cover
Contact Name
-
Contact Email
maristec@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
maristec@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur I, Kec.Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Marine Science and Technology Journal
Published by Universitas IVET
ISSN : 27150305     EISSN : 27461580     DOI : https://doi.org/10.31331/maristec
Core Subject : Engineering,
The range of topics extends from research in naval architecture, marine engineering, and ocean engineering to marine-related research in the fields of environmental science and technology, oceanography, computational mechanics, and information technology. In addition to original, full-length refereed contributions presenting new research and developments in the field, the journal also publishes review papers authored by leading authorities. Presents new research in naval architecture, marine engineering, and ocean engineering Covers marine-related research in environmental science and technology, oceanography, computational mechanics, and information technology Publishes original research contributions and reviews authored by leading authorities
Articles 78 Documents
ANALISIS KUANTITATIF KONSUMSI BAHAN BAKAR MESIN UTAMA KAPAL UNTUK EFISIENSI OPERASIONAL TINGGI. Widodo, Panut; Setiawan, Rudy
Marine Science and Technology Journal Vol 6 No 2 (2025): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v2i2.4156

Abstract

Modifikasi kapal tongkang 345 kaki menjadi Accommodation Work Barge (AWB) 345 kaki memerlukan perencanaan material yang cermat untuk menunjang kebutuhan akomodasi lepas pantai. Kuantifikasi kebutuhan material struktural dan pelindung sangat fundamental dalam proyek modifikasi kapal ini, mempengaruhi kelayakan teknis dan ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah kebutuhan plat dan siku, serta estimasi kebutuhan material cat beserta biayanya, pada modifikasi kapal AWB 345 kaki. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data dari gambar General Arrangement (GA) kapal AWB 345 kaki. Perhitungan konstruksi bangunan atas dilakukan secara matematis berdasarkan aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dengan bantuan perangkat lunak AutoCAD. Kebutuhan material cat dihitung berdasarkan luasan area dan spesifikasi cat yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan total berat konstruksi dinding dan dek adalah 82,04 ton, dengan kebutuhan 451 lembar plat tebal 8 mm untuk dinding luar, dan profil siku bervariasi; sementara itu, luasan pengecatan mencapai 3.841,167 m² (3 lapis) dan 4.382,995 m² (1 lapis), dengan estimasi biaya cat Chugoku sebesar Rp 313.340.000. Kuantifikasi material struktural dan cat ini sangat krusial untuk pengadaan material yang efisien, manajemen biaya, dan kepatuhan terhadap standar teknis dalam proyek modifikasi kapal. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang modifikasi struktural AWB dan rekomendasi teknis berharga bagi industri maritim, termasuk dasar perhitungan material sandblasting dan cat.
Penerapan Peningkatan Keselamatan Kerja Di Industri Tiffani, Cellya Putri; Hakim, Mohammad Yusril; Saputra, Dias; Pramana, Asteria Narulita
Marine Science and Technology Journal Vol 6 No 2 (2025): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v2i2.4143

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis cara penerapan dan peningkatan keselamatan kerja di industri, serta dampaknya terhadap produktivitas dan kepuasan karyawan. Metode yang diterapkan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis 20 artikel jurnal penelitian yang dipublikasikan dalam lima hingga sepuluh tahun terkahir. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah efektif dalam menerapkan K3 mencakup komitmen dari manajemen, pelaksanaan diskusi keselamatan, pelatihan berkelanjutan, serta pendekatan yang berbasis perilaku (Behavior Based Safety). Langkah-langkah ini terbukti meningkatkan kepatuhan pekerja terhadap prinsip K3. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, seperti rendahnya kesadaran dari manajemen dan anggapan bahwa keselamatan kerja hanyalah kewajiban hukum, bukan investasi yang strategis. Penerapan K3 yang berkelanjutan tidak hanya mengurangi jumlah kecelakaan, tetapi juga memberikan efek positif terhadap produktivitas dan kepuasan karyawan. Oleh karena itu, peningkatan keselamatan secara menyeluruh dengan fokus jangka panjang merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan dan daya saing sektor industri di Indonesia.
Penerapan Konsep 5r (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Di Rs Mata JEC Candi Semarang Wulan, Roro Nawang; Adhim, Abdul
Marine Science and Technology Journal Vol 7 No 1 (2026): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v7i1.4391

Abstract

Suatu upaya dalam membangun budaya K3 di lingkungan Rumah Sakit yaitu dengan menerapkan prinsip 5R dengan membuat lingkungan kerja yang sehat serta aman sehingga dapat meminimalisir probabilitas kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Salah satu keberhasilan kinerja suatu organisasi dinilai dari kondisi lingkungan di tempat kerja. Organisasi yang mempunyai kinerja yang buruk dapat dilihat dari situasi kerja yang tidak teratur, banyaknya barang reject atau rework, nilai absensi karyawan yang buruk, dan sebagainya. 5R merupakan indikator pertama untuk menilai kinerja organisasi tersebut. Rumah Sakit Mata JEC - Candi Semarang merupakan sentra kesehatan mata terbesar berkonsep one stop service bagi masyarakat di Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan pasien dan staf, kualitas pelayanan, serta membentuk budaya kerja yang lebih baik dan disiplin. Dengan 5R, rumah sakit dapat menciptakan lingkungan kerja yang teratur, bersih, nyaman, dan aman sehingga meminimalkan pemborosan waktu dan risiko kecelakaan atau infeksi. Cara efektif yang biasa dilakukan adalah karyawan melakukan pengamatan dan berkeliling di sekitar area kerja untuk melihat, mencatat dan menerapkan 5R secara langsung terhadap area kerja khususnya di Lokasi pelayanan. Dengan adanya penerapan 5R secara langsung di lokasi pelayanan, penerapan 5R ini dinilai dapat berjalan efektif dan efisien dalam upaya mengurangi pemborosan serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.
Pemanfaatan Energi Hibrid Matahari Dan Angin Optimum Ekonomis Untuk Kondisi Angin Yang Variatif Di Indonesia Budi Utomo, Sukarno; Hariningrum, Rita; Kurnia Rahmawan, Afeef
Marine Science and Technology Journal Vol 7 No 1 (2026): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v7i1.4337

Abstract

Pemanfaatkan energi angin untuk keperluannya manusia sudah ribuan tahun yang lalu, baik untuk berlayar kapal dan PLT angin untuk pabrik. Dari semua sumber energi terbarukan, tenaga angin adalah yang paling baik dalam hal pengembangan secara komersial. sumber energi ini menarik karena lebih ramah lingkungan dan jumlah nya selalu tersedia. Potensi untuk pengembangan sangat besar, dan dunia ini kapasitas jauh lebih besar dari jumlah konsumsi di seluruh dunia, kapasitas total sekitar 60 000 MW telah dipasang, dengan produksi tahunan sekitar 100 TWh. Sedangkan Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi di Indonesia bukan tidak mungkin dikembangkan lebih lanjut. Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt Menurut Kepala Subdirektorat Usaha Energi Baru dan Terbarukan Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) ESDM Kosasih Abbas, mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) harus mampu menghasilkan 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.Sistem pembangkit energi hibrid berbasis energy angin dan surya adalah sistem yang menggabungkan beberapa sumber energi untuk memasok energi listrik ke beban. Tujuan utama sistem hibrid adalah memaksmimalkan energi dengan harga murah, bebas polusi, kualitas daya yang bagus, dan energi yang berkesinambungan. Sistem pembangkit tenaga tenaga angin dapat dicapai secara teknis dan ekonomis sesuai dengan persyaratan keandalan sistem. Sebuah Studi kasus dilaporkan menunjukkan pentingnya model HSWSO untuk mengukur kapasitas turbin angin, panel PV dan baterai.
Pemilihan Material Cat pada Docking Repair Kapal Ferry KM Titian Murni Widodo, Panut; Setiawan, Rudi
Marine Science and Technology Journal Vol 7 No 1 (2026): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v7i1.4392

Abstract

Kapal ferry berperan penting dalam mendukung transportasi penyeberangan laut antar kepulauan Indonesia yang dapat mengangkut barang, kendaraan, dan penumpang, sebagai pengganti jembatan atau disebut juga Tol Laut. Operasional kapal ini menyesuaikan dengan rute yang sudah diatur dan beroperasi pulang pergi sebagai sebuah sarana penghubung yang dapat bergerak. Kapal ferry ini selama masa operasionalnya, mengalami degradasi material akibat paparan air laut, sinar ultraviolet, kelembapan tinggi, serta benturan mekanis. Salah satu bentuk degradasi yang paling umum adalah korosi pada badan kapal yang terbuat dari baja. Salah satu cara memperlambat korosi pelat kapal adalah dengan pengecatan. Pengecatan badan kapal yang tercelup air dilakukan pada saat kapal melaksanakan docking, dimana untuk kapal ferry ini harus melaksanakan docking setiap tahun untuk menjaga performa dan keselamatan kapal. KM. Titian Murni yang merupakan kapal jenis Ferry perlu melaksanakan pengecatan saat pengedokkan, sehingga perlu ada penghematan biaya dalam menentukan merek cat yang akan digunakan yaitu material cat dengan biaya yang lebih ekonomis. Dengan metode matematis kuantitatif, berdasarkan data-data yang ada, kesamaan ketebalan pengecatan dan jenis cat dari tiga merek cat, dihasilkan perhitungan bahwa cat merek Chugoku Marine Paint lebih ekonomis dibanding merek lain, dengan jumlat material cat dan thinner 1960 liter dan total biaya sebelum pajak Rp. 188.147.500,00
The Analisa Performa Mesin Diesel Kapal S6S Dengan dan Tanpa Turbocharger Berdasarkan Data Operasional Pramono, Sri; Wibowo, Riyanto; Widodo, Panut; Maulana I, Imam; Aditya P, Guntur
Marine Science and Technology Journal Vol 7 No 1 (2026): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v7i1.4377

Abstract

S6S in conditions with and without a turbocharger based on actual operational data. This study is motivated by the importance of understanding the performance of marine diesel engines in supporting operational efficiency, fuel economy, and the reliability of ship machinery systems. The methods used in this study included collecting engine operational data, such as engine speed, power output, fuel consumption, and engine operating conditions in both configurations. The data obtained were then analyzed comparatively to determine the effect of turbocharger use on engine performance. The analysis results indicate that the use of a turbocharger in an S6S marine diesel engine can increase power output and combustion efficiency, as well as reduce specific fuel consumption compared to the unturbocharged condition. Conversely, the unturbocharged engine demonstrated lower performance at certain workloads, making it less optimal for ship operations. Through this research outreach activity, it is hoped that participants will gain a better understanding of the role of turbochargers in improving marine diesel engine performance. The results of this study can serve as a reference for students, technicians, and marine machinery practitioners in efforts to optimize the operation and maintenance of marine diesel engines.
Implementasi Undang – Undang Tenaga Tenaga Kerja Terhadap Penggunaan Alat Kesehatan Dan Keselamatan Di Sektor Kemaritiman Tugino, Tugino
Marine Science and Technology Journal Vol 7 No 1 (2026): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v7i1.4385

Abstract

Di Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar hampir tujuh belas ribu pulau yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia sehingga diharapkan Indonesia dengan potensi wilayah perariran yang cukup besar guna memenuhi dan menjadikan perkembagan termasuk infra struktur yang memadai ,sarana transportasi air yang mendudkung dan menjamin proses pertambahan moda trasportasi mendukung mobilitas antar pulau lebih intensistas tinggi,selaras dengan dinamika tersebut diperlukan usaha jasa pembuatan ,perbaikan dan perawatan kapal sebagai patner agar saling mendukung dan saling menggantungkan,melalui undang - undang dan peraturan ini yaitu inpres no 5 tahun 2005 tentang pemberdayaan perkapalan dan pelayaran nasional sehingga perlu adanya kesiapan sumber daya manusia serta pendukungnya diantaranya adalah beberapa perusahaan galangan kapal yang ada di semarang, yaitu PT Janata Marina Indah Semarang, PT Samodra Indonesia dan seterusnya yang sudah menjalaankan inpres Nomor 5 tahun 2005 tersebut melalui perawatan dan reparasi kapal dari pembangunan baru ukuran baru maupun perawatan sehingga memerlukan tenaga yang memadai.sumber daya manusia sumber daya manusia yang berjumlah kurang lebih 400 teanaga sebagai penentu dalam memberikan aktifitasnya menghasikan produksinya dalam perusahaan sehingga perlu ada regulasi tenaga kerja terhadap penggunaan alat Kesehatan dan keselamatan kerjadi Samodra Indonesiatentunya harus memenuhi ketentuan dalam peraturan peraturan mentri tenaga kerja dan transmigrasi Republik Indonesia nomor .PER.08/MEN/VII/2010,Tentang Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) dan Undang – Undang nomor 1 tahun 1970 tentang Kesehatan dan keselamatan kerja. dan undang – undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
Evaluasi Sifat Mekanik Komposit Serat Alam sebagai Material Alternatif Konstruksi Kapal Berdasarkan Standar BKI: Sebuah Kajian Literatur Suyanto, Suyanto; Wibowo, Riyanto
Marine Science and Technology Journal Vol 7 No 1 (2026): Marine Science and Technology Journal
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/maristec.v7i1.4387

Abstract

Penggunaan komposit berbasis serat alam sebagai alternatif material konstruksi kapal semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya tuntutan terhadap material ramah lingkungan dan berkelanjutan. Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis terhadap berbagai penelitian yang mengkaji sifat mekanik komposit serat alam, dengan fokus pada aplikasi maritim seperti lambung kapal dan struktur perahu. Metode review dilakukan terhadap 24 publikasi ilmiah yang melibatkan serat seperti rami, sabut kelapa, sisal, flax, dan lainnya, serta berbagai jenis matriks, termasuk epoxy dan resin berbasis minyak nabati. Parameter utama yang dianalisis meliputi kekuatan tarik, kekuatan lentur, dan modulus elastisitas, yang dibandingkan terhadap standar minimum Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Hasil kajian menunjukkan beberapa kombinasi komposit, seperti epoxy–sisal dan flax–Lyocell dengan bio-resin AESO, mampu melampaui batas minimal kekuatan tarik (110 MPa), kekuatan lentur (150 MPa), dan modulus elastisitas (7 GPa) yang ditetapkan BKI. Ditemukan sejumlah komposit masih belum memenuhi kriteria teknis tersebut, khususnya yang menggunakan serat dengan konsistensi mutu rendah atau ikatan antar fasa yang lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan jenis serat, perlakuan kimia, fraksi volume, dan teknik fabrikasi dalam meningkatkan performa mekanik komposit