cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DIWILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KEMALARAJA KABUPATEN OKU TAHUN 2015 Sumantri, Apria Wilinda
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan atau jumlah eritrosit diabawah nilai normal. Tindakan yang dilakukan untuk mengtatasi masalah tersebut selama ini adalah pendistribusian tablet Fe. Faktor utama yang menyebabkan sulitnya prevalensi anemia ini antara lain karena rendahnya cakupan distribusi dan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet besi. Tujuan : untuk mengatahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemalaraja kabupaten OKU tahun 2015. Metode : penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil bulan januari – maret tahun 2015 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemalaraja kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU dengan sampel sebanyak 75 orang. Analisi data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik chi-square, dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil : pada anisis univariat, dari 75 responden didapatkan 32% ibu hamil yang mengalami anemia, dan 68% ibu hamil yang tidak anemia. Ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe 61,3%, dan ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe 38,7%. Analisis bivarian didapatkan hasil ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia (p value 0,000). Simpulan : ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2017 Aquari, Bina
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini diketahuinya baik secara simultan maupun parsial hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu dengan kejadian hiperémesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial Tahun 2017. Rumusan masalah adanya hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan analitik cross sectional, dimana variabel independen (Paritas, Umur dan Pendidikan) dan variabel dependen (Hyperemesis gravidarum). Data sekunder diperoleh dari rekam medik dan menggunakan check List. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil multigravida yang datang untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Sosial pada bulan januari - maret Tahun 2017. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan tidak hyperemesis gravidarum yaitu 41 orang (54,7%), proporsi ibu dengan paritas tinggi sebanyak 20 orang (26,7%), dan proporsi umur ibu beresiko sebanyak 25 orang (33,3%), dan pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (33,3%). Hasil analisa dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu hamil dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,20, tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28 dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28. Kesimpulan dari penelitian ini baik secara simultan maupun parsial adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas, umur dan pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Sosial. Disarankan kepada pimpinan dan staff Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga dapat mengurangi angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Puskesmas Sosial
PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPM CHOIRUL MALA HUSIN PALEMBANG TAHUN 2015 Saswita, Reni
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi hormonal mempunyai banyak efek samping, seperti amenorea (30%), spoting (bercak darah) dan menoragia, mual, sakit kepala (17%) (pusing), galaktorea (44%), perubahan berat badan (9%). Peningkatan berat badan disebabkan oleh hormon progesteron yang merangsang hipotalamus lateral menyebabkan perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak dalam tubuh akan menjadi banyak dan terjadilah peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB. Sampel pada penelitian ini sebagian akseptor KB hormonal yang datang ke BPM Choirul Mala Husin. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebanyak 23 (76,7%) responden mengalami kenaikkan berat badan lebih besar dibandingkan dengan responden yang mengalami penurunan berat badan yaitu sebanyak 7 (23,3%) responden, yang menggunakan kontrasepsi pil dan suntik sama besar yaitu sebanyak 15 (50%) responden. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB di BPM Choirul Mala Husin Palembang tahun 2015 (p value 0,040). Diharapkan agar petugas kesehatan dapat meningkatkan pelaksanaan penyuluhan dan konseling mengenai jenis kontrasepsi manfaat serta dampaknya apabila digunakan sehingga para akseptor KB menjadi lebih memahami tentang alat kontrasepsi yang mereka gunakan.
PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERAWATAN KEPUTIHAN SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN DI SMAN 1 RAMBUTAN TAHUN 2016 Mardalena, Mardalena; Apriani, Selvy
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputihan merupakan suatu kondisi dimana cairan yang berlebihan keluar dari vagina. Keputihan sering dianggap hal yang normal terjadi pada wanita, yang terjadi menjelang, pada saat, dan sesudah menstruasi. Keputihan sering juga dianggap sebagai hal yang umum dan sepele bagi wanita apalagi remaja sehingga kurangnya pengetahuan tentang keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan rancangan penelitiannya adalah one-group pratest-posttest design. Jumlah populasi 169 siswi dan didapat sampel penelitian 119 siswi di SMA N 1 Rambutan Tahun 2016 dengan menggunakan teknik Random Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariat Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata skor responden mengenai pengetahuan tentang cara perawatan keputihan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan yaitu 5,21 dan rata-rata skor responden mengenai pengetahuan tentang cara perawatan keputihan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yaitu 8,40 Hasil Uji Wilxocon dengan batas nilai kemaknaan α = 0,05 diperoleh nilai p = 0,000, karena nilai p value ≤ α dapat diartikan terdapat perbedaan pengetahuan tentang cara perawatan keputihan pada remaja putri sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan bagi pihak penentu kebijakan dan instansi terkait untuk melakukan penyuluhan serta meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN UMUR, PENDIDIKAN, PEKERJAAN DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA PASIEN DI POLI KEBIDANAN RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHODIJAH PALEMBANG TAHUN 2016 Nurbaiti, Meta
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan suatu keganasan yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel-sel epitel serviks yang tidak terkontrol. Kanker serviks menempati urutan kedua setelah kanker payudara sebagai kanker yang paling sering diderita wanita Indonesia. Setiap tahun diperkirakan 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Pemerintah Indonesia menargetkan minimal 80% wanita usia 30-50 tahun melakukan deteksi dini setiap 5 tahun sekali. Namun target yang ditetapkan tersebut belum tercapai, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan wanita tentang kanker serviks dan rendahnya kesadaran wanita untuk mengikuti deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan umur, pendidikan dan pekerjaan dengan pengetahuan tentang pencegahan dan deteksi dini kanker serviks pada pasien di poli kebidanan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah Palembang Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien yang berobat di poli kebidanan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah, jumlah sampel 35 orang dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling, metode yang digunakan accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang berdasarkan umur didapatkan hasil responden yang berumur muda 25 responden (71,4%), berpendidikan tinggi 23 responden (65,7%), responden yang bekerja 20 (66,7%) pengetahuan baik 25 responden (71,4%) Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan p value 0,004 < α (0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur dengan pengetahuan,p value 0,000 < α (0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan p value 0,007<α (0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan pencegahan dan deteksi dini kanker pada wanita yang berobat di Poli Kebidanan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah Palembang Tahun 2016. Disarankan hendaknya lebih sering mengadakan penyuluhan atau kegiatan sosialisasi seperti pembuatan leafleat atau poster tentang pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit kanker serviks yang dapat digunakan sebagai informasi bagi pasien yang berobat atau datang ke rumah sakit untuk menurunkan dan mencegah kejadian penyakit kanker serviks
TINDAKAN NON FARMAKOLOGI RELAKSASI BENSON DALAM MENGATASI GANGGUAN TIDUR PADA PASIEN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WARGA TAMA INDRALAYA TAHUN 2016 Kardewi, Kardewi
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan oleh lansia untuk meningkatkan kesejahteraannya adalah dengan memenuhi kebutuhan dasarnya. Salah satu kebutuhan dasar tersebut adalah kebutuhan tidur dan istirahat. Akan tetapi, sekitar 50% lansia mengalami insomnia atau sulit tidur. Insomnia pada lansia dapat diatasi dengan cara non farmakologi yang salah satunya adalah dengan relaksasi Benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh relaksasi Benson dalam mengatasi gangguan tidur pada pasien lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental Design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 100 orang dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sejumlah 31 responden, penelitian dilakukan pada tanggal 14-28 Januari 2016. Tingkat insomnia diukur dengan kuesioner sebelum dan sesudah diberi relaksasi Benson. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Uji-t. Simpulan: bahwa relaksasi benson secara signifikan mempengaruhi insomnia pada lansia. Uji statistik yang digunakan adalah Uji-t “Paired Sample Test” dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05 (p = 0,000). Berdasarkan penelitian ini, maka peneliti menyarankan kepada perawat untuk mengaplikasikan relaksasi Benson dengan benar dalam mengurangi insomnia pada lansia
PERBEDAAN KUALITAS TIDUR LANSIA SETELAH MENDAPATKAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR DAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA TERATAI PALEMBANG TAHUN 2017 Majid, Yudi Abdul
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan fase akhir dalam rentang kehidupan dimana seseorang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Indonesia menuju negara dalam kelompok berstruktur lansia (ageing population), data Badan Pusat Statistik tahun 2015 jumlah lansia di Indonesia mencapai 25,48 juta jiwa dan tahun 2025 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan jumlah lansia mencapai 36 juta jiwa, jumlah tersebut merupakan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia. Masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada lansia tersebut adalah insomnia atau ketidakmampuan dalam mencapai kualitas dan kuantitas tidur yang efektif. Dampak lanjut yang ditimbulkan menyebabkan lansia rentan terhadap penyakit, stres, gangguan orientasi, tidak mood, kurang fresh, kurang konsentrasi yang akhirnya akan berlanjut pada penurunan kualitas hidup pada lansia. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk masalah tersebut yaitu dengan terapi akupresur dan musik instrumental. Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur lansia antara sesudah terapi akupresur dan musik instrumental di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang tahun 2017. Metode Penelitian menggunakan Quasy-eksperimental dengan rancangan pre-test and post test without control group design uji statistic menggunakan wilcoxcon, uji t independent dan mann-whitney. Teknik sampling menggunakan total populasi dengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah terapi akupresur dengan nilai P value 0,001 dan terdapat perbedaan perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah terapi musik instrumetal dengan nilai P value 0,001. Pada uji mann-whitney di dapatkan hasil terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia di Panti Sosial Tesna Werdha Teratai Palembang sesudah mendapatkan terapi akupresur dan musik instrumental denagan nilai P value 0,038 dengan nilai mean rank akupresur (12,30) dan terapi musik instrumental (18,70). Disimpulkan bahwa ada perbedaan kualitas tidur lansia sesudah mendapatkan terapi akupresur dan musik instrumental, terapi akupresur lebih efektif dari pada terapi musik instrumental
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI BPM FAUZIAH HATTA PALEMBANG TAHUN 2017 Triyanti, Dempi; santi, Santi; Ningsih, Selvi Septia; Anesty, Thea Dwi; Rohmawati, Siti
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Di seluruh dunia pada tahun2009 terjadi 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin. Angka ini diperkirakan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050, seiring dengan semakin tingginya bidan yang tidak mengetahui asuhan kebidanan dengan baik (Hilmy, 2010).pada ibu bersalin di BPM Fauziah Hatta Palembang pada tahun2014 sebesar 58 ibu yang ruptur perineum. Pada tahun 2015 angka tersebut menjadi 49 ibu yang ruptur perineum, sedangkan pada tahun 2016 kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin sebesar 52. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan paritas, berat badan bayi, dan tehnik meneran terhadap kejadian ruptur perineum dan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu bersalin, melakukan persalinan di BPM Fauziah Hatta Palembang pada tanggal 1 s/d 27 Februari 2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, chi square. Ruptur perineum (62,5%). Variabel paritas (p value=0,089), berat badan bayi (p value=0,311), dan tehnik meneran (p value=0,018). Faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum adalah paritas, berat badan bayi dan tehnik meneran. Faktor yang paling berhubungan adalah paritas dan berat badan bayi. Diharapkan kepada semua pihak terkait baik petugas kesehatan maupun ibu bersalin dan calon ibu bersalin untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya ruptur perineum pada masa persalinan
PERSEPSI IBU POST PARTUM TENTANG PEMBERIAN KOLOSTRUM DI RUANG KEBIDANAN RSUD BASEMAH PAGAR ALAM TAHUN 2016 Ersita, Ersita
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, bayi baru lahir yang tidak mendapatkan kolostrum sebanyak 25,3%. Persentase ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayi baru lahir di Sumatera Selatan sebanyak 11,1%. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui persepsi ibu post partum tentang pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016 dengan tiga orang ibu post partum normal dan kepala ruangan kebidanan. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil wawancara mendalam dengan ibu post partum mengenai kognitif bahwa kolostrum adalah cairan kuning yang keluar setelah melahirkan sampai dengan hari ketiga, yang bermanfaat untuk kesehatan bayi supaya bayi tidak mudah terkena penyakit. Afektif ibu post partum ada yang kurang setuju dan merasa cemas karena masih ada budaya di daerah informan dan juga karena kurangnya informasi dari petugas kesehatan di ruang kebidanan mengenai kolostrum. Konatif ibu post partum ada yang memberikan dengan cara menyusui langsung dan ada yang menggunakan botol susu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan kognitif ibu post partum sudah baik, meskipun afektif ibu post partum masih ada yang kurang setuju dan merasa cemas, tetapi konatif ibu post partum sudah baik karena memberikan kolostrum kepada bayinya sampai hari ketiga. Disarankan petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pemberian kolostrum kepada ibu-ibu hamil agar mengetahui manfaat dan mau memberikan kolostrum kepada bayi baru lahir
KONSEP DIRI KLIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2017 Suratun, Suratun
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan pasca stroke dalam perjalanannya sangat beragam bisa pulih sempurna atau sembuh dengan kecacatan. Kecacatan tersebut dapat menyebabkan perubahan pada dirinya seperti gangguan psikologis. Gangguan psikologis jika tidak ditangani akan menyebabkan resiko perubahan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri klien pasca stroke di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif Kuantitatif. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Jumlah responden sebanyak 60 Klien pasca stroke. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar konsep diri klien positif (51,7%). Berdasarkan sub variabel yang diteliti yaitu gambaran diri positif 60%, ideal diri positif (65%), harga diri positif (63,3%), peran diri positif (61,7%), dan identitas diri positif (55%). Peneliti menyarankan agar rumah sakit membuat suatu komunitas/kelompok klien pasca stroke yang bertujuan agar klien pasca stroke dapat bersosialisasi dengan klien pasca stroke lainya untuk saling memberikan motivasi. Saling berbagi pengalaman, dan dapat juga dengan menggali kemampuan positif yang dimiliki klien dan melibatkan klien dalam aktivitas sederhana yang mampu dilakukan klien untuk meningkatkan dan mempertahankan konsep diri klien pasca stroke

Page 10 of 77 | Total Record : 765