cover
Contact Name
Rizky Ardian Hartanto Sawal
Contact Email
rizkyardianhartanto@gmail.com
Phone
+6282242543071
Journal Mail Official
lppm.stiferasemarang@gmail.com
Editorial Address
LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Semarang Jl. Medoho III No. 2, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia (JFSI)
ISSN : 26219360     EISSN : 26863529     DOI : https://doi.org/10.52216
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Jurnal Farmasi & Sains Indonesia is an open-access journal that published twice a year by Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera. This journal is a media of research publication on all aspects of pharmaceutical & science that is innovative, creative, original and based on scientific. Articles published in this journal about drug discovery, drug delivery systems and drug development with specific field include: 1. Medicinal chemistry 2. Pharmacology 3. Pharmacokinetics 4. Pharmacodynamics 5. Pharmaceutical analysis 6. Drug delivery systems 7. Pharmaceutical technology 8. Pharmaceutical biotechnology 9. Herbal medicines and active components 10. Clinical evaluation of the medicine
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2018)" : 6 Documents clear
PENETAPAN KADAR TOTAL FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BIJI MAHONI (Swietenia mahagoni L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Nurista Dida Ayuningtyas; Felisia Bani
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Biji mahoni telah lama dikenal untuk berbagai pengobatan salah satunya untuk menurunkan kadar gula darah. Biji mahoni mengandung fitokonstituen seperti golongan limonoid, kumarin, ester asam lemak, steroid, polifenol, esensial oil, tanin, dan flavonoid. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid dalam ekstrak biji mahoni. Metode Penelitian : Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk menarik senyawa kimia di dalam ekstrak. Ekstrak yang diperoleh dikarakterisasi organoleptis, pH dan viskositas. Analisis kandungan kimia ekstrak secara kualitatif menggunakan pereaksi warna untuk mengetahui adanya alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin dalam ekstrak. Pengukuran kadar total flavonoid ekstrak biji mahoni secara kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Baku standar yang digunakan yaitu kuersetin yang merupakan flavonoid golongan flavonol. Pereaksi yang digunakan untuk uji total flavonoid yaitu AlCl3 dan Na. asetat anhidra, pengukuran total flavonoid dilakukan pada panjang gelombang 414,5 nm dan waktu inkubasi 16 menit. Hasil : Ekstrak yang diperoleh berbentuk cair, berbau pahit menyengat, dan berwarna coklat tua. pH ekstrak 5,61 dan viskositas ekstrak 20 cPs. Pada uji kualitatif didapatkan ekstrak biji mahoni mengandung alkaloid, tanin, dan flavonoid. Analisis kuantitatif total flavonoid ekstrak biji mahoni diperoleh kadar senyawa total flavonoid sebesar 258,85 mcg/gram ekstrak.
ANALISIS SERVPERF PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS ISLAM SULTAN AGUNG KOTA SEMARANG Sri Suwarni; Metrikana Novembrina
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan Pelayanan banyak menjadi bahan kajian penelitian kepuasan, diperlukan upaya pengendalian kualitas untuk memenuhi persepsi konsumen. Salah satunya adalah dengan menerapkan pendekatan Metode Servperf merupakan metode yang digunakan untuk mengukur kualitas Pelayanan, sehingga akan diperoleh nilai kepuasan yang merupakan nilai persepsi konsumen terhadap Pelayanan yang telah diterima dan dirasakan. Tujuan : Mengetahui tingkat kepuasan konsumen dengan metode Servpef. Metode : Penelitian ini dengan metode observasional dengan responden pasien di farmasi rawat jalan RS Islam Sultan Agung sebagai Voice of customer yaitu kuesioner Servperf sehingga dapat dianalisis untuk memberikan gambaran dan analisis kinerja. Hasil : Persentase hasil kuesioner servperf masing-masing dimensi berturut- turut mulai dari yang terkecil adalah dimensi tangible 77,71%, dimensi assurance 79,02%, dimensi reliability 79,42%, dimensi empathy 80,69% dan dimensi responsiveness 86,16%, Secara keseluruhan nilai kinerja rata-rata Pelayanan resep berdasar hasil kuesioner servperf yaitu 80,69% yang berarti juga tingkat kepuasan pasien farmasi rawat jalan terhadap Pelayanan resep dan masih ada peluang ketidakpuasan pasien terhadap kinerja Pelayanan resep sebesar 19,31%. Pelayanan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSI Sultan Agung adalah 80,69% artinya memenuhi persyaratan standar pelayanan minimal di Rumah Sakit yaitu 80%.
Evaluasi Perencanaan dan Pengadaan Kebutuhan Obat Publik Serta Ketersediaan Obat di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon Tahun 2016 Haris Maspekeh; Satibi; Gunawan Pamudji Widodo
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakmampuan merencanakan kebutuhan obat dengan baik di tingkat Puskesmas, akan berpengaruh pada persediaan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian perencanaan, pengadaan kebutuhan obat publik dan tingkat ketersediaan obat dengan indikator efisiensi dan efektifitas pengelolaan obat serta permasalahan yang terjadi dalam perencanaan dan pengadaan kebutuhan obat publik di wilayah kerja dinas kesehatan daerah kota tomohon tahun 2016. Rancangan penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui pengamatan dokumen obat tahun 2016, obat Indikator sebanyak 144 item obat, serta wawancara dengan pengelola obat, Kepala Puskesmas, Kepala Instalasi Farmasi Kota Tomohon dan Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon. Data yang diperoleh dianalisis dengan indikator efisiensi dan efektifitas pengelolaan obat menggunakan indikator Depkes dan dibandingkan dengan standar atau hasil penelitian lain. Hasil yang tidak sesuai standar yaitu rata-rata perencanan obat yang tepat di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon adalah sebesar 33,35%, kurang tepat sebesar 48,03% dan berlebih sebesar 18,62%. Persentase alokasi dana pengadaan obat di IFK sebesar 3,91%. Rata-rata persentase kesesuaian antara pengadaan dengan kenyataan pakai obat 94,98%. Frekuensi pengadaan IFK 1 kali setahun. Hasil yang sesuai standar yaitu rata-rata persentase kesesuaian item obat yang tersedia sebesar 94,33%. Rata-rata persentase penyimpangan perencanaan 5,66%. Persentase ketersediaan dana pengadaan obat di IFK tahun 2016 sebesar 100%. Tidak pernah terjadi kesalahan faktur. Rata-rata lama waktu pembayaran dari dinas kesehatan kepada distributor adalah 50 hari dengan rata-rata lama waktu pembayaran yang disepakati yaitu 60 hari. Rata-rata tingkat ketersediaan obat kategori kurang sebesar 5,97%, aman sebesar 76,88%, dan berlebih sebesar 17,15%. Prioritas penanganan masalah sebagai berikut: 1). Menyusun Standar Operasional Prosedur pengelolaan obat. 2). Membentuk Tim Perencanaan Obat Terpadu Kabupaten/Kota. 3). Menyelenggarakan pelatihan tentang pengelolaan obat. 4). Menerapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) pengelolaan obat.
STRATEGI PERBAIKAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT BERBASIS STANDAR AKREDITASI DENGAN METODE MATRIKS DI INSTALASI FARMASI RSU AULIA LODOYO BLITAR Desi Alviona; Jason Merari Peranginangin; Chairun
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi merupakan penilaian KARS untuk meningkatkan keselamatan dan mutu pelayanan Rumah Sakit. Penelitian dilakukan di IFRSU Aulia Lodoyo Blitar yang merupakan Rumah Sakit tipe C, pada Maret 2017 lulus akreditasi paripurna sesuai standar akreditasi KARS versi 2012, secara garis besar standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit belum sepenuhnya tercapai. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian tujuh standar PKPO terhadap SNARS 2018 dan strategi perbaikan masalah menggunakan skala prioritas dengan metode matriks. Penelitian dianalisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara kepada Kepala IFRS serta observasi untuk mendukung kuesioner. Subyek penelitian yaitu Apoteker, TTK, dan administrasi farmasi. Hasil data diolah dalam bentuk tabel dan dilakukan perbaikan dengan skala prioritas masalah menggunakan metode matriks. Tingkat kesesuaian PKPO di IFRSU Aulia Lodoyo Blitar belum sepenuhnya memenuhi SNARS. Persentase didapatkan : pengorganisasian 67,2%, seleksi dan pengadaan 63,3%, penyimpanan 77,1%, peresepan dan penyalinan 74,7%, persiapan dan penyerahan 71,8%, pemberian obat 78,2%, pemantauan 62,2%. Strategi perbaikannya berdasarkan skala prioritas masalah menggunakan metode matriks : PKPO 7 pemantauan efek obat, PKPO 2 seleksi dan pengadaan, PKPO 1 pengorganisasian yang melakukan supervisi sesuai dengan penugasannya, PKPO 5 persiapan dan penyerahan obat, PKPO 4 peresepan dan penyalinan, PKPO 3 penyimpanan obat, dan PKPO 6 pemberian obat.
Penetapan Kadar Total Fenolik Dan Uji Aktivitasantioksidan Ekstrak Etanol 96% Daun Kecombrang (Etlingera Elatior) Dengan Metode 2,2-Difenil-1-Pikrilhidazil (DPPH) Oktariani Pramiastuti; Dinar Anggia Zen; Bayu Aji Prastiyo
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kecombrang (Etlingera elatior), adalah tanaman obat tradisional yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu memperlambat, menunda dan mencegah proses oksidasi lipid oleh raikal bebas. Ekstraksi daun kecombrang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kadar total fenolik dan aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol 96% daun kecombrang. Penetapan kadar total fenolik dengan standar asam galat menggunakan reagen folin- Ciocalteu. Prinsip uji ini terbentuknya senyawa kompleks berwarna biru pada panjang gelombang 755,5 nm dengan nilai absorbansi sebesar 0,369. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode perendaman DPPH (2,2-Diphenyl-1-picryl Hidrazil) diukur serapan pada panjang gelombang 516 nm. Seri kadar ekstrak etanol 96% daun kecombrang yang digunakan adalah 20,40, 60, 80 dan 100 ppm, sedangkan pembanding asam galat dengan konsentrasi 4, 6, 8, 10, 12 ppm Hasil kadar total fenolik yang diperoleh yaitu sebesar 48,223 mgGAE/g. Hasil IC50 dari ekstrak daun kecombrang adalah 4,7645 ppm dan asam galat sebagai pembanding adalah 3,3698 ppm, ekstrak daun kecombrang dan asam galat termasuk dalam antioksidan sangat kuat. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS dengan uji normalitas dan Independent T- Test, hasil dari uji normalitas berdasarkan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa terdistribusi normal karena nilai p > 0,05, sedangkan pada uji Indepenent T-Test diperoleh nilai signifikansi 0,152 > 0,05 sehingga tidak ada perbedaan bermakna antara asam galat dengan ekstrak etanol 96% daun kecombrang.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) PADA PROTEKSI PANKREAS TIKUS DIABETES YANG DIINDUKSI ALOKSAN Yithro Serang; Yahya Febrianto
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada keadaan patologik seperti diabetes, peningkatan stress oksidatif dalam tubuh akan menyebabkan penurunan aktivitas antioksidan endogen dalam tubuh sehingga tubuh tidak mampu mendetoksifikasi radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Salah satu sumber antioksidan alami sebagai antidiabetes adalah daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anti hiperglikemia ekstrak etanol daun jeruk nipis dan aktivitas enzim antioksidan SOD dan GPX, mengetahui kemampuan proteksi pankreas dan korelasi antara anti- hiperglikemia, antioksidan dan proteksi pankreas ekstrak etanol daun jeruk nipis. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan rancangan post test only group design. Subyek penelitian ini adalah 30 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dikondisikan DM tipe 2 dengan induksi aloksan. Tikus dikelompokkan menjadi 6 kelompok : kelompok I netral, kelompok II tanpa perlakuan, kelompok III kontrol positif glibenklamid 80 mg/Kg BB, Kelompok IV, V dan VI adalah kelompok perlakuan dengan dosis berturut-turut 62,5 mg/Kg BB, 125 mg/Kg BB dan 250 mg/Kg BB. Kemudian dilakukan uji aktivitas SOD dan GPX dilanjutkan dengan uji histopatologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6