship satisfaction at a moderate level. Abstrak Latar Belakang: Keintiman diperlukan dalam hubungan, namun perilaku phubbing dapat menjadi penghalang yang akhirnya dapat mengganggu kepuasan hubungan romantis. Perilaku phubbing yaitu tindakan mengabaikan orang lain dengan cara bermain ponsel. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku phubbing dengan kepuasan hubungan romantis pada dewasa awal yang sedang berpacaran. Metode: menggunakan metode kuantitatif korelasional. Penentuan sampel menggunakan metode sampling insidental dan melibatkan sebanyak 107 responden dewasa awal berusia 18-40 tahun dan sedang menjalani hubungan pacaran minimal 6 bulan di seluruh wilayah Indonesia. Instrumen dalam penelitian ini yaitu Relationship Assessment Scale untuk mengukur kepuasan hubungan romantis dan Generic Scale of Phubbing untuk mengukur perilaku phubbing. Penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar -0,135 dengan signifikansi 0,083 (p > 0,05), artinya perilaku phubbing tidak memiliki hubungan negatif signifikan dengan kepuasan hubungan romantis pada dewasa awal yang sedang berpacaran. Kesimpulan: Perilaku phubbing tidak berhubungan dengan kepuasan hubungan romantis. Mayoritas responden memiliki perilaku phubbing dan kepuasan hubungan romantis di tingkat sedang.