cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
PENGARUH EKSTRAK DAUN BRYOPHILLUM PINNATUM TERHADAP BERAT BADAN JANIN MENCIT BALB/C MODEL LUPUS BUNTING Maya, Aminah
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Systemic Lupus Eritematosus (SLE) adalah suatu penyakit autoimun kronis yang lebih banyak diderita oleh wanita terutama pada usia reproduktif yang seringkali menimbulkan masalah kesehatan terutama pada masa kehamilan dan dapat membahayakan kondisi ibu dan janin sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius dalam penegakkan diagnosis dan terapi. Penelitian in silico melalui molecular docking menemukan bahwa kandungan senyawa aktif yang dimiliki oleh tanaman cocor bebek (Bryophyllum pinnatum) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi terapi biosimilar untuk pasien SLE, khususnya pasien yang berada pada masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh ekstrak daun Bryophillum pinnatum terhadap peningkatan Berat Badan Janin mencit BALB/c model lupus bunting. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan pendekatan post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah mencit galur BALB/c yang berjumlah 20 ekor, dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok : kelompok kontrol negatif (mencit bunting sehat), kontrol positif (mencit lupus bunting), kelompok perlakuan I (mencit lupus bunting + ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 10,5 mg/hari), kelompok perlakuan II (mencit lupus bunting + ektrak daun Bryophillum pinnatum dosis 21 mg/hari), kelompok perlakuan III (mencit lupus bunting + ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 42 mg/hari). Pemeriksaan berat badan janin dengan menggunakan timbangan analitis. Hasil: Dari hasil uji statistik, menunjukkan tidak ada perbedaan pengaruh signifikan dari pemberian ekstrak daun Bryophillum pinnatum dosis 10.5 mg/hari, 21 mg/hari dan 42 mg/hari terhadap berat badan janin. Simpulan : pemberian ekstrak daun Bryophillum pinnatum tidak terbukti dapat meningkatkan berat badan janin pada mencit BALB/c model lupus bunting
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GANDUS PALEMBANG TAHUN 2017 Andriza, Andriza
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO, 2011) memperkirakan bahwa 35-75% ibu hamil di negara berkembang dan 18% di negara maju mengalami anemia. Namun, banyak di antara mereka yang telah menderita anemia pada saat konsepsi, dengan perkiraan prevalensi sebesar 43% pada perempuan yang tidak hamil di negara berkembang dan 12% di negara yang lebih maju. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gandus Palembang Tahun 2017.Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data ini ialah menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan bermakna antara usia ibu (p = 0,036), jarak kehamilan (p = 0,016), paritas (p = 0,037) dan kunjungan antenatal care (p = 0,039) dengan kejadian anemia kehamilan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian anemia kehamilan adalah variabel kunjungan antenatal care dengan Odd Ratio (OR) = 8,53. Hasil penelitian tersebut disarankan kepada ibu untuk rutin melakukan kunjungan antenatal care, sehingga mendapatkan penyuluhan dan pemeriksaan rutin tentang anemia kehamilan dan bila mengalami dapat segera diatasi dengan pemberian table Fe
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PUSKESMAS NAGASWIDAK PLAJU PALEMBANG TAHUN 2013 Susanti, Lilis
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian dan kesakitan akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas saat ini di dunia masih sangat tinggi. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.Olehsebabituasuhan masa nifas sangat diperlukan dalam periode ini karena masa nifas merupakan masa kritis untuk ibu dan bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan masa nifas di Puskesmas Nagaswidak Plaju Palembang Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu pasca masa nifas diatas ≥ 40 hari - 6 bulan di Puskesmas Nagaswidak Plaju Palembang Tahun 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Non Random Sampling dengan tehnik Accidental Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian analisa univariat diperoleh bahwa Ibu yang melakukan kunjungan masa nifas standar sebanyak 21 responden (70,0%) dan yang tidak standar sebanyak 9 responden (30%), frekuensi ibu nifas yang bersikap positif sebanyak 24 responden (80%) dan yang mempunyai sikap negatif sebanyak 6 responden (20%), Frekuensi ibu nifas berpendidikan tinggi sebanyak 21 responden (70%) dan dengan pendidikan rendah sebanyak 9 responden (30%) dan frekuensi ibu nifas yang memiliki jarak kehamilan dengan risiko tinggi sebanyak 20 responden (66,7%) dan dengan risiko rendah sebanyak 10 responden (33,3%). Dari hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square maka terdapat hubungan bermakna antara sikap (p value = 0,005)pendidikan (p value = 0,008) dan jarak kehamilan (p value = 0,030) dengan kunjungan masa nifas di Puskesmas Nagaswidak Palembang tahun 2013.
PENGARUH TERAPI PIJAT BAYI TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 3-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016 Maya, R A Aminah; Pratama, Renda Natalina
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi mempunyai banyak manfaat diantaranya meningkatkan hubungan emosi antara orangtua dan bayi sehingga dapat menstimulus perkembangan personal sosial bayi, selain itu gerakan remasan pada pijat bayi berfungsi untuk menguatkan otot bayi sehingga dapat menstimulus perkembangan motoriknya serta meningkatkan penambahan berat badan (Roesli, 2013; Oktafia, 2010; Marta, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi pijat bayi terhadap penambahan berat badan pada bayi usia 3-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pembina Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian ini menggunakan rancangan pre test dan post test control group design. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas (posyandu) Pembina Palembang. Hasil: Dari hasil penelitian, diketahui bahwa rata-rata penambahan berat badan pada bayi dengan terapi pijat bayi adalah 720+ 227.40 gram, dan pada bayi tanpa terapi pijat bayi adalah 560+ 176.47 gram sehingga disimpulkan bahwa penambahan berat badan pada bayi yang diberi terapi pijat bayi lebih besar dibandingkan dengann yang tidak diterapi pijat bayi. Dari hasil uji statistik menggunakan Independent t-test, diperoleh tingkat signifikansi ρ<0,05 (ρ: 0,040), yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara terapi pijat bayi terhadap penambahan berat badan pada bayi. Hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan pengaruh terapi pijat bayi terhadap penambahan berat badan pada bayi terbukti benar. Pijat bayi dapat digunakan sebagai salah satu terapi rutin yang menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DISMINORHEA PRIMER PADA SISWI SMA PGRI 2 PALEMBANG Sulistyorini, Suci; Monica, Septi; Ningsih, Selvi Septia
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, psikologis, dan sosial. World Health Organization (WHO) menentukan usia remaja antara 12 – 24 tahun (Kusmiran, 2011).. Menurut data WHO, rata-rata insidensi terjadinya dismenore pada wanita muda antara 16,8 – 81%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian disminorhea primer pada siswi SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Lokasi penelitian dilakukan di kelas X SMA PGRI 2 Palembang. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 21 Februari 2017.Populasi penelitian yaitu semua siswi kelas X SMA PGRI 2 Palembang tahun 2017 yang berjumlah 126 responden. Sampel penelitian yaitu total populasi. Analisa yang dilakukan adalah analisa data univariat dan bivariat. Berdasarkan data univariat didapatkan data dari 126 responden sebanyak 113 responden (89,7%) mengalami disminorhea primer dan sebanyak 13 (10,3%) responden tidak mengalami disminorhea primer, usia menarche dini 8 (6,3%)responden, usia menarche normal 118 (93,7%), siklus menstruasi abnormal 43 (34,1 %), siklus menstruasi normal 83 (65,9%), lama menstruasi abnormal 27 (21,4%), lama menstruasi normal 99 (78,6%), riwayat keluarga terdapat disminorhea primer 100 (79,4%), dan riwayat keluarga tidak ada 26 (20,6%). Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian disminorhea primer dengan p value = 0,027 OR 3,986 dan tidak ada hubungan antara usia menarche, lama menstruasi,dan lama menstruasi terhadap kejadian disminorhea primer di SMA PGRI 2 Palembang. Untuk petugas kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan konseling dan memberikan penyuluhan terhadap remaja khususnya remaja putri mengenai kesehatan reproduksi agar dapat mempersiapkan organ reproduksi yang sehat.Kata Kunci : Disminorhea primer, Usia menarche, siklus menstruasi, lama menstruasi, riwayat keluarga.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN AMBULASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI DIRUANG RAWAT INAP RSI SITI KHADIJAH PALEMBANG Rosa, Yunilda; Hayatunnufus, Sri
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kasus pembedahan perlu dibawa operasi, diperlukan ambulasi dini bagi pasien pasca operasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menghubungkan ambulasi dini terhadap pasien pasca operasi di rawat inap RSUD Siti Khadijah Palembang. Metode kuantitatif melalui pendekatan cross sectional . Teknik sampling yang digunakan dengan accidental sampling. Jumlah sampel adalah 34 responden. Analisis univariat dan bivariat melalui analisis chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara skala nyeri dan ambulasi dengan p-value = 0,00, knowledge ambulation dengan p-value = 0.00, dan emotional ambulation dengan p-value = 0.00 Akhirnya diharapkan petugas kesehatan dapat Informasikan pentingnya ambulasi dini kepada pasien sampai menjadi homed untuk menurunkan atrofi otot dan infeksi
HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT XX Irawan, Afrianto Guntur; Yulia, Sri; Mulyadi, Mulyadi
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya penerapan budaya keselamatan pasien bagi perawat pelaksana memerlukan peran supervisi untuk mewujudkan keselamatan pasien dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi dengan penerapan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tahun 2017. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 48 perawat. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil: Supervisi yang baik sebanyak 33 responden (69%), sedangkan penerapan budaya keselamatan pasien yang baik sebanyak 31 responden (64,6%). Hasil uji statistik menggunakan Chi Square test menunjukkan bahwa ada hubungan supervisi dengan penerapan budaya keselamatan pasien (p value = 0,006). Kesimpulan & Saran: Peran supervisi sangat penting dalam membangun budaya keselamatan pasien, sehingga diharapkan kompetensi supervisi dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan dapat menerapkan aktivitas supervisi melalui program sosialisasi, mentoring, konseling, serta penguatan peran komite kesalamatan pasien dalam melakukan survei budaya keselamatan.
DAMPAK SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN WANITA PREMENOPAUSE Fruitasari, M. Kus Fitriani
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa premenopause adalah masa dimana tubuh mulai bertransisi menuju menopause. Pada masa premenopause ini akan terjadi perubahan, yaitu mulai menurunnya fungsi reproduksi, perubahan hormon, perubahan fisik, maupun perubahan psikis. Salah satu cara dalam meningkatkan kebugaran tubuh ini adalah dengan olahraga, diantaranya senam aerobik low impact. Tujuan: Mengidentifikasi dampak senam aerobik low impact terhadap tingkat kebugaran wanita premenopause. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan praeksperimental dengan rancangan Static Group Comparison/Posttest Only Control, subyek penelitian ini sebanyak 96 wanita premenopause di Kelurahan Sukajaya Palembang. Pengumpulan data menggunakan pengukuran tingkat kebugaran dengan menggunakan metode Kasch Step Test. Analisa data perbedaan tingkat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Tingkat kebugaran kelompok intervensi lebih tinggi daripada tingkat kebugaran kelompok kontrol. Tingkat kebugaran pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai ρ=0,00 (ρ< 0,05). Kesimpulan: Tingkat kebugaran wanita premenopause yang mengikuti senam aerobik lebih tinggi daripada wanita premenopause yang tidak mengikuti senam aerobik
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WARGATAMA OGAN ILIR TAHUN 2016 Pratiwi, Anggi
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia, menjadi tua merupakan proses alamiah. Seiring meningkatnya umur maka tekanan darah akan semakin meninggi, hipertensi menjadi masalah pada lanjut usia. Salah satu terapi non farmakologi pada penderita hipertensi yaitu dengan berolahraga secara teratur. Olahraga atau aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari sudah cukup untuk menurunkan tekanan darah. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan diketahuinya pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Wargatama Ogan Ilir Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre-Post Test design dengan populasi lansia dengan hipertensi yang tinggal dipanti sosial tresna werdha berjumlah 74 lansia.Sampel diambil secara Accidental Sampling berjumlah 35 orang lansia. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Juni - 18 Juli 2016.Analisis data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon dengan batas kemaknaan (<0,05)Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sebelum senam lansia adalah 2.00 dengan standar deviasi 0.490 dan rata-rata tekanan darah setelah dilakukan senam lansia adalah 1.00 dengan standar deviasi 0.355. Dari hasil uji bivariat dengan uji wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 (<0,05), hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan tekanan darah sebelum dilakukan senam lansia dengan tekanan darah setelah dilakukan senam lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wargatama Ogan Ilir tahun 2016. Disarankan kepada pihak panti sosial tresna werdha wargatama untuk menjadwalkan senam lansia secara rutin bagi penghuni panti.
ANALISIS KEJADIAN PAYUDARA BENGKAK PADA IBU NIFAS DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI MALIAH PALEMBANG TAHUN 2016 Sastri, Nen
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO tahun 2007 kurang lebih 40% wanita memilih untuk tidak menyusui dan banyak diantaranya mengalami nyeri dan pembengkakan payudara yang cukup nyata. Pembengkakan dan nyeri payudara mencapai puncaknya 3 sampai 5 hari postpartum. Sebanyak 10% wanita mungkin melaporkan nyeri berat hingga 14 hari post partum dan seperempat sampai setengah dari wanita tersebut mengkonsumsi analgesik untuk meredakan nyeri payudara pada masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran karakteristik ibu nifas dengan payudara bengkak di BPM Maliah Tahun 2016. Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data sekunder, yang diperoleh melalui observasi rekam medik pasien ibu nifas. Populasi penelitian ini adalah semua ibu nifas di BPM Maliah Palembang Tahun 2016. Pada saat dilakukan pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling dengan jumlah 113 ibu nifas. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian bahwa dari 113 ibu nifas yang usia resiko rendah sebanyak 68 orang, paritas multipara sebanyak 73 orang, pendidikan tinggi sebanyak 69 orang, yang tidak bekerja sebanyak 72 orang, yang mengalami payudara bengkak sebanyak 32 orang. Simpulannya ada hubungan usia dengan kejadian payudara bengkak pada Ibu nifas, ada hubungan paritas dengan kejadian payudara bengkak pada Ibu nifas, ada hubungan pendidikan dengan kejadian payudara bengkak pada Ibu nifas, ada hubungan pekerjaan dengan kejadian payudara bengkak pada Ibu nifas

Page 11 of 77 | Total Record : 765